Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE TRANSPORTASI – LEAST COST Hery Irwan; Vera Methalina; Yuniral Yuniral
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 1 (2017): PROFISIENSI JUNI 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.229 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i1.1151

Abstract

 Persoalan transportasi merupakan persoalan linear programming. Ini merupakan ciri dari persoalan transportasi yaitu mengangkut sejenis produk tertentu yang berasad dari sumber (pusat produksi, gudang barang) ke tujuan, yang pengaturannya harus dilakukan dengan tujuan minimum total biaya transportasi. Pemasaran yang dihadapi para UKM hidroponik yang memiliki beberapa variansi produk dan pelanggan, dimana pihak UKM mengalami kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik dikarenakan ketersediaan variansi produk yang tidak sesuai dengan permintaan pelanggan. Melalui pendekatan metode tranportasi - least cost diharapkan pihak UKM dapat melakukan penjadwalan produksi yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan tanpa mengurangi keuntungan dari pihak UKM
EVALUASI PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KESALAHAN PEMBACAAN PADA PROSES FINAL INSPECTIONS DI MULTILAYER PLANT PT. BREDERO SHAW INDONESIA Lilies Purbandaru; Petra Paulus Tarigan; Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.386 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.346

Abstract

Perancangan fasilitas akan menentukan bagaimana aktivitas-aktivitas darifasilitas-fasilitas produksi dalam industri akan bisa diatur sedemikian rupa sehinggamampu menunjang upaya pencapaian tujuan pokok secara efektif dan efisien. Untukindustri manufacturing, maka perencanaan aktivitas akan meliputi penetapan carayang sebaik-baiknya agar fasilitas-fasilitas yang ada mampu menunjang kelancaranproses produksi dan operasional perusahaan. PT. Bredero Shaw Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang coating pipa-pipa yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan oil and gas diseluruh dunia.Pada PT. Bredero Shaw Indonesia  terdapat adanya kendala dari hasil audit oleh pelanggan tentang kurangnya intensitas cahaya di Multilayer Plant pada proses final inspection, yang dikuatirkan dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan pengambilan data dalam proses tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah Memverifikasi hasil temuan audit yang dilakukan oleh pelanggan yang menyatakan bahwa penerangan di area final inspection kurang dan hal itu bisamenyebabkan kesalahan pembacaan pada proses tersebut serta mengoptimalkan analisa dan perancangan untuk mendapatkan data-data yang hasilnya diharapkan dapat memproduksi hasil yang diperlukan dalam proses perbaikan terutama tentang besarnya investasi yang akan dikeluarkan perusahaan. Metode yang dilakukan adalah dengan menganalisa tingkat pencahayaan area final inspection menggunakan Dialux, dan memberikan perbaikan jika diperlukan.Hasil perhitungan tingkat pencahayaan menunjukkan pencahayaan cukup dan memenuhi kreteria peraturan yang berlaku di Indonesia yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964 dan perbedaan intensitas cahaya di area final inspection tidak signifikan mempengaruhi hasil pengukuran. Kata kunci : audit pelanggan, tingkat pencahayaan, final inspection
ENGGUNAKAN METODE TOTAL PRODUCTION RATIO PADA MESIN FORKLIFT ( Studi kasus di PT. Rotary Engineering Indonesia ) Tri Yuningsih; Refdilzon Yasra; Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.644 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i1.217

Abstract

PT. Rotary Engineering Indonesia Batam merupakan salah satu perusahaan yangbergerak dibidang fabrikasi.Produk yang dihasilkan berupa pipa spool, module, tanki danstrukture. PT Rotary Engineering Indonesia memiliki komitmen untuk meningkatkan nilaiperusahaan dengan penyediaan, perencanaan yang tepat waktu serta fasilitas dengan kualitasterbaik untuk memenuhi kepuasan terhadap investor atau client. Dalam usaha untukmempertahankan mutu dan meningkatkan produktivitas, salah satu faktor yang harusdiperhatikan adalah masalah perawatan fasilitas mesin yang ada.Penelitian ini menganalisa tentang pelaksanaan dalam penerapan TPM(Total ProductiveMaintenance ) yang dilakukan dengan menggunakan perhitungan TPR(Total Production Ratio).Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat keberhasilan dalam penerapan TPMpada mesin forklift.bahwa sistem pemeliharaan yang saat ini diterapkan di PT. RotaryEngineering Indonesia belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai TPR yaitu 50%,nilai TPR pada mesin forklift cenderung mengalami penurunan karena adanya peningkatanwaktu kerusakan atau breakdown sehingga berpengaruh terhadap rendahnya nilai – nilaiefektifitas mesin yang mana berdasarkan diagram tulang ikan faktor disebabkan oleh manusia,mesin, dan sistem metode.Kata kunci : TPM ( Total Productive Maintenance ), TPR ( Total Production Ratio )
INCREASE PRODUCTION OUTPUT ON TWA 1342 MACHINE WITH OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) METHOD (CASE STUDY: PT XYZ BATAM) Vera Methalina Afma; Hery Irwan; Elsa Berliani
SIGMA TEKNIKA Vol 5, No 2 (2022): SIGMATEKNIKA, VOL. 5, N0. 2, NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v5i2.4642

Abstract

PT XYZ Batam is a manufacturing company that produces NTC (Negative Temperature Coefficient) Sensors.  This company has a Chip Dicing Department which is cutting the NTC substrate into chips and then measuring process, measuring process is checking process based on the chip resistance value by the TWA 1342 machine.Currently, the output of measuring process is not stable, so this study aims to determine the cause of low output and how to increase production output on the TWA 1342 machine with Overall Equipment Effectiveness (OEE) method. The results obtained based on calculations on the TWA 1342 machine are : availability value 95.12%, Performance value 85.06%, Quality value 98.97% and OEE value 80.08%.Based on the Pareto chart, the cause of output target being not achieved was due to a filter  was not suitable for use, because there were tears on the surface of the filter so the dirt was not filtered properly. And the action taken based on the fishbone diagram analysis is to replace the filter periodically and control it by having a filter change record.After the corrective steps have been taken, the changes in the OEE value on the TWA 1342 machine for one week of observation are as follows: Availability value 99.69%, Performance value 98.10%, Quality value 99.15%. And the OEE value is 96.96%. The percentage of the total output during the week of observation after corrective steps was taken is 98.10%. Where there is an increase in output of 13.04%.
PERBAIKAN PARAMETER UNTUK MENGATASI DEFECT BLUE HAZE PADA PROSES AUTO GLAZING DENGAN METODE TAGUCHI (PT. EXCELITAS TECHNOLOGIES BATAM) Hery Irwan; Alsyah Rizal
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 11, No 1 (2023): PROFISIENSI JULI 2023
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v11i1.5238

Abstract

PT. Excelitas Technologies Batam (PETB) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur yang menghasilkan produk optoelektonik. Salah satu produk yang dihasilkan adalah lighting dan salah satu proses yang menghasilkan defect yang tinggi adalah proses auto glazing sebesar 4%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor mempengaruhi tingginya defect blue haze pada process auto glazing dan menetapkan parameter terbaik dengan menggunakan metode Taguchi. Dari hasil penelitian ini diperoleh untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan kombinasi parameter yaitu penggunaan 8 holes burner, suhu temperature di setting menjadi 1200 °C dan yang terakhir jarak antara benda dan sumber burner menjadi 9,5mm. Dari perubahan parameter tersebut diperoleh mengatasi defect blue haze rata-rata sebesar 3.9%.
IMPLEMENTASI METODE DMAIC UNTUK MENGURANGI CACAT PRODUK HE-EC2 DI PT PIB Putra, Rahmanda; Irwan, Hery; Sumarya, Edi
SIGMA TEKNIKA VOL 7, NO 1 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 1, JUNI 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i1.6118

Abstract

Penelitian ini menangani masalah tingginya tingkat penolakan (1,93%) dalam manufaktur komponen elektronik HE-EC2 di sebuah perusahaan semikonduktor, yang melebihi tingkat target 0,60%. Dengan menerapkan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), penelitian ini secara sistematis mengidentifikasi, menganalisis, dan memperbaiki akar penyebab masalah penolakan. Analisis menunjukkan bahwa Gripper dalam proses Final Assy adalah penyumbang utama penolakan. Untuk mengatasi hal ini, parameter gripper, awalnya diatur pada 14 mm, dikurangi secara metodis menjadi 10 mm. Penyesuaian ini menghasilkan penurunan substansial dalam tingkat penolakan, dari 1,93% menjadi 0,57%. Analisis statistik menunjukkan bahwa tingkat cacat awal setara dengan DPMO (Defects Per Million Opportunities) sebesar 2751 dan nilai sigma sebesar 4,28. Setelah penyesuaian parameter, tingkat penolakan menurun menjadi DPMO sebesar 815, disertai peningkatan nilai sigma menjadi 4,65. Keberhasilan penerapan metode DMAIC, terutama dengan fokus pada parameter Gripper dalam proses Final Assy, menandakan peningkatan signifikan dalam kualitas produk. Penelitian ini menekankan efektivitas pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi penolakan, akhirnya mendekati tingkat penolakan yang ditargetkan sebesar 0,5%. Wawasan yang diperoleh dapat menjadi acuan berharga bagi perusahaan manufaktur yang bertujuan meningkatkan kualitas produk melalui optimasi proses yang tepat.
IMPLEMENTASI METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIES UNTUK MENGURANGI SETUP TIME PERGANTIAN MOLD PADA MESIN SODICK Parikesit, Danang; Irwan, Hery
SIGMA TEKNIKA VOL 7, NO 1 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 1, JUNI 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i1.6165

Abstract

Semua perusahaan mengharapkan sistem produksi yang efektif dan efisien, namun tantangan mengenai sistem produksi yang tidak sempurna tidak dapat dihindari. Dalam penelitian ini kami menyelidiki kasus di PT Cicor Panatec yang memproduksi alat bantu dengar di bagian injeksi. Kami menemukan adanya pemborosan yang terjadi pada kegiatan penggantian cetakan. Karena banyak item memerlukan waktu pemrosesan yang lama, kami menyempurnakan sistem dengan menerapkan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED), sebuah konsep dalam lean manufacturing. Kami bertujuan untuk memberikan proses penggantian cetakan yang lebih efektif dan efisien sehingga downtime mesin dapat dikurangi. Hasil penelitian ini menunjukkan pengurangan waktu setup sebesar 35% yang diperoleh melalui penghapusan dan pengurangan waktu penggantian cetakan menjadi 260 menit, yang sebelumnya membutuhkan waktu 400 menit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SMED efektif untuk mengurangi waktu set-up mesin dan meningkatkan efisiensi proses produksi. Dengan cara ni, penerapan metode SMED membantu perusahaan meningkatkan waktu penggantian cetakan di bagian injeksi Kata kunci : injection, lean manufacuring, produktivitas, pergantian cetakan, SMED.
PERANCANGAN SENSOR SWITCH PRINTER PRODUK SM5300X MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT UNTUK MENGATASI CUSTOMER COMPLAINT DI PT. TEB Afma, Vera Methalina; Irwan, Hery; Ngadiyono, Ngadiyono
SIGMA TEKNIKA Vol 6, No 2 (2023): SIGMATEKNIKA, VOL. 6, N0. 2, November 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v6i2.5626

Abstract

One of he problem at PT. TEB is that the assembly process for installing switches on the scale printer without using tools or jigs, and it causes the switch position is not correct because employees only use feeling and hearing when installing and causes undetectable rejects (Can Not Print). Other factor is installing the switch on the printer without using tools can also take quite a long time, resulting in the production of scales being of poor quality. The aim of this research is how to design tools to help install switches on printers using the Quality Function Deployment (QFD) method and it is also hoped that the results of this design make the quality of the scales is even better. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 10 people consisting of operators, production leaders and also Quality Control. The results of data collection from the questionnaire showed that it was necessary to add an Assembly Switch Process to the Printer, namely by adding a jig switch. Therefore a new jig design can be used. The output produced after using the switch jig design increased by 68% and the rejected output decreased by 75% so it is considered that the new jig design can increase production results.
Implementasi Root Cause Analysis Pada Produk Tinta Neymar Untuk Mengurangi Cacat Produk Diah Pitaloka, Aminah; Afma, Vera; Irwan, Hery
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v19i2.1092

Abstract

PT Epson Batam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri perakitan elektronika. Salah satu produk utama yang dihasilkan PT. EPSON Batam adalah Ink Cartridge, IC, dan Scanner beserta komponennya. Pada salah satu prosesnya yaitu proses inspection ditemukan beberapa reject yaitu sealing not full, inkplash, foreign material dan scratch. Adapun tujuan penelitian kali ini adalah meminimasi reject yang terjadi. Metode yang digunakan yaitu Root Cause Analysis  dan Fault Tree Analysis. Dari hasil penelitian, cara untuk mengurangi cacat adalah dengan menambahkan sensor yang berfungsi untuk menghidupkan ekstra fan secara otomatis. Sehingga terjadi penurunan jumlah produk reject dari 21% menjadi 4%.
RANCANGAN ALAT PENGERING IKAN ASIN DAN KERUPUK IKAN DENGAN SISTEM PENGOPERASIAN OTOMATIS Novavictorianto, Yosef Kurnia; Arifin, Zaenal; Irwan, Hery
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 12, No 2 (2024): : PROFISIENSI DESEMBER 2024
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v12i2.6930

Abstract

The coastal area of Tanjung Riau, Sekupang District, Batam City, Riau Islands, is still drying salted fish using conventional methods with drying areas in the form of racks or boards arranged on open land. However, this method has a weakness because the drying process still requires more time, namely 1 to 2 days for drying the fish. If the weather is cloudy and it rains, drying can take 3 to 5 days. The working principle of the Arduino Uno-based automatic salted fish dryer design is to use a heating element as a heating source for the drying rack, and a fan as a stabilizer for air circulation, then a DHT 22 temperature and humidity sensor to find out what the temperature and humidity are in the drying rack, an oled LCD 16x2 which functions to display temperature values, menus and drying time, then Arduino Uno as a microcontroller is programmed to run the system. The design of this tool is 120 cm high, 70 cm wide and 84 cm long. It also has 4 baking pans for drying salted fish and fish crackers, each of which can only accommodate fish and fish crackers weighing 5 kg. The overall test results were carried out by drying 2 types of drying processes, namely drying salted fish and fish crackers. Tests showed that drying salted fish took 7 to 8 hours, and drying fish crackers took 3 to 4 hours.
Co-Authors Abd Rahman, MD. Nizam Achmad Yunus, Achmad Afma, Vera Alsyah Rizal anggie eka putri Annisa Purabasari Annisa Purabasari, Annisa Annisa Purbasari Annisa Purbasari, Annisa Anry, Anry S P Sihombing Aritonang, Fauzan Maulana Siddiq Choirul Anwar Choirul Anwar Crisantus Lawrensius Tongan Sitorus Crisantus Lawrensius Tongan Sitorus, Crisantus Lawrensius Tongan Dadang Redantan Dadang Redantan Dadang Redantan, Dadang Danang Parikesit Diah Pitaloka, Aminah Ebrahim, Zuhriah binti Edi Sumarya Edi Syahputra Elsa Berliani Fadhil mubaroq, Fadhil Falindo, Agri Fattah, Muhammad Rusydi Fauziyah Nur Jamal Gilang Ramadhan Holong P. Simanjuntak Jamal, Fauziyah Nur Lilies Purbandaru Lilies Purbandaru, Lilies Merjani, Abdulah Nandar Cundara Nandar Cundara, Nandar Napitupulu, Michel Frans Sisco Ngadiyono Ngadiyono, Ngadiyono Nizyak, Afrizah Khairul Novavictorianto, Yosef Kurnia Nuris, Muhammad Risky Alida Petra Paulus Tarigan Petra Paulus Tarigan, Petra Paulus Putra, Rahmanda Refdilzon Yasra Refdilzon Yasra, Refdilzon Risthia Eriana Putri Risthia Eriana Putri, Risthia Eriana Rohman, Muhammad Fatkhur Rumiyanto Rumiyanto Rumiyanto Rumiyanto, Rumiyanto Saputra, Yazelino Segara, Mutiara Mayang Sembiring, Ezra Mahyani Setiabudi, Yudi Simanjuntak, Holong P. Simarmata, Roberta Sitohang, Sudika Diski Sudika Diski Sitohang Suirman Suirman Suirman Suirman, Suirman Sumarya, Edi Supriyanto Supriyanto Supriyanto Supriyanto Tarifar Bangun D. Tarifar Bangun D., Tarifar Tarigan, Ryan Dana Gidion Tri Yuningsih Tri Yuningsih Triyono Triyono Triyono Triyono Udin Udin Udin, Udin Vera Methalina Vera Methalina Afma Vera Methalina Afma, Vera Methalina Vera Methalina, Vera Yudi Setiabudi Yuniral Yuniral Yuniral Yuniral Yuniral, Yuniral Zaenal Arifin Zaenal Arifin