Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Keterkaitan Tingkat Stres terhadap Kejadian Emesis gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Puskesman Beruntung Raya Fifi Firnanda; Meldawati; Adriana Palimbo; Susanti Suhartati
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): Mei : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.393

Abstract

Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam terjadinya emesis gravidarum, yang berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) selama kehamilan. Data pra-penelitian di Puskesmas Beruntung Raya menunjukkan bahwa dari 190 ibu hamil trimester I pada tahun 2024, sebanyak 133 orang (70%) mengalami emesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 48 ibu hamil trimester I dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan tingkat stres sedang sebagian besar mengalami emesis gravidarum sedang (56,3%), sedangkan ibu hamil dengan stres berat cenderung mengalami emesis gravidarum berat (6,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya.
Cari Sukur (Cegah Anemia Remaja Putri dengan Susu Kurma) Untuk Mencegah Stunting Sedari Dini pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Giri Mulia Isni Renuati; Susanti Suhartati; Nita Hestiyana
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.34

Abstract

Usia remaja menurut WHO dimulai usia 12-24 tahun. Salah satu kelompok umur yang rentan mengalami anemia adalah remaja dengan prevelensi anemia dinegara berkembang adalah 27% dan 6% di negara maju. Kondisi  anemia  yang  dialami  saat  remaja  dapat meningkatkan resiko menderita  anemia  saat  hamil.  Apabila kondisi ini  tidak  ditangani  dengan  baik  akan  berisiko  terjadinya  pendarahan  saat persalinan, bayi berat badan lahir rendah, dan akhirnya melahirkan bayi stunting. Berdasarkan indikator TB/U, prevalensi pendek (stunting) secara nasional pada tahun 2023 adalah sebesar 7,1% dimana terjadi penurunan dibandingkan pada tahun 2022 (8,4%) dan 2021 (9,5%). Pada kalimantan selatan didapatkan 8 prevalensi (stunting) pada tahun 2023 sebanyak (8,7%) dimana terjadi penurunan dibandingkan pada tahun 2022 (9,3%) dan 2021 sebanyak (10,4%). Berdasarkan data tersebut penulis melakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk mencegah stunting  sedari dini pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Giri Mulia.
Studi Deskriptif Jenis Anemia Berdasarkan Mean Corpuscular Haemoglobin (Mch) Pada Ibu Hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap Kabupaten Tanah Laut Izatil Afifah; Istiqamah Istiqamah; Iwan Yuwindry; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1064

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan hasil data World Health Organization (WHO) sebesar 38,2% Ibu hamil yang mengalami anemia di dunia. Di Indonesia, ibu hamil dengan kadar Hb di bawah 11 g/dl presentase sebesar 30% dari populasi ibu hamil, sedangkan kadar Hb di bawah 7 g/dl (anemia berat) sebesar 0,5%. Data-data ibu hamil dengan anemia menunjukkan bahwa anemia masih memerlukan penanganan di Indonesia. Kadar Hb anemia diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu anemia berat, anemia sedang, dan anemia ringan. Konsentrasi Hb selama kehamilan akan menurun. Mean Corpuscular Haemoglobin (MCH) merupakan indeks eritrosit yang dapat dinilai untuk menentukan jenis anemia, yaitu anemia hipokromik mikrositik <28 pg (menurun), anemia normokromik normositik 28-34 pg (normal). Tujuan: Mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscular haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap, Kabupaten Tanah Laut, tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuatitatif yang bertujuan mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscolar haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur tahun 2023. Hasil: Sebanyak 118 sampel, anemia ringan (51,7%, n=61), anemia sedang (48,3%, n=57), dan tidak ditemukan anemia berat. Gambaran jenis MCH (menurun) anemia hipokromik mikrositik (100%, n=118); tidak ditemukan anemia normokromik normositik maupun anemia makrositer. Berdasarkan indeks eritrosit menunjukan anemia hipokromik mikrositik memiliki presentase terbanyak dan nilai hb anemia ringan dengan presentase tebanyak. Simpulan: Penelitian ini merupakan hasil pemeriksaan anemia pada ibu hamil berdasarkan pemeriksaan indeks eritrosit (MCH) di RSUD KH. Mansyur Kintap 2023 sebagian besar mengalami anemia ringan dan anemia hipokromik mikrositik.
Penjaringan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru Izatil Afifah; Istiqamah Istiqamah; Iwan Yuwindry; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1065

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) yang <23,5 cm. Komplikasi pada ibu hamil KEK bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada janin, yaitu terjadinya anemia, persalinan sebelum waktunya, keguguran, anemia pada bayi, dan BBLR. Kabupaten Banjar berada di urutan kesepuluh dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Puskesmas Beruntung Baru pada tahun 2023 memiliki sasaran ibu hamil sebanyak 283 orang dan sasaran ibu hamil KEK sebanyak 33 orang. Ibu hamil KEK dari Januari sampai Juni tercatat sebanyak 23 orang. Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah ceklis. Analisis data secara univariat. Hasil: Berdasarkan hasil distribusi frekuensi umur mayoritas tidak berisiko 20-35 tahun sebanyak 19 orang (63,3%0, distribusi frekuensi paritas mayoritas multipara sebanyak 10 orang (33,3%), distribusi frekuensi jarak kehamilan mayoritas ≥2 tahun sebanyak 19 orang (63,3%), distribusi frekuensi pemeberian makanan tambahan mayoritas ibu hamil yang tidak diberikan makanan tambahan sebanyak 25 orang (83,3%) dan distribusi frekuensi kunjungan ANC mayoritas sesuai dengan usia kehamilan sebanyak 18 orang (60%). Simpulan: Berdasarkan karakteristik umur, paritas, dan jarak kehamilan, saling berkaitan dengan terjadinya ibu hamil kekurangan energi kronik. Pemberian makanan tambahan dan kunjungan ANC.
Analisis Peningkatan Gizi Ibu Hamil dengan Pemberian PMT Berbasis Pangan Lokal Ibu Hamil dengan KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Mataraman Anisyah Anisyah; Susanti Suhartati; Siti Noor Hasanah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1071

Abstract

Pendahuluan: Penyebab KEK pada ibu hamil disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Penyebab tidak langsung adalah persediaan makanan tidak cukup, pola asuh yang tidak memadai dan kesehatan lingkungan serta pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi ibu hamil adalah memberikan makanan tambahan. Tujuan: Program PMT bagi ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi agar kebutuhan gizi ibu hamil dapat terpenuhi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami KEK di Puskesmas Mataraman sejumlah 10 orang. Data ini berupa data berat badan dan LILA pada ibu hamil dengan KEK. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Rata-rata berat badan sebelum diberikan PMT Berbasis Pangan lokal adalah 45,58 kg dan sesudah diberikan PMT Berbasis Pangan Lokal meningkat menjadi 47,81 kg. Rata-rata LILA sebelum diberikan PMT Berbasis Pangan Lokal adalah 21,44 cm dan setelah diberikan PMT Berbasis Pangan Lokal meningkat menjadi 22,82 cm. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan berat badan dan ukuran LILA setelah diberikan PMT berbasis pangan lokal. Simpulan: Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal meningkatkan status gizi ibu hamil dengan status KEK
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (Fe) Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Makmur Heldawati; Frani Mariana; Novalia Widiya Ningrum; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1246

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil sering terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dan meningkatnya kebutuhan fisiologis selama kehamilan. Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab utama anemia pada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Metode: Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II–III sebanyak 35 orang dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Ibu yang tidak patuh mengonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 14 orang (40%), sedangkan yang tidak anemia sebanyak 5 orang (14,3%). Pada ibu yang patuh mengonsumsi tablet Fe, sebanyak 12 orang (34,3%) tidak mengalami anemia dan 4 orang (11,4%) mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,004 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil. Simpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara benar dan teratur.