I Dewa Gede Budi Utama
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMOSISIAN DAN PENCITRAAN AKTOR BERITA-BERITA RENCANA REKLAMASI TELUK BENOA DALAM BALI POST Ni Luh Gede Dhanayasa .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.7869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis pemosisian aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam Bali Post dan (2) mendeskripsikan dan menganalisis pencitraan aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam Bali Post. Penelitian dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan berita-berita rencana reklamasi Teluk Benoa dalam harian Bali Post sebagai subjek penelitian. Lingkup penelitian ini hanya pada berita Bali Post yang memuat berita- berita rencana reklamasi Teluk Benoa sejak Januari sampai April 2015. Sementara itu, objek penelitian ini adalah pemosisian dan pencintraan aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam harian Bali Post. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik baca-catat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif mengikuti teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemosisian aktor Bali Post menggunakan strategi eksklusi dengan uraian 6 pasivasi; 3 nominalisasi serta strategi inklusi dengan uraian 5 diferensiasi; 2 abstraksi; 6 identifikasi; 12 indeterminasi-; 8 asimilasi; dan 5 asosiasi. Dari pemosisian tersebut dapat diketahui bahwa aktor yang dianggap menolak reklamasi mendapatkan citra yang positif dan aktor yang proreklamasi mendapatkan citra yang negatif. Kata Kunci : reklamasi Teluk Benoa; eksklusi; inklusi; pemosisian; pencitraan This research was aimed to (1) describe and analyze the positioning of the actor in reclamation planning of Teluk Benoa news in Bali Post and (2) describe and analyze actor’s image in reclamation planning of Teluk Benoa news which was existed in Bali Post. This qualitative descriptive research used news of Teluk Benoa reclamation planning which were existed in daily news of Bali post as the subject of the research. Scope of this research was only related to news of Teluk Benoa reclamation planning which were published since January to April 2015. Meanwhile, object of this research was actor’s positioning and imaging which was much related to the news. Documentation was the method used in collecting the data which was done using reading-taking note technique. The data was analyzed by using qualitative descriptive technique which adopt Miles and Huberman’s analysis technique. This result of the research showed that in actor’s positioning, Bali Post used exclusion strategy which included 6 passivations, 3 nominalizations, additionally, inclusion strategy including 5 differentiation, 2 abstraction, 6 identification, 12 indeterminacy, 8 assimilation, and 5 association. From those positioning, it can be concluded that actor who refused reclamation got positive image and those who accepted reclamation got negative image. keyword : Teluk Benoa reclamation; exclusion, inclusion, positioning, imaging
Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali Ni Putu Apita Widya Sari .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran BIPA, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran BIPA, (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran BIPA, dan (4) mendeskripsikan alasan guru memilih prosedur tertentu dalam pembelajaran BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran BIPA serta alasan guru memilih prosedur tertentu dalam pembelajaran BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran BIPA yang disusun oleh pengajar sudah sesuai dengan silabus yang ditetapkan oleh lembaga Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali,(2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah mengarah pada kemampuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia siswa, (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar berupa tes lisan atau tes tulis (4) metode-metode pembelajaran BIPA yang digunakan oleh pengajar di Sekolah Cinta Bahasa bervariasi, seperti metode tata bahasa terjemahan, metode langsung, metode membaca, metode suggestopedia, metode eklitik, dan metode audiolingual. Pemilihan metode tersebut disesuaikan dengan kebutuhan atau tujuan pembelajar BIPA belajar bahasa Indonesia.Kata Kunci : pembelajaran, bahasa Indonesia, penutur asing This research aims to (1) describe the BIPA's lesson plan, (2) describe the BIPA learning implementation, (3) describe the learning evaluation of the BIPA, and (4) describe the reason teachers choose a certain procedure in the BIPA learning at Cinta Bahasa school, Ubud, Bali. This research used descriptive qualitative research design. The subject in this study is BIPA at teachers Cinta Bahasa school, Ubud, Bali and the object of research is the planning, implementation, and evaluation of learning BIPA as well as the reason for selecting a particular procedure in BIPA learning at the Cinta Bahasa school, Ubud, Bali. The methods used to collect data are methods of observation, documentation, and interviews. The results of this study suggest that (1) BIPA learning planning compiled by teachers already in accordance with the syllabus set by the institution of the Cinta Bahasa school, Ubud, Bali, (2) implementation learning BIPA teachers already carried out lead to the ability to develop Indonesian Language or Bahasa ability of students, (3) the evaluation of the learning of teaching be implemented BIPA test of oral or written, (4) learning methods which are used by teachers at the Cinta Bahasa school like the varied language, as the grammar translation method, direct method, reading method, suggestopedia method, eclectic method, and audiolingual method. The selection of these methods are adapted to the needs or purpose BIPA learners learn Indonesian Language or Bahasa.keyword : learning, Indonesian language, foreign student
PEMBERITAAN SIDANG MAHKAMAH KEHORMATAN DEWAN (MKD) DALAM SURAT KABAR KOMPAS DAN TRIBUN BALI: SEBUAH KAJIAN WACANA KRITIS Gusti Ayu Putu Pentas Dewianti .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8689

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kosakata pemberitaan sidang MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) di surat kabar Kompas dan Tribun Bali dan (2) mendeskripsikan tata bahasa pemberitaan sidang MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) di surat kabar Kompas dan Tribun Bali. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yang berupa pustaka. Instruments pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kartu data. Data dianalisis melalui beberapa tahapan yang meliputi, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Surat kabar Kompas dan surat kabar Tribun Bali lebih banyak menggunakan kosakata membuat klasifikasi dalam mengontruksi pemberitaan sidang MKD. Dalam surat kabar Kompas ditemukan 25 kosakata membuat klasifikasi, 14 kosakata membatasi pandangan, 1 kosakata pertarungan wacana, dan 2 kosakata marjinalisasi sedangkan dalam Tribun bali ditemukan 31 kosakata membuat klasifikasi, 14 kosakata membatasi pandangan, 4 kosakata pertarungan wacana, dan 9 kosakata marjinalisasi. (2) Surat kabar Kompas dan surat kabar Tribun Bali lebih banyak menggunakan tata bahasa efek bentuk kalimat pasif (penghilangan pelaku) dalam mengontruksi pemberitaan sidang MKD. Dalam surat kabar Kompas ditemukan 18 kalimat pasif dan 2 nominalisasi, sedangkan dalam surat kabar Tribun Bali ditemukan 15 kalimat pasif dan 3 nominalisasi.Kata Kunci : sidang MKD, Kompas, Tribun Bali, analisis wacana kritis, teori Roger Fowler, dkk. This research is about descriptive qualitative research study aims to (1) to describe the vocabulary about the reporting of MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) trial in Kompas media and Tribun Bali, (2) to describe the grammatical about the reporting of MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) trial in Kompas media and Tribun Bali. The subject of this research is Kompas media and Tribun Bali. The object of this research the reporting of MKD trial. The gathering of the data done by documentation method such as literature. The instrument in the gathering of the data in this research is card of data. Data analysis of this research used descriptive technique with procedure (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) concluding/verification. The result of this research explain about (1) the Kompas and Tribun Bali use more vocabulary that make the clasification in contruction the report of MKD Trial. In the Kompas newspaper found 25 vocabulary classified, 14 vocabulary restrict the view, first bout vocabulary discourse, and 2 vocabulary marginalization while in Tribun Bali found 31 vocabulary classified, 14 vocabulary restrict the view, 4 vocabulary fight discourse, and 9 vocabulary marginalization. (2) the Kompas and Tribun Bali use more passive grammatical; to lose character in contruction the report of MKD Trial. In the Kompas newspaper found 18 passive and 2 nominalization, whereas in Tribun Bali newspaper found 15 passive and 3 nominalizations.keyword : MKD trial, Kompas, Tribun Bali, critical discourse analysis, Roger Fowler teory
PEMBERITAAN HUBUNGAN JOKOWI DENGAN MEGAWATI DI MEDIA KOMPAS.COM, REPUBLIKA.CO.ID, DAN TEMPO.CO: ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN Ni Wayan Herayati .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8690

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pembingkaian berita model Robert. N. Entman dalam pemberitaan hubungan Jokowi dengan Megawati di media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co, serta (2) kecendrungan sikap media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co dalam pemberitaan hubungan Jokowi dengan Megawati. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah berita-berita mengenai hubungan Jokowi dengan Megawati yang dimuat di media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co. Objek dalam peneitian ini adalah pembingkaian berita model Robert N. Entman dan kecendrungan sikap media. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak semua berita yang dimuat media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co menggunakan elemen Treatment Recommendation. (2) Media Kompas.com cenderung netral, media Republika.co.id cenderung mendukung gambaran Jokowi ‘boneka’ Megawati, sedangkan media Tempo.co mendukung dan membela gambaran Jokowi yang bukan merupakan ‘boneka’ dari Megawati. Kata Kunci : Kata kunci: pembingakaian berita Robert N. Entman, kecendrungan sikap, media internet, Jokowi, Megawati This study aims to describe (1) framing Robert. N. Entman in the news Jokowi relationship with Megawati in media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co, and (2) the tendency of media attitude Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co in reporting relationships Jokowi with Megawati. To achieve these objectives, researchers used a qualitative descriptive study design. Subjects in this study was the news of Jokowi relationship with Megawati were published in the media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co. Objects in this peneitian is framing model of Robert N. Entman news and trends of media attitudes. Data collection methods used in this research is the method of documentation. Data were analyzed with descriptive techniques using the procedure (1) data reduction, (2) presentation of data, and (3) verification / conclusion. The results of this study indicate that (1) not all the news published media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co use elements Treatment Recommendation. (2) Media Kompas.com tend to be neutral, Republika.co.id media tends to support Jokowi picture 'stuffed' Megawati, while media support and defend Tempo.co Jokowi picture that is not a 'puppet' of Megawati.keyword : Keywords: framing Robert. N. Entman, tendency attitude, internet media, Jokowi, Megawati
PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 DI KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 2 DENPASAR Dewa Putu Budiaryawan .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar, (2) mendeskripsikan tahapan pelaksanaan pembelajaran teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar, (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar, dan (4) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar. Penelitian ini mencakup pembelajaran pada keempat kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa selama pembelajaran teks anekdot Kurikulum 2013 revisi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar dan objek penelitian ini adalah pembelajaran teks anekdot di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga hal, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru, sebagian besar sudah sesuai dengan pedoman yang tertera dalam salinan lampiran Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Kedua, pelaksanaan pembelajaran teks anekdot sebagaian besar sudah sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang tertera dalam perencanaan pembelajaran. Ketiga, evaluasi pembelajaran teks anekdot yang dilaksanakan oleh guru sudah meliputi tiga ranah, yaitu ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan menggunakan teknik penilaian observasi, penugasan, tes lisan, dan penilaian presentasi. Keempat ada beberapa kendala yang dialami guru dalam pembelajaran teks anekdot, yaitu kendala dalam menyampaikan teks secara lucu, sulitnya menemukan media pembelajaran humor yang tepat untuk siswa, belum dibagikannya buku teks edisi revisi, laptop guru yang kurang berfungsi dengan baik, dan kelas yang melebihi kriteria maksimal.Kata Kunci : Kurikulum 2013, pembelajaran, teks anekdot This study aimed at (1) describing anecdote text lesson plan on Indonesian subject in Curriculum 2013 in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar, (2) describing the implementation of anecdote text learning on Indonesian subject in Curriculum 2013 in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar, (3) describing the evaluation of anecdote text learning on Indonesian subject in Curriculum 2013 in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar, and (4) describe the obstacles faced by teacher in anecdote text learning on Indonesian subject in Curriculum 2013 in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar. This study covered the four levels of learning in basic competencies that must be mastered by the students during anecdote text learning of Curriculum 2013 revision. This research used descriptive qualitative research design. Subject of this study was the teacher who taught Indonesian in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar and the object of this study was the teaching and learning process in the class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar. Data collection methods used were interview, documentation, and observation. Analysis of the data in this study included three things, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study showed that first, lesson plan prepared by the teacher, was largely in accordance with the guidelines contained in the annex copies of Permendikbud No. 22 of 2016. Second, the implementation of anecdote text learning was largely in conformity with the operational measures listed in the lesson plan. Third, the evaluation of anecdote text learning already undertaken by the teacher included three domains, namely the realm of attitudes, knowledge, and skills using valuation techniques of observation, assignments, oral tests, and assessment presentation. Fourth, there were some obstacles experienced by the teacher in anecdote text learning, the obstacles in delivering funny text, the difficulty in finding humor learning media which was appropriate for the students, the distribution of revised textbooks edition was not complete, the lack functioning of teacher’s laptop, and the class that exceed the maximum criteria.keyword : Curriculum 2013, learning, anecdote text
PELAKSANAAN PEMBBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRAKTIK LANGSUNG UNTUK SISWA BIPA BEGINNER CLASS DI YAYASAN CINTA BAHASA INDONESIAN LANGUAGE SCHOOL I Made Artayasa .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11611

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA pada jenjang kelas Beginner dan siswa BIPA pada jenjang kelas Beginner di Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menggunakan metode praktik langsung untuk siswa BIPA Beginner Class di Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran BIPA menggunakan metode praktik langsung perlu dimaksimalkan lagi, karena terdapat komponen-komponen pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang belum sesuai. (2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah berlangsung baik dan sesuai RPP sehingga dapat membantu pebelajar berkomunikasi secara langsung dengan penutur asli bahasa Indonesia. (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar belum sepenuhnya memenuhi sasaran dalam kegiatan evaluasi, karena pengajar hanya menggunakan teknik evaluasi nontes saja.. Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, menggunakan metode praktik langsung, bahasa Indonesia, BIPA ABSTRACT This study aims to (1) describe learning planning using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School, (2) to describe the implementation of learning learning using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School, and (3) to describe learning evaluation using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School. This research uses descriptive qualitative research design. Subjects of this study were BIPA teachers in beginner class and BIPA students at beginner class at Yayasan Cinta Bahasa Indonesia Language School and the object of research is planning, implementation, and evaluation of learning using hand’s on learning method for BIPA Beginner Class students at Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School. The method used to collect data is the method of observation, documentation, and interview. The results of this study indicate that (1) BIPA learning plan using hand’s on learning method needs to be maximized again, because there are components in the lesson plan of learning implementation (RPP) that is not yet appropriate. (2) the implementation of BIPA learning conducted by the teachers has been going well and according to the RPP so that it can help the learners communicate directly with native speakers of the Indonesian language. (3) BIPA learning evaluation conducted by teachers has not fully met the objectives in the evaluation activities, it is because the lecturer only uses non nontes evaluation techniques. keyword : implementation of learning, using hand’s on learning method, Indonesian language, BIPA
VALIDITAS DAN RELIABILITAS SOAL UN BAHASA INDONESIA TAHUN 2016 UNTUK JURUSAN IPS Rahayu Budianingsih .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11612

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas dan reliabilitas soal UN bahasa Indonesia tahun 2016 untuk jurusan IPS. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah soal ujian nasional bahasa Indonesia tahun 2016. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan prosedur uji validitas isi dan reliabilitas pendekatan Alternate Form (Double Test – Double Trial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas isi dari 50 soal (100%) UN Bahasa Indonesia tahun 2016 untuk jurusan IPS tergolong sangat tinggi dan reliabilitas soal sangat tinggi dengan hasil perhitungan r_xy 0.8032895 atau 80%. Itu berarti, soal ujian nasional tersebut sudah valid.Kata Kunci : validitas reliabilitas, soal UN bahasa Indonesia This study aimed to describe the validity and reliability of the Indonesian national final exam questions test in academic year 2016 for IPS department. To reach the purpose of the study, the researcher used descriptive qualitative design and descriptive quantitative design. The subject of this study is a matter of Indonesian national exam in 2016. The data of this research were collected by documentation method and analyzed by qualitative descriptive and quantitative descriptive technique by using test procedure of content validity and reliability of Alternate Form (Double Test - Double Trial) approach. The results showed that the content validity of 50 questions (100%) of Indonesia's national final examination in 2016 for IPS majors is very high and the reliability of the test is very high with the result of calculations r_xy is 0.8032895 or 80%. That means, the national exam question is valid.keyword : validity, reliability, national final exam question of Bahasa Indonesia
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI SATU ATAP TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2016-2017 Ni Made Supantini .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11623

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula Tahun Pelajaran 2016/2017, dan (2) mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula dengan jumlah siswa 33 siswa yaitu 16 siswa putra dan 17 siswa putri. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah menghitung skor total dari masing-masing siswa yang kemudian dibandingkan dengan kategori keterampilan yang dibuat. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Satu Atap Tejakula melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila persentase siswa yang mempunyai keterampilan menulis karangan deskripsi dengan kategori cukup ≥ 80%. Dengan demikian, apabila indikator keberhasilan tersebut telah tercapai maka siklus dihentikan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi. Peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi pada Siklus I sebesar 5,76 kondisi awal 60,91 meningkat menjadi 66,67. Sedangkan persentase KKM yang dicapai siswa meningkat sebesar 21,21% dari 51,52% menjadi 72,73%. Peningkatan keterampilan pada siklus II sebesar 4,09 kondisi awal 66,67 meningkat menjadi 70,76. Persentase KKM pada siklus II meningkat sebesar 12,12% dari 72,73% menjadi 84,85%; dan (2) Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi adalah: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok kooperatif, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan. Jadi kesimpulannya keterampilan menulis karangan deskritif dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Kata Kunci : Kooperatif tipe STAD, keterampilan menulis karangan deskritif This study aims to (1) to find out whether STAD type cooperative learning model can improve the writing skill of description description in grade X students of SMA Negeri Satu AtapTejakula Lesson Year 2016/2017, and (2) To describe STAD cooperative learning model step type in Improve the skill of writing essay description on the students of grade X SMA Negeri Satu AtapTejakula Lesson 2016/2017. This study uses a classroom action research design. Subjects in this study were the students of grade X SMA Satu AtapTejakula with 33 students, 16 boys and 17 female students. Methods of data collection using test methods, observation and documentation. Data analysis is done to calculate the total score of each student which is then compared with the skill category created. . The indicator of success in this research is the increasing of writing skill description on the students of grade X SMA Satu AtapTejakula through the use of STAD type cooperative learning model. This research is said to succeed if the percentage of students who have the skills to write the essay description with enough category ≥ 80%. Thus, if the indicator of success has been achieved then the cycle is stopped. The results showed: (1) the use of STAD type cooperative learning model can improve writing skill description. The improvement of writing skill description in Cycle I of 5.76 of initial condition 60,91 increased to 66,67. While the percentage of KKM achieved by students increased by 21.21% from 51.52% to 72.73%. Skill improvement in cycle II amounted to 4.09 initial conditions 66.67 increased to 70.76. The percentage of KKM in cycle II increased by 12.12% from 72.73% to 84.85%; And (2) The steps of STAD type cooperative learning model in improving writing skill description are: 1) convey the purpose and motivate students, 2) Present information, 3) Organize students in cooperative group, 4) guide group work and study, 5 ) Evaluation, and 6) Awarded. So the conclusion of descriptive writing skill can be improved by using STAD type cooperative learning model.keyword : cooperative type STAD, descriptive writing skill
KONSTRUKSI CITRA PEREMPUAN DALAM PROGRAM TALK SHOW "CURAHAN HATI PEREMPUAN" DI TRANS TV BERDASARKAN KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS Rizqiyatul Kamilah .; Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) representasi perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV berdasarkan kajian analisis wacana kritis Sara Mills dan (2) konstruksi citra perempuan ditampilkan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV. Penelitian ini menggunakan pendekatatan kualitatif. Jenis penelitian ini tergolong ke dalam penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Data-data diperoleh dari hasil transkrip dialog tuturan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil analisis menunjukkan (1) representasi perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” menempati narasumber dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai subjek serta objek. Hal ini dikarenakan konsep program tersebut yang bertajuk talk show. Meskipun demikian, kedudukan narasumber dominan menempati posisi objek. Posisi objek membuat kedudukan narasumber termarjinalkan. Keberadaan narasumber ditampilkan oleh moderator dan panelis sehingga narasumber tidak memiliki kesempatan menampilkan dirinya dengan konstruksi positif. Selain sebagai sumber informasi bagi media, pendengar dalam program tersebut digiring untuk berpihak pada wacana yang dibentuk baik oleh moderator maupun panelis. Dengan kata lain, pendengar digiring pada pemikiran sesuai dengan pendapat subjektif dalam wacana (2) konstruksi citra perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” lebih banyak ditampilkan secara negatif. Kondisi ini merupakan imbas dari kedudukan narasumber sebagai objek yang termarjinalkan. Konstruksi citra negatif direpresentasikan melalui wacana-wacana yang disampaikan baik oleh moderator maupun oleh panelis dalam bentuk tanggapan, kritik, penggunaan dalil serta prespektif psikologis sebagai bentuk pengukuhan wacana. Kata Kunci : konstruksi citra perempuan, analisis wacana kritis Sara Mills, analisis wacana. This research aims describe about (1) representation women in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV based on a critical discourse analysis of Sara Mills (2) construction of women image feature in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV. This research used qualitative approach. This type of research belong to descriptive research. Data collection in this research is done by using documentation method. Data obtained from the transcript of speech dialogue in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV. The data generated from the speech dialog transcripts on talk show “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV.The analysis using Sara Mills critical discourse analysis model. The result showed that (2) the repretentation of women in the talk show program “Curahan Hati Perempuan” occupies resourch in two positions at once it as subjects and objects it is because the concept program is talk show. Thus, the dominant resourch position occupies the position of the object. The position of the object makes the position of resourch marginalized. The presence of resource persons is presented by moderators and panelists so that the speakers themselves dont have the opportunity to present themselves with positive constructs. In addition to being a source of information for the media, listeners in this program are directed to support the discourse formed by moderators or panelists. In other word, the listener is led to thingking according to the opinion in the discourse (2) women image construction is more shown in the talk show program “Curahan Hati Perempuan” the conditions is the impact of the attitude of resourch as a marginalized object. Negative image construction was represented through discourses delivered by both moderators and panelists in the form of responses, criticisms, use of propositions and psychological perspectives as a form of discourses strengthening. keyword : construction of women image feature, critical discourse analysis of Sara Mills, discourse.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BAGI PEBELAJAR BIPA PEMULA DI UNDIKSHA Ni Made Candra Puspita Lestari .; Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjabarkan desain pengembangan media pembelajaran visual bagi pebelajar BIPA pemula, (2) menguji validitas hasil pengembangan media pembelajaran visual, dan (3) mengetahui respon pebelajar BIPA terhadap media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan (Research and Development), dan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa BIPA tingkat pemula di Undiksha. Objek penelitian adalah media pembelajaran flashcard. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode pencatatan dokumen, wawancara, dan angket. Untuk menganalisis data hasil penelitian, dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu, analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) desain pengembangan media pembelajaran flashcard sesuai dengan prosedur dan prinsip-prinsip media pembelajaran dan telah dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. (2) Hasil uji validitas ahli media pembelajaran menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard layak untuk dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran BIPA. (3) Respon peserta didik BIPA di Undiksha terhadap media pembelajaran flashcard mendapat kategori respon positif dengan rata-rata persentase 85,65%.Kata Kunci : BIPA, Media Pembelajaran Visual, Flashcard This research aims to (1) explain the design of visual learning media development for BIPA learners, (2) examine the validity of visual learning media development result, and (3) investigate the BIPA learners’ reponses toward the learning media. This research used Research and Development design, and ADDIE model. The subject of this research was BIPA learners in the beginner level of UNDIKSHA. The object was learning media in form of flashcard. The method used to collect data was documentation, interview, and questionnaire. In analyzing the data, the researcher used descriptive quantitative and descriptive qualitative method. The result of this research shows that (1) the design of flashcard learning media development is in line with the procedures and basic of learning media, and developed by following ADDIE model. (2) The result of expert judgments shows that the flashcard learning media is proper to be developed and used in BIPA learning. (3) The UNDIKSHA BIPA learners’ responses toward the learning media shows positive responses with average percentage 85.65%.keyword : BIPA, Visual Learning Media, Flashcard