Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PENERAPAN MESIN TERINTEGRASI DENGAN METODE FULL COSTING DI UKM TAHU PAK UDIN Esrina Hadamean Nainggolan; Vera Methalina Afma; Edi Sumarya
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): PROFISIENSI JUNI 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.509 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i1.2476

Abstract

UKM Tahu Pak Udin adalah salah satu usaha di Daerah Kecamatan Batu Aji, kegiatannya memproduksi  tahu putih yang kemudian 80% nya dijadikan tahu goreng dan dipasarkan ke berbagai wilayah sekitarnya. Dalam proses produksi pada ukm ini masih terbilang sederhana dimana kegiatan produksi dilakukan secara manual. Maka diterapkan suatu mesin yang terintegrasi yaitu pemasangan mesin pada proses perebusan ke proses penyaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa harga pokok produksi tahu sebelum dan sesudah penerapan mesin terintegrasi dengan metode Full Costing.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi pada UKM Tahu Pak Udin dengan metode Full Costing terdapat perbedaan hasil. Harga pokok produksi sebelum penerapan mesin terintegrasi terdapat dua harga pokok produksi yaitu untuk tahu putih sebesar Rp 149.44 dan tahu goreng sebesar Rp 182.77. Setelah penerapan mesin terintegrasi untuk tahu putih sebesar Rp 134.52 dan tahu goreng Rp 164.52. Harga pokok setelah penerapan mesin terintegrasi lebih rendah dibanding sebelumnya dikarenakan kuantitas produksi meningkat setelah penerapan mesin terintegrasi. 
PERANCANGAN ULANG ALAT POTONG WIRE (AIR NIPPER) UNTUK MENCAPAI PERMINTAAN KONSUMEN DI PT. SUMITOMO WIRING SYSTEM BATAM INDONESIA Crisantus Lawrensius Tongan Sitorus; Vera Methalina Afma; Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.184 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.331

Abstract

Dewasa ini dunia industri sangatlah berkembang, khususnya industri manufactur, seperti memaksimalkan keuntungan, memaksimalkan kemakmuran, memaksimalkan penjualan, memaksimalkan output. Ditengah meningkatnya permintaan, biaya-biaya yang harus dikeluarkan pengusaha, seperti gaji karyawan (biaya over time yang meningkat), biaya material, biaya produksi danpermitaan konsumen terhadap yang semakin banyak peminatnya (5.400.000 pcs wire dengan ukuran 30 cm). Namun proses pemotongan wire di PT. Sumitomo Wiring System Batam Indonesia, hanya bisa memenuhi permintaan konsumen 96% dari permintaan keseluruhan. Kebutuhan konsumen yang tidak dapat terpenuhi oleh perusahaan sehingga perlu dilakukanperancangan ulang mesin yang sudah ada, untuk mencapai kebutuhan konsumen.Tujuan penelitian ini adalah Merancang alat potong wire di area pemotongan wire.Data yang diambil berupa dailyproduction report, montly production report, data permintaan serta dokumen-dokumen lainnya yang berhubungan dengan perencanaan kapasitasHasil penelitian menunjukkan bahwa Pada mesin Air Nipper yang aktual (belum dilakukan perancangan), yang berubah pada mesin tersebut (setelah dilakukan perancangan) adalah ukuran cover, penambahan alat pengupas, penambahan plate pengukur wire, penambahan tempat sampah pada cover wire. Dengan desain mesin Air Nipper yang baru ini dapat menghasilkan output 5.832.000 per tahun, dibandingkan sebelum mesin air nipper didesain hanya menghasilkan output 5.190.000 pertahun.  Kata kunci : penjualan, desain mesin Air Nipper, output,kebutuhan konsumen
PERANCANGAN PANGGUNG RUANG BELAJAR ERGONOMI DI RUANG A101 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN Kasmianto Kasmianto; Benedikta Anna Haulian Siboro; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 2 (2018): PROFISIENSI DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.654 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i2.1619

Abstract

Ruang kuliah merupakan tempat yang penting dalam kegiatan belajar dan mengajar disuatu perkuliahan. Fakultas Teknik UNRIKA yang memiliki kapasitas maksimal 40 mahasiswa. Ruangan belajarnya memiliki permasalahan  yaitu terganggunya pandangan mahasiswa yang duduk pada bangku kedua, ketiga dan seterusnya hingga barisan terakhir kearah depan atau papan tulis yang diakibatkan terhalang posisi duduk mahasiswa yang duduk didepannya sehingga menjadi  kurang nyaman, sehingga perlu solusi pemecahanya dengan sebuah rancangan panggung yang nyaman dan aman. Metode perancangan panggung dalam penelitian ini menggunakan kaidah Ergonomi dengan Antropometri populasi mahasiswa yang menggunakan ruang tersebut dengan menentukan lebar panggung dari Lebar Pinggul/pantat(LP) dan Panjang Paha Posisi Duduk(PPD), kemudian ketinggian Panggung ditentukan dengan menghitung selisih Tinggi Badan Duduk(TBD) dengan Tinggi Mata Duduk(TMD) sementara Panjang panggung sesuai dengan ruangan yang digunakanya sedangkan perhitungan kekuatan rangka menggunakan Mekanika Teknik. Hasil rancangan adalah panggung dengan 5 baris dengan beda ketinggian 13 cm pada masing-masing baris mulai dari  baris dasar, baris ke-1 = 13 cm, ke-2 = 26 cm, ke-3 = 39 cm, ke-4 = 52 cm dan ke-5 = 65 cm dengan lebar adalah 115 cm dan panjang 680 cm. Hasil pengujian rancangan panggung menghasilkan tidak ditemukanya lagi gangguan pandangan pada baris kedua, ketiga hingga baris terakhir ke papan tulis dan secara pengujian dihasilkan peningkatan kenyamanan dari 46% pada rancangan tanpa panggung menjadi 86% setelah rancangan panggung digunakan.
ANALISA PENGENDALIAN PROYEK KAPAL AHTS H 7050 DENGAN METODE EARNED VALUE (Studi kasus di PT Batamec Shipyard) Denni Perdinal Pasaribu; Vera Methalina Afma; Refdilzon Yasra
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.715 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i1.299

Abstract

Konsep “earned value“ merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengelompokan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Dengan menyajikan tiga dimensi yaitu: plan value, earned value dan actual cost dimana dari ketiga unsur tersebut kita bisa menghitung indeks hasil kerja biaya ( Cost Peformance Indeks / CPI) sebesar 1,16 atau Cost varian sebesar $ 233.206 dan indeks hasil kerja waktu ( Schedule Performance Indeks/ SPI) untuk keseluruhan proyek sebesar 0.785 dan Schedule varian sebesar -$ 465.326 . Hasil dari informasi kinerja biaya dan waktu tersebut juga bisa digunakan sebagai early warning jika terdapat inefisiensi kinerja dalam penyelesaian proyek dapat dicegah serta proyek dapat diselesaikan tepat waktu.Pembangunan kapal Tug Boat AHTS H-7050 dengan metode earned value management selama 16 bulan peninjauan ini didapat indeks kinerja untuk SPI dan CPI yang menunjukan pada bulan Oktober 2009 sampai Januari 2011, CPI bernilai diatas angka satu ( 1 ) yang menjelaskan bahwa proyek mengalami penghematan dan SPI dibawah angka satu ( 1 ) berarti jadwal pekerjaan lebih lambat dari rencana.Kata kunci : “ Earned Value, Tug Boat AHTS H-7050, Plan Value, Actual Cost, Schedule Performance Index, Cost Peformance Index “
ANALISA PERCOBAAN TERHADAP TINGKAT CACAT MALFORMBOND (GOLF BALL) PADA PROSES WIRE BOND DI MESIN SINKAWA (UTC-WB) DENGAN METODE ANOVA EXPERIMENTS ANALYSIS OF MALFORMBOND DEFECT (GOLF BALL) FOR WIRE BOND PROCESS IN SINKAWA MACHINE (UTC –WB) BY ANOVA METHOD Afrian Syafitri; Vera Methalina Afma; Refdilzon Yasra
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 1 (2016): PROFISIENSI JOURNAL EDISI BULAN JUNI 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.837 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i1.547

Abstract

PT.Infineon Technologies merupakan salah satu perusahaaan manufacturing dengan hasil produksi berupa Integrated Circuit (IC). PT. Infineon Technologies Batam membagi proses produksinya menjadi beberapa departement, salah satunya yaitu departement perakitanyang terdiri dari beberapa proses pula, dan salah satunya yaitu proses wire bonding. Pada proses wire bonding diperiode minggu ke 40 - 52 ditemui cacat malformbond yang berasal dari mesin Sinkawa (UTC-WB) dengan wire size 50 µm. Dampak yang ditimbulkan dari cacat malformbond tersebut berpengaruh buruk dimana tingkat kualitas pada proses produksi sebesar 99,6 % yang diasumsikan bahwa 0,4 % adalah sebagai rejectpart yang di scrab. Cacat malformbond merupakan cacat yang sifatnya un-reworkable atau tidak dapat diperbaiki lagi. Cacat malformbond memberikan kontribusi sebesar 70% dari jumlah reject keseluruhan yang terjadi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analysis of Variance (ANOVA) yang digunakan untuk melihat perbandingan rata – rata beberapa kelompok. Tujuan analisa variansi adalah untuk menentukan apakah ada perbedaan antara beberapa perlakuan atau percobaan yang dilakukan hanyalah sebagai akibat dari variasi acak saja ataukah memang juga ada sumbangan dari variasi sitematik dalam jenis perlakuan untuk mengurangi jumlah cacat. Percobaan yang dilakukan adalah sebanyak 3 jenis, yaitu menaikkan paramater wire tensioner, penggunaan jig EFO untuk pemasangan electrode, dan menaikkan parameter wire tensioner serta menggunakan jig EFO.Hasil dari penelitian ini adalah memilih salah satu dari 3 percobaan yang dilakukan untuk menunjukkan tingkat pencapaian yield yang lebih baik dibanding yield sebelum percobaan. Percobaan yang terpilih adalah percobaan 3 yaitu menaikkan parameter wire tensioer serta menggunakan jig EFO electrode yang hasilnya adalah peninggkatan yield sebesar 1% menjadi 99.11% dari yield sebelum percobaan. Kata kunci: malformbond, yield, ANOVA,tingkat cacat PT.Infineon Technologies is one of the manufacturing firms with produce Integrated Circuit (IC). PT. Infineon Technologies Batam divide the production process into several departments, one of which is assembly department that consists of several process anyway, and one of them is wire bonding process. In the process of wire bonding period of weeks to 40-52 found defective malformbond coming from Sinkawa machibe (UTC-WB) with a wire size of 50 lm. The impact of the malformbond defects which adversely affect the level of quality in the production process 99,6% assumed that 0.4% is as reject part that in scrap. Malformbond defects are defects that are un-reworkable or cannot be repaired anymore. Malformbond defects accounted for 70% of the overall amount reject happened.The method used in this research is Analysis of Variance (ANOVA) was used to compare the average some groups. The objective of variance analysis is to determine whether there are differences between treatments or experiments carried out only as a result of random variation alone or is also a contribution of variations systematically in this type of treatment to reduce the number of defects. Experiments carried out is as much as three types, namely raising the wire tensioner parameters, use jig for mounting EFO electrode, and raise the tensioner and wire parameters using a jig EFO.The results of this research is to choose one of three experiments carried out to demonstrate the level of achievement of a better yield than the yield before the experiment. The experiments were selected were 3 trials of raising tensioer wire parameters using a jig EFO electrode and the result is increase yield  from 1% to 99.11% of the yield before the experiment. Keywords: malformbond, yield, ANOVA, defect rate.
ANALISA BEBAN KERJA OPERATOR INSPEKSI DENGAN METODE NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) DI PT. XYZ THE WORKLOAD ANALYSIS OF OPERATOR INSPECTION USING NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) IN PT. XYZ Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): ROFISIENSI JOURNAL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.504 KB) | DOI: 10.33373/profis.v4i2.594

Abstract

Operator packing di PT. XYZ selalu melakukan kegiatan mengangkat dan menurunkan barang seberat 3 kg dan dilakukan 16 kali selama satu hari. Hal ini  akan menimbulkan rasa lelah pada operator packing. Di PT. XYZ ada 3 orang operator packing yang melakukan aktivitas yang sama. Penulis tertarik untuk mengetahui dan menganalisa beban kerja operator packing di PT. XYZ dengan pendekatan NASA-TLX. Dari hasil penelitian disimpulkan, beban kerja masing-masing operator packing di PT. XYZ menggunakan metode NASA-TLX adalah nilai WWL operator 1 sebesar62,67dengan beban kerja sedang, operator 2 sebesar 64,33 dengan beban kerja sedang, operator 3 sebesar 62 dengan beban kerja sedang.Kata Kunci :beban kerja, packing, NASA-TLXThe packing operator PT. XYZ always conduct activity lifting and lowering of goods weighing 3 kg and performed 16 times during one day. This will cause fatigue to the operator packing. There are 3 people packing operators in PT. XYZ who perform the same activity. The authors interested to know and analyze workload packing operator PT. XYZ with NASA-TLX approach. The result of this research concluded that the workload of each operator packing in PT. XYZ using the NASA-TLX  for operator 1 is 62,67 with medium workload , operator 2 at 64.33 with a medium workload, operator 3 for 62 with medium workload.Keyword :workload, packing, NASA-TLX
DESAIN ALAT SORTIR TELUR IKAN GURAMI YANG MATI MENGGUNAKAN METODE QUALITI FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TELUR (STUDY KASUS DI UKM AMIRA FISH) Ikhwan Muttaqin; Vera Methalina Afma; Bambang Wahyu Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.248 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2565

Abstract

Usaha kecil menengah (UKM) dari waktu kewaktu mengalami perkembangan yang cukup pesat. Di kota Batam sangat jarang ditemui Ikan Gurami, hanya pasar tertentu atau toserba, tertentu yang menjual Ikan Gurami. Hal inilah yang menginspirasi seorang Bapak yang bernama Pak Mu’it pemilik UKM AMIRA FISH. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas telur ikan gurami yaitu pada proses penyortiran dengan menggunakan alat yang kurang tepat yaitu sendok makan, hal tersebut dapat mempengaruhi pada saat penyortiran karena guncangan air dan terkontaminasinya air yang dapat mempengaruhi kualitas telur sehingga banyak telur ikan yang mati.                Desain alat sortir telur ikan gurami menggunakan metode QFD dilakukan karena, QFD dapat membuat produk berdasarkan keinginan serta kebutuhan para pengguna. Perancangan produk dengan metode QFD membutuhkan customer voices untuk menyusun matriks pada House of Quality. Kebutuhan primer bagi para pengguna yang didapat dari customer voices ini intinya akan akan dijadikan dasar untuk mendesain dan membuat alat sortir telur ikan gurami. Setelah melakukan desain, alat sortir telur ikan gurami kemudian di desain lagi menggunakan software solid works.                Alat sortir telur ikan gurami ini diharapkan mampu untuk mengurangi kerusakan pada proses penyortiran telur ikan gurami menjadi 10.5% dari alat yang sebelumnya yaitu 29%.
PERANCANGAN ALAT PEMISAH MINYAK GORENG UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KERIPIK SINGKONG DENGAN METODE QFD DI UKM NAFISAH Vera Methalina Afma; Zaenal Arifin
SIGMA TEKNIKA Vol 3, No 2 (2020): SIGMA TEKNIKA, VOL.3 NO.2, NOVEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigma.v3i2.2751

Abstract

Perkembangan di era globalisasi menyebabkan persaingan setiap perusahaan ataupun usaha kecil menengah (UKM) semakin ketat dan mengembangkan produk-produk yang berkualitas. Begitu juga dengan UKM Nafisah memerlukan perbaikan-perbaikan  terhadap produknya yaitu keripik singkong yang memiliki kandungan minyak yang lebih banyak daripada pesaing-pesaingnya yaitu 2ml kemasan   kg .            Perancangan alat pemisah minyak goreng pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) . Penelitian ini menggunakan kuisioner terbuka kepada 30 orang dan kuisioner tertutup 96 orang untuk memperoleh hasil yang dibutuhkan oleh konsumen terhadap produk. Data kuisioner tersebut akan digunakan untuk membuat tingkat kebutuhan pelanggan yang nantinya akan digambarkan kedalam bentuk HOQ (House Of Quality).            Dari hasil yang telah digambarkan pada HOQ (House Of Quality) tingkat kesulitan, derajat kepentingan dan perkiraan biaya pada proses penirisan merupakan faktor yang paling utama dilakukan perbaikan. Perancangan alat pemisah minyak goreng merupakan ide dan bisa menurunkan kandungan minyak goreng dari 2 ml menjadi 0,11 ml dalam kemasan   kg (turun sebesar 1,89 ml menggunakan motor) dan 1,15 ml didalam kemasan  kg (turun 1.85 ml menggunakan alat konvesional).
ANALISIS CACAT MENGGUNAKAN METODE FTA DAN FMEA PADA DEPARTEMEN BUFFING UNTUK MENURUNKAN JUMLAH UNIT CACAT (Studi Kasus : PT.BWB) Vera Methalina Afma; Edi Sumarya; Nirwan Ambatoding
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 10, No 1 (2022): PROFISIENSI JULI 2022
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v10i1.4329

Abstract

The research was conducted to determine the factors - factors that cause defects in products, and provide corrective suggestions on how to improve the quality of the product  Bracket SLM 315 which is currently still exceed the standards set for the maximum defect is 1% per month . The problem approach used is using Pareto diagram tools, then using the method Fault Tree Analysis (FTA) and methods Failure Mode and Analysis (FMEA) and 5W + 1H tools. From the results of data processing using Pareto diagrams, it is found that the dominant type of defect is defects under size, then the analysis uses the Fault Tree analysis method and the method Failure Mode And Effect Analysis which is the priority for improvement, namely the quality of the material. with the causes of the lack of inspections in materials raw parts and priority improvements based on the value of the RPN biggest that operator does not carry out inspection of goods raw part advance with a value of 336, the proposed improvements using 5W + 1H is Making special tools / pin to be used operator to check raw parts and own work
PERANCANGAN SISTEM KANBAN BARCODE PADA AREA WAREHOUSE (STUDI KASUS : PT.SPIB) Rini Octaviani Santosa; Vera Methalina Afma; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 10, No 1 (2022): PROFISIENSI JULI 2022
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v10i1.4327

Abstract

PT. SPIB is one of plastic manufacturer components in Batam. In the process of recording transactions of goods entering the warehouse or called GTN  (Goods Transfer Notes) manually, there is the potential for recording errors to occur, causing data discrepancies between report data and actual goods. Based on data in June 2021 with a GTN frequency of 1,734 times, there Stock Errors were 108 times. The design of the Kanban System Barcode in this study aims to reduce the problems that occur in the transaction process of goods entering the warehouse. The results of using the kanban system barcode method, show a decrease in Stock Error to 14 times with GTN data in July 2021 as many as 1,161 times. And percentage data Stock Error in June amounted to 89% down to 11% in July. In addition, there is a decrease in working time on the process flow map from 43 minutes to 23 minutes and can reduce repetitive work processes in the GTN process.