Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PKM PEMANFAATAN LIMBAH KULIT TELUR MENJADI PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI DI DESA PADDINGING KECAMATAN SANROBONE KABUPATEN TAKALAR Syamsul Bakhri; Rismaladewi Maskar; Muh Azhar; Andi Suryanto; Gusnawati Gusnawati; Nurjannah Nurjannah; Munira Munira; Citra Aulian Chalik; Shalsabila Firdauzia Ismail; Alifyah Fitrah Suci Ramadhani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23252

Abstract

This PKM activity was carried out in Paddinging Village, Sanrobone District, Takalar Regency for four months. The economic activities of the people of Paddingging Village, Sanrobone District, Takalar Regency are mostly based on agricultural business activities and small industries. not used and just thrown away which is detrimental to the environment. The Assamaturu Farmer Group is the Target Audience in this PKM program and is one of the agricultural business groups that has the potential to be developed. The main problem he faced was that corn production did not meet expectations due to the less-than-optimal use of urea and NPK fertilizers due to the high price of fertilizers. In addition, the availability of fertilizers on the market is sometimes rare, so the prices of fertilizers that are successfully obtained and purchased are very expensive. The purpose of carrying out this PKM activity is so that the target audience can utilize eggshell waste to become organic fertilizer. To achieve this goal, the activities carried out in this PKM as a solution to overcome the problems experienced by the Target Audience are the Provision of Science and Technology Understanding through presentations to the Target Audience on the utilization of eggshell waste into organic fertilizer and assistance in the use of organic fertilizer in corn plants. The results achieved from this PKM activity are that the target audience can utilize eggshell waste to become organic fertilizer and be able to use this organic fertilizer on their corn plants.  ---  Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar selama empat bulan. Kegiatan perekonomian masyarakat Desa Paddingging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar sebagian besar berbasis pada kegiatan usaha pertanian dan industri kecil, Berdasarkan hasil survei, terdapat banyak industri kue, rumah makan, toko roti (donat), dan martabak telur yang menggunakan telur sebagai bahan bakunya sehingga terdapat banyak limbah kulit telur yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja sehingga dapat merugikan lingkungan. Kelompok tani Assamaturu sebagai Khalayak Sasaran dalam program PKM ini, dan merupakan salah satu kelompok usaha bidang pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Permasalahan utana yang dihadapinya adalah hasil produksi jagung tidak sesuai harapan dikarenakan kurang optimalnya penggunaan pupuk NPK dan pupuk urea yang disebabkan harga pupuk yang mahal, bahkan ada rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi pupuk. Selain itu, keberadaan pupuk di pasaran kadang langka sehingga harga pupuk yang berhasil didapatkan dan dibeli memiliki harga yang sangat mahal. Tujuan dilaksanakan kegiatan PKM ini adalah agar Khalayak Sasaran dapat memanfaatkan limbah kulit telur menjadi pupuk organik. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan yang dilakukan dalam PKM ini sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang dialami Khalayak Sasaran adalah Pemberian Pemahaman IPTEK melalui persentasi kepada Khalayak Sasaran tentang pemanfaatan limbah kulit telur menjadi pupuk organik dan pendampingan penggunaan pupuk organik pada tanaman jagung. Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini adalah Khalayak Sasaran mampu memanfaatkan limbah kulit telur menjadi pupuk organik dan mampu menggunakan pupuk organik tersebut pada tanaman jagungnya.  
Analysis of Da'wah Speech Acts in the Film Muhammad Al Fath Nurjannah Nurjannah; Siti Nurhalisa
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 02 (2024): Education and Sosial science, March - May 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the speech acts of preaching in the film "Muhammad Al-Fatih" using a qualitative descriptive approach. Data collection was conducted through observation of dialogues in the film, employing the simak method with basic techniques of eavesdropping and advanced techniques of SBLC and note-taking. The analysis focuses on identifying the forms and functions of preaching speech acts in the film. Results revealed three types of communication: top-down communication, bottom-up communication, and horizontal communication. Top-down communication occurs between leaders and subordinates, such as Sultan-Praetorian, Sultan-Prime Minister, Husband-Wife, Mother-Child, Duke Notaras, and Lord Urban. Bottom-up communication involves interactions from subordinates to leaders, such as Prime Minister-Sultan, Praetorian-Sultan, Wife-Husband, Child-Mother, and Father. Horizontal communication occurs among individuals of the same status or level, such as Sultan-Sultan, Friend-Friend, and between a merchant and Hasan. The preaching speech acts were predominantly manifested in Sultan Mehmed's proclamation of the conquest of Constantinople, with 21 locutionary acts, 8 illocutionary acts, and 21 perlocutionary identified acts. This research provides insights into the forms and functions of preaching speech acts in the context of the film "Muhammad Al-Fatih."
The Effectiveness Of The Mim-Mem Method In Mastering Arabic Vocabulary At Muhammadiyah High School 3 Makassar Nurjannah Nurjannah; Muhram Muhram; Nurtaqwa Amin
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 02 (2024): Education and Sosial science, March - May 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to assess the effectiveness of the Mim-Mem learning method in enhancing Arabic vocabulary mastery (mufradat) and the suitability of the competency standards and indicators set to improve communication skills. The research employs a descriptive qualitative approach with classroom action research. The Mim-Mem method (Mimicry Memorization) focuses on communicative learning that actively involves students in practicing Arabic directly as a second language, emphasizing imitation and memorization exercises. The application of the Mim-Mem method in improving mufradat mastery aims to achieve learning competencies covering mastering mufradat as material for active and effective interaction, fluently mentioning mufradat correctly, and expanding Arabic vocabulary. This method is systematically illustrated in the lesson plan, starting from introduction, core, to closing activities. In its implementation, there is innovation in learning that assists students in Arabic vocabulary pronunciation and articulation, fostering active engagement in the learning process. The effectiveness of the Mim-Mem Method in mufradat learning is reflected in a significant improvement in students' skills in mastering Arabic mufradat vocabulary. Before treatment with the Mim-Mem method, the Arabic vocabulary mastery of class X students at SMK Muhammadiyah 3 Makassar was categorized as less capable because it was below 56% to 75%, specifically at 44.11%. However, after treatment with the Mimicry memorization method, the value increased to 76.47%, categorizing it as effective.
Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Diversifikasi Labu Kuning (Cucurbita moschata) dan Pembentukan Tim Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) untuk Mewujudkan Kampung Keluarga Sadar Gizi Hasriwiani Habo Abbas; Kasnaeny Karim; Aminah; Nurjannah Nurjannah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1291

Abstract

Potensi alam dan sumber daya manusia Desa Borisallo dapat mewujudkan kampung keluarga sadar gizi. Potensi tersebut adalah berlimpahnya labu kuning dan kader posyandu yang aktif. Tujuan PKM adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam konsep KADARZI, mendiversifikasi olahan labu kuning, pelatihan antropometri, dan pembentukan tim Dashat. Metode PKM adalah ceramah, diskusi, dan praktek, dengan jumlah peserta sebanyak 20 kader. Hasil PKM dengan menggunakan pre dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam mendiversifikasi olahan labu kuning menjadi susu, tepung, mie, puding, dan cake (80% dan 100%), pelatihan antropometri (90% dan 80%), serta edukasi kampung sadar gizi (90% dan 70%). Implikasi PKM ini adalah terciptanya tim Dashat yang dapat mengontrol secara dini kasus stunting, serta merenovasi dapur posyandu menjadi dapur sehat untuk kegiatan pemberian makanan tambahan. Kebaruan program ini terletak pada pemanfaatan potensi lokal berupa labu kuning sebagai bahan pangan fungsional yang dikombinasikan dengan penguatan kapasitas kader posyandu melalui diversifikasi produk gizi dan pembentukan tim Dashat sebagai model berkelanjutan pencegahan stunting di tingkat desa.
Komunikasi Budaya Tradisi Maudu Nabi Muhammad Saw. Pada Masyarakat Tanatakko Dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Spiritual Di Kecamatan Bantimurung Siti Nurhaliza Ma’rufi; Hadawiah Hadawiah; Nurjannah Nurjannah
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v7i1.341

Abstract

Penelitian ini secara komprehensif mengkaji tradisi Maudu Nabi Muhammad SAW di Dusun Tanatakko, Kecamatan Bantimurung, sebuah tradisi turun temurun yang mereka jaga untuk melestarikan nilai spiritual dan mempererat tali silaturahmi. Perayaan tahunan ini melibatkan kebersamaan dalam menanggung biaya, diisi dengan zikir, barzanji, doa, dan berbagi hidangan. Tradisi membawa makanan juga menjadi ciri khas, mencerminkan kekayaan budaya dan spiritual dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis bagaimana komunikasi budaya berperan dalam melestarikan nilai spiritual, mengidentifikasi makna dan simbol yang terkandung dalam tradisi tersebut, serta memahami tentang nilai-nilai spiritual ini dipertahankan di tengah modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Maudu berfungsi sebagai fondasi vital dalam menjaga nilai-nilai spiritual masyarakat. Masyarakat Tanatakko memanfaatkan berbagai bentuk komunikasi budaya lisan (lantunan Barzanji dan ceramah), simbolik (telur hias, songkolo), dan ritual nonverbal (partisipasi kolektif) untuk melestarikan nilai-nilai spiritual seperti syukur, gotong royong, dan kepedulian sosial dalam tradisi Maudu. Tradisi Maudu di Tanatakko kaya akan makna dan simbol. Telur hias melambangkan persatuan dan keberkahan, sementara songkolo dan kaddo minyak merepresentasikan kerukunan dan rasa syukur penguat dan silaturahmi. Makna-makna ini diinternalisasi melalui partisipasi kolektif dan ritual itu sendiri. Masyarakat Tanatakko berhasil mempertahankan nilai-nilai spiritual tradisi Maudu di tengah modernisasi melalui komunikasi ritual dan upaya pelestarian yang terencana. Mereka melibatkan generasi muda, beradaptasi tanpa kehilangan esensi, serta memanfaatkan peran tokoh agama dan praktik sosial seperti gotong royong.
Pemanfaatan Teknologi Android untuk Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis al Qur’an Bagi Majelis Taklim An Nur Desa Borikamase Kec. Maros Baru Kabupaten Maros Nurjannah Nurjannah; Ramdan Satra
Ilmu Komputer untuk Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkomas.v7i1.3228

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujua untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an pengurus dan anggota Majelis Taklim An Nur Desa Borikamase melalui pemanfaatan teknologi berbasis Android. Latar belakang kegiatan ini adalah   keterbatasan metode pembelajaran yang efektif, keterbatasan tenaga pengajar, serta rendahnya pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran mandiri. Meskipun aebagian besar anggota majelis taklim telah memiliki perangkat Android, mereka belum terbiasa menggunakan aplikasi berbasis Android untuk belajar baca tulis al Qur’an. Kondisi ini menyebabkan proses belajar mengaji cenderung bergantung pada pertemuan tatap muka yang bersifat terbatas dan tidak berkelanjutan.  Pelaksanaan program meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan (identifikasi peserta dan pemilihan aplikasi), pelatihan penggunaan aplikasi Al-Qur’an digital, praktik baca tulis melalui fitur-fitur yang tersedia, serta evaluasi kemampuan peserta setelah pelatihan. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi Android yang mudah diakses dan memiliki fitur pembelajaran huruf hijaiyah, tajwid, serta latihan membaca surah-surah pendek. PKM ini diharapkan mitra mengalami peningkatan minat dan kemampuan dalam membaca Al-Qur’an secara mandiri, fleksibel, dan berkelanjutan