Claim Missing Document
Check
Articles

The PEMANFAATAN TANAMAN LOKAL SEBAGAI PENGENDALI HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI DESA MANGGUNG KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI Santosa, Sartono Joko; Triyono, Kharis; Maulida, Elly Istiana; Anggreni, Puput
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2023

Abstract

The utilization of botanical pesticides derived from local plants is an important strategy to support environmentally friendly and sustainable agriculture. This Community Service Program (PKM) was conducted in Betongan Hamlet RT 01/07, Manggung Village, Ngemplak District, Boyolali Regency, involving community members engaged in small-scale crop cultivation. The program was implemented on May 10, 2025, aiming to enhance participants’ knowledge and skills in using local plants as safe and eco-friendly pest control agents. The methods included counseling, training, mentoring, and hands-on practice in producing and applying botanical pesticides. The results indicated increased awareness of the negative impacts of synthetic chemical pesticides and the advantages of botanical alternatives. Participants were able to independently produce and apply botanical pesticides using locally available plant materials. This program contributes to reducing dependency on chemical pesticides and supports the development of sustainable agriculture based on local wisdom.
PENGARUH JUMLAH POPULASI TANAMAN BAWANG MERAH ASAL BIJI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT BERCAK DAUN (Colletotrichum gloeosporioides) DI DATARAN RENDAH Dwi Parwati, Rina; Joko Santosa, Y. Sartono; Triyono, Kharis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v11i1.24200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kepadatan tanam terhadap tingkat keparahan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides pada benih bawang merah asli yang ditanam di daerah dataran rendah. “Penelitian ini dilakukan dari tanggal 30 Juli hingga 9 Oktober 2025, di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura di Klipan, Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang terletak pada ketinggian kurang dari 200 meter di atas permukaan laut, dengan karakteristik tanah regosol. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (Randomized Complete Block Design/RCBD) dengan faktor tunggal: populasi tanaman bawang merah. Percobaan ini terdiri dari lima perlakuan: P1 (20 tanaman/petak), P2 (25 tanaman/petak), P3 (40 tanaman/petak), P4 (50 tanaman/petak), dan P5 (100 tanaman/petak), masing-masing diulang enam kali. Kriteria yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi, berat kering umbi, morfologi Colletotrichum gloeosporioides, dan tingkat keparahan penyakit. Temuan menunjukkan bahwa (1) populasi tanaman bawang merah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, khususnya dalam hal tinggi tanaman dan jumlah daun pada 56 hari setelah tanam (DAP). Populasi tanaman memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap hasil umbi per petak, sebagaimana dibuktikan oleh berat segar dan berat kering umbi. Kepadatan populasi maksimum (100 tanaman/petak) menghasilkan berat umbi tertinggi. Namun demikian, populasi tanaman tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap intensitas penyakit pada 40–60 hari setelah tanam.
PENGARUH DOSIS PUPUK KOMPOS DAN TRICHODERMA SP. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) Karunia Ayu, Nanda Fajar; Joko Santosa, Y Sartono; Triyono, Kharis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v11i1.24201

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibutuhkan masyarakat. Namun, produktivitasnya sering terhambat oleh penurunan kesuburan tanah dan gangguan organisme pengganggu tanaman. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu penggunaan pupuk organik dan agen hayati yang ramah lingkungan, seperti pupuk kompos dan Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk kompos dan Trichoderma sp., baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting. Penelitian dilaksanakan pada 17 September hingga 26 Desember 2024 di Kabupaten Karanganyar menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kompos (0; 187,5; dan 281,25 g/tanaman), sedangkan faktor kedua adalah dosis Trichoderma sp. (0; 7,5; 15; dan 22,5 g/polybag) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, waktu muncul bunga pertama, jumlah buah, berat buah, panjang buah, dan diameter buah. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pupuk kompos tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting. (2) Pemberian Trichoderma sp. memberikan pengaruh beda nyata terhadap jumlah daun, (3) interaksi keduanya tidak menunjukkan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.
KETAHANAN TANAMAN BAWANG MERAH ASAL BIJI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA JUMLAH POPULASI YANG BERBEDA DI DATARAN TINGGI Yuliana Putri, Aszalza; Joko Santosa, Sartono; Triyono, Kharis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v11i1.24202

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan jumlah populasi tanaman terhadap pertumbuhan, hasil, dan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) asal biji (True Shallot Seed) di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada 29 Agustus hingga 09 November 2025 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian ±1000–1200 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor, yaitu jumlah populasi tanaman yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan diulang sebanyak enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, serta intensitas serangan penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jumlah populasi tanaman berpengaruh terhadap intensitas penyakit layu fusarium dan bobot segar umbi per petak. Kepadatan yang optimal mampu menjaga keseimbangan mikroklimat pertanaman dan menunjukkan tingkat ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit, sehingga menghasilkan bobot segar umbi per petak yang signifikan. Pengaturan populasi tanaman yang tepat mampu menciptakan kondisi lingkungan tumbuh yang lebih seimbang, sehingga berperan dalam menekan perkembangan layu fusarium dan mendukung peningkatan hasil bawang merah asal biji di dataran tinggi