Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL RUMPUT KEBAR (Bhiophytum petersianum Klotzsch) TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH FOLIKEL PADA OVARIUM TIKUS Rattus norvegicus TERPAPAR ASAP ROKOK Talakua, Fernanda Clara; Unitly, Adrien Jems Akiles
Biofaal Journal Vol 1 No 2 (2020): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.854 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v1i2pp74-84

Abstract

Merokok merupakan yang sangat mengganggu kesehatan karena dalam asap rokok mengandung 4000 senyawa yang membahayakan tubuh perokok maupun orang di sekitarnya. Bagian tubuh yang sering terganggu akibat paparan asap rokok adalah reproduksi wanita Rumput kebar merupakan salah satu tumbuhan yang merupakan obat tradisional penyubur kandungan di Papua yang memiliki kandungan fitokimia seperti triterpenoid, saponin, flavonoid, vitamin A, vitamin E yang di duga mampu meningkatkan fungsi ovarium wanita akibat terpapar asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap peningkatan folikel ovarium tikus Rattus norvegicus yang terpapar asap rokok. Penelitian mengggunakan metode eksperimental laboratorik dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali, yaitu (-): Kelompok kontrol negatif yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan, (+): Kelompok kontrol positif yaitu tikus dipaparkan asap rokok selama 28 hari, (0.067): Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumputkebar dengan dosis 0.067mg/ekor/hari selama 28 hari, dan (0.135): Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dengan dosis 0.135mg/ekor/hari selama 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa ekstrak etanol rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) dengan dosis 0.067mg/ekor/hari dan 0.135mg/ekor/hari berpengaruh terhadap perkembangan dan peningkatan jumlah total folikel ovarium tikus Rattus norvegicus yang terpapar asap rokok selama 28 hari, dimana dosis yang efektif adalah 0.135mg.
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN DAN BERAT BADAN TIKUS Rattus norvegicus Sandana, Anastasia; Unitly, Adrien Jems Akiles; Eddy, La
Biofaal Journal Vol 1 No 2 (2020): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.422 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v1i2pp100-106

Abstract

Kurangnya nafsu makan merupakan kesulitan makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan dan merupakan permasalahan fisiologi makan yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan tikus Rattus norvegicus. Penelitian ini menggunakan 12 ekor tikus sebagai hewan model yang dibagi menjadi kelompok kontrol, kelompok perlakuan dosis ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) 0.09g, 0.18g dan 0.36g. Kemudian kelompok tikus perlakuan diberi masing-masing dosis ekstrak etanol daun cengkeh(Syzygium aromaticum L.) dan kelompok kontrol yang tidak diberi dosis ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) selama dua minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah konsumsi makanan dan pertambahan berat badan tikus Rattus norvegicus setelah diberi ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dengan dosis efektif 0.18g/ekor/hari yang pada minggu pertama dan kedua mengkonsumsi pakan sebanyak 13.85g dan 12.42g lebih banyak dibanding tikus kontrol namun tidak lebih banyak dari konsumsi pakan dosis 0.36g. Hasil perubahan berat badan tikus menunjukan pada dosis 0.18g dapat meningkatkan berat badan dengan hasil kenaikan berat badan pada minggu pertama dan kedua masing- masing 229.71g dan 247.14g lebih besar dari kelompok kontrol dan dosis 0.36g. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan tikus Rattus norvegicus.
PENINGKATAN KEBERHASILAN IMPLANTASI TIKUS Rattus norvegicus TERPAPAR ASAP ROKOK PASCA DITERAPI EKSTRAK ETANOL RUMPUT KEBAR (Byophytum petersianum Klotzsch) Rahandity, Jeanny Stevani; Unitly, Adrien Jems Akiles; Eddy, La; Huwae, Laury Marcia Chara
Biofaal Journal Vol 2 No 1 (2021): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.913 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v2i1pp19-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keberhasilan implantasi tikus Rattus norvegicus terpapar asap rokok pasca diterapi ektrak etanol rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch). Penelitian mengggunakan metode eksperimental laboratorik dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali, yaitu (-): Kelompok kontrol negatif yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan, (+): Kelompok kontrol positif yaitu tikus dipaparkan asap rokok selama 28 hari, (0.067): Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dengan dosis 0.067mg/ekor/hari selama 28 hari, dan (0.135): Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dengan dosis 0.135mg/ekor/hari selama 28 hari. Setelah itu, semua tikus dikawinkan. Pengamatan jumah korpus luteum pada organ ovarium dan titik implantasi pada organ uterus tikus dilakukan pada usia kebuntingan 12 hari. Data yang dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA)-SPSS versi 16.0 dilanjutkan dengan uji Duncan dengan selang kepercayaan 95% (α = 0.05) dan metode nonparametric. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol rumput kebar (Byophytum petersianum Klotzsch) dengan dosis 0.135 mg/ekor/hari mampu meningkatkan keberhasilan implantasi tikus Rattus norvegicus.
EFEK BIOLARVASIDA EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) PENYEBAB MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles sp. Unitly, Adrien Jems Akiles; Moniharapon, Debby D; Sapulette, Fenska Violenta
Biofaal Journal Vol 2 No 2 (2021): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v2i2pp99-105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek biolarvasida ekstrak etanol daun cengkeh penyebab mortalitas nyamuk Anopheles sp. dan dosis ekstrak etanol daun cengkeh yang efektif sebagai biolarvasida. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dimana 525 larva Anopheles sp. dibagi dalam 7 kelompok dengan 3 kali ulangan, larva Anopheles sp. diletakan dalam 21 gelas plastik, dimana masing-masing plastik berisi 25 ekor larva Anopheles sp. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji duncan pada tarif nyata a = 0.05 menggunakan perangkat lunak SAS dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil untuk mengetahui perbedaan perlakuan yang diberikan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cengkeh kosentrasi 0.50%, 1%, 1.50%, 2%, 4%, 6% memiliki efek biolarvasida penyebab mortalitas larva nyamuk Anopheles sp. dengan konsentrasi yang efektif adalah 6% dan persentasi mortalitas larva nyamuk Anopheles sp. sebesar 100% pada jam ke-9.
POTENSI REPELENT ESKTRAK ETANOL DAUN CENGKEH TERHADAP NYAMUK Anopheles sp. Noya, Leny; Nindatu, Maria; Unitly, Adrien Jems Akiles; Silahooy, Veince B.
Biofaal Journal Vol 3 No 2 (2022): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v3i2pp105-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya tolak ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap nyamuk Anopheles sp. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan Uji Duncan pada taraf nyata α=0,05 menggunakan perangkat lunak SAS. Sampel berjumlah 18 ekor tikus,yang dibagi menjadi 7 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan seduhan daun cengkeh dengan konsentrasi 0,50%, konsentrasi 1%, konsentrasi 2%, konsentrasi 4%, konsentrasi 8%, dan kelompok kontrol. Sampel diadaptasikan selama seminggu, kemudian diberi perlakuan selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek daya tolak ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) pada nyamuk Anopheles sp. yang diolesi pada badan tikus Rattus norvegicus, dimana konsentrasi yang efektif yaitu 1%, 2%, 4%, dan 8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ekstrak etanol daun cengkeh memiliki potensi repellent terhadap nyamuk Anopheles sp. dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh yang diberikan maka semakin besar daya tolaknya terhadap nyamuk. Pemberian ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) memiliki kemampuan yang sama dengan autan yang berpengaruh sebagai daya tolak nyamuk Anopheles sp. dimana dosis efektif adalah konsentrasi 1%, sedangkan konsentrasi 8% merupakan dosis kuat dalam proteksi gangguan nyamuk Anopheles sp.
PERUBAHAN SIFAT-SIFAT KIMIA PADA TANAH ULTISOL PASCA PEMBERIAN PENGAPURAN DAN KOTORAN KELELAWAR, SERTA EFEKNYA TERHADAP HASIL BIJI KERING KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.) Silahooy, Charles; Unitly, Adrien Jems Akiles; Silahooy, Veince Benjamin; Samson, Efraim; Apituley, Edwin T
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp001-009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat-sifat kimia pada tanah ultisol pasca pemberian pengapuran dan kotoran kelelawar, serta efeknya terhadap hasil biji kering kacang tanah (Arachis hypogeae L.). Penelitian ini dilaksanakan pada rumah plastik di Desa Ouw, Kabupaten Maluku Tengah, berlangsung dari bulan Oktober 2023 sampai Maret 2024. Analisis sifat-sifat tanah dilakukan di Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Langkap (RAL) berpola faktorial 4 x 4 x 4, dimana parameter yang diteliti adalah pH tanah (H20 1 : 2,5), kemasaman dapat tukar (Aldd + Hdd), Kadar Cadd, Kadar Mgdd dan berat biji kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan kapur terutama dalam menaikkan pH tanah dan menurunkan kemasaman dapat tukar (Aldd + Hdd), sedangkan peranan kotoran kelelawar terutama dalam menaikkan kadar Cadd, Mgdd dan hasil biji kering kacang tanah pada tanah ultisol. Selain itu, Hasil setara biji kering kacang tanah terbaik (18,58g / tanaman) diproleh pada taraf kotoran kelelawar 192g per pot tanpa pengapuran pada tanah ultisol dengan pH tanah 5,3 dan kejenuhan Al 66,22%.
JUMLAH SEL LEYDIG DAN SEL SERTOLI TIKUS GALUR SPARAGUE-DAWLEY TERPAPAR SOPI PASCA DITERAPI EKSTRAK ETANOL SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) Unitly, Adrien Jems Akiles; Killay, Amos; Moniharapon, Mechiavel; Eddy, La; Silahooy, Veince B; Huwae, Laury Marcia Ch; Moniharapon, Debby Dijola; Lakesubun, Bella Frida
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp010-018

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah sel Leydig dan sel Sertoli tikus terpapar sopi pasca diterapi ekstrak etanol sirih cina (Peperomia pellucida. L). Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini, dengan membagi 15 ekor tikus ke dalam 5 kelompok perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu kelompok 5.4 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4 ml/ekor/hari selama 14 hari (kontrol negatif), kelompok Vit. C 6.3 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4 ml/ekor/hari kemudian diberi Vitamin C 6.3 mg/ekor/hari selama 14 hari (kontrol positif), kelompok 0.71, 1.43 dan 2.86 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4ml/ekor/hari selama 14 hari kemudian kemudian masing-masing kelompok diberi ekstrak etanol sirih cina 0.71g/ekor/hari selama 14 hari, 1.43g/ekor/hari selama 14 hari dan 2.86g/ekor/hari selama 14 hari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Zoologi dan Mikroteknik Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Ambon mencakup persiapan hewan model, pemberian minuman sopi, ekstraksi sirih cina, pembuatan preparat histologis dan pengamatan. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji duncan pada taraf nyata a = 0.05 menggunakan perangkat lunak SAS dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil untuk mengetahui perbedaan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian sopi 5.4 ml dapat menyebabkan penurunan jumlah sel Leydig dan sel Sertoli dan setelah diberi ekstrak etanol sirih cina, jumlah sel Leydig dan sel Sertoli mengalami peningkatan, dimana dosis ekstrak etanol sirih cina yang baik untuk sel Leydig adalah 2.86g dan untuk sel Sertoli adalah dosis 1.43g.
Kajian Pemberian Ekstrak Etanol Rumput Kebar (Biopythum petersianum Klotzcsh) Terhadap Diferensiasi Leukosit Tikus Rattus novergicus Terpapar Asap Rokok Mataheru, Jeanette Silvia; Unitly, Adrien Jems Akiles
Kalwedo Sains (KASA) Vol 1 No 2 (2020): Kalwedo Sains (KASA), September 2020
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav1i2p74-83

Abstract

Rumput kebar merupakan tumbuhan obat tradisional yang mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai imunomodulator, antiimflamasi yang diduga mampu memperbaiki fungsi sistem imun yang terganggu fungsinya akibat paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap diferensiasi leukosit tikus Rattus norvegicus terpapar asap rokok. Penelitian mengggunakan metode eksperimental laboratorik dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali, yaitu (-): Kelompok kontrol negatif yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan, (+): Kelompok kontrol positif yaitu tikus dipaparkan asap rokok selama 28 hari, (0.067): Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dosis 0.067mg/ekor/hari selama 28 hari, dan (0.135): Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dosis 0.135mg/ekor/hari selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol rumput kebar mampu meningkatkan presentase leukosit dan diferensiasi leukosit mendekati kisaran normal dimana dosis paling efektif adalah dosis 0.135 mg
Efek Pemberian Ekstrak Etanol Rumput Kebar (Biopythum petersianum Klotzcsh) Terhadap Kadar Hemoglobin dan Nilai Hematokrit (PCV) Tikus Rattus novergicus Terpapar Asap Rokok Kiriweno, Grasia Welma; Unitly, Adrien Jems Akiles; Moniharapon, Mechiavel
Kalwedo Sains (KASA) Vol 2 No 1 (2021): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2021
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav2i1p24-33

Abstract

Rumput kebar merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional yang di duga mampu meningkatkan kualitas hemoglobin dan hematokrit akibat terpapar asap rokok, karena mengandung senyawa flavonoid, vitamin A, vitamin E, dan zat besi, sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan melihat pengaruh pemberian ekstrak etanol rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap kadar hemoglobin dan nilai hematokrit (PCV) tikus putih (Rattus norvegicus) terpapar asap rokok. Penelitian mengggunakan metode eksperimental laboratorik dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali, yaitu P0: Kelompok kontrol negatif yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan, P1: Kelompok kontrol positif yaitu tikus dipaparkan asap rokok selama 28 hari, P2: Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dosis 0.067 mg/ekor/hari selama 28 hari, dan P3: Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dosis 0.135mg/ekor/hari selama 28 hari. Hasil penelitian memperlihatkan ekstrak etanol rumput kebar dosis 0.135mg dapat meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dan nilai hematokrit (PCV) tikus yang terpapar asap rokok menuju kondisi normal.
Efek Terapi Sirup Cengkeh Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Rattus norvegicus Diabetes Melitus Nindatu, Maria; Unitly, Adrien Jems Akiles; Silahooy, Veince B.; Eddy, La; Huwae, Laury Marcia Chara; Sembiring, Firly H. R.; Reasoa, Jesmendy; Matakupan, Maya M.; Lesirolo, Medlin; Laratmase, Nia D.; Pattinama, Etty; Far Far, Thessa N.
Kalwedo Sains (KASA) Vol 2 No 1 (2021): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2021
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav2i1p41-47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi sirup cengkeh terhadap kadar glukosa darah tikus Rattus norvegicus diabetes melitus. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan Uji Duncan pada taraf nyata α = 0,05 menggunakan perangkat lunak SAS. Sampel berjumlah 12 ekor tikus, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok tikus K (+), P1, P2 dibuat diabetes dengan injeksi streptozotocin 45 mg/kg BB. Kelompok P1 dan P2 diberikan sirup cengkeh dengan dosis berturut- turut 1,8 dan 3,6 ml/ekor/ hari. Tikus diaklimatisasikan selama 21 hari kemudian diberi perlakuan selama 14 hari, dan kadar glukosa darahnya diukur pada hari ke 7 dan hari ke 14. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek penurunan kadar glukosa darah, yang mana dosis efektif yaitu 1,8 ml/ekor/hari. Dapat disimpulkan bahwa sirup cengkeh memiliki potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikusRattus norvegicus diabetes melitus.