Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA SOPIR TRAVEL PENUMPANG KENDARI-KOLAKA UTARA TAHUN 2023 Nurul Arianti Sani; Pitrah Asfian; Sri Tungga Dewi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem muskuloskeletal, yang terdiri dari sendi, otot, saraf, dan tulang belakang, merupakan bagian dari tubuh seseorang yang sering dikeluhkan atau mengalami masalah dengan MSDs. Masalah-masalah ini, yang disebabkan oleh kinerja di bawah standar, dapat bervariasi dari yang ringan hingga perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara usia, kebiasaan merokok, masa kerja, dan lama kerja dengan keluhan MSDs. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan studi cross-sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah Kuisioner Nordic Body Map. Dalam penelitian ini, sampel diambil dari total seluruh populasi yaitu 30 orang sopir travel penumpang Kendari-Kolaka Utara Tahun 2023. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampel jenuh. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data secara bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara keluhan MSD dengan kebiasaan merokok (p-value 0,000), masa kerja (p-value 0,016), dan lama kerja (p-value 0,000). Namun, usia dan keluhan MSD tidak berkorelasi (p-value 0,196). Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian ini, usia bukan merupakan faktor timbulnya gejala MSDs pada sopir travel penumpang Kendari-Kolaka Utara Tahun 2023, tetapi kebiasaan merokok, masa kerja, dan durasi kerja semuanya berhubungan dengan keluhan MSDs pada sopir travel penumpang Kendari-Kolaka Utara Tahun 2023.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PETANI PADI DESA CIALAM JAYA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2023 Dinda Anjeli Hendriani; Ruslan Majid; Pitrah Asfian
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Ol
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i1.80

Abstract

Aktivitas tubuh yang kurang baik dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang memicu terjadinya gangguan musculoskeletal yang disebut dengan Low Back Pain (LBP) dan hal ini dapat dialami kepada pekerja khususnya yang melakukan pekerjaan manual berupa tenaga fisik seperti petani yang berpotensi menderita Low Back Pain (LBP) karena dalam kegiatan bertani memerlukan banyak tenaga fisik, penanganan beban yang tidak ringan atau cenderung berat, gerakan yang dilakukan berulang-ulang dan kurangnya perhatian terhadap postur tubuh yang benar. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada petani padi Desa Cialam Jaya Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2023. Analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik sampling berupa accidental sampling kepada 146 sampel dari 231 populasi dan penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023 dengan variabel penelitian berupa usia, masa kerja, lama kerja dan kebiasaan merokok serta keluhan Low Back Pain (LBP). Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji hubungan diperoleh nilai p pada hasil uji hubungan antar variabel dan diketahui untuk usia p=0,479, lama kerja p= 0,066, masa kerja p= 0,023 dan kebiasaan merokok p= 0,002. Penelitian ini meperoleh temuan bahwa ada hubungan variabel masa kerja dan kebiasaan merokok dan tidak ada hubungan variabel usia dan lama kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada petani padi di Desa Cialam Jaya Kabupaten Konawe Selatan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER BADAN PERTANAHAN NASIONAL SULTRA TAHUN 2024 Fazal Dewansyah; Pitrah Asfian; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.118

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh manifestasi gejala okulomotor dan visual yang beragam, termasuk asthenopia (kelelahan mata), nyeri mata, sakit kepala, penglihatan kabur (blurry vision), dan diplopia (penglihatan ganda). Gejala-gejala ini seringkali dihubungkan dengan penggunaan komputer dalam jangka waktu lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor yang berhubungan dengan Computer vision syndrome (CVS) di Badan Pertanahan Nasional Sultra Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang menggunakan komputer sebanyak 54 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk memperoleh informasi mengenai masa kerja, lama penggunaan komputer, kelainan refraksi, dan tingkat pencahayaan. Selain itu, Lux Meter untuk pengukuran objektif tingkat pencahayaan di tempat kerja. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher. Hasil penelitian diperoleh tingkat pencahayaan dengan p-value = 0,019, kelainan refraksi dengan p-value = 0,016, masa kerja dengan p-value = 0,149 serta lama penggunaan komputer dengan p-value = 0,189. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pencahayaan dan kelainan refraksi dengan kejadian CVS pada pekerja pengguna komputer di Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Tenggara Tahun 2024 serta tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan lama penggunaan komputer dengan kejadian CVS pada pekerja pengguna komputer di Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Tenggara Tahun 2024.
STUDI KUALITATIF PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PT. MITRABOR NUSANTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2022 Ayu Ayu; Pitrah Asfian; Syawal Kamiluddin Saptaputra
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.157

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Penerapan K3 adalah bentuk memberikan bekal perlindungan dunia kerja, sehingga dapat meminimalkan kecelakaan di tempat kerja. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada PT. Mitra Bor Nusantara Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT. Mitra Bor Nusantara yakni menggumpulkan dan menggambarkan dari data yang didapatkan. Teknik sampling yang digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sedangkan teknik pengambilan data adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa komitmen perusahaan dan pekerja dalam menerapkan kebijakan dan tujuan dari program K3 terlaksana dengan baik serta dapat bersinergi dengan pelaksanaan K3 di tempat kerja, implementasi program penerapan K3 di perusahaan sudah dilaksanakan dengan baik dalam bentuk aturan, organisasi serta kebijakan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja, Perencanaan K3 di tempat kerja sudah sesuai berdasarkan manajemen risiko K3 dan Peraturan Perundang-undangan K3. Pemantauan dan peninjauan K3 digunakan untuk perbaikan selanjutnya yang didukung oleh informan biasa apa yang menjadi hasil pemantauan dan peninjauan ini sudah terlaksana.
ANALISIS DESKRIFTIF PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN APRON DI BANDAR UDARA HALU OLEO KENDARI TAHUN 2024 Zaskia Putri Rahmadani; Pitrah Asfian; Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.197

Abstract

Kebisingan di sekitar area parkiran pesawat di bandara dapat berdampak pada kesehatan petugas. Risiko terpapar tinggi karena Pekerjaan dilakukan saat mesin pesawat menyala dan area apron yang sempit telah menjadi fokus penelitian untuk memahami perilaku pekerja terkait pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam menggunakan alat pelindung diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik untuk menggambarkan dan menganalisis situasi tersebut. Populasi studi ini adalah semua pekerja Apron di Bandara Halu Oleo Kendari pada tahun 2024, yang berjumlah 30 orang. Data dianalisis menggunakan uji statistik dengan dukungan komputer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 dari 30 responden (60%) memiliki pengetahuan yang baik tentang penggunaan alat pelindung diri, sementara 12 responden (40%) memiliki pengetahuan yang cukup. Sebanyak 22 responden (73.3%) menunjukkan sikap positif terhadap penggunaan alat pelindung diri, sementara 8 responden (26.7%) menunjukkan sikap negatif. Dari total responden, 25 orang (83.3%) menggunakan alat pelindung diri saat bekerja, sementara 5 orang (17.7%) tidak melakukannya. Disarankan kepada pihak bandara untuk mengadakan penyuluhan rutin oleh instansi terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya menggunakan alat pelindung diri.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN DI PT. PLN UP3 KENDARI TAHUN 2024 Ivo pratiwi Sitorus; Yusuf Sabilu; Pitrah Asfian
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.244

Abstract

Kondisi keletihan dalam aktivitas kerja merupakan isu strategis dalam lingkup kesehatan dan keselamatan kerja karena berpotensi meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Pada tenaga kerja, keletihan tidak hanya memengaruhi ketahanan fisik, tetapi juga berdampak pada penurunan kapasitas produktivitas, kewaspadaan, serta ketelitian dalam menjalankan tugas. Penelitian ini diarahkan untuk mengidentifikasi determinan yang berkorelasi dengan tingkat keletihan kerja pada pegawai di PT PLN UP3 Kendari. Hasil pengamatan pendahuluan menunjukkan bahwa dari 15 pegawai yang diamati, sekitar 85% mengemukakan adanya kelelahan setelah menyelesaikan pekerjaan. Temuan awal tersebut memperkuat urgensi penelitian yang bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keletihan kerja pada pegawai di unit tersebut pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Populasi mencakup seluruh pegawai tetap sebanyak 56 orang, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data diperoleh melalui instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia, beban kerja, masa kerja, serta status gizi dengan keletihan kerja. Dengan demikian, seluruh variabel yang dihipotesiskan terbukti berkorelasi secara bermakna terhadap tingkat keletihan kerja pegawai. Adapun variabel yang berkorelasi dengan tingkat kelelahan kerja pegawai adalah usia,beban kerja,lama kerja serta status gizi.
Pemberdayaan kelompok perempuan dalam pencegahan stunting melalui diversifikasi pangan lokal di Desa Ulu Sawa, Konawe Utara La Ode Liaumin Azim; Pitrah Asfian; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah; Agnes Mersatika Hartoyo; Kamrin Kamrin
Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas Vol. 3 No. 2 (2026): Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/tintamas.v3i2.3108

Abstract

Stunting remains one of the nutritional issues that requires serious attention because it impacts physical growth, cognitive development, and the quality of human resources. One preventive measure that can be implemented at the community level is to empower mothers’ groups through local food diversification. This community service activity aims to improve mothers’ knowledge about stunting prevention through the diversification of local foods in Ulu Sawa Village, North Konawe. The methods used include education and mentoring for groups of mothers through outreach sessions on stunting, the importance of balanced nutrition, and the utilization of local foods as a source of nutritious food for children and families. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure changes in participants’ knowledge levels before and after the activity. The results of the community service program showed an increase in mothers’ knowledge following the program’s implementation. These results indicate that the implemented community service program was effective in increasing mothers’ knowledge of stunting prevention. Thus, empowering mothers’ groups through the diversification of local foods can serve as a relevant and sustainable strategy in supporting efforts to prevent stunting at the village level.