Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Beberapa Dosis Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine Max (L.) Merril Pusaka, Ari; Badal, Bustari; Putra, Dewirman Prima
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/f5b97502

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh pemberian beberapa dosis mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil telah dilakukan di Desa Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Penelitian dimulai dari bulan Februari hingga Mei 2022. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis mikoriza yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah beberapa dosis mikoriza, yaitu: A= Tanpa mikoriza; B= Mikoriza 10 g/tan; C= Mikoriza 20 g/tan; D= Mikoriza 30 g/tan; E= Mikoriza 40 g/tan; F= Mikoriza 50 g/tan. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan uji F dan uji lanjut DNMRT. Pemberian beberapa dosis mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai berpengaruh berbeda nyata terhadap peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, berat 100 biji dan berat biji kering panen. Namun, tidak terdapat perbedaan yang nyata pada variabel pengamatan jumlah cabang, umur muncul bunga pertama dan umur panen. Pada penelitian pengaruh pemberian beberapa dosis mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dapat menjamin bahwa dosis yang paling baik adalah 50 g/tan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pemberian mikoriza yang disarankan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang baik yaitu 10-50 g/tan.
Pengaruh Berbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Bulbil Tanaman Porang (Amorphophallus oncophyllus P.) Yulianti, Misa; Syamsuwirman; Badal, Bustari
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/vvkpt948

Abstract

Research on the effect of various planting media on the growth of porang bulbil seedlings has been carried out in Korong Gadang Village, Kuranji, Padang, December 2021-March 2022. The study used RAL with 6 treatments and 5 replications, so 30 experimental units, each experimental unit 5 plants. Observation data were analyzed statistically by means of variance (F test). If F count > F table, continue using DNMRT. The purpose of this study was to obtain the best growing media for the growth of porang bulbil seedlings. As the treatment of various planting media, namely: Treatment A = 100% Soil; B = Soil: Rice Husk: Compost (1:1:1); C = Soil : Rice Husk : Bokashi Straw (1:1:1); D = Soil : Rice Husk : Bokashi Chicken Manure (1:1:1); E = Soil : Rice Husk : Bokashi Goat Manure (1:1:1); F = Soil : Rice Husk : Bokashi Manure (1:1:1). The results showed that various planting media on porang had significantly different effects on plant height, stem diameter, top wet weight, bottom wet weight, and bottom dry weight, giving significantly different effects on top dry weight, but not significantly different in amount. flyer. Treatment D (soil: rice husk: bokashi chicken manure (1:1:1)) was the best growing medium for bulbil porang breeding. Based on the results of the study, it is recommended to use a planting medium consisting of soil: rice husk: bokashi chicken manure (1:1:1) for porang bulbil breeding.
Pengolahan Rambut Jagung Untuk Teh Herbal Dan Strategi Pemasarannya Leffy Hermalena; Herda Gusvita; Nita Yessirita; Bustari Badal; Rera Aga Salihat; Rera Agung Syukra; Inawaty Sidabalok; Henny Puspita Sari; Rina Febrinova
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2024): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2024 - April 2025)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v5i1.1234

Abstract

Corn silk (Zea mays L.), commonly considered agricultural waste, contains bioactive compounds with potential health benefits, including flavonoids, phenols, and tannins. These compounds exhibit antioxidant properties that can help prevent degenerative diseases such as cardiovascular disorders, diabetes mellitus, and cancer. This community service program focuses on utilizing corn silk as a raw material for producing herbal tea with economic value and health benefits. The program employs participatory and collaborative approaches, involving local farmers to develop skills in production, marketing, and product quality assurance. The innovation supports sustainable health practices and contributes to local economic development by transforming agricultural waste into valuable products.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery Akibat Pemberian Urea dan POC Urine Sapi Aldo Saputra; Bustari Badal; Dewirman Prima Putra; Meriati; Yulfi Desi
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/3py6r974

Abstract

Penelitian respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery akibat pemberian urea dan POC urine sapi telah dilaksanakan di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, dengan ketinggian tempat 20 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Mei 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis urea dan dosis POC urine sapi terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Percobaan pada penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Sebagai perlakuan adalah A = 0 g urea + (0 ml/ l air) POC urine sapi; B = 10 g urea + (200 ml/ l air) POC urine sapi; C = 20 g urea + (150 ml/ l air) POC urine sapi; D = 30 g urea + (100 ml/ l air) POC urine sapi dan ; E = 40 g urea + (50 ml/ l air) POC urine sapi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan sidik ragam (uji F).Data di uji lanjut dengan menggunakan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada parameter pengamatan pertambahan tinggi tanaman dan bobot segar bagian atas, kemudian berbeda nyata terhadap bobot kering bagian atas, panjang akar, bobot segar akar dan bobot kering akar, namun tidak berbeda nyata pada parameter pengamatan pertambahan jumlah daun dan diameter bonggol. Pemberian pupuk organik yang efisien pada penelitian ini yaitu dengan dosis urea 10 g + 200 ml POC urine sapi/1 liter air menunjukkan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disarankan untuk penggunaan dosis urea 10 g + 200 ml /1air POC urine sapi.
Pengaruh Pemberian Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaies guineensis Jacq) di Pre Nursery Maelta, Andes; Meriati; Sari, Henny Puspita; Badal, Bustari; Desi, Yulfi
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/xs3ayj86

Abstract

Penelitian berjudul pengaruh pemberian bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) di prenursery, telah dilaksanakan di BSIP Provinsi Sumatera Barat yang terletak di jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang dengan ketinggian ±5 m dpl. Penelitian dimulai bulan Januari - Maret 2024. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) yang terbaik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaies guineensis Jacq) di prenursery.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok sebagai berikut : A = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 0 g/tanaman, B = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 125g/tanaman, C = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 250 g/tanaman, D = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 375 g/tanaman, E = Bokashi (Ampas Daun Gambir + Kotoran Ayam) 500 g/tanaman. Pemberian beberapa dosis bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) pada tanaman bibit kelapa sawit memberikan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap: jumlah daun, bobot kering atas, bobot segar atas, bobot kering akar, bobot segar akar dan panjang akar. Pemberian beberapa dosis bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) pada tanaman bibit kelapa sawit Berbeda nyata terhadap: tinggi tanaman. Perlakuan D = bokashi (ampas daun gambir + kotoran ayam) 375 g/tanaman memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit.
Uji Dosis POC Hijauan Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica Narinosa L.) Eldianti, Rani; Murnita; Badal, Bustari; Putra, Dewirman Prima; Afrida
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/xfg8eh18

Abstract

Penelitian “Uji Dosis POC Hijauan Tanama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L)” telah dilakukan di Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikur Koto, Kec Koto Tangah Kota Padang, dengan ketinggian ± 20 m dpl. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai dengan Maret 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dosis POC hijauan tanaman terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L). Penelitian dalam bentuk percobaan menggunakan Rancagangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan dengan dosis POC hijauan tanaman yaitu: A= 0 ml/tan; B= 10ml/tan; C= 20 ml/tan; D= 30 ml/tan; E= 40 ml/tan. Data-data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan uji F di lanjutkan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan dosis POC hijauan tanaman berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman; jumlah daun; dan lebar daun terlebar, berbeda nyata terhadap berat segar tanaman, berbeda tidak nyata pada penjang daun terpanjang. Dari penelitian yang telah dilakukan maka disarankan untuk menggunakan Dosis POC hijauan tanaman 40 ml/tan untuk tanaman sawi pagoda.