Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Kinerja Akademik dalam Pelaksanaan Kuliah dalam Jaringan; Predisposisi Persepsional Mahasiswa di Kota Makassar Ramly Ramly; Amirullah Abduh; Abd. Azis
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.007 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan predisposisi kinerja akademik mahasiswa dalam mengikuti kuliah dalam jaringan ‘daring’ yang didasarkan kepada persepsi mereka. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Kota Makassar. Ada 135 orang mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Dharma Nusantara (STIE Tri Dharma Nusantara) sebagai sampel yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan pertanyaan tertutup yang disebarkan secara on line. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Modus hasil analisis data menunjukkan kecenderungan situasi kinerja akademik yang dipersepsikan oleh mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja akademik mahasiswa dipersepsikan secara umum tidak berubah dibandingkan dengan kinerja yang sama saat kuliah tatap muka. Disimpulkan bahwa kuliah daring menurut persepi mahasiswa cenderung disikapi sebagai prosedur baru yang tidak memicu perlu perubahan pada kualitas interaksi dan komitmen.  Kata Kunci: Daring, Persepsi Mahasiswa, Pelaksanaan Kuliah, Kinerja Akademik
Materi Dan Level Hots Tes Bahasa Indonesia Dalam Latar Kurikulum Ganda Ramly Ramly; Amirullah Abduh
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.359 KB)

Abstract

Abstrak. Soal Ujian Nasional dalam latar Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013 lebih berafiliasi pada Kurikulum KTSP dan tidak menunjukkan kemajuan dalam penggunaan soal-soal HOTS dari satu priode ujian ke periode berikutnya. Penelitian  deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan materi dan level HOTS tes Ujian Nasional Bahasa Indonesia  (UNBI) 2016 dan 2017. UNBI 2016 dan 2017 dilaksanakan dalam latar Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Penelitian ini adalah studi dokumen dengan pendekatan analisis isi. Telah diteliti sampel soal UNBI SMA/MA IPS, yaitu satu paket  yang digunakan tahun 2016 dan satu paket yang digunakan tahun 2017. Masing-masing soal terdiri atas lima puluh butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi tes UNBI lebih dominan bersumber dari materi KTSP dan soal-soal HOTS tidak menunjukkan kemajuan dari UNBI 2017 dibandingkan dengan UNBI 2016. Hasil ini mengindikasikan bahwa UNBI 2016 dan 2017 tidak dapat dijadikan acuan pengukuran hasil belajar bahasa Indonesia dengan K13 dan pengembangan HOTS dalam pembelajaran bahasa Indonesia K13 belum terimplementasi dengan baik Kata Kunci: Kurikulum 2013, HOTS, Ujian Nasional, Tes Bahasa Indonesia
KESALAHAN PENYUSUNAN TEKS EDITORIAL SISWA KELAS XII SMA NEGERI 9 MAKASSAR Putri Fadillah Amini R. Chaniago; Ramly Ramly; Abdul Azis
TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/titikdua.v3i3.48159

Abstract

This study aims to describe the form of spelling, and diction in the preparation of editorial texts prepared by class XII students of SMA Negeri 9 Makassar. This research uses descriptive qualitative research. The data in this study are students' editorial text writings that contain sentence errors in the editorial text structure, namely opinion statement, argumentation, and reaffirmation of opinion. The data source in this study is the results of students' editorial text writing. data analysis is done by data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study revealed that the analysis of students' editorial text preparation errors was found to be varied which included spelling errors, diction errors and paragraph errors. Spelling errors can be in the form of errors in the use of capital letters, the use of italics, writing derivative words, writing abbreviations and acronyms, using full stops, using commas, using dashes, and writing prepositions. Diction errors are in the form of word accuracy, word rigidity, word simplicity, and word prevalence. Paragraph Errors can be seen from the completeness of the paragraph.
Keefektifan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Inquiry dalam Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X IPA SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa Abd Kadir; Ramly Ramly; Ambo Dalle
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3462

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengdeskripsikan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajra project based learning dalam keterampilan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa. untuk membuktikan keefektifan model pembelajaran project based learning belajar Stray dan model belajar inquiry dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Model Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik Kelas X IPA 1 Dan X IPA 2 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Data kemudian dikumpulkan dengan teknik tes untuk mengetahui kemampuan belajar peserta didik. Adapun variabel yang diteliti pada penelitian ini ialah model pembelajaran PBL, model pembelajaran Inquiry, dan kemampuan menuliTeks Laporan Hasil Observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi peserta didik kelas X IPA 1 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai pretes 41,87 menjadi 79,00 pada nilai postes; Akan tetapi, model belajar Inquiry lebih efektif daripada model belajar PBL berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas X IPA 1 dan X IPA 2 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Hal tersebut juga didukung oleh perolehan nilai thitung lebih besar dari pada nilai ttabel pada taraf 995, yakni sebesar 2,66. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai thitung > ttabel yakni 9,66 > 2,66, sehingga H1 penelitian ini diterima.
Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa di SD Inpres Minasaupa 1 Ainun Oktaviani; Ramly Ramly; Hajrah Hajrah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pengimplementasian Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di SD Inpres Minasaupa 1. (2) Mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka Di SD Inpres Minasaupa 1. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan studi dokumentasi. Serta desain penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan (Field Research) ataua p enelitian lapangan merupakan salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang tidak memerlukan pengetahuan mendalam akan literatur yang akan digunakan serta kemampuan tertentu dari pihak peneliti. Kemudian defenisi fokus pada penelitian ini adalah, Implementasi kurikulum merdeka yang dimaksud dalam hal ini adalah perangkat yang dijadikan sebagai pedoman di sekolah yang saat ini diterapkan baik sekolah untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa di SD Inpres Minasaupa 1 dengan implementasi kurikulum Merdeka. Maka dari itu pelaksanaan pembelajaran merupakan proses yang diatur melalui serangkaian langkah untuk mencapai hasil yang diharapkan yaitu fokus pada perencenaan, Pelaksanaan dan penilaian pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka. Dan hasil belajar adalah sesuatu hal yang dicapai oleh seseorang dari suatu usaha yang telah dilakukan, serta dilihat dari faktor penghambat dan pendukung implementasi kurikulum Merdeka. Hasil penelitian (1) perencanaan pembelajaran (2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan sumber belajar berupa buku Bahasa Indonesia pegangan guru, buku siswa, dan internet. Pendekatan yang digunakan berpusat pada peserta didik, berbasis projek, saintifik, dan pendekatan berdiferensiasi dengan strategi pembelajaran yang digunakan berpusat pada peserta didik dengan mempertimbangkan pembelajaran berdiferensiasi, inkuiri, dan pengalaman peserta didik. (3) Asesmen dalam kurikulum merdeka terdapat tiga bagian yaitu, Asesmen diagnostik memberikan dasar bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik. Asesmen formatif melibatkan pemantauan terus-menerus selama proses pembelajaran. Asesmen sumatif merupakan proses evaluasi berupa ujian pertengahan semester dan akhir semester.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Berorientasi Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Berbasis Kecerdasan Majemuk Olivia Juni Rosita Hutagalung; Ramly Ramly; Hajrah Hajrah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4288

Abstract

Hasil Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat validitas, efektivitas, dan kepraktisan bahan ajar menulis berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis berbasis kecerdasan majemuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) yang menghasilkan bahan ajar dengan model pengembangan ADDIE. Subjek Penelitian adalah semua peserta didik kelas X di UPTD SMAN 2 Toppoyo dan UPTD SMAN 1 Budong-Budong. Bahan ajar yang dikembangkan adalah bahan ajar menulis dengan materi esensial Teks Informatif yang berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dan memiliki ciri khas berbasis Kecerdasan Majemuk. Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen, survei dengan angket, wawancara, dan pengujian. Hasil penelitian sebagai berikut. 1) Hasil uji validitas dengan Uji Konsistensi Cohen’s Kappa bernilai 1 dengan interpretasi Perfect Agreement. 2) Hasil uji Efektivitas dengan Uji Non Parametrik Wilcoxon bernilai Asymp Sig (2-tailed) <0,001. Nilai <0,001 < 0,05 maka disimpulkan hipotesis diterima. 3) Hasil uji kepraktisan dengan Skala Guttman bernilai Kr=1 dan Ks=1. Nilai Kr=1≥0,9 maka skala dianggap layak dan Ks=1≥0,6 maka skala dianggap bagus. Hasil penelitian bahwa bahan ajar menulis berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis berbasis kecerdasan majemuk dinyatakan valid, efektif, dan praktis.
Pengembangan Asesmen Diagnostik Berbasis Website Tes Gaya Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Bahasa Indonesia A. Nur Khusnul Khatimah; Ramly Ramly; Azis Azis
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan asesmen diagnostik berbasis website yang digunakan untuk tes gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4-D dari Thiagarajan yang meliputi empat tahapan: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Terdapat dua tujuan utama yang ingin dicapai, yaitu (1) Wujud Produk Asesmen Diagnostik: Produk ini terdiri dari empat fitur utama: tes gaya belajar yang membantu mengidentifikasi gaya belajar peserta didik (visual, auditori, kinestetik), hasil asesmen otomatis yang memberikan umpan balik langsung setelah tes dilakukan, rekomendasi pembelajaran berbasis gaya belajar, yang disesuaikan dengan hasil tes, latihan yang dirancang khusus sesuai dengan gaya belajar peserta didik, yang bertujuan meningkatkan efektivitas pembelajaran. (2) Hasil Uji Validasi Produk: Berdasarkan uji validasi oleh para ahli, produk ini dinilai sangat layak digunakan, dengan skor rata-rata 4 dari 5 pada tiga aspek utama: kelayakan Isi: Materi yang disajikan relevan dan akurat, kelayakan Penyajian: Tampilan dan penyajian informasi jelas dan mudah dipahami, kelayakan Kebahasaan: Penggunaan bahasa yang sesuai dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk asesmen tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman gaya belajar peserta didik serta memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih efektif.
Efikasi Peserta Pendidikan Profesi Guru Prajabatan dalam Melakukan Asesmen Diagnostik (ADi): Kasus Calon Guru Bahasa Indonesia Ramly Ramly; Azis Azis; Muhammad Fajar B
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4811

Abstract

Penelitian ini mengelaborasi efikasi peserta Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPGPRAJAB) sebagai bentuk dukungan yang diberikan oleh program Pendidikan Profesi Guru terhadap pelaksanaan ADi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi diri peserta PPGPRAJAB tentang kompetensi ADi yang mereka miliki dan mengungkap komitmen mereka untuk melaksanakan ADi pascaprogram. Populasi penelitian adalah peserta PPGPRAJAB Bahasa Indonesia yang mengikuti Pendidikan di Universitas Negeri Makassar sebanyak 169 orang. Sampel sebanyak 60 orang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang didistribusikan denga google form. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta PPGPRAJAB memiliki persepsi diri bahwa mereka kompeten untuk melaksanakan ADi dan mereka juga berkomitmen untuk melaksanakan ADi dengan baik dalam kegiatan mengajar yang mereka jalani. Disimpulkan bahwa peserta PPGPRAJAB akan menambah ketersediaan guru yang mampu menjalankan ADi dengan baik.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Makassar sebagai Sekolah Penggerak Nurul Sulasmiyatningsih; Ramly Ramly; Salam Salam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5428

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Makassar sebagai sekolah penggerak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan proses perencanaan pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan oleh guru, (2) menguraikan proses pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan (3) menguraikan proses evaluasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi masih menghadapi berbagai tantangan. Pada tahap perencanaan, asesmen diagnostik digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, gaya belajar, dan kompetensi siswa, namun tidak semua rencana pembelajaran telah sepenuhnya mengakomodasi keberagaman siswa karena keterbatasan pemahaman guru. Pada tahap pelaksanaan, sebagian guru telah menerapkan diferensiasi dalam konten, proses, dan produk melalui strategi pembelajaran aktif serta pemanfaatan teknologi, sedangkan lainnya masih menggunakan metode yang seragam akibat keterbatasan waktu dan pelatihan. Pada tahap evaluasi, asesmen formatif mulai diterapkan dengan alat digital dan umpan balik konstruktif, tetapi asesmen sumatif masih bersifat standar, membatasi fleksibilitas siswa dalam menunjukkan hasil belajar mereka. Untuk meningkatkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi, diperlukan pelatihan guru yang berkelanjutan, penguatan kolaborasi, serta dukungan kebijakan yang memadai. Sekolah juga perlu melakukan evaluasi dan pendampingan secara berkala agar penerapan berjalan lebih efektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah penggerak dan non-penggerak guna mengidentifikasi perbedaan dan tantangan yang dihadapi.
Citra Pembelajaran Berbasis Teknologi di Perguruan Tinggi; Kendala dan Mutu Pembelajaran Online Mohammad Dika Raswadi; Puspita Kartikasari; Rizwan Arisandi; Ramly Ramly
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5451

Abstract

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan memberi kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan termasuk bidang pendidikan. Dalam era Revolusi Industri 4.0 penggunaan teknologi pada aspek pendidikan menggeser praktik pembelajaran konvensional ke berbasis teknologi. Platform online yang digunakan membuat pembelajaran lebih mudah dan fleksibel sambil dipersepsikan memiliki kendala dan penurunan mutu proses. Penelitian ini mengkonfirmasi temuan sebelumnya yang mencitrakan permasalahan dalam pembelajaran on line berlaku relatif sama pada semua kelompok sasaran penelitian tanpa mempertimbangkan stratifikasi dan klaster pengguna. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan citra pembelajaran dengan teknologi dalam pembelajaran online, mutu komunikasi timbal balik dosen-mahasiswa, kedisiplinan, dan aktivitas individu dalam belajar. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Indonesia. Sampel terdiri dari 255 mahasiswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan dengan angket dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian mengungkap bahwa mahasiswa mempersepsi adanya kendala namun tidak signifikan saat pembelajaran. Mutu komunikasi timbal balik dosen-mahasiswa maupun antarmahasiswa relatif sama dengan saat pembelajaran tatap muka, belajar individual mahasiswa juga demikian, kedisiplinan menurun dibandingkan saat pembelajaran tatap muka. Perlu penanaman sikap positif dan kontrol perilaku mahasiswa agar pelaksanaan pembelajaran Online menjadi lebih optimal.