Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS EROSI MENGGUNAKAN METODE RUSLE PADA SUB DAS LISUN NAGARI SILOKEK, SIJUNJUNG ANJELIN, VINA; triyatno, triyatno
JURNAL BUANA Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana/vol9-iss3/3907

Abstract

The purpose of this research is to analyze the value of erosion factors and the level of erosion hazard using the RUSLE method in the Lisun Sub Watershed, Nagari Silokek, Sijunjung Regency. This type of research is quantitative research. The results show that: 1) The erosion factor that most influences the low erosion that occurs in the Lisun Subwatershed is CP where the Lisun Subwatershed still has a very large forest area of 28,886.33 ha (70%) with high forest density so that the amount of erosion can still be controlled.2) The level of erosion hazard in Lisun Sub-watershed includes very light to heavy and consecutive land area in Lisun Sub-watershed from very light 0.247 tons/ha/year (30.65%), light 5.047 tons/ha/year (40.69%) medium 23.007 tons/ha/year (14.33%) and heavy 106.882 tons/ha/year (14.28%) with total erosion of 135.184 tons/ha/year.
Analisis Tingkat Bahaya Longsor pada Ruas Jalan Sicincin-Malalak-Balingka dan Ruas Jalan Padang Lua-Maninjau di Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam Ramadhani, Karyn; Triyatno, Triyatno
TSAQOFAH Vol 5 No 3 (2025): MEI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i3.5420

Abstract

This research aims to map the level of landslide danger and analyze the factors that cause landslides in IV Koto District, Agam Regency. The research method uses a quantitative approach with frequency ratios to determine the level of landslide danger and Pearson correlation to analyze the factors that cause landslides in District IV Koto. The research results show that the level of landslide danger is divided into four categories: not dangerous covering 48% (3.868,989 hectares), slightly dangerous 26% (2.033,912 hectares), dangerous 14% (1.137,001 hectares), and very dangerous 12% (949,303 hectares) of total area of ​​the research area. Based on Pearson correlation analysis, the most dominant factor causing landslides in IV Koto District is geology with a positive correlation value of 0.894 to the level of landslide danger, indicating that the geological structure has a very strong influence on landslide events in the area.
Model Spasial Perubahan Penggunaan Lahan Dan Tutupan Lahan Terhadap Bencana Banjir di Daerah Aliran Sungai Sikilang, Pasaman Barat Endarsih, Eris; Triyatno, Triyatno
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.37925

Abstract

Model spasial bahaya banjir di Daerah Aliran Sungai Sikilang,’  Pasaman Barat mempunyai tujuan untuk analisis intensitas hujan 2024-2034-2044, memodelkan penggunaan lahan dan tutupan lahan’’ tahun 2024-2034-2044, model numerik banjir, dan model mitigasi banjir melalui tindakan konservasi. ‘Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif’’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas hujan meningkat seiring dengan bertambahnya kala ulang,’ selanjutnya’  perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan’ di DAS Sikilang mengalami penurunan yaitu semak belukar,’ hutan sekunder, hutan primer, lahan terbuka, sawah, kebun campuran, ladang, lahan terbangun, sedangkan penggunaan lahan yang mengalami peningkatan luasan yaitu perkebunan kelapa sawit’’dan ’lahan terbangun’’. Model numerik banjir di DAS Sikilang menunjukkan bahwa puncak banjir (Qp) membutuhkan waktu 6,50 jam, waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi debit banjir (Tp+0,3) yaitu 11,74 jam, dan waktu yang diperlukan untuk mengurangi debit banjir (Tp+T0,3+1.5T0,3) adalah 19,60 jam. Model spasial banjir di DAS Sikilang tahun 2024 sampai tahun 2044 mengalami perubahan yang signifikan.’ Perubahan luas area terdampak banjir’’ tahun 2024 sampai tahun 2034 pada kelas kedalaman tinggi meningkat sebesar 694,667 ha, kelas kedalaman sedang meningkat 277,881 ha,  kelas kedalaman rendah meningkat 30,017 ha ,  perubahan luas area terdampak banjir tahun 2034 sampai 2044 pada kelas kedalaman tinggi meningkat sebesar 215,208 ha,  kelas kedalaman sedang menurun 75,842 ha dan kelas kedalaman rendah meningkat 4,42 ha’. Perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan 2024 sampai tahun 2034 mempengaruhi debit banjir 36,303 %, dan perubahan  penggunaan lahan dan tutupan lahan tahun 2034 sampai tahun 2044 mempengaruhi debit banjir 11,951%. Sebagai langkah mitigasi banjir, dilakukan model mitigasi banjir melalui tindakan konservasi, pada hulu DAS Sikilang,. Upaya mitigasi ini dapat mengurangi debit banjir pada tahun 2024 sebesar 4,744 m3/detik, pada tahun 2034 mengurangi debit banjir sebesar 34,647 m3/detik, dan pada tahun 2044 mengurangi debit banjir 47,303 m3/detik. Untuk mengantisipasi bahaya banjir kepada masyarakat yang tinggal di DAS Sikilang, perlu diinformasikan bahwa banjir akan terjadi apabila intensitas hujan >11 mm/jam dengan durasi 4,64 jam, maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak banjir adalah 6,50 jam, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi guna mengurangi potensi kerugian akibat banjir tersebut. Kata kunci: Penggunaan lahan dan tutupan lahan, Nilai Koefisien Aliran, Banjir, Model Spasial
PEMODELAN NUMERIK UNTUK MENENTUKAN DEBIT BANJIR DAS BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Putri, Indah Devita; triyatno, triyatno
JURNAL BUANA Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana/vol9-iss2/3914

Abstract

The research aims : 1) analysis hydraulic model in numeric modeling of flow Bayang watershed, 2) modeling spatial flood of Bayang watershed using HEC-RAS. Type thi research uses quantitative method with spatial approach. The data used for flood discharge is maximum rainfall in 2013-2022. Data were analysis using unsteady flow technique with software HEC-RAS and literature study. 1) The study produces 100 year periode discharge with a peak time of 1.27 hours which produces a period 2 year of 263.98 m3/sec, period 5 of 303.08 m3/sec, period 10 of 328.95 m3/sec, period 25 of 361.70 m3/sec, period 50 of 385.95 m3/sec and period 100 0f 410.07 m3/sec. 2) The model produce 1-D and 2-D models, the 1-D model produc a flood overflow depth of 3.03 to 1.71 meters while the 2-D model produce a flood overflow depth of 3 to 2 meters, villages of Sawah Laweh, Pasar Baru, Talaok, and Koto Barapak.
Analysis of Carrying Capacity and Land Capacity for Settlement in Padang Panjang City Ramadya, Fajrin; triyatno, triyatno
JURNAL BUANA Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana/vol9-iss3/3938

Abstract

The city of Padang Panjang, with its undulating topography, faces difficulties in utilizing land for settlement as population growth increases. This study aims to analyze the carrying capacity and accommodating capacity of residential land in the city. Descriptive quantitative research methods with data presented through tables and maps, calculations refer to the Ministry of Environment's 2014 carrying capacity guidelines and the Guidelines for Housing and Settlement Area Development and Development Plan (RP3KP). The results showed that in 2022, Padang Panjang City has a Settlement Carrying Capacity (DDPm) value of > 1. Kelurahan Ganting achieved the highest score of 14.4 and Kelurahan Pasar Baru had the lowest score of 1.8. The area of land suitable for settlement is around 672 hectares, can accommodate 264,309 people with a total of 66,077 housing units. Kelurahan Kampung Manggis stands out with a high capacity, able to accommodate around 34,864 people, while Pasar Baru has the lowest capacity, only 503 people.
Pemodelan Genangan Banjir Di Batang Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Kritieva, Marliza; Triyatno, Triyatno
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i2.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan : 1) Untuk mengetahui prediksi genangan banjir pada kala ulang 25 tahun di Batang Kambang, 2) Untuk mengetahui luas genangan banjir pada kala ulang 25 tahun di Batang Kambang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan SIG yang terintegrasi dengan Hec-ras dan Arcgis yang penjelasannya disajikan dalam bentuk peta dan tabel. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah : 1) Prediksi genangan banjir dengan debit banjir puncak pada kala ulang 25 tahun sebesar 124.75 m3/s, 2) Luas genangan banjir pada kala ulang 25 tahun seluas 131 ha.
ANALISIS BAHAYA BANJIR BESERTA DAMPAKNYA PADA HULU DAS BATANG SUMPUR DI KECAMATAN LUBUK SIKAPING KABUPATEN PASAMAN Putri, Anita Sri rahma; Triyatno, Triyatno
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i4.24632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahaya banjir pada Hulu DAS Batang Sumpur di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, serta mengkaji dampak fisik, sosial, dan ekonomi yang ditimbulkan oleh bencana banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode fuzzy logic diterapkan untuk memberikan nilai keanggotaan pada setiap parameter banjir, seperti curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jarak sungai. Hasilnya digabungkan melalui defuzzyfikasi (fuzzy overlay) untuk menghasilkan peta bahaya banjir. Analisis bahaya banjir dengan metode fuzzyfikasi menggunakan enam parameter: Hasil defuzzyfikasi menunjukkan bahwa zona bahaya tinggi terkonsentrasi di dataran rendah sekitar aliran Batang Sumpur dengan karakteristik lereng landai, ketinggian rendah, tanah berpermeabilitas rendah, curah hujan tinggi, serta dominasi pemukiman. Zona sedang berada pada wilayah transisi, sedangkan zona rendah terdapat di hulu dengan ketinggian lebih dari 1000 mdpl dan tutupan hutan. Dampak banjir di Kecamatan Lubuk Sikaping bersifat multidimensional. Dari sisi fisik, banjir merusak rumah, jalan, dan infrastruktur publik. Dari sisi sosial, masyarakat mengalami pengungsian, terganggunya pendidikan, dan trauma psikologis. Dari sisi ekonomi, aktivitas perdagangan, transportasi, dan pekerjaan harian lumpuh, dengan Nagari Durian Tinggi mencatat kerugian tertinggi Rp 60,6 juta. Temuan ini menegaskan bahwa banjir bukan hanya fenomena hidrologis, tetapi bencana kompleks yang mengancam keberlanjutan sosial-ekonomi masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM OPTIMALISASI BUDIDAYA LEBAH MADU BERBASIS AGROFORESTRI Triyatno, Triyatno; Febriandi, Febriandi; Rahmi, Lailatur; Falah, Nur; Fauzan, Muhammad Reza; Prayoga, Rendi; Mardiansyah, Ramos
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19710

Abstract

Abstrak: Desa Muara Sikabaluan Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan desa yang secara geografis terbentuk berupa Kawasan pesisir Pantai dan juga perbukitan dengan hutan yang cukup luas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dalam budidaya lebah madu, sehingga dapat meningkatkan softskill dan hardskill masyarakat dalam budidaya lebah madu hutan. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan pre-test dan post test tentang budidaya lebah madu berbasis agroforestry, dengan mitra 25 orang anggkota karang taruna. Kegiatan ini dilakukan dibalai taman nasional siberut kabupaten kepulauan mentawai. Kegiatan pengabdian ini, berfokus pada pelatihan pembudidayaan lebah madu, cara pembuatan stup, pemindahan koloni, pemanenan madu dan proses pemasaran madu. Hasil pre-test dan post-test yang dilakukan menunjukkan hasil masyarakat hasil pre test dan post-test yang dilakukan menunjukkan hasil masyarakat yang mengalamai peningkatan pemahaman dalam konsep dasar agroforestry meningkat dari 16 % menajdi 60%.Kemudiam terjadi peningkatan pemahaman tentang biogeografi lebah madu dari 24% menjadi 68%, terjadi peningkatan keterampilan budidaya lebah madu meningkat 16% menajdi 84% serta peningkatan sikap dan keterampilan memanen madu hutan lestari dari 12% menjadi 75. Abstract: Muara Sikabaluan Village, Mentawai Islands Regency, is a village that is geographically formed in the form of a coastal area and also hills with quite extensive forests. The aim of this service activity is to increase the community's understanding and knowledge in cultivating honey bees, so that it can improve the soft skills and hard skills of the community in cultivating forest honey bees. The method used was by providing a pre-test and post-test regarding agroforestry-based honey bee cultivation, with 25 youth organization members as partners. This activity was carried out at the Cyberut National Park, Mentawai Islands Regency. This service activity focuses on training in cultivating honey bees, how to make stup, moving colonies, harvesting honey and the honey marketing process. The results of the pre-test and post-test carried out showed that the results of the community. The results of the pre-test and post-test carried out showed that the community experienced an increase in understanding of the basic concepts of agroforestry, increasing from 16% to 60%. Then there was an increase in understanding of the biogeography of honey bees from 24% to 68%, there was an increase in honey bee cultivation skills, increasing by 16% to 84% and an increase in attitudes and skills in harvesting sustainable forest honey from 12% to 75.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TERHADAP BUDIDAYA MINAPADI DI KABUPATEN AGAM (Studi Kasus Kecamatan Tanjung Raya) Mulya, Noveri Mulya; triyatno, triyatno
JURNAL BUANA Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana/vol10-iss1/2764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik lahan di Kecamatan Tanjung Raya. (2) menganalisis kesesuaian lahan sawah untuk budidaya minapadi di Kecamatan Tanjung Raya. (3) mengetahui jenis ikan dan padi yang cocok digunakan dalam pembudidayaan minapadi di Kecamatan Tanjung Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deksriptif kuantitatif. Teknik dalam menentukan sampel penelitian menggunakan metode purpossive sampling dari peta satuan lahan Kecamatan Tanjung Raya, dimana terdapat sebanyak 10 titik sampel yang mewakili seluruh lahan. Dari hasil analisis penelitian, karakteristik lahan di Kecamatan Tanjung Raya memiliki 3 jenis tanah (entisols, inceptisols, dan ultisols), kondisi drainase baik, tekstur tanah geluh berpasir dan lempung massif, kedalaman tanah sedang, kemiringan lereng (datar, landai, dan agak curam), dan tingkat curah hujan tinggi. Sementara,parameter kimia, KTK tanah tinggi, pH tanah tinggi, N- total sedang P2O5 (fosfat) sedang dan tinggi, K2O (kalium) sedang. Hasil analisis kesesuaian lahan di Kecamatan Tanjung Raya di dapat sebanyak 3 kesesuaian lahan yaitu S1(sangat sesuai) meliputi titik sampel 1, sampel 2, sampel 4, sampel 9, dan sampel 10. S2 (cukup sesuai) meliputi titik sampel 3 dan sampel 5. Dan S3 (sesuai marginal) meliputi titik sampel 6, sampel 7, dan sampel 8. Hasil jenis ikan yang cocok digunakan dalam budidaya minapadi yaitu jenis ikan nila hitam kelas benih sebar (Oreochromis Niloticus Bleeker) dan varietas padi yang cocok digunakan untuk budidaya minapadi yaitu varietas padi anak daro.
KERENTANAN BANJIR BANDANG DI SUB DAS MALALO KECAMATAN BATIPUH SELATAN KABUPATEN TANAH DATAR agussalim, apriadi; triyatno, triyatno
JURNAL BUANA Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana/vol10-iss1/2805

Abstract

The Malalo Sub-watershed, South Batipuh District, Tanah Datar Regency is one area that is often hit by flash floods. The purpose of this study was to assess the vulnerability of flash floods disasters in the Malalo sub-watershed, South Batipuh sub-district. The flash flood disaster vulnerability analysis refers to the parameters of the Head of BNPB Regulation No. 2 of 2012 concerning General Guidelines for Disaster Risk Assessment. The social vulnerability of the flash floods disaster consists of social vulnerability, economic vulnerability, physical vulnerability and environmental vulnerability. The results of the vulnerability analysis are: Social vulnerability consists of population density with low vulnerability, sex ratio with high vulnerability, poverty ratio with low vulnerability, ratio of disabled people with low vulnerability and age group ratio with high vulnerability. Economic vulnerability consists of productive land with a low level of vulnerability and GRDP with a high level of vulnerability. Physical vulnerability consists of the total price of houses with a high level of vulnerability, the total price of public facilities is categorized as high and critical facilities are categorized as high. Environmental vulnerability consists of protected forest area with a high level of vulnerability, production forest with a high level of vulnerability and shrubs with a low level of vulnerability.