Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENURUNAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN ADSORBEN (ZEOLIT dan BIOARANG SEKAM PADI) La Ifa La Ifa; Muhammad Faudzal; N Nurjannah
Journal of Chemical Process Engineering Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.316 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.256

Abstract

Penelitian penurunan kadar asam lemak bebas (FFA) minyak kelapa sawit mentah (CPO) menggunakan adsorben zeolit dan bioarang sekam padi telah berhasil dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi adsorben zeolit dan arang sekam padi terhadap kualitas CPO. Zeolit alam dan bioarang sekam padi sebelum digunakan sebagai adsorben terlebih dahulu diaktivasi dengan pencucian sampai dengan pH 7, selanjutnya bahan dikeringkan menggunakan oven selama2jam. CPO disaring dipisahkan dari kotoran yang ada. Proses adsorpsi dipelajari pada konsentrasi adsorben yaitu (15, 20, 25, 30, dan 35 %), dengan putaran pengaduk 270 rpm, selama 90 menit dan suhu 700C. Dilakukan penyaringan antara zeolite dan CPO yang telah diadsorpsi. Produk adsorpsi dianalisa dengan mengukur kadar FFA, viskositas, dan kadar air. Hasil analisa menunjukkan bahwa penggunaan adsorben arang sekam padi diperoleh konsentrasi terbaik pada 35% dengan nilai FFA 5,36% pada dari kadar asam lemak bebas awal 6,61% atau penurunan kadar asam lemak bebasnya sebesar 1,25%, kadar air 0,02% dan viskositas 44,44 cP. Penggunaan adsorben zeolit terhadap massa CPO yang terbaik digunakan untuk mendapatkan kadar asam lemak bebas terendah adalah konsentrasi 30%. Diperoleh kadar FFA 5,85% dari kadar asam lemak bebas awal 6,61% atau penurunan kadar asam lemak bebasnya sebesar 0,7611%, kadar air 0,11% dan viskositas 41,05 cP
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH BIOGAS N Nurjannah; Nurfajriani Arfah; Nur Fitriani
Journal of Chemical Process Engineering Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.778 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.194

Abstract

Pada pembuatan biogas, masalah yang selalu terjadi adalah sisa dari kotoran yang telah digunakanselalu menimbulkan aroma yang tidak enak jika dibuang begitu saja tanpa ada pengolahan selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara membuat pupuk organik dari ampas biogas dan meningkatkan nilai C dan N nya. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 3 tahap yakni tahap pertama preparasi sampel dengan cara dipisahkan ampas biogas sehingga didapatkan dalam bentuk padat dan cair. Tahap kedua pengujian sampel untuk mengetahui kandungan N, P, K, dan C dalam ampas biogas tersebut. Dan tahap ketiga penambahan bahan aditif untuk meningkatkan nilai C dan N nya. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa yang terbaik untuk meningkatkan nilai C yakni penambahan ampas tahu dengan nilai 22,33 %, dan untuk hasil terbaik meningkatkan nilai N yakni penambahan urin kambing dengan nilai 1,57 %, masing-masing perbandingan 1:1.
DESAIN DAN KOMISIONING TANGKI PORTABLE BIOGAS Afif Muntashir Anwar; Zarina Bte Lajainu; Fitra Jaya; N Nurjannah N Nurjannah
Journal of Chemical Process Engineering Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.973 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v2i2.154

Abstract

Saat ini masyarakat Indonesia masih menggunakan gas LPG dalam aktivitas masak-memasak. Gas LPG merupakan irrewenable energy yang lambat-laun pasti sumbernya akan habis. Hal inilah yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini yakni untuk merancang bangun tangki penampung biogas dari bahan dasar karet, plastik dan baja sebagai tangki penampung biogas portable. Tangki biogas portable ini diharapkan dapat berfungsi sama seperti tangki penampung gas LPG yang dapat diisi ulang dan tentunya memenuhi standar yang telah ditentukan dengan melakukan komisioning terlebih dahulu. Perancangan dilakukan dengan menguji kemampuan maksimal tangki dalam menerima tekanan yang diberikan dengan memberikan tekanan yang berbeda-beda berdasarkan material dari tangki penampung. Kemudian menguji pengaruh tekanan dalam tangki terhadap waktu nyala dengan mengisi biogas dari digester ke tangki portable. Untuk tangki biogas portable dari plastik diinjeksikan tekanan dengan perbandingan 5,10 dan 15 psi, dari karet 1,2, dan 3 psi dan dari baja 30,50 dan 75 psi. Kemudian menguji pengaruh tekanan terhadap volume penyimpanan dengan mengisi tangki biogas portable dari galon dengan tekanan 5,10 dan 15 psi,dari karet tekanan 1,2, dan 3 psi serta dari baja 30,50 dan 75 psi. Rancangan tangki penampung biogas portable paling baik yaitu dari material karet dengan tekanan 1 psi didapatkan volume 3,8148 m3. Lama waktu nyala untuk tangki penampung biogas portable paling baik yaitu dari ban karet dengan tekanan 3 psi yaitu 25:02 menit. 
Pengaruh Konsentrasi Enzim Silanase dan Saccharomyces Cerevisiae dalam Pembuatan Bioethanol dari Limbah Kulit Singkong dengan Proses Sakarifikasi dan Fermentasi Simultan Dwinda Anggriani; Ummu Kalsum; N Nurjannah
Journal of Chemical Process Engineering Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.742 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v5i2.745

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, atas dasar tersebut maka dilakukan penelitian untuk membuat bioetanol dari bahan baku yang mengandung lignoselulosa seperti kulit singkong dengan melihat pengaruh konsentrasi enzim silanase dan jumlah ragi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sakarifikasi dan fermentasi serentak dengan menggunakan dua variabel. Variabel pertama, konsentrasi enzim silanase yaitu 30, 50 dan 75 unit. Variabel kedua, jumlah ragi Saccharomyces Cerevisiae yaitu 5% dan 10% b/v. Proses pertama dilakukan persiapan sample dengan mengeringkan dan menghaluskan sample, setelah itu dilakukan proses delignifikasi untuk mengurangi kadar lignin dan dilanjutkan dengan metode sakarifikasi dan fermentasi serentak, proses sakarifikasi dilakukan selama 18 jam dan fermentasi selama 96 jam. Hasil akhir dianalisa menggunakan kromatografi gas. Hasil yang diperoleh pada pemakaian enzim 75 unit dengan jumlah ragi 10% merupakan hasil dengan kadar etanol tertinggi yaitu 3.018% sedangkan kadar etanol terkecil diperoleh dari hasil pemakaian enzim 30 unit dengan jumlah ragi 5%. Dari data yang diperoleh dapat terlihat bahwa pemakaian enzim tertinggi menghasilkan kadar etanol yang tinggi pula, begitu juga dengan jumlah ragi Saccharomyces Cerevisiae 10% menghasilkan kadar etanol yang lebih tinggi daripada jumlah ragi 5%.
PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR SECARA ANAEROB SERTA APLIKASINYA PADA TANAMAN CABAI MERAH DAN DAUN SELEDRI Annis Annis; La Ifa La Ifa; Nurjannah Nurjannah
JURNAL ILTEK Vol 14, No 2 (2019): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.927 KB) | DOI: 10.47398/iltek.v14i2.422

Abstract

Pupuk merupakan kebutuhan utama bagi para petani dan perkebunan untuk memperoleh hasil tanaman yang optimal, oleh karena itu kelangkaan dan mahalnya harga pupuk menjadi masalah bagi petani. Limbah dari peternakan sapi di Indonesia belum banyak dimanfaatkan. Sebagian peternak memanfaatkan limbah ini sebagai salah satu biogas dan sebagian membuangnya langsung sehingga menjadi salah satu penyebab polusi lingkungan. Urin sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman karena memiliki unsur hara makro dan mikro serta memiliki hormon alami. Penelitian ini dimulai dengan menyiapkan bahan organik yang digunakan seperti kotoran, urin sapi, molases, kulit pisang kepok, air, sari lontar, dan perbandingan EM4. Kulit pisang kepok dicacah menjadi potongan kecil kemudian dibelender hingga halus, dimasukkan ke dalam jergen bersama urin, molases, bahan aktivator sari lontar dan perbandingan EM4 kemudian diaduk hingga merata. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pupuk organik cair urin sapi sampel D menggunakan bioaktivator sari lontar dengan rasio C/N 29, menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai dan seledri pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan. Secara ekonomi, industri rumahan pembuatan pupuk ini telah memenuhi standar untuk didirikan dimana BEP berada pada range 40-50 % dan ROI 44 %.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN CARA AEROB Nidya Tanti; Nurjannah Nurjannah; Ruslan Kalla
JURNAL ILTEK Vol 14, No 2 (2019): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.507 KB) | DOI: 10.47398/iltek.v14i2.415

Abstract

Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, limbah agroindustri, kotoran hewan, dan kotoran manusia yang memiliki kandungan lebih dari satu unsur hara. Tujuan dari penelitian yaitu bagaimana pengaruh komposisi dari campuran limbah organik (air ikan, air kelapa, kulit pisang) terhadap pembuatan pupuk cair yang sesuai SNI. Metode yang digunakan adalah experimen, dimana limbah ikan dan kulit pisang dipreparasi dengan cara ditimbang, ditambahkan air kemudian dihancurkan. Perbandingan sampel dengan air yaitu 1 : 5. Selanjutnya divariasikan penambahan limbah ikan, kulit pisang, dan air kelapa dicampurkan dengan komposisi yang sama dan ditambahkan activator (EM-4) dengan volume 100 ml, lalu didiamkan selama 2 minggu dengan cara aerob dan setiap hari dilakukan pengukuran  pH dan temperatur. Setelah itu dilakukan pengujian C, N, P, dan K. Hasil dari penelitian yaitu Nilai kandungan C-Organik pada sampel A yaitu 5.04, pada sampel B yaitu 2.31, pada sampel C yaitu 2.31, pada sampel D yaitu 2.32 dan pada sampel E yaitu 2.40, dan nilai kandungan nitrogen pada sampel A yaitu 3.00, pada sampel B yaitu 2.422, pada sampel C yaitu 2.27, pada sampel D yaitu dan pada sampel E 2.66, serta nilai kandungan phosor pada sampel A yaitu 4.54 ,pada sampel B yaitu 2.49, pada sampel C yaitu 2.63, pada sampel D yaitu 2.39 dan pada sampel E yaitu 2.80. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pada B, C, D dan E belum memenuhi standar, sedangkan perlakuan A dengan komposisi limbah ikan, kulit pisang, air kelapa dan EM-4 merupakan hasil terbaik karena diperoleh C-Organik yaitu 5,04 ; Nitrogen 2,95 ; Phospor 4,54 dan Kalium yaitu 5,04 ini sudah memenuhi standar Pertanian Nomor 70 Permenten SR.140/10/2011.
Produksi Biohidrogen dari Sampah Organik Kulit Pisang dengan cara Fermentasi Anaerob dengan Peninjauan Analisa Ekonomi Sederhana Muhlis Muhlis; Setyawati Yani; Nurjannah Nurjannah
Journal of Chemical Process Engineering Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.791 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.1152

Abstract

Inti SariPembuatan biohidrogen dari limbah organik telah banyak dilakukan oleh para peneliti oleh karena biohidrogen ini cukup menjanjikan sebagai bahan bakar alternative yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Tujuan dari penelitian ini salah satunya  adalah untuk mengetahui analisa ekonomi terhadap produksi gas biohidrogen dari limbah kulit pisang. Mula mula preparasi limbah kulit pisang dengan pengecilan ukuran, kemudian dicampurkan dengan lumpur dan aquadest dengan perbandingan tertentu. Setelah itu dimasukkan kedalam fermentor dan dilakukan fermentasi anaerob untuk waktu tertentu dan variasi pH. Gas yang terbentuk diukur  menggunakan gas analyser. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa Dengan menggunakan analisa ekonomi sederhana dengan menghitung rincian biaya untuk sekali produksi diperoleh BEP unit sebanyak 620 l dan BEP rupiah di sekitaran Rp. 9.300.000. dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produksi biohidrogen ini layak untuk dikembangkan. AbstractThe making of biohydrogen from organic waste has been done by researchers because it is quite promising as an alternative fuel that can replace fossil fuels. the purpose of this research is to know the economic analysis of biohydrogen gas production from banana peel waste. first the preparation of banana skin waste by reducing the size, then mixed with mud and distilled water with a certain ratio. after that it is inserted into the fermenter and anaerobic fermentation is carried out for a certain time and pH variation. gas formed is measured using a gas analyzer. from this study the results obtained that by using a simple economic analysis by calculating the breakdown of costs for once the production of BEP units obtained as much as 620 liters and the rupiah BEP around Rp. 9,300,000. from the results of this study it can be concluded that the production of biohydrogen is feasible to be developed.
SINTESIS SILIKA GEL DARI LIMBAH SEKAM PADI (Oryza Sativa) DENGAN VARIASI KONSENTRASI JENIS ASAM Nur Ainina Nurdin; Takdir Syarif; Nurjannah Nurjannah
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.169

Abstract

Rice Husk Ash (RHA) is a material that has the potential to be used in Indonesia because of its high production with sampling results during the rice milling process which produces quite a lot of waste, which is equal to 20% of the grain weight with the characteristics of rice husk which is coarse, has low nutritional value, has a high density. low and high ash content. The high content of silica in rice husk can be a reference for its use as a raw material for making silica. Through this research the authors did this to determine variations in the concentration of acid types on the quality of the water content (%) of the resulting silica gel and to determine the characteristics of acid type silica gel. After conducting research using quantitative methods through data collection and data processing, it was found that the concentration of various types of hydrochloric acid (HCl) had a higher level of water content than the type of citric acid (C6H8O7), obtained the concentration of 9 M, while the FTIR test results showed that silica in the type of acid used contained OH groups which identified silanol (SI-OH) absorption range 3450 - 3550 cm-1 and siloxane functional groups (Si-O) absorption ranges of Si-O functional groups, namely 1075 - 1095 cm-1.
Measuring the Halalness of Medical Drugs Containing Alcohol Nurjannah Nurjannah; Syamsul Bakhri; Irma Nur Afiah
International Journal of Halal System and Sustainability Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/injhss.v1i1.203

Abstract

Indonesia is a country that has the largest number of Muslims in the world, where around 80% of the population is Muslim. Every Muslim is instructed only to consume foods and drinks that are halal and beneficial to the body, including medical drugs, which are the topic of discussion in this paper. Medical drugs are drugs derived from substances or chemicals and chemicals, which are useful for diagnosing, preventing, reducing, eliminating, and curing diseases or symptoms of diseases, injuries, or physical and spiritual disorders in humans or animals, including beautifying the body or human body parts. The need for halal medicine is still an interesting issue to continue to be discussed, considering a large number of requests and many medicines that contain substances Islam prohibits. This paper aims to see whether it is halal or haram to consume medical drugs that contain alcohol. The approach discussed in this paper uses the basis of the Al-Qur'an, Hadith, and Fatwas of the Indonesian Ulema Council (MUI). The halalness of medical drugs includes three factors: the materials used, the production process, and product storage. Based on the MUI fatwa, drinks (including medical syrup types) containing more than 1% alcohol are haram to consume, except in emergencies. The purpose of an emergency is a situation in which there are no other types of medical drugs available in the area except for medical drugs that contain alcohol. In this regard, a polemic has emerged, namely, whether there is currently a situation and condition called an emergency, considering that there are many experts in the pharmacy field and technological sophistication. The result of the discussion of this paper is that if there is a medical drug that does not contain alcohol, then a medical drug that contains alcohol is haram for consumption by Muslims.
Role of 70% Alcohol in Halal Disinfectant Used Nurjannah Nurjannah; Syamsul Bakhri; Irma Nur Afiah; Resky Alqadri R; Rizka Yanti Ramli
International Journal of Halal System and Sustainability Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/injhss.v1i1.204

Abstract

At the end of 2019, a new disease caused by a virus emerged and attacked the respiratory system, this disease is known as the novel coronavirus disease 2019 (Covid-19). Covid-19 can spread through particles from the sufferer's sneeze or cough that stick to other objects such as clothing or electronic devices from surrounding people. Covid-19 first spread very rapidly in China and is currently spreading to other parts of the country. This pandemic is one of the things that people are worried about, but it can prevent various things. There are many ways to prevent the transmission of Covid-19, one of which is by using disinfectants. Disinfectants are chemicals used to kill or reduce the number of unwanted microorganisms, such as bacteria, fungi, and viruses. One of the active ingredients that is often used in making disinfectants is alcohol. Alcohol is effective against both Gram positive and Gram negative including resistant pathogens such as Methiciline Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) and Vancomicin Resistant Enterococci (VRE), Micobacterium tuberculosis, and various other fungi and viruses. The purpose of this paper is to see the halal use of disinfectants that use alcohol. This disinfectant is made in several stages, namely first 50 mL of 99.8% acetic acid with 250 mL of distilled water and 700 mL of 98% alcohol into a stirred tank. The stirring motor is turned on and the mixture is stirred for 15-20 minutes. While stirring add 50 mL of liquid soap (sunlight). To get the desired disinfectant content. After 15-20 minutes the stirring tank is turned off and the disinfectant product is ready for use. The purpose of making this disinfectant is as an ingredient for the spraying process as a preventive measure against the coronavirus, killing or inhibiting the proliferation of bacteria and viruses. As well as efforts to improve hygiene to prevent the spread of the Coronavirus (Covid-19). One of the steps is spraying in vital places or public facilities. This disinfectant spraying work program is useful to anticipate the spread of the Covid-19 virus. In addition, this activity is expected to provide comfort to the community, especially in the South Sulawesi area in doing outdoor activities. In connection with the above, the use of disinfectants containing alcohol is allowed or lawful to use.