Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemanfaatan Abu Layang Kelapa Sawit Teraktivasi Sebagai Adsorben Besi Pada Air Sumur Bor Di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Susana, Susana; Nurhanisa, Mega; Nugroho, Bintoro Siswo
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51124

Abstract

Telah dilakukan penelitian adsorpsi logam Fe pada air sumur bor dengan menggunakan adsorben abu layang serat dan cangkang kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian yang telah dilakukan adalah untuk mengetahui kemampuan abu layang teraktivasi HCl 5 M sebagai adsorben. Kemampuan abu layang teraktivasi sebagai adsorben dianalisis dengan membandingkan sampel air sumur bor sebelum dan setelah pemberian adsorben menggunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi logam Fe pada air sumur bor adalah sebesar 98,13%.
Sintesis dan Analisis Sifat Fisis Hidroton Berbasis Ball Clay dan Cocopeat Sebagai Media Tanam Hidroponik Maulida Siti Maryam; Irfana Diah Faryuni; Mega Nurhanisa; Eneng Maryani
Jurnal Fisika FLUX Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.681 KB) | DOI: 10.20527/flux.v17i1.5862

Abstract

ABSTRACT−Research on hydroton analysis based on ball clay and cocopeat has been conducted. This study aims to determine how the effect of cocopeat additionon physical properties of hydrotons in term of porosity, bulk density, and absorption.Cocopeat which were added to ball clay varies from 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. Hydroton were synthesized using a furnace at 950°C for 4 hours with a holding time for 2 hours. Based on the characterization results, the addition of cocopeat affected the physical properties of hydrotons, especially porosity and water absorbence of hydroton which were positively correlated 94.5% and 96% respectively. Meanwhile bulk density was negatively correlated 98.1%. The more cocopeat were added, the higher porosity and water absorbence, in contrary the bulk density decreased gradually.   KEYWORD : ball clay, cocopeat, hidroton
Optimasi Sintesis Karbon Aktif dari Bambu Buluh (Schizostachyum brachycladum) dengan Variasi Suhu Karbonisasi untuk Penyerapan Besi pada Air Sumur Gambut Dwiria Wahyuni; Mega Nurhanisa; Abdurrahman Bahtiar; Rutdiyanti Rutdiyanti
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.787 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.3.292-298.2022

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang banyak digunakan sebagai material penjernihan air. Pada umumnya, karbon aktif dapat disintesis dari berbagai limbah biomassa yang tidak digunakan seperti bambu buluh (Schizosachyum brachycladum). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu karbonisasi optimum sintesis karbon aktif yang dilihat dari penyerapan tertinggi kadar besi pada air sumur gambut. Artikel ini juga menjabarkan  hubungan antara suhu karbonisasi dan ukuran pori terhadap daya serap karbon aktif. Sintesis karbon aktif diawali dengan proses karbonisasi pada suhu 400, 450, 500, 550, dan 600°C (60 menit), kemudian dilanjutkan dengan proses aktivasi dengan mencampurkan bahan baku dengan larutan H3PO4 10% (24 jam) dilanjutkan pemanasan pada 900°C (60 menit). Ukuran pori dan morfologi permukaan karbon aktif digambarkan dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif yang dikarbonisasi pada suhu 500°C memiliki daya serap dan ukuran pori optimal, dengan efektivitas serapan sebesar 73,03% dengan ukuran pori sebesar 40 µm. Semakin besar ukuran pori karbon aktif, maka kemampuannya menyerap Fe dalam air sampel semakin juga semakin besar Penggunaan suhu di atas 500°C dapat merusak dinding pori karbon aktif. Dengan demikian, sintesis karbon aktif dari bambu buluh akan optimal jika dilakukan karbonisasi pada suhu 500°C
Uji Kinerja Polipropilena Berfotokatalis Semikonduktor TiO2 pada Fotodegradasi Methylene Blue Asifa Asri; Ilham Lazuardy Arief; Hasanuddin Hasanuddin; Irfana Diah Faryuni; Mega Nurhanisa; Wahyu Hidayat
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.145 KB) | DOI: 10.20527/flux.v19i2.11845

Abstract

Penelitian ini menyelidiki degradasi fotokalitik dari larutan Metilen Biru (MB) yang diberikan pra-perlakuan Polypropylene (PP)/TiO2. PP/TiO2 dibuat dengan proses thermal milling pada suhu 175°C selama 40 menit untuk melapisi permukaan PP dengan TiO2. Hal ini bertujuan untuk melapisi permukaan polipropilena (PP) dengan TiO2 sebagai upaya modifikasi material karena sukarnya pemisahan TiO2 dari limbah. UV-vis digunakan untuk mengkarakterisasi sifat fotokatalitik dari sampel. Sebanyak 84,70 g sampel digunakan untuk mendegradasi 3,12.10-6 M MB (250 ml limbah artifisial). Dengan tata eksperimen yang sama, sampel yang sama digunakan berulang sebanyak delapan kali untuk mempelajari efek penggunaan berulang pada aktvitas fotokatalitik material. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa hampir 90% (rata-rata) MB tereduksi oleh PP/TiO2 selama tiga hari percobaan dan 8 kali pengulangan. Yang lebih penting, komposit PP/TiO2 berpotensi untuk dapat digunakan berulang (lebih dari 8 kali) dengan sedikit penurunan kemampuan fotodegradasi.
Pengaruh Variasi Jenis Bahan Terhadap Pengurangan Taraf Intensitas Bunyi Dala Novika Sandi; Dwiria Wahyuni; Nurhasanah Nurhasanah; Muliadi Muliadi; Hasanuddin Hasanuddin; Mega Nurhanisa
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.367-372.2023

Abstract

Acoustic materials such as plastic carpet, gypsum board, styrofoam and plywood can be used to reduce sound intensity. Nevertheless, the existing research has generally focused on single-ingredient studies. In this research, the optimum thickness of each material will be sought based on its efficiency in reducing the sound intensity level. Besides that, the efficiency of various types of materials will also be tested for reducing the level of sound intensity. In this study, a resonator tube was used in making measurements. Acoustic materials used as test materials, both single materials and combined materials, can be placed in the resonator tube. The distance between the sound source and the detector is 30 cm, with the position of the detector right behind the acoustic material. Tests on a single material show that the measured sound intensity level decreases in proportion to the thickness of the acoustic material, with styrofoam has the lowest efficiency. Meanwhile, the combined material that combines plastic carpet material at a frequency of 2000 Hz has an efficiency value that tends to be higher than the combination of materials without carpet with efficiency >30%. However, at a frequency of 1500 Hz, all combined materials have efficiency values that are not significantly different. All models of material combinations are proven to be able to reduce sound intensity levels compared to single materials. Thus, it can be concluded that the combined material has the potential as an efficient acoustic material.
Studi Kapasitansi dan Konstanta Dielektrik Pada Karbon Aktif Tandan Kosong Kelapa Sawit Parnasari Parnasari; Mega Nurhanisa; Bintoro Siswo Nugroho
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.54333

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi kapasitansi dan konstanta dielektrik pada karbon aktif tandan kosong kelapa sawit. Karakteristik kelistrikan yang diamati yaitu kapasitansi dan konstanta dielektrik serta mengetahui pengaruh variasi nilai frekuensi terhadap nilai konstanta dielektrik. Pengukuran nilai konstanta dielektrik menggunakan kapasitor keping sejajar dengan ukuran 9,74 cm × 2 cm berjarak 0,505 cm, ditengahnya diletakkan karbon aktif tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dielektrik dan dihubungkan dengan sumber tegangan AC dari frekuensi 100 – 2000 Hz. Nilai konstanta dielektrik pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta paling tinggi dibandingkan suhu aktivasi 600oC dan 500oC. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karbon aktif yang diaktivasi pada suhu 500oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,539 ± 0,034) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (0,421 ± 0,026). Pada suhu aktivasi 600oC nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 100 Hz yaitu (1,168 ± 0,0759) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 400 Hz yaitu (0,959 ± 0,0657). Sedang pada suhu aktivasi 700oC memiliki nilai konstanta dielektrik tertinggi pada frekuensi 700 Hz yaitu (2,104 ± 0,0248) dan nilai konstanta dielektrik terendah pada frekuensi 2000 Hz yaitu (1,658 ± 0,0195). Pada frekuensi rendah nilai konstanta dielektrik mengalami fluktuasi sehingga nilainya sedikit acak. Bahan dielektrik seperti karbon, dalam rentang frekuensi sumber tegangan 0 sampai 2000 Hz tidak terlalu menunjukkan perubahan nilai konstanta dielektriknya.
Pengaruh Susunan Serat pada Papan Komposit Serat Bambu terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Nurhanisa, Mega; Wahyuni, Dwiria; Masela, Patrisia
POSITRON Vol 11, No 2 (2021): Vol. 11 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v11i2.64319

Abstract

Kebutuhan akan papan sebagai material untuk mebel semakin meningkat. Oleh karenanya, dibutuhkan alternatif material pengganti papan kayu, seperti papan komposit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat papan komposit dari serat bambu dan polipropilena (PP) yang divariasikan susunan seratnya, yaitu susunan serat searah dan serat dua arah. Perlakuan variasi susunan serat dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap sifat fisis (kerapatan dan pengembangan tebal) dan sifat mekanis (Moduluss of Elasticity (MOE) dan Modulus of Rupture (MOR)). Serat bambu yang digunakan berasal dari bambu buluh dan bambu tamiang. Papan komposit serat dibuat dengan perbandingan komposisi 40% serat bambu dan 60% plastik PP dengan metode lapisan (sandwich). Standar pengujian mengacu pada SNI 01-4449-2006 tentang papan serat. Sifat fisis papan komposit serat bambu yang dibuat sudah memenuhi standar dengan nilai kerapatan 0,65-0,70 g/cm3 dan nilai pengembangan tebal 4,82-14,64%. Sementara itu, untuk sifat mekanis, MOR papan komposit adalah 267,87-353,56 N/cm2, dengan komposit berbahan bambu buluh dengan susunan serat searah tidak memenuhi standar. Nilai MOE untuk semua papan komposit yang dibuat tidak memenuhi standar, dengan nilai MOE adalah 10.739-15.895 N/cm2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa papan komposit dari bambu buluh dan bambu tamiang dengan susunan serat searah memiliki nilai fisis dan mekanis yang baik dengan memenuhi 3 dari 4 sifat yang diuji.
Sintesis Karbon Aktif dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Aktivator Gelombang Mikro dan Pengujian Kualitas Berdasarkan SNI 06-3730-1995 Zeny Oktaviani; Dwiria Wahyuni; Mega Nurhanisa
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 5 No. 1: April 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v5i1.33499

Abstract

Karbon aktif merupakan jenis karbon berpori yang memilki daya serap tinggi terhadap zat yang ada di lingkungan karena telah diaktifkan. Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang jumlahnya cukup melimpah di Indonesia dapat dijadikan bahan pembuatan karbon aktif. Tujuan penelitian adalah menentukan pengaruh variasi daya dan waktu aktivasi menggunakan microwave pada efisiensi adsorpsi larutan metilen biru serta menyelidiki jika karbon aktif dari TKKS sesuai standar uji SNI 06-3730-1995. Adapun metode penelitian yang dilakukan yaitu tahap dehidrasi dilakukan dengan sinar matahari dan oven dengan suhu oven 110°C sampai massa tetap; tahap karbonisasi dilakukan dengan bantuan furnace selama 3 jam dengan suhu 500°C; dan tahap aktivasi menggunakan aktivasi gelombang mikro dengan variasi daya yaitu 500W, 600W, dan 900W dan variasi waktu yaitu 5, 10, dan 15 menit; serta dilakukan pengujian kualitas karbon aktif pada parameter tertentu yaitu kadar air, bagian yang menghilang saat pemanasan 950°C,  karbon aktif murni,  kadar abu, dan daya serap pada metilen biru. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif terbaik adalah pada aktivasi 600W selama 10 menit dengan pengujian  kadar abu, kadar air, dan daya serap pada metilen biru sesuai syarat mutu SNI 06-3730-1995.
Sintesis Karbon Aktif dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Aktivator Gelombang Mikro dan Pengujian Kualitas Berdasarkan SNI 06-3730-1995 Zeny Oktaviani; Dwiria Wahyuni; Mega Nurhanisa
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 5 No. 1: April 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v5i1.33499

Abstract

Karbon aktif merupakan jenis karbon berpori yang memilki daya serap tinggi terhadap zat yang ada di lingkungan karena telah diaktifkan. Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang jumlahnya cukup melimpah di Indonesia dapat dijadikan bahan pembuatan karbon aktif. Tujuan penelitian adalah menentukan pengaruh variasi daya dan waktu aktivasi menggunakan microwave pada efisiensi adsorpsi larutan metilen biru serta menyelidiki jika karbon aktif dari TKKS sesuai standar uji SNI 06-3730-1995. Adapun metode penelitian yang dilakukan yaitu tahap dehidrasi dilakukan dengan sinar matahari dan oven dengan suhu oven 110°C sampai massa tetap; tahap karbonisasi dilakukan dengan bantuan furnace selama 3 jam dengan suhu 500°C; dan tahap aktivasi menggunakan aktivasi gelombang mikro dengan variasi daya yaitu 500W, 600W, dan 900W dan variasi waktu yaitu 5, 10, dan 15 menit; serta dilakukan pengujian kualitas karbon aktif pada parameter tertentu yaitu kadar air, bagian yang menghilang saat pemanasan 950°C,  karbon aktif murni,  kadar abu, dan daya serap pada metilen biru. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif terbaik adalah pada aktivasi 600W selama 10 menit dengan pengujian  kadar abu, kadar air, dan daya serap pada metilen biru sesuai syarat mutu SNI 06-3730-1995.
Efektivitas Karbon Aktif dari Limbah Tongkol Jagung (Zea mays) dengan Variasi Aktivator Asam Klorida dalam Penyerapan Logam Besi pada Air Gambut Wahyuni, Dwiria; Harmawanda, Salsabila; Nurhanisa, Mega; Hasanuddin, Hasanuddin; Zulfian, Zulfian; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Fisika Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v13i1.42778

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efektivitas karbon aktif dari limbah tongkol jagung (Zea mays) dengan memvariasikan konsentrasi aktivator asam klorida (HCl). Karbon aktif disintesis dari tongkol jagung pada temperatur 400°C dan diaktivasi menggunakan aktivator asam klorida. Variasi konsentrasi HCl yang digunakan yaitu 0,25 M, 0,5 M, 0,75 M, 1,0 M, 1,25 M, dan 1,5 M. Karbon aktif dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengetahui citra pori yang terbentuk dan topografi permukaan karbon aktif. Karbon aktif digunakan sebagai adsorben untuk menyerap logam besi pada air gambut dengan waktu kontak 24, 48, dan 72 jam untuk mengetahui waktu kontak dan konsentrasi optimum aktivator asam klorida. Penyerapan yang optimum untuk menyerap logam besi pada proses adsorpsi yaitu pada konsentrasi 0,25 M dengan waktu kontak selama 48 jam menghasilkan efektivitas sebesar 99,66%. Sedangkan penyerapan terendah dalam menyerap logam besi yaitu pada konsentrasi 1,5 M dengan waktu kontak selama 72 jam dengan hasil efektivitas sebesar 90,68%.