Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DIAGRAM ALIR BERSEGITIGA UNTUK MEMINIMASI JARAK MATERIAL HANDLING DI PT. AT OCEANIC OFFSHORE Hasan Habibi; Vera Methalina Afma; Zaenal Arifin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.309 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.333

Abstract

PT. AT Oceanic Offshore adalah perusahaan asing yang bergerak di bidang alat angkat, perusahaan asing ini di setiap proses produksinya dari awal proses sampai proses penyelesaianya terdapat material hadling, yaitu semua perpindahan materialnya dilakukan dengan bantuan alat dan  secara manual, yaitu dibawa oleh pekerja dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja yang lain dengan bantuan alat, berupa Forklift, Trolly dan Pallet Jack seperti perpindahan material dari gudang ke pengukuran serta pemotongan dengan jarak 98 meter, area pengukuran serta pemotongan ke splicing dengan jarak 18 meter, area splicing ke pull test denga jarak 20 meter, area pull test ke visual dengan jarak 3 meter, area visual dengan penggulungan dengan jarak 9 meter dan area penggulungan dengan pengepakan dengan jarak 12 meter. Permasalahan yang dihadapi di PT. AT Oceanic Offshore saat ini dalam hal tata letak fasilitasnya antara stasiun kerja satu ke stasiun kerja yang lainya terdapat jarak yang cukup jauh dan waktu perpindahan materialnya juga membutuhkan waktu yang lama seperti halnya dari gudang material ke area produksi hingga produk jadi membutuhkan waktu 1036 detik sedangkan dari assembly hingga proses pengangkatan ke gudang membutuhkan waktu 2340 detik diamati dari adanya perpindahan material yang bersilang dari stasiun 1 ke stasiun 2 adanya jumlah waktu operasional alat material handling yang melebihi waktu normal operasionalnya sehingga dalam hal ini di PT. AT Oceanic Offshore terdapat banyak waktu terbuang hanya pada proses perpindahan materialnya di sebabkan oleh jarak.Tujuan dari perancangan tata letak ini yaitu untuk merancang ulang tata letak mesin pada proses Assemblly Wire Rope Sling di PT. AT Oceanic Offshore untuk mengurangi jarak Material Handling. Metode yang di gunakan adalah Diagram Alir Bersegitiga yaitu merupakan metode yang menggabungkan metode pembentukan dengan metode perbaikan di mana tata letak awal dibuat dengan metode pembentukan dan untuk perbaikannya dilakukan dengan menggunakan metode perbaikan dan metode yang dapat digunakan untuk merancang ulang tata letak dengan menggunakan input data Flow Card.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa layout usulan yang dirancang lebih baik dari layout awal, terjadi penurunan dari 172 meter maka dengan menggunakan Diagram Alir Bersegitigaadalah sebesar 150 meter.  Kata kunci : Tata Letak Produksi, Flow Card, Diagram Alir Bersegitiga
DESAIN ALAT PENGHITUNG IC (Intergated Circuit) DENGAN METODE QFD UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PENGHITUNGAN PARTIAL UNIT IC (STUDI KASUS PT. INFINEON TECHNOLOGIES BATAM) Untung Prayogi; Vera Methalina Afma; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.167 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2488

Abstract

PT. Infineon Technologie adalah perusahaan semikonduktor, produk yang dihasilkan berupa IC (Integrate Circuit), didalam  perusahaan  tersebut terdapat proses trimfrom dimana proses tersebut merupakan proses pemotongan material yang berbentuk leadfream menjadi unit IC, dimana tempat untuk material unit adalah tube, satu tube berisi 60 unit IC, sedangkan material yang masuk kedalam tube tidak selalu penuh, Jika didapatkan tube yang tidak penuh maka operator harus melakukan perhitungan tube secara manual, untuk mengetahui jumlah IC dalam tube tersebut. Proses perhitungan manual ini memerlukan waktu sekitar 2 menit, proses perhitungan manual ini menyebekan oprator sering mengalami kesalahan dalam perhitungan, oleh karna itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat bantu perhitungan Parcial unit, untuk mempercepat dalam proses perhitungan unit IC.                   Perancangan alat penghitung partial IC menggunakan metode QFD dilakukan karena, QFD dapat membuat produk berdasarkan keinginan serta kebutuhan para pengguna. Perancangan produk dengan metode QFD membutuhkan customer voices untuk menyusun matriks pada House of Quality. Kebutuhan primer bagi para pengguna yang didapat dari customer voices ini intinya akan akan dijadikan dasar untuk merancang alat penghitung partial IC. Setelah melakukan perancangan alat penghitung parsial IC kemudian di rancang lagi menggunakan drawing.                Hasil dari penelitian ini adalah alat bantu penghitungan, dimana opetrator tidak lagi melakukan penghitungaan manual satu persatu, tinggal menjajarkan alat penghitung dengan partial unit langsung mengetahui jumlah partial IC yang ada didalam tube tersebut. Proses ini lebih cepat dari sebelumnya memerlukan waktu 2 menjadi 10 detik. 
ANALISA PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DENGAN METODE VSM (VALUE STREAM MAPPING) UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN WAKTU (STUDI KASUS UD. ALMAIDA) O.K Abdul Rahman Damanik; Vera Methalina Afma; Benedikta Anna Haulian Siboro
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 1 (2017): PROFISIENSI JUNI 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.929 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i1.1148

Abstract

Kelancaran produksi sangat penting untuk mencapai target yang ingin dicapai oleh produsen secara efisien. Hal ini dilakukan juga pada pada UD Almaida  yang memproduksi furniture. Dalam proses produksi UD. Almaida masih banyak proses produksi yang menghabiskan banyak waktu produksi (waste), mulai dari awal pengerjaan hingga pada saat pengiriman produk ke costumer terutama masih tingginya proses yang mengalami lead time, peralatan dan mesin yang tidak memenuhi kapasitas produksi.Tujuan penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan dalam mengurangi pemborosan yang terjadi di UD.Almaida.  Metode penelitian ini adalah value stream mapping (VSM) yang akan memetakan nilai setiap aktivitas pada setiap proses produksi yang terjadi bertujuan untuk mengetahui aktivitas yang  memberikan nilai tambah (value added) dan yang tidak memberikan nilai tambah (non value added) serta dapat memberikan usulan perbaikan dengan future state map untuk mengurangi waste waktu yang terjadi pada aktivitas proses produksi pintu panel petak 7.Hasil dari penerapan dengan pendekatan lean manufacturing menggunakan tool value stream mapping dan menerapkan usulan perbaikan, dimana analisa tersebut membandingkan analisa current state map dengan future state map. Hasil dari penelitian ini mendapatkan hasil analisa current state map untuk aktivitas value added  sebesar 5532 detik (49%) dan aktivitas non value added sebesar 5700 detik (51%), sedangkan hasil analisa future state map untuk aktivitas value added sebesar 5524 detik (75%) dan aktivitas non value added sebesar 1845 detik (25%).
PERANCANGAN MEJA BANTU UNTUK MENGURANGI RISIKO LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA BAGIAN PROSES PENGEPRESAN DI UKM MJ Khairudin Khairudin; Annisa Purbasari; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.246 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3338

Abstract

UKM MJ adalah home industri yang memproduksi jersey dan kaos. Salah satu proses produksi di UKM tersebut yaitu proses pengepresan produk yang menggunakan mesin press. Mesin press masih dioperasional secara sederhana yanng ditempat pada lantai produksi dan tanpa alat bantu. Ukuran mesin press memiliki panjang dan lebar sebesar 60 x 60 cm, sedangkan tingginya sebesar 15 cm. Selama proses tersebut berlangsung, pekerja bekerja dengan postur membungkuk, terjadi tekukan pada kedua kaki, kerja monotoni dan berulang yang membutuhkan waktu kerja antara 1-3 jam, sehingga timbulnya keluhan nyeri pada pinggang, pinggul dan mempengaruhi performansi kinerja pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang meja kerja yang akan membantu proses kerja serta mengurangi nyeri pada tubuh. Pada penelitian ini menggunakan metode kuesioner Low Back Pain (LBP). Dan untuk perancangan meja berdasarkan data antropometri kesemua karyawan. Dari kajian menggunakan kuesioner LBP menunjukan bahwa adanya penurunan persentase pada tingkat selalu dari hasil tingkat sebelumnya 3% menjadi 0%, untuk tingkat keluhan sering dari 27% menjadi 0%, untuk keluhan kadang-kadang dari 42% menjadi 10%, dan untuk keluhan jarang sama 23%, dan untuk keluhan tidak pernah dari 5% menjadi 67%. Dari hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa menggunakan perancangan meja bantu dengan ukuran panjang meja 50 cm, lebar 70cm, dan tinggi 80cm, mampu meminimalisir mengurangi resiko LBP.
EVALUASI MENARA TELEKOMUNIKASI TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DI KOTA BATAM M.Daud M.Daud; Petra Paulus Tarigan; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.108 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i1.311

Abstract

Penelitian ini adalah salah satu strategi dalam menentukan titik-titik pembangunan menara telekomunikasi yang akan dibangun di Kota Batam, melalui Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam yang telah ditunjuk oleh pemerintah Kota Batam dalam menanggani masalah pembangunan menara telekomunikasi yang berada di wilayah Kota Batam dan sekitarnya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penataan pembangunan menara telekomunikasi, hambatan, serta peluang penataan dan pembangunan menara di kota Batam. Analisis SWOT digunakan agar efektivitas dan efisiensi dalam pengunaan lahan dan penataan kota bisa tercapai. Penelitian ini mengunakan data observasi dari berbagai sumber, baik data dari Badan kominfo Kota Batam, kuesioner, wawancara, perpustakaan, dan internet.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa evaluasi menara telekomunikasi terpadu dengan mengunakan analisis SWOT di Kota Batam belum tertata dengan baik, masih banyaknya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan penertiban menara telekomunikasi dan akibat pesatnya industri telekomunikasi di Kota Batam, maka permintaan akan lahan untuk pembangunan menara telekomunikasi terpadu semakin tinggi, sehingga dengan keterbatasan lahan yang ada di Kota Batam maka pembangunan menara tersebut bisa di alihkan ke wilayah Hinterland.Kata Kunci: Menara Telekomunikasi, SWOT
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI KERUPUK LEBAR BAROKAH DENGAN METODE FULL COSTING Kusmanto Kusmanto; Dadang Redantan; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.569 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.334

Abstract

Usaha Kerupuk Lebar Barokah adalah salah satu Usaha Home Industry di Daerah Kecamatan Batu Aji, kegiatannya memproduksi kerupuk yang kemudian dikemas dan dipasarkan ke warung-warung di Wilayah Kecamatan Batu Aji dan Kecamatan Sagulung.Usaha Kerupuk Lebar Barokah memproduksi dan memasarkan kerupuk sebanyak 600 bungkus setiap minggu  dengan harga jual ke warung sebesar Rp 2500.-/bungkus, sedangkan pedagang/warung menjual Rp 3000.-/bungkus. Menurut pemilik Home Industry Kerupuk Lebar Barokah biaya produksi yang dikeluarkan untuk satu bungkus kerupuk sekitar Rp 2000.-/bungkus, Harga jual Rp 2500.-/bungkus. Sehingga keuntungannya Rp 500.-/bungkus. Perhitungan biaya produksi yang dilakukannya adalah dengan menjumlahkan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, sementara biaya overhead tidak diperhitungkan. Biaya overhead meliputi biaya bahan penolong,biaya peralatan, biaya listrik dan biaya sewa gedung. Hal ini yang menurut penulis menjadi permasalahan, bahwa perhitungan biaya pokok produksi yang dilakukan oleh pemilik usaha kerupuk lebar barokah tidak akurat, sehingga untuk mempertahankan keuntungan yang diinginkan tidak relevan lagi. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya produksi tersebut adalah metode full costing. Perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing adalah dengan menjumlahkan semua biaya yang dibebankan dalam kegiatan produksi baik biaya tetap maupun biaya variabel, dengan unsur-unsur biaya produksi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,biaya overhead pabrik variabel, biaya bahan penolong, biaya listrik dan sewa gedung serta biaya depresiasi peralatan.Penghitungan harga pokok produksi kerupuk lebar barokah yang meliputi biaya per tahun: biaya bahan baku sebesar Rp 33.020.000.-, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 28.800.000.-, biaya overhead pabrik variable Rp 0.-, biaya overhead pabrik tetap yang terdiri dari biaya bahan penolong/tambahan sebesar Rp 5.665.000.-, biaya listrik dan sewa gedung sebesar Rp 2.700.000.-,biaya depresiasi peralatan sebesar Rp 1.383.667.- dan jumlah produksi selama satu tahun sebanyak 31.200 bungkus. Hasil perhitungan harga pokok produksi kerupuk lebar barokah dengan metode full  costing adalah Rp 2.294.-/bungkus. Kata kunci: harga pokok produksi, metode full costing,biaya overhaead,depresiasi peralatan.
ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI PADA LINI PRODUKSI BARU FORD P702 HVPO DENGAN PENDEKATAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (STUDI KASUS DI PT CSB) Vera Methalina Afma; Edi Sumarya; Aman Sutrisno
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 2 (2021): PROFISIENSI DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.896 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i2.3674

Abstract

ABSTRACTThis research is to analyze capacity requirements and availability on the production line. This research in PT CSB project FORD P702 HVPO production line. Data analysis used the Rough Cut Capacity Planning (RCCP) method by measuring work (time study), forecasting, aggregate planning, master production schedule and capacity analysis with RCCP.Based on research,  standard time is 745 seconds / unit for new prodject FORD P702 HVPO. The best forecasting method  is use Single Moving Average with an MAD error value of 0.04 and MSE error value of 0.021. Aggregate planning calculation results is 27144 units per year with cost of Rp 49,563,348 per year. And the conclusion is the capacity of the FORD P702 HVPO production line is sufficient and feasible to meet customer needs. This research is calculated based on the total production capacity of 19,958,400 seconds per unit in 1 year and the total required capacity of 18,618,775 seconds per unit in 1 year.
MENURUNKAN COST OF QUALITY PADA PROSES CUTTING AND CRIMPING DI MESIN OPR-RS 6W PADA PT. SUMITOMO WIRING SYSTEM BATAM INDONESIA Poniman Poniman; Nandar Cundara; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.345 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.335

Abstract

PT. Sumitomo Wiring System Batam Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perakitan kabel (wire) untuk produk mobil yang bermerk TOYOTA dan MITSUBISHI yang berpusat di Negara Jepang.Pada salah satu proses produksi yaitu cutting dan crimping selalu ada material defect yang di hasilkan oleh mesin OPR-RS 6W yang sudah berumur sekitar 10 tahun sejak pertama kali di gunakan oleh PT.SWSBI. Mesin tersebut dalam kondisi setengah pakai second) dari salah satu perusahaan wiring system yang ada di Jepang.Sebagai salah satu perusahaan kelas dunia PT.SWSBI tidak ada henti-hentinya untuk melakukan improvement.Hal ini dilakukan untuk bisa bertahan dalam menghadapi setiap persaingan yang semakin ketat.Terutama untuk masalah kualitas dan kuantitas.Masalah kualitas di pelanggan adalah hal yang sangat ditakuti oleh semua pihak di PT.SWSBI.Hal ini sangat beralasan karena jika misalnya kita membeli wiring harnes dan ternyata tidak terpasang terminal maka tidak terjadi sambungan arus listrik dan mobil tidak bisa bekerja dengan maksimal dan bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tidak terpasangan terminal dengan metode Lean Manufacturning. Lean Manufacturing adalah metode yang cocok digunakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi tingkat pemborosan terutama pada wire yang defect disamping itu juga diperlukan Otomasi Industri yang didalamnya terdapat alat bantu yang bisa digunaka pada mesin OPR-RS 6W yaitu suatu alat yang berbasis PLC.Dalam hal ini alat tersebut adalah sebuah sensor yang dapat mendeteksi suatu defect (dalam hal ini defect no terminal). Dengan menggunakan metode Lean Manufakturing dan Otomasi Industri maka membantu perusahaan dalam mengurangi jumlah defect yang lolos ke inspection cutting and crimping maupun ke proses lain yang saling berkaitan (proses-proses yang ada di perusahaan) sesuai yang ditargetkan oleh perusahaan dan lebih penting lagi dapat mencegah custumer claim. Hasil penelitian dari penulis yang lakukan dapat mengurangi defect no terminal yang lolos ke inpection cutting dan crimping kurang dari 75% sudah bisa terlaksana. Kata Kunci: Lean Manucturing, mesin OPR-RS 6W, Menurunkan Cost of Quality
PERSEPSI PROSES SELEKSI DAN PENEMPATAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. EUROLLENCE PLASTIC INDONESIA Ardiansyah Hutasuhut; Petra Paulus Tarigan; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.536 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i1.208

Abstract

Penempatan karyawan harus berpedoman pada prinsip “The right man in the right place and the right manbehind the right job”.Prinsip penempatan yang tepat harus dilakukan secara konsekuen supaya karyawan dapatbekerja sesuai dengan spesialisasinya atau keahliannya masing-masing. Dari data perusahaan bahwa masih banyakkendala dan target yang tidak tercapai akan penempatan karyawan yang tidak sesuai dengan pekerjaan yangmencakup job description danjob specification.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proses seleksi terhadap kinerja karyawan yang dilaksanakanoleh PT. Eurolence Plastic Indonesia. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah kuisioner yang berisi biodataresponden, pernyataan mengenai proses seleksi karyawan, pernyataan-pernyataan mengenai proses penempatankaryawan dan pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan kinerja karyawan. Kuisioner diolah dalam ujivaliditas, reliabilitas dan korelasi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh proses seleksi terhadap kinerja karyawan yangdilaksanakan oleh PT. Eurolence Plastic Indonesia, dengan nilai korelasi X1 terhadap Y adalah 0.441. Adanyapengaruh proses penempatan terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dengan nilai korelasi X2 terhadap Y adalah0.708. Selain iu adanya pengaruh proses seleksi dan penempatan terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dengannilai Fhitung (26.727) F tabel (3.25) sehingga disimpulkan terjadi pengaruh positif yaitu semakin ketat, cermat,teliti, jujut, dan tepat pada proses seleksi dan penempatan karyawan.Kata kunci : proses seleksi, proses penempatan, kinerja karyawan, korelasi ganda
PERANCANGAN ALAT BANTU PENGULITAN KAMBING MENGGUNAKAN METODE REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT) UNTUK MENGURANGI MSDs Vera Methalina Afma; Bambang Wahyu Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3912.704 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2482

Abstract

                                                             ABSTRAKCV. Jagal Utama merupakan salah satu tempat pemotongan hewan otorita batam yang proses pemotongannya masih di lakukan secara manual, salah satu kegiatan berupa proses pengulitan kambing, Kegiatan pengulitan bahan baku kambing ini dilakukan dengan cara memotong dengan jongkok sebanyak 20%, membungkuk 30% dan juga terkadang berdiri dengan sebanyak 50% menggunakan alat bantu pisau dengan pengulangan lebih 10 kali sehingga menimbulkan adanya keluhan pegal-pegal di bagian punggung sebanyak 60% dan di bagian pinggang ke bawah  sebanyak 40% oleh pekerja.Pada penelitian ini, maka dilakukan perancangan alat pengulitan bahan baku yang tepat sehingga mampu mengurangi penggunaan tenaga yang berlebihan dan Musculoskelatel Disorders (MSDs) sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan memperbaiki postur pekerja. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis keluhan yaitu dengan menggunakan metode REBA ( Rapid Entire Body Assessment ).Berdasarkan Analisa data menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) diperoleh nilai sangat sakit 30%, sakit 25%, agak sakit 17% dan tidak sakit 28%, total bagian sakit 72% dan nilai rata-rata REBA awal sebesar 7.40 dengan rata-rata skor pekerja 4 pada posisi badan  punggung membungkuk lebih dari 60⁰ sehingga menyebabkan keluhan Musculoskelatel disorders (MSDs) maka perlu adanya rancangan alat untuk mengurangi resiko tersebut. Perancangan alat bantu pengulitan kambing mengunakan data antropometri pekerja yaitu untuk tinggi alat pengulitan 250 cm dari Tinggi Bahu Berdiri (TBB), lebar alat pengulitan kambing 150 cm dari Lebar Bahu (LB), tinggi tali pengikat 160 cm dari Tinggi Pinggang Berdiri (TPB), tinggi kambing 78 cm dari tinggi Lutut Berdiri (LB), titik tengah alat pengulitan 75.37 cm dari Jangkauan Tangan Kedepan (JTK) dan pegangan pisau pengulitan 2 cm dari Diameter  Genggaman Tangan (DGT).