Claim Missing Document
Check
Articles

Identification of Risk Factor of Adolescent Sexual Behavior in Purwokerto: Pilot Study Endang Triyanto
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i1.458

Abstract

Introduction: Adolescent students drop out of school due to sexual behavior. They are depressed and pregnant. The level and risk factors of sexual behavior in Purwokerto are not comprehensively known. Aim: The purpose of this study was to determine the level and risk factors of sexual behavior. Methods: This study uses a quantitative method approach. This type of research is a survey. A survey using the questionnaire that has been statistically tested. Respondents were selected by simple random sampling from April to August 2022 in Purwokerto-Indonesia. Researchers have conducted screening to select adolescents who have risky sexual behavior. A number of 41 adolescents are included in high risk. The data analysis used was descriptive statistics. The data are presented in a frequency distribution table.  Result: These risk factors come from individuals, peers, family, and the environment. Risk factors that have been found in this study include lack of knowledge (17%), dating behavior (66%), the negative influence of peers (78%), disharmonious family (32%), lack of attention from parents (56%), a victim of divorce (7%), free environment (68%), the negative influence of social media (61%), and negative values and beliefs (54%). The highest risk factor is peers (78%). Conclusion: All risk factors significantly affect adolescent sexual behavior. Peers was the factor which most highly influence sexual behavior. Therefore, adolescents should have assertive abilities so they are not easily influenced.
PEMBERDAYAAN KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA SEBAGAI PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO SEKSUAL Endang Triyanto; Lita Heni Kusumawardani; Koernia Nanda Pratama
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v8i1.2913

Abstract

Abstrak: Perilaku berisiko seksual remaja masih belum menunjukkan penurunan. Dampak perilaku ini berupa kehamilan remaja yang meningkat di Banyumas dalam 3 tahun terakhir. Peer counselor akan dapat berperan secara optimal jika didukung oleh peran orangtua. Orangtua masih terbatas dalam menasehati, komunikasi efektif dan dukungan yang diperlukan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberdayaan keluarga (orang tua) untuk meningkatkan perilaku asertif remaja sebagai pencegahan perilaku berisiko seksual. Metode penelitian menggunakan desain pra-experiment pre-post test without control group. Jumlah sampel penelitian sebanyak 16 orang tua yang memiliki anak remaja dengan kategori high risk. Kelompok intervensi diberi perlakuan berupa Focus Group Discussions (FGD), konseling, dan praktik komunikasi selama 8 minggu sebanyak 4 kali selama 60 menit. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Hasil pengukuran pengetahuan menunjukkan terdapat kenaikan nilai perolehan setiap responden setelah diberikan pelatihan dari rerata nilai 59 menjadi 68. Terdapat pengaruh yang siginifikan antara perlakuan orang tua berupa komunikasi dan dukungan terhadap peningkatan perilaku asertif anak remaja (p sebesar 0,001). Remaja mampu berperilaku asertif jika didukung oleh pola asuh orangtua, dukungan dan peran keluarga. Komunikasi efektif, dua arah dan terbuka antara orang tua dengan remaja akan memperdekat jarak orang tua dan remaja.
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA TIKTOK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Endang Triyanto
Jurnal Sains Kebidanan Vol 5, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v5i2.9723

Abstract

Anemia adalah kekurangan sel darah merah atau hemoglobin di dalam tubuh. Salah satu faktor penyebab anemia adalah kurangnya pengetahuan, sehingga dapat ditingkatkan dengan penyuluhan kesehatan yaitu TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan media TikTok terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja putri di SMAN 1 Baturraden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre and posttest with control group design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 33 siswa pada kelompok intervensi dan kontrol. Analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon, Paired T-test, Mann Whitney dan Independent T-test. Didapatkan median umur responden 16 tahun. Terdapat perbedaan bermakna pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja putri antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Terdapat perbedaan bermakna pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan anemia pada remaja putri kelompok intervensi sebelum dan sesudah intervensi dengan (p=0,000) dan (p=0,000), pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap yang bermakna. terhadap pencegahan anemia pada remaja (p=0,485) dan (p=0,174). Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media TikTok terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja putri.
PENINGKATAN PERAN KONSELOR DI BIDANG KESEHATAN PADA PUSAT INFORMASI KONSELING GIBITA DAN KARANG TARUNA LINGGASARI Atyanti Isworo; Endang Triyanto; Wahyu Ekowati
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v4i1.422

Abstract

The number of adolescents in the Purwokerto area is the third highest in the Central Java Province. Adolescence is very closely related to the puberty period which is accompanied by sexual development. This condition makes adolescents are prone to various forms of behavioral problems, such as having sex before marriage and drug abuse, both of which can carry risks to HIV / AIDS transmission. It is very important to instill good morale in the younger generation through youth organizations, such as youth organizations and counseling information centers. However, teenage health problems were found, especially in the area of Linggasari Youth Center and the “Gibita” Information Counseling Center/ Pusat Informasi Konseling (PIK) such as lack of understanding of HIV / AIDS, the dangers of smoking, and adolescent reproductive health. To overcome this problem, we trained Adolescent Counselors. Classroom learning, problem based solving, participatory learning, role play were used in this project. The result revealed that this activity enhances the understanding of knowledge and skills of new counselors on adolescent health problems. In addition, we also produced modules and film (roleplay and educational videos) of adolescent health problems counseling.
OPTIMALISASI PERAN KONSELOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU BERISIKO SEKSUAL Triyanto, Endang; Pratama, Koernia Nanda; Rahayu, Eva
Jurnal of Community Health Development Vol 2 No 2 (2021): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Juli 2021
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.524 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2021.2.2.3329

Abstract

Perilaku berisiko seksual remaja berpotensi terjadinya kehamilan remaja, aborsi, penyakit menular seksual. Temuan studi menunjukkan bahwa teman sebaya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku remaja. Perilaku berisiko seksual dapat dicegah dengan kemampuan asertif. Dalam rangka meningkatkan kemampuan asertif diperlukan peran konselor sebaya. Saat ini, peran konselor sebaya tidak berjalan efektif. Oleh karena itu diperlukan serangkaian kegiatan pelatihan konselor sebaya yang kemudian dipraktikan kepada remaja high risk. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran konselor sebaya dan meningkatkan kemampuan asertif remaja high risk. Metode yang digunakan melalui pelatihan kesehatan remaja, perilaku seksual, konseling dan kemampuan asertif kepada konselor sebaya. Selanjutnya, konselor sebaya melakukan perannya kepada remaja high risk untuk meningkatkan kemampuan asertif. Kegiatan dilaksanakan sejak Maret 2020 baik secara daring maupun tatap muka. Hasil pengukuran pengetahuan, skill dan sikap konselor sebaya yang diukur sebelum dan setelah pelatihan selama 2 bulan menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 80%.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK REMAJA Triyanto, Endang; Pratama, Koernia Nanda; Kusumawardani, Lita Heni
Jurnal of Community Health Development Vol 3 No 1 (2022): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari 2022
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.902 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2022.3.1.4798

Abstract

Keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi anak remaja. Peran orangtua sangat dibutuhkan agar anak terhindar dari dampak negative perilaku seksual berisiko. Sebagian besar orangtua mengalami kebingungan dalam memberikan peran kepada anak remajanya. Hasil studi pendahuluan diketahui sebanyak 31% peran orangtua terhadap kesehatan reproduksi anak remaja termasuk kategori kurang. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam memberikan perannya terhadap kesehatan reproduksi anak remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan roleplay melalui pelatihan kepada orangtua yang memiliki anak remaja. Sebanyak 20 orangtua siswa SMK X di Purwokerto mengikuti kegiatan ini yang dimulai sejak bulan Mei-September 2021. Pengetahuan orangtua diukur sebelum dan setelah pelatihan. Keterampilan diukur setelah perlakuan selama 2 bulan. Analisis data dengan membandingkan rata-rata nilai sebelum dan setelah perlakuan. Hasil kegiatan terdapat kenaikan nilai pengetahuan setiap peserta setelah diberikan pelatihan dari rata-rata 59 menjadi 68. Beberapa orangtua menyampaikan adanya kendala dalam berkomunikasi dengan anak remaja, karena kesibukan dan ketidaktahuan. Rata-rata keterampilan orangtua dalam menasehati anak remaja agar menjaga kesehatan reproduksi juga meningkat sebesar 11 poin setelah perlakuan 2 bulan. Setelah mengikuti pelatihan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam meningkatkan kesehatan reproduksi anak remaja.
PEMBERDAYAAN KELUARGA, TEMAN SEBAYA DAN GURU BIMBINGAN KONSELING SECARA TERINTEGRASI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA Triyanto, Endang; Kusumawardani, Lita Heni; Pratama, Koernia Nanda
Jurnal of Community Health Development Vol 4 No 1 (2023): Vol 4 No 1 (2023): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.542 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2023.4.1.7938

Abstract

Perilaku berisiko seksual remaja masih belum menunjukkan penurunan. Dampak perilaku ini berupa kehamilan remaja yang meningkat di Banyumas dalam 3 tahun terakhir. Peer counselor akan dapat berperan secara optimal, jika dilakukan bersama guru bimbingan dan konseling dan peran orangtua. Kegiatan dimulai dengan pelatihan selama 3 tahap kepada 20 peer counselor dan 6 guru bimbingan konseling pada bulan April-Mei 2022. Selanjutnya dilakukan praktik integrasi peer counselor, guru bimgingan konseling dan orangtua guna meningkatkan perilaku asertif remaja yang berjumlah 38 orang. Peningkatan pengetahuan peserta pelatihan diukur menggunakan instrumen berupa kuisioner mulai dari pre test dan pos test. Peningkatan kemampuan asertif remaja yang menjadi responden diukur menggunakan kuisioner perilaku asertif. Terdapat kenaikan rata-rata nilai peserta pelatihan yaitu dari 5,9 menjadi 8,5. Sebanyak 38 remaja yang menjadi responden mengalami peningkatan perilaku asertif sebesar 30 poin (dari 91 menjadi 121) setelah mendapat perlakuan pemberdayaan peer counselor, guru bimbingan konseling dan optimalisasi dukungan keluarga
Upaya Optimalisasi Penatalaksanaan Stunting berbasis Masyarakat Triyanto, Endang; Iskndar, Asep; Kartikasari, April; Kusumawardani, Lita Heni
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 2 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.2.10847

Abstract

Stunting merupakan salah satu indikator derajat kesehatan dan tingkat perekonomian suatu bangsa. Penyebab stunting diantaranya adalah kemiskinan, pendidikan dan pengetahuan, penelantaran, dan budaya. Praktik integrasi antara kader, tokoh masyarakat, keluarga dan tenaga kesehatan merupakan terobosan baru, namun pengetahuan keluarga masih rendah, sehingga diperlukan pendidikan kesehatan secara intens. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan stunting. Solusi yang dilakukan adalah pelatihan dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gununglurah Cilongok pada bulan September 2023. Peserta hadir adalah 42 orang yang terdiri dari 10 kader, 30 orangtua dan 5 petugas kesehatan. Materi pelatihan yang diajarkan, diantaranya adalah pengertian stunting, penyebab, dampak, dan penanganannya. Sebelum kegiatan pelatihan, dilakukan pretest terlebih dahulu dengan hasil rata-rata nilai sebesar 60,5. Selama pelatihan terlihat antusias dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan serta tidak ada satupun peserta yang pulang sebelum acara selesai. Hasil postest diketahui rata-rata nilainya adalah 85. Aplikasi berbasis android “Denmas Slamet” dapat digunakan untuk memudahkan pendampingan, konsultasi dan pemantauan program penatalaksanaan stunting. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang penanganan stunting dengan didukung aplikasi yang murah dan mudah digunakan oleh masyarakat dan kader kesehatan.
Pengaruh Foot Massage dan Terapi Musik Gamelan terhadap Tekanan Darah, Denyut Jantung, dan Kualitas Tidur Pasien Hipertensi Sashikirana, Amalda; Upoyo, Arif Setyo; Triyanto, Endang
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 2 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.2.12935

Abstract

Hipertensi sebagai salah satu Penyakit Tidak Menular dengan jumlah penderita terbanyak di Indonesia, seringkali menimbulkan keluhan pada penderitanya seperti tekanan darah yang tidak kunjung turun meskipun sudah mengonsumsi obat, jantung berdebar-debar menyebabkan kesulitan pada tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh foot massage dan terapi musik gamelan terhadap penurunan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung, serta peningkatan kualitas tidur pada pasien dengan hipertensi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus kepada satu orang responden perempuan berusia 61 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan pada tekanan darah dengan rata-rata penurunan 10,3 mmHg per hari pada tekanan darah sistolik dan 4,3 mmHg pada tekanan diastolic. Sementara itu, rata-rata penurunan frekuensi denyut jantung setelah intervensi adalah 2,3 x/menit per hari dan skor PSQI mengalami penurunan rata-rata 1,3 per hari. Kesimpulan: foot massage dan terapi musik gamelan dapat digunakan sebagai terapi komplementer pendamping obat untuk menurunkan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung, serta meningkatkan kualitas tidur. Kata kunci: denyut jantung, foot massage, kualitas tidur, tekanan darah, terapi musik gamelan
IMPROVING UNIVERSAL PRECAUTIONS KNOWLEDGE THROUGH VIRTUAL CARE REALITY VIDEO 360° IN PPROFESSIONAL NURSE PROGRAM STUDENTS Triyanto, Endang; Jauhar, Muhamad; Rohana, I Gusti Ayu Putu Desy; Kusumawardani, Lita Heni; Choiruna, Hasby Pri; Setiyowati, Erni; Rasdiyanah, Rasdiyanah; Rachmawati, Utami
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 9, No 1 (2024): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v19i1.543

Abstract

Introduction: Current learning methods are constantly evolving. Professional Nurse Program Students need effective learning methods to improve students’ abilities and skills in achieving competencies, and one of the competencies is standard precautions. Virtual care reality video3600 can be an alternative solution for students’ actual and concrete learning methods. This study aims to determine the effect of Virtual care reality video3600 on the standard precautions knowledge of Professional Nurse Program Students.           Methods: The Research design uses a quasi-experimental pre-post test with the control group. The research sample consists of 38 students for the intervention group and 32 students for the control group. The research site was at Jenderal Sudirman University and the University of Indonesia in June-September 2022. The research instrument uses a standard precaution knowledge questionnaire. Researchers provide virtual care reality video3600 interventionfor 17 minutes at least three times in each video. VCR 3600 contains material on standard precautions consisting of proper hand washing, Personal Protective Equipment (PPE) use, safe injection practices, and handling of potentially contaminated equipment or surfaces in the patient's environment. Post-test measurement is carried out two weeks after the intervention. Data analysis uses paired t-tests and independent t-tests.   Results: The results showed that the age of the respondents was between 21-31 years old, with a median value of 22 years. The gender respondents were mostly women, the majority of respondents had never been nurses, the majority of respondents had studied infection control, most of the respondents had not received the Hepatitis B vaccine, and the majority of respondents had never reported the incidence of needle sticks. The statistical test results obtained a significant change in knowledge (p-value = 0.001).  Conclusions: The results showed a significant increase in respondents’ knowledge level after the intervention. The research results are expected to be applied in the learning process of Professional Nurse Programs in universities. In addition, it is hoped that the VCR 3600 method can be used for other Professional Nurse Program learning themes.Keywords: standard precaution; video 3600 ; virtual care reality