I Dewa Gede Budi Utama
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT DENGAN PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN Ardeni, Made Sri; Suandi, I Nengah; Utama, I Dewa Gede Budi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i2.20624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran mengonversi teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt dengan penerapan metode bermain peran yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Seririt. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 1 Seririt. Objek penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran mengonversi teks negosiasi. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan beberapa metode yakni (1) metode observasi untuk mengamati proses pembelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru. (2) Metode dokumentasi untuk mengumpulkan data berkaitan dengan keterampilan siswa memerankan teks negosiasi berdasarkan metode bermain peran. (3) metode wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru saat proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan analisis data, diperoleh perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah sesuai dengan Permendikbud Tahun 2016, hanya saja pada bagian pendekatan pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan rencana kegiatan pembelajaran perlu dilengkapi agar mendapatkan RPP yang sempurna. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, kesesuaian pendekatan saintifik terlihat ketika guru sudah mampu merumuskan pertanyaan berdasarkan fasilitas yang sudah disediakan oleh guru yaitu memberikan peluang siswa menonton video negosiasi. Evaluasi sudah sesuai dengan penilaian keterampilan siswa menunjukan total nilai 3.047 dengan rata-rata 87 (kategori baik), 2.927 siswa pemperoleh kategori cukup serta 2.536 siswa pemperoleh kategori cukup. Terdapat dua kendala dalam proses pembelajaran mengonversi teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt yaitu : (1) cakupan materi yang luas, (2) alokasi waktu kurang.
PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT DENGAN PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN ., MADE SRI ARDENI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum.; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran mengonversi teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt dengan penerapan metode bermain peran yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Seririt. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt. Objek penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran mengonversi teks negosiasi. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan beberapa metode yakni (1) metode observasi untuk mengamati proses pembelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru. (2) Metode dokumentasi untuk mengumpulkan data berkaitan dengan keterampilan siswa memerankan teks negosiasi berdasarkan metode bermain peran. (3) metode wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru saat pembelajaran mengonversi teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt dengan penerapan metode bermain peran. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah sesuai dengan permendikbud Tahun 2016, hanya saja pada bagian materi pelajaran, pendekatan pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan rencana kegiatan ini perlu diperbaiki. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, kesesuaian pendekatan saintifik terlihat ketika guru sudah mampu merumuskan pertanyaan berdasarkan fasilitas yang sudah disediakan oleh guru yaitu memberikan peluang siswa menonton video negosiasi. Evaluasi sudah sesuai dengan penilaian keterampilan siswa menunjukan total nilai 3.047 dengan rata-rata 87 (kategori baik), 2.927 siswa pemperoleh kategori cukup serta 2.536 siswa pemperoleh kategori cukup. Terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran mengonversi teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt yaitu : (1) penyusunan RPP, (2) alokasi waktu. Kata Kunci : Pembelajaran, teks negosiasi, bermain peran This study aims to examine the learning of converting the text of the negotiation of class X students of SMA Negeri 1 Seririt with the application of role playing methods which include aspects of planning, implementation, evaluation, and constraints faced by Indonesian teachers in SMA Negeri 1 Seririt. The design of this research is descriptive-qualitative. The subjects of this study are Indonesian language teachers and students of grade X SMA Negeri 1 Seririt. The object of this research is the planning, implementation, evaluation, and constraints of application of role playing method in learning convert negotiation text. The data obtained were collected by several methods, namely (1) observation method to observe the learning process based on the implementation plan of learning made by the teacher. (2) Documentation method for collecting data relating to the students' skills plays the text of negotiation based on the role play method. (3) interview method to know the constraints faced by teacher when learning convert text negotiation of class X student SMA Negeri 1 Seririt with application of role playing method. Based on the data analysis, the learning plan made by the teacher has been in accordance with permendikbud Year 2016, only on the subject matter, learning approach, learning objectives, and the plan of this activity needs to be improved. Implementation of learning using scientific approach, the appropriateness of scientific approach seen when the teacher was able to formulate questions based on facilities that have been provided by the teacher is to provide students the opportunity to watch the video negotiations. The evaluation was in accordance with the student skill assessment showing the total score of 3,047 with an average of 87 (good category), 2,927 students earned enough category and 2,536 students earned enough category. There are some obstacles in the learning process to convert the text of the negotiation of class X students of SMA Negeri 1 Seririt namely: (1) preparation of RPP, (2) time allocation.keyword : Learning, negotiating text, role play
PEMBERITAAN HUBUNGAN JOKOWI DENGAN MEGAWATI DI MEDIA KOMPAS.COM, REPUBLIKA.CO.ID, DAN TEMPO.CO: ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN ., Ni Wayan Herayati; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8690

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pembingkaian berita model Robert. N. Entman dalam pemberitaan hubungan Jokowi dengan Megawati di media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co, serta (2) kecendrungan sikap media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co dalam pemberitaan hubungan Jokowi dengan Megawati. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah berita-berita mengenai hubungan Jokowi dengan Megawati yang dimuat di media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co. Objek dalam peneitian ini adalah pembingkaian berita model Robert N. Entman dan kecendrungan sikap media. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak semua berita yang dimuat media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co menggunakan elemen Treatment Recommendation. (2) Media Kompas.com cenderung netral, media Republika.co.id cenderung mendukung gambaran Jokowi ‘boneka’ Megawati, sedangkan media Tempo.co mendukung dan membela gambaran Jokowi yang bukan merupakan ‘boneka’ dari Megawati. Kata Kunci : Kata kunci: pembingakaian berita Robert N. Entman, kecendrungan sikap, media internet, Jokowi, Megawati This study aims to describe (1) framing Robert. N. Entman in the news Jokowi relationship with Megawati in media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co, and (2) the tendency of media attitude Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co in reporting relationships Jokowi with Megawati. To achieve these objectives, researchers used a qualitative descriptive study design. Subjects in this study was the news of Jokowi relationship with Megawati were published in the media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co. Objects in this peneitian is framing model of Robert N. Entman news and trends of media attitudes. Data collection methods used in this research is the method of documentation. Data were analyzed with descriptive techniques using the procedure (1) data reduction, (2) presentation of data, and (3) verification / conclusion. The results of this study indicate that (1) not all the news published media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co use elements Treatment Recommendation. (2) Media Kompas.com tend to be neutral, Republika.co.id media tends to support Jokowi picture 'stuffed' Megawati, while media support and defend Tempo.co Jokowi picture that is not a 'puppet' of Megawati.keyword : Keywords: framing Robert. N. Entman, tendency attitude, internet media, Jokowi, Megawati
KONSTRUKSI CITRA PEREMPUAN DALAM PROGRAM TALK SHOW "CURAHAN HATI PEREMPUAN" DI TRANS TV BERDASARKAN KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS ., Rizqiyatul Kamilah; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum.; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) representasi perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV berdasarkan kajian analisis wacana kritis Sara Mills dan (2) konstruksi citra perempuan ditampilkan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV. Penelitian ini menggunakan pendekatatan kualitatif. Jenis penelitian ini tergolong ke dalam penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Data-data diperoleh dari hasil transkrip dialog tuturan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” di Trans TV. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil analisis menunjukkan (1) representasi perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” menempati narasumber dalam dua posisi sekaligus, yaitu sebagai subjek serta objek. Hal ini dikarenakan konsep program tersebut yang bertajuk talk show. Meskipun demikian, kedudukan narasumber dominan menempati posisi objek. Posisi objek membuat kedudukan narasumber termarjinalkan. Keberadaan narasumber ditampilkan oleh moderator dan panelis sehingga narasumber tidak memiliki kesempatan menampilkan dirinya dengan konstruksi positif. Selain sebagai sumber informasi bagi media, pendengar dalam program tersebut digiring untuk berpihak pada wacana yang dibentuk baik oleh moderator maupun panelis. Dengan kata lain, pendengar digiring pada pemikiran sesuai dengan pendapat subjektif dalam wacana (2) konstruksi citra perempuan dalam program talk show “Curahan Hati Perempuan” lebih banyak ditampilkan secara negatif. Kondisi ini merupakan imbas dari kedudukan narasumber sebagai objek yang termarjinalkan. Konstruksi citra negatif direpresentasikan melalui wacana-wacana yang disampaikan baik oleh moderator maupun oleh panelis dalam bentuk tanggapan, kritik, penggunaan dalil serta prespektif psikologis sebagai bentuk pengukuhan wacana. Kata Kunci : konstruksi citra perempuan, analisis wacana kritis Sara Mills, analisis wacana. This research aims describe about (1) representation women in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV based on a critical discourse analysis of Sara Mills (2) construction of women image feature in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV. This research used qualitative approach. This type of research belong to descriptive research. Data collection in this research is done by using documentation method. Data obtained from the transcript of speech dialogue in talk show program “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV. The data generated from the speech dialog transcripts on talk show “Curahan Hati Perempuan” in Trans TV.The analysis using Sara Mills critical discourse analysis model. The result showed that (2) the repretentation of women in the talk show program “Curahan Hati Perempuan” occupies resourch in two positions at once it as subjects and objects it is because the concept program is talk show. Thus, the dominant resourch position occupies the position of the object. The position of the object makes the position of resourch marginalized. The presence of resource persons is presented by moderators and panelists so that the speakers themselves dont have the opportunity to present themselves with positive constructs. In addition to being a source of information for the media, listeners in this program are directed to support the discourse formed by moderators or panelists. In other word, the listener is led to thingking according to the opinion in the discourse (2) women image construction is more shown in the talk show program “Curahan Hati Perempuan” the conditions is the impact of the attitude of resourch as a marginalized object. Negative image construction was represented through discourses delivered by both moderators and panelists in the form of responses, criticisms, use of propositions and psychological perspectives as a form of discourses strengthening. keyword : construction of women image feature, critical discourse analysis of Sara Mills, discourse.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI SATU ATAP TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2016-2017 ., Ni Made Supantini; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd.; ., I Made Astika, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11623

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula Tahun Pelajaran 2016/2017, dan (2) mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Satu Atap Tejakula dengan jumlah siswa 33 siswa yaitu 16 siswa putra dan 17 siswa putri. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah menghitung skor total dari masing-masing siswa yang kemudian dibandingkan dengan kategori keterampilan yang dibuat. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas X SMA Satu Atap Tejakula melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila persentase siswa yang mempunyai keterampilan menulis karangan deskripsi dengan kategori cukup ≥ 80%. Dengan demikian, apabila indikator keberhasilan tersebut telah tercapai maka siklus dihentikan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi. Peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi pada Siklus I sebesar 5,76 kondisi awal 60,91 meningkat menjadi 66,67. Sedangkan persentase KKM yang dicapai siswa meningkat sebesar 21,21% dari 51,52% menjadi 72,73%. Peningkatan keterampilan pada siklus II sebesar 4,09 kondisi awal 66,67 meningkat menjadi 70,76. Persentase KKM pada siklus II meningkat sebesar 12,12% dari 72,73% menjadi 84,85%; dan (2) Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi adalah: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok kooperatif, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan. Jadi kesimpulannya keterampilan menulis karangan deskritif dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Kata Kunci : Kooperatif tipe STAD, keterampilan menulis karangan deskritif This study aims to (1) to find out whether STAD type cooperative learning model can improve the writing skill of description description in grade X students of SMA Negeri Satu AtapTejakula Lesson Year 2016/2017, and (2) To describe STAD cooperative learning model step type in Improve the skill of writing essay description on the students of grade X SMA Negeri Satu AtapTejakula Lesson 2016/2017. This study uses a classroom action research design. Subjects in this study were the students of grade X SMA Satu AtapTejakula with 33 students, 16 boys and 17 female students. Methods of data collection using test methods, observation and documentation. Data analysis is done to calculate the total score of each student which is then compared with the skill category created. . The indicator of success in this research is the increasing of writing skill description on the students of grade X SMA Satu AtapTejakula through the use of STAD type cooperative learning model. This research is said to succeed if the percentage of students who have the skills to write the essay description with enough category ≥ 80%. Thus, if the indicator of success has been achieved then the cycle is stopped. The results showed: (1) the use of STAD type cooperative learning model can improve writing skill description. The improvement of writing skill description in Cycle I of 5.76 of initial condition 60,91 increased to 66,67. While the percentage of KKM achieved by students increased by 21.21% from 51.52% to 72.73%. Skill improvement in cycle II amounted to 4.09 initial conditions 66.67 increased to 70.76. The percentage of KKM in cycle II increased by 12.12% from 72.73% to 84.85%; And (2) The steps of STAD type cooperative learning model in improving writing skill description are: 1) convey the purpose and motivate students, 2) Present information, 3) Organize students in cooperative group, 4) guide group work and study, 5 ) Evaluation, and 6) Awarded. So the conclusion of descriptive writing skill can be improved by using STAD type cooperative learning model.keyword : cooperative type STAD, descriptive writing skill
PEMBELAJARAN TEKS FABEL BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA SISWA KELAS VII.A1 SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Putu Dianty Dewi; ., Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) kendala-kendala yang dialami guru dalam pembelajaran teks fabel berdasarkan Kurikulum 2013 di SMP Negeri 4 Singaraja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa bahasa Indonesia kelas VII.A1. Objek penelitian yaitu (1) rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3) kendala-kendala yang dialami guru. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan motode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) alokasi waktu pada rencana pembelajaran 2 x 40 menit tidak sesuai dengan silabus, (2) guru menerapkan langkah-langkah yang tidak sesuai dengan pendekatan berbasis teks, (3) pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai dengan rencana pembelajaran, guru meminta siswa berdiskusi di luar kelas, (4) kendala yang dialami, guru belum memahami pendekatan pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini meliputi, (1) rencana pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan silabus, (2) pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan pendekatan yang diterapkan, meskipun pada perencanaan tidak sesuai, (3) kendala yang dialami guru adalah keterbatasan pengetahuan mengenai pendekatan pembelajaran. Peneliti penyarankan (1) guru perlu menyusun RPP sesuai dengan pedoman penulisan, langkah-langkah pembelajaran harus sesuai dengan pendekatan pembelajaran, dan pelaksanaan sesuai dengan RPP, (2) kepala sekolah perlu memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan, (3) peneliti lain hendaknya melakukan penelitian dengan kajian yang lebih luas.Kata Kunci : pembelajaran, teks, fabel, kurikulum 2013 This research has purposes to describe (1) the lesson plan, (2) learning activity, (3) the obstacles which happen to the teacher in learning fable text based on the Curriculum 2013 at SMP Negeri 4 Singaraja. The research design which is used is descriptive qualitative design. The subjects of the research are the teacher and the Indonesian students of VII A1. The objects of the research are (1) the lesson plan, (2) learning activity, (3) the obstacles which happen to the teacher. The research data are collected through documentation method, observation, and interview. The technique of data analysis in this research are data reduction, data display, and conclusion. The results of the research show that (1) the time allotment on the lesson plan (2 x 40) is not appropriate to the syllabus, (2) the steps which are applied by the teacher are not appropriate to the text-based approach, (3) the learning activity is not appropriate to the lesson plan, the teacher asks the students to discuss outside the classroom, (4) the obstables which happen to the teacher, the teacher cannot understand the learning approach. The results of this research are, (1) the lesson plan is not appropriate to the syllabus yet, (2) the learning activity which is done has been appropriate to the approach which is already applied, although on the planning is not appropriate, (3) the obstacles which happen to the teacher is the knowledge limitation of the learning approach. The researcher suggests (1) the teacher needs to arrange the lesson plan based on the writing guideline, the learning steps should appropriate to the learning approach, and the implementation should appropriate to the lesson plan, (2) the headmaster should give a chance to the teacher to join the training, (3) the other researchers should do a research with a broaden study.keyword : learning, text, fable, Curriculum 2013
PELAKSANAAN PEMBBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRAKTIK LANGSUNG UNTUK SISWA BIPA BEGINNER CLASS DI YAYASAN CINTA BAHASA INDONESIAN LANGUAGE SCHOOL ., I Made Artayasa; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11611

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA pada jenjang kelas Beginner dan siswa BIPA pada jenjang kelas Beginner di Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menggunakan metode praktik langsung untuk siswa BIPA Beginner Class di Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran BIPA menggunakan metode praktik langsung perlu dimaksimalkan lagi, karena terdapat komponen-komponen pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang belum sesuai. (2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah berlangsung baik dan sesuai RPP sehingga dapat membantu pebelajar berkomunikasi secara langsung dengan penutur asli bahasa Indonesia. (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar belum sepenuhnya memenuhi sasaran dalam kegiatan evaluasi, karena pengajar hanya menggunakan teknik evaluasi nontes saja.. Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, menggunakan metode praktik langsung, bahasa Indonesia, BIPA ABSTRACT This study aims to (1) describe learning planning using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School, (2) to describe the implementation of learning learning using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School, and (3) to describe learning evaluation using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School. This research uses descriptive qualitative research design. Subjects of this study were BIPA teachers in beginner class and BIPA students at beginner class at Yayasan Cinta Bahasa Indonesia Language School and the object of research is planning, implementation, and evaluation of learning using hand’s on learning method for BIPA Beginner Class students at Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School. The method used to collect data is the method of observation, documentation, and interview. The results of this study indicate that (1) BIPA learning plan using hand’s on learning method needs to be maximized again, because there are components in the lesson plan of learning implementation (RPP) that is not yet appropriate. (2) the implementation of BIPA learning conducted by the teachers has been going well and according to the RPP so that it can help the learners communicate directly with native speakers of the Indonesian language. (3) BIPA learning evaluation conducted by teachers has not fully met the objectives in the evaluation activities, it is because the lecturer only uses non nontes evaluation techniques. keyword : implementation of learning, using hand’s on learning method, Indonesian language, BIPA
PEMANFAATAN PORTAL/WEB E-LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA Lailia, Firda; Utama, I Dewa Gede Budi; Wisudariani, Ni Made Rai
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i1.20263

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan e-learning pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesi kelas XI dan siswa kelas XI (XI IPA 2 dan XI IPA 3). Objek penelitian ini adalah pemanfaatan e-learning. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan angket. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan, penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan e-learning pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Singaraja dilakukan dengan memanfaatkan 3 portal/web (Rumah Belajar, Edmodo, dan Email).
PEMOSISIAN DAN PENCITRAAN AKTOR BERITA-BERITA RENCANA REKLAMASI TELUK BENOA DALAM BALI POST ., Ni Luh Gede Dhanayasa; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.7869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis pemosisian aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam Bali Post dan (2) mendeskripsikan dan menganalisis pencitraan aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam Bali Post. Penelitian dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan berita-berita rencana reklamasi Teluk Benoa dalam harian Bali Post sebagai subjek penelitian. Lingkup penelitian ini hanya pada berita Bali Post yang memuat berita- berita rencana reklamasi Teluk Benoa sejak Januari sampai April 2015. Sementara itu, objek penelitian ini adalah pemosisian dan pencintraan aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam harian Bali Post. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik baca-catat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif mengikuti teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemosisian aktor Bali Post menggunakan strategi eksklusi dengan uraian 6 pasivasi; 3 nominalisasi serta strategi inklusi dengan uraian 5 diferensiasi; 2 abstraksi; 6 identifikasi; 12 indeterminasi-; 8 asimilasi; dan 5 asosiasi. Dari pemosisian tersebut dapat diketahui bahwa aktor yang dianggap menolak reklamasi mendapatkan citra yang positif dan aktor yang proreklamasi mendapatkan citra yang negatif. Kata Kunci : reklamasi Teluk Benoa; eksklusi; inklusi; pemosisian; pencitraan This research was aimed to (1) describe and analyze the positioning of the actor in reclamation planning of Teluk Benoa news in Bali Post and (2) describe and analyze actor’s image in reclamation planning of Teluk Benoa news which was existed in Bali Post. This qualitative descriptive research used news of Teluk Benoa reclamation planning which were existed in daily news of Bali post as the subject of the research. Scope of this research was only related to news of Teluk Benoa reclamation planning which were published since January to April 2015. Meanwhile, object of this research was actor’s positioning and imaging which was much related to the news. Documentation was the method used in collecting the data which was done using reading-taking note technique. The data was analyzed by using qualitative descriptive technique which adopt Miles and Huberman’s analysis technique. This result of the research showed that in actor’s positioning, Bali Post used exclusion strategy which included 6 passivations, 3 nominalizations, additionally, inclusion strategy including 5 differentiation, 2 abstraction, 6 identification, 12 indeterminacy, 8 assimilation, and 5 association. From those positioning, it can be concluded that actor who refused reclamation got positive image and those who accepted reclamation got negative image. keyword : Teluk Benoa reclamation; exclusion, inclusion, positioning, imaging
Pembelajaran Menulis Puisi Berdasarkan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas X MIA 2 SMA N 1 Sukasada ., Kerta Yasa I Wayan; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum.; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14978

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskipsikan langkah-langkah operasional yang ditempuh guru dalam pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2 SMA N 1 Sukasada, (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2 SMA N 1 Sukasada, (3) mendeskripsikan hambatan-hambatan yang yang dihadapi oleh guru dalam mengelola pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2 SMA N 1 Sukasada. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan beberapa metode yakni (1) metode observasi untuk mengamati langkah-langkah operasional yang ditempuh guru dalam pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2. (2) metode dokumantasi untuk mengumpulkan data berkaitan dengan tingkat kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2, (3) metode wawancara untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam mengelola pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2 SMA N 1 Sukasada. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh beberapa langkah yang ditempuh guru dalam pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan kontekstual. Langkah tersebut dimulai dari memberi umpan balik, pemberian materi hingga pembelajaran menulis puisi yang berbasis pendekatan kontekstual. Tingkat kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2 SMAN 1 Sukasada menunjukkan nilai rata-rata 79 (kategori baik) dengan persentase 22,72 % siswa memperoleh nilai kategori sangat baik, 68,18% siswa memperoleh nilai kategori baik serta 9,09 % siswa memperoleh kategori cukup.Terdapat beberapa hambatan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual yaitu : (1) siswa kurang termotivasi (2) kesulitan mengondisikan kelas. Kata Kunci : Kata kunci: menulis, puisi, kontekstual This study was designed in form of descriptive qualitative. The aim of this study were (1) to describe operational steps taken by teacher in learning how to write poetry based on contextual approach in class X student MIA 2 SMA N 1 Sukasada, (2) to describe level of student ability in writing poetry based on contextual approach in class X student MIA 2 SMA N 1 Sukasada, (3) to describes the obstacles faced by teachers in managing the learning of writing poetry based on the contextual approach on the students in class X MIA 2 SMA N 1 Sukasada. The data were collected by several methods namely, (1) observation method to observe the operational steps taken by teacher in learning how to write poetry based on the contextual approach on the students in class X MIA 2. (2) Documant method to collect data related to the level of students’ ability in writing poetry based on contextual approach in X class MIA 2 students, (3) interview method to find out the obstacles faced by teacher in managing poetry writing lesson based on contextual approach in class X student MIA 2 SMA N 1 Sukasada. Based on data analysis conducted, obtained several steps taken by teacher in learning how to write poetry with contextual approach. This step begins with giving feedback, giving materials in learning how to write poems based on a contextual approach. The level of students' ability in writing poetry based on the contextual approach in the class X students MIA 2 SMAN 1 Sukasada shows the average value was 79 (good category) with the percentage of 22,72% students as the highest score categories, 68,18% students get good category value and 9.09% of students get enough categories. There are several obstacles faced by teachers in the process of learning how to write poetry based on contextual approaches were: (1) students are less motivated (2) difficulty class conditioning. keyword : Keywords: writing, poetry, contextual