Era transformasi digital telah mengubah standar kompetensi lulusan akuntansi secara fundamental, namun pendidikan tinggi akuntansi di Indonesia dinilai belum sepenuhnya responsif terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara kompetensi akademik mahasiswa akuntansi Universitas Tadulako dengan kebutuhan dunia kerja di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratoris dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi terhadap lima mahasiswa aktif semester 4 dan 6 yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum dinilai memadai dalam memberikan dasar teori akuntansi, namun terdapat kesenjangan signifikan pada praktik berbasis teknologi, di mana penguasaan perangkat lunak akuntansi dan sistem digital masih sangat terbatas dan bergantung pada inisiatif belajar mandiri mahasiswa. Pengembangan soft skills berjalan relatif baik melalui pembelajaran aktif, meskipun belum sepenuhnya siap diterapkan dalam konteks profesional. Pengalaman magang berkontribusi positif terhadap kesiapan kerja, sementara seluruh informan menyadari ancaman disrupsi kecerdasan buatan terhadap profesi akuntan. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi digital secara sistematis, perancangan program magang yang lebih terstruktur, serta pengembangan soft skills yang lebih terarah sebagai kebutuhan mendesak agar lulusan akuntansi benar-benar siap memasuki dunia kerja modern.