Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA METERI JARINGAN HEWAN MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN KAMUS BERGAMBAR DI KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 PANTAN CUACA Sinar Mayang; Rahmawati; M. Rezeki Muamar
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Biologi khususnya pada materi jaringan hewan. Penelitian bertujuan mengetahui peningkatan hasil belajar, aktivitas dan siswa serta respon siswa pada materi jaringan hewan melalui penerapan model Discovery learning menggunakan kamus bergambar di Kelas XI SMA Negeri 1 Pantan Cuaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian PTK. Subjek dalam penelitianadalah siswa kelas XI yang berjumlah 33 siswa. Instrumen pengumpulan datanya berupa tes, lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terjadi peningkatan sebesar 33,4% untuk hasil belajar siswa, dimana pada siklus I diperoleh 54,5% dan meningkat menjadi 87,9% pada siklus II. (2) Terjadi peningkatan aktivitas guru dan siswa pada materi jaringan hewan yaitu aktivitas guru yaitu 69,45% siklus I, siklus II yaitu 91,11%, untuk aktivitas siswa yaitu 69,59% siklus I, siklus II yaitu 90,42%. (3) Terjadi peningkatan pada respon siswa melalui model pembelajaran Discovery Learning menggunakan kamus bergambar pada materi jaringan hewan menunjukkan hasil yang baik dengan persentase 77,5%.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI HIDROSFER DI KELAS VII SMP NEGERI 5 PEUSANGAN M. Rezeki Muamar; Rully Putri Amelia
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model kooperatif tipe Think Pair Share dengan model kooperatif tipe Numbered Head Together pada materi hidrosfer, siswa kelas VII SMP Negeri 5 Peusangan. Sampel penelitian menggunakan dua kelas dengan jumlah siswa masing-masing 17 dan 15 siswa. Data di analisis dengan statistic t-test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model kooperati tipe Think Pair Share dengan model kooperatif tipe Numbered Head Together pada materi hidrosfer. Perbedaan hasil tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VII1 sebelum dan sesudah penerapan model koopratif tipe TPS ( = 6.8 dan 14.6) dan siswa kelas VII2 sebelum dan sesudah penerapan model koopratif tipe NHT ( = 6.4 dan 14.4). Kata Kunci : Think Pair Share, Numbered Head Together.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN (TUTORIAL) PADA MATA KULIAH SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DENGAN MENGGUNAKAN CAMTASIA STUDIO M. Rezeki Muamar; Muliari Muliari
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktikum mata kuliah sistem informasi geografis (SIG) selama ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya materi teori yang harus dipelajari oleh mahasiswa dan belum terbiasanya mahasiswa menggunakan komputer. Salah satu solusi yang dapat dilaksanakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan mengembangkan video pembelajaran interaktif. Pengembangan video pembelajaran interaktif pada mata kuliah SIG melalui dengan menggunakan Camtasia Studio dilaksanakan dengan metode four-D, yaitu define, design, develop dan dissemination. Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh bahwa  skor rata-rata validasi terakhir untuk media (video) maupun materi SIG adalah 4.5 dengan kriteria sangat baik. Selanjuntanya mahasiswa juga memberikan respon positif terhadap video pembelajaran interaktif mata kuliah SIG dengan rentang persentase tanggapan positif dari 68.57% sampai 100,00%. Selain itu, sebagian besar mahasiswa mendapatkan hasil belajar dengan kriteria baik (51.42%) dan sangat baik (14.28%). Sebagai tambahan, seluruh indikator kinerja pengembangan video pembelajaran interaktif pada media SIG tercapai, kecuali pada indikator persentase kehadiran mahasiswa yang hanya mencapai 85.36%. Kata Kunci: GIS, Video Pembelajaran, Tutorial
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MONERA DI KELAS X MAN KRUENG GEUKUEH M. Rezeki Muamar; Rischa Surya Husuita
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena rendahnya hasil belajar siswa MAN Krueng Geukuh pada konsep monera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh hasil belajar siswa dalam memahami konsep monera dengan model pembelajaran Word Square pada siswa kelas X MAN Krueng Geukueh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretet-postes control group design. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda (uji t). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh thitung = 5,21 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan db = 46. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Word Square berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi monera di kelas X MAN Krueng Geukueh. Kata Kunci: hasil belajar, Pembelajaran Word Square, monera
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KETERAMPILAN KOGNITIF SISWA MELALUI METODE PRAKTIKUM BIOLOGI PADA SUB MATERI SCHIZOPHYTA DAN THALLOPHYTA M. Rezeki Muamar; Rahmi Rahmi
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of the research are to analyze the science process skills and cognitive skills of students through practical activities in learning Schizophyta and Thallophyta. The research was conducted at SMA Negeri 1 Peusangan Selatan.  The research is a quantitative and descriptive quantitative research. The population in this study was 30 students. Total sampling method was used in this study. Three instruments were used in this study, namely observation sheet, test, and questioner. Data were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis. The results showed that the students have good science process skills. Furthermore, the results also proved that there is positive effect of using practicum methods in learning Schizophyta and Thallophyta toward students understanding in Schizophyta and Thallophyta concepts. In addition, the research demonstrated the positive perspective in learning Schizophyta and Thallophyta concepts trough practicum methods.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTU MEDIA FLIPCHART TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMP NEGERI 1 GANDAPURA Elsa Yerita Marhami; M. Rezeki Muamar; Rahmawati
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains siswa merupakan salah satu masalah yang hadapi oleh guru di SMPN 1 Gandapura. Penelitian adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantu media Flipchart terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi pencemaran lingkungan di SMPN 1 Gandapura. Penelitian ini menggunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Gandapura yang terdiri atas 4 kelas dengan jumlah keseluruhan adalah 129 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling sehingga didapatkan kelas VII A dan VII C sebagai populasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantu media Flipchart dengan model pembelajaran konvensional. Pada kelas eksperimen rata-rata keterampilan proses sains siswa adalah 76,93. Sedangkan pada kelas kontrol keterampilan proses sains siswa adalah 70,98. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantu media Flipchart berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi pencemaran lingkungan di SMPN 1 Gandapura. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning (CTL), Media Flipchart, Keterampilan Proses Sains Siswa
Blue Ocean Strategy to Develop School Competitiveness: A Case Study Octavira, Ira Nadya; Permana, Johar; Prihatin, Eka; Hartini, Nani; Muamar, M. Rezeki
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 8 No. 2 (2024): IRJE |Indonesian Research Journal in Education|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v8i2.36712

Abstract

The large number of educational units organized by the government or the community has resulted in intense competition in recruiting students. This research aims to implement the Blue Ocean strategy at SMP Pelita YPH Sukabumi to win the competition with other secondary schools in Sukabumi. This qualitative research consists of three stages: SWOT analysis, canvas strategy, and four-action frameworks for developing a Blue Ocean strategy. Furthermore, the results showed that to create a new market for SMP Pelita YNH Sukabumi through a Blue Ocean strategy, SMP Pelita YNH Sukabumi needs to (1) eliminate education costs, (2) increase the quality and quantity of teaching staff, facilities and infrastructures, and promotion, (3) reduce the variety of extracurricular activities and focusing on extracurricular in culinary activities, and (4) creating culinary classes and school business units.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL GURU Hayati, Rahmi; Muamar, M Rezeki; Wahyuni, Rahmi; Miswar, Miswar; Marzuki, Marzuki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35543

Abstract

Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru. TPACK adalah pendekatan yang mengintegrasikan tiga komponen utama: teknologi, pedagogi, dan konten. Pendekatan ini sangat relevan dalam konteks pendidikan abad ke-21, di mana guru dituntut untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Tujuan dan Manfaat Pelatihan:1) Peningkatan Kemampuan TPACK: Pelatihan ini dirancang untuk membantu guru memahami dan mengimplementasikan TPACK dalam pengajaran mereka. Dengan penguasaan TPACK yang baik, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa; 2)Pengembangan Media Pembelajaran: Guru akan dilatih untuk membuat media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam belajar; 3) Literasi Digital: Fokus utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan literasi digital guru, agar mereka mampu menggunakan berbagai alat dan platform digital secara efektif dalam proses pembelajaran. Hal ini penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di era digital. Pelatihan ini tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung dalam pembuatan media pembelajaran. Guru akan diajarkan cara menggunakan berbagai aplikasi dan alat digital untuk menciptakan konten yang menarik, serta bagaimana mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam strategi pengajaran mereka. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru dapat lebih siap menghadapi tantangan pendidikan modern dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui penggunaan teknologi yang tepat.
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI UNTUK MEWUJUDKAN SCHOOL WELL BEING DI SEKOLAH DASAR Hayati, Rahmi; Abdillah, T Rafli; Muamar, M Rezeki; Karim, Asrul; Fachrurazi, Fachrurazi; Mulani, Piki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37152

Abstract

Pelatihan pembuatan modul ajar berdiferensiasi untuk mendukung school well-being di sekolah dasar bertujuan untuk membekali guru dengan keterampilan dan pengetahuan dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan beragam siswa. Modul ajar berdiferensiasi dirancang agar guru dapat memberikan materi yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung kesejahteraan siswa di sekolah. Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru sekolah dasar yang didampingi dalam menyusun dan mengimplementasikan modul ajar berdiferensiasi melalui berbagai metode seperti penyuluhan, pelatihan berbasis teknologi, demonstrasi, dan pendampingan langsung di kelas. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih bervariasi dan interaktif. Efektivitas pembelajaran berdiferensiasi juga tercermin dari peningkatan school well-being siswa, yang dilaporkan lebih terlibat aktif dalam pembelajaran dan merasa lebih nyaman serta termotivasi di lingkungan sekolah. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan modul ajar berdiferensiasi.Beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu dan sumber daya bagi guru untuk menyusun modul, disarankan untuk diatasi dengan pendampingan berkelanjutan dan peningkatan akses terhadap teknologi pendidikan. Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif, responsif, dan mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
TRANSFORMASI PENGAJARAN DENGAN VIRTUAL REALITY: PELATIHAN GURU SEBAGAI KATALISATOR INOVASI PEMBELAJARAN Hayati, Rahmi; Muamar, M Rezeki; Zuraini, Zuraini; Fachrurazi, Fachrurazi; Karim, Asrul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43256

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia pendidikan semakin mendorong inovasi dalam metode pengajaran. Salah satu teknologi yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar adalah Virtual Reality (VR). Penggunaan VR dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif, interaktif, dan menarik, memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit dijelaskan dengan metode konvensional. Tujuan pelatihan Virtual Reality (VR) bagi guru sekolah dasar sebagai upaya untuk memperkenalkan dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi ini untuk pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru tentang konsep VR, memberikan keterampilan praktis dalam penggunaannya, dan mendorong terciptanya metode pembelajaran yang lebih inovatif. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai bagaimana pelatihan ini dapat memotivasi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelatihan berbasis demonstrasi dan praktek langsung, di mana para guru diberi kesempatan untuk merasakan secara langsung bagaimana VR dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis hasil pelatihan, serta dampaknya terhadap keterampilan dan motivasi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan VR berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis guru dalam menggunakan teknologi VR, serta mendorong mereka untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Para guru juga melaporkan peningkatan motivasi dalam menggunakan teknologi ini di kelas untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.