Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Kualitas Paving Block Berpenguat Abu Sekam Padi Liana, Tila; Nurhanisa, Mega; Wahyuni, Dwiria; Nurhasanah, Nurhasanah; Asri, Asifa; Hasanuddin, Hasanuddin; Marjuki, Marjuki
Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v9i1.17540

Abstract

Paving block dengan kualitas tinggi dapat dibuat dengan menambahkan bahan penguat. Penelitian ini menggunakan abu sekam padi (ASP) sebagai bahan penguat pengganti sebagian semen. ASP diperoleh dengan membakar sekam padi selama 16 jam yang kemudian diayak dengan ayakan 20-40 mesh.  Hasil karakterisasi pada ASP menunjukkan adanya silika amorf sebanyak 71,1% dengan puncak gelombang  pada sudut 22º. Variasi  yang dilakukan  adalah menambahkan ASP sebanyak  0%, 5%, 7,4%, 10%, dan 12% terhadap jumlah total semen dalam pembuatan paving bloc, sedangkan analisis dilakukan terhadap sifat fisis dan mekanisnya. Paving block dengan daya serap air tertinggi adalah pada penambahan ASP 7,4% dengan nilai rata-rata 4,46%. Semakin tinggi jumlah ASP (lebih dari 7,4%), daya serap air menurun. Nilai kuat tekan tertinggi adalah pada variasi 8% yaitu 50,45 MPa. Sementara itu, semakin tinggi kandungan ASP, nilai ketahanan kejut semakin tinggi. Nilai ketahanan kejut terbaik adalah  pada variasi penambahan ASP 12% yaitu nilai rata-rata retak 1,99  x 106 J, dan nilai rata-rata hancur 2,17 x 106 J. Secara umum, paving block dengan penguat ASP mengalami perbaikan kualitas (sifat fisis dan mekanis) jika dibandingkan dengan paving block tanpa ASP. Semua variasi memenuhi SNI 03-0691-1996 dengan mutu A-B yaitu dapat digunakan untuk jalan dan lahan parkir.
Kinerja Fotokatalis Tunggal ZnO dan Komposit ZnO/Reduced Graphene Oxide (ZnO/rGO) di bawah Iradiasi Sinar Matahari Wahyuni, Dwiria; Nurhasanah, Nurhasanah; Nurhanisa, Mega; Mariani, Mariani
Phi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v9i1.17228

Abstract

Menurunnya kualitas air pada perairan merupakan salah satu dampak pencemaran limbah pewarna dari industri tekstil yang sulit untuk didegradasi secara biologi. Fotodegradasi menggunakan fotokatalis merupakan solusi yang efisien untuk polusi air akibat pewarna. Dalam penelitian ini, kinerja fotokatalis tunggal ZnO dan komposit ZnO/Reduced Graphene Oxide (ZnO/rGO) telah dikaji aktivitasnya dengan menggunakan iradiasi sinar matahari. Sampel fotokatalis diberi 2 perlakuan yaitu dengan pengadukan dan tanpa pengadukan pada larutan metilen biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada iradiasi selama 30 menit, penurunan kandungan metilen biru lebih tinggi ketika sampel ditambahkan komposit ZnO/rGO dibandingkan ZnO tunggal (dengan pengadukan), yaitu sebesar 30% (ZnO/rGO) dan 9% (ZnO). Sementara itu, lama waktu iradiasi juga mempengaruhi persentase penurunan kandungan metilen biru. Iradiasi selama 2 jam pada fotokatalis ZnO/rGO dan ZnO menunjukkan konsistensi dengan hasil iradiasi selama 30 menit. Perbedaan dari kedua proses ini adalah kecepatan penurunan warna metilen biru. Komposit ZnO/rGO yang diberlakukan pengadukan memiliki kecepatan paling tinggi dengan menyisakan 14% kandungan metilen biru. Dengan demikian, kinerja fotokatalis dipengaruhi oleh penambahan rGO pada ZnO, lama iradiasi, dan adanya proses pengadukan.
Pengaruh Kadar Perekat Papan Komposit Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Taraf Intensitas Bunyi Fatisa, Huril; Nugroho, Bintoro Siswo; Nurhanisa, Mega; Wahyuni, Dwiria; Asri, Asifa
JRFES (Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains) Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jrfes.2023.v10i1.6647

Abstract

A study was performed to analyze the sound intensity level and physical properties of a composite board made from oil palm empty fruit bunch (OPEFB) particles mixed with polyvinyl acetate (PVAc) adhesive. The composite boards were fabricated with various concentrations of adhesive, namely 8%, 10%, 12%, 14%, and 16%. The intensity level was measured at sound wave frequencies of 125 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, and 4000 Hz. The results showed that the highest sound intensity level, 74,2 dB at a frequency of 500 Hz, was found in the composite board with an 8% adhesive concentration. This composite board is categorized as a low-density composite board. The lowest sound intensity level, 58,6 dB at a frequency of 125 Hz, was found in the composite board produced with 16% adhesive concentration. This composite board is categorized as a high-density composite board. The physical property test results for all adhesive concentration variations showed that the resulting composite board density was 0,705-0,723 g/cm3, and the moisture content was 8,36%-9,66%. These values met the requirements of SNI 03-2105-2006. Keywords : Composite Boards, Sound Intensity Level, Composite Physical Properties
Sintesis Komposit Karbon Aktif TKKSTiO2 dengan Aktivasi Gelombang Mikro untuk Pemurnian Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Aqni, Wahyu Nur; Nurhanisa, Mega; Dwiria Wahyuni
Jurnal Ilmu Fisika Vol 17 No 1 (2025): March 2025
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.17.1.19-30.2025

Abstract

The palm oil plantation industry generates waste besides palm oil products, including empty palm bunch (EPB). This research examines the emission reduction capabilities of motor vehicle exhaust gases using a composite of activated carbon from EPB-AC/TiO2. Surface morphology characterization of the composite is conducted using Brunauer-Emmett-Teller (BET) and Scanning Electron Microscope (SEM). EPB-AC exhibits an average reduction effectiveness of HC gas based on particle size (50, 100, 150, 200 mesh) sequentially at 34.49%, 37.43%, 39.98%, and 43.56%. The average effectiveness of EPB-AC in reducing CO gas sequentially is 70.29%, 71.30%, 72.86%, and 74%. For CO2 gas, EPB-AC has an average reduction sequentially at 52.6%, 54.25%, 56.52%, and 58.54%. On the other hand, the EPB-AC/TiO2 composite exhibits an average reduction effectiveness of HC gas based on particle size sequentially at 42.38%, 43.42%, 45.1%, and 46.57%. The average effectiveness of the EPB-AC/TiO2 composite in reducing CO gas sequentially is 71.24%, 73.52%, 75.54%, and 76.9%. For CO2 gas, the EPB-AC/TiO2 composite has an average reduction sequentially at 54.93%, 54.25%, 59.76%, and 63.05%. Therefore, the best reduction results occur at a particle size of 200 mesh.
Optimasi Papan Akustik Berbahan Pelepah Pisang, Eceng Gondok, dan Sekam Padi sebagai Peredam Kebisingan Rahayu, Rahayu; Zulfian, Zulfian; Nurhanisa, Mega
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 12 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v12i1.51466

Abstract

Noise is a problem that often arises in the community. Several previous studies have found the potential of environmentally friendly natural materials to absorb sound. The purpose of this study was to determine the physical and mechanical properties of acoustic boards based on the composition of a mixture of banana leaf, water hyacinth, and rice husk materials and to analyze the effect of the mixture of banana leaf, water hyacinth, and rice husk material composition. The acoustic board was then tested for physical properties, mechanical properties, and sound absorption coefficient (α) using the one-microphone impedance tube method. Making acoustic boards with a material and adhesive ratio of 70%:30%, and a comparison of variations in the composition of banana stem, water hyacinth, and rice husk materials for sample A (60%: 10%: 0%), sample B (20%: 0%: 50%), sample C (0%: 10%: 60%), and sample D (20%: 10%: 40%). The results of the research on physical and mechanical properties meet the Indonesian National Standard (SNI) 01-4449-2006, namely the density value in all samples, moisture content in samples B, C, and D, and internal adhesive firmness in samples B and C. The test results of the sound absorption coefficient value of the acoustic board are categorized as being able to reduce noise by meeting the International Organization for Standardization (ISO) 11654 standard, which is greater than 0.15. The highest sound absorption coefficient value is obtained by sample D at a thickness of 1 cm with a sound absorption coefficient value of 0.287.
Karakteristik Batako Berlubang Menggunakan Bahan Tambahan Serat Eceng Gondok dengan Variasi Waktu Pematangan Nurhanisa, Mega; Asterina, Asterina; Wahyuni, Dwiria
Rekayasa Sipil Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2025.v14.i1.02

Abstract

Batako merupakan bahan yang umum digunakan sebagai bahan pengganti kayu dengan batako ringan sebagai salah satu variasi yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk menguji campuran serat eceng gondok sebesar 3% pada komposisi pembuatan batako ringan dengan menggunakan variasi waktu pematangan 14, 21, dan 28 hari terhadap kualitas dan karakteristik batako yang dihasilkan sesuai dengan SNI 8640:2018. Penelitian dilakukan dengan menguji daya serap air, densitas, kuat lentur, dan kuat tekan batako yang telah dihasilkan. Daya serap air dan kuat tekan tertinggi adalah pada variasi 28 hari sebesar 14,98% dan 1,984 MPa, sedangkan kuat lentur terbesar pada variasi 21 hari sebesar 6,586 MPa. Densitas rata-rata batako sebesar 1,51 g/cm3. Batako yang dihasilkan memenuhi beberapa ketentuan seperti daya serap air dan kuat tekan pada kategori bata ringan non struktural. Sedangkan densitas batako masih melebihi kategori batako ringan. Oleh karenanya diperlukan variasi bentuk eceng gondok serta daya tekan yang lebih besar dalam proses pencetakan agar batako menjadi lebih padat dan baik kualitasnya.
Sintesis Komposit Karbon Aktif TKKSTiO2 dengan Aktivasi Gelombang Mikro untuk Pemurnian Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Aqni, Wahyu Nur; Nurhanisa, Mega; Dwiria Wahyuni
Jurnal Ilmu Fisika Vol 17 No 1 (2025): March 2025
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.17.1.19-30.2025

Abstract

The palm oil plantation industry generates waste besides palm oil products, including empty palm bunch (EPB). This research examines the emission reduction capabilities of motor vehicle exhaust gases using a composite of activated carbon from EPB-AC/TiO2. Surface morphology characterization of the composite is conducted using Brunauer-Emmett-Teller (BET) and Scanning Electron Microscope (SEM). EPB-AC exhibits an average reduction effectiveness of HC gas based on particle size (50, 100, 150, 200 mesh) sequentially at 34.49%, 37.43%, 39.98%, and 43.56%. The average effectiveness of EPB-AC in reducing CO gas sequentially is 70.29%, 71.30%, 72.86%, and 74%. For CO2 gas, EPB-AC has an average reduction sequentially at 52.6%, 54.25%, 56.52%, and 58.54%. On the other hand, the EPB-AC/TiO2 composite exhibits an average reduction effectiveness of HC gas based on particle size sequentially at 42.38%, 43.42%, 45.1%, and 46.57%. The average effectiveness of the EPB-AC/TiO2 composite in reducing CO gas sequentially is 71.24%, 73.52%, 75.54%, and 76.9%. For CO2 gas, the EPB-AC/TiO2 composite has an average reduction sequentially at 54.93%, 54.25%, 59.76%, and 63.05%. Therefore, the best reduction results occur at a particle size of 200 mesh.
Karakteristik Sifat Kimia, Fisis, dan Mekanik Papan Komposit Berbahan Baku Limbah Tulang Daun Kratom Anderesta, Fani Chelsea; Susanto, Yuris; Nurhanisa, Mega
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 6 No. 1: April 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v6i1.37073

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi limbah tulang daun kratom (Mitragyna speciosa) sebagai bahan pengisi (filler) dalam pembuatan papan komposit. Fokus kajian meliputi evaluasi karakteristik sifat kimia bahan baku serta sifat fisis dan mekanik dari papan komposit yang dihasilkan. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa tulang daun kratom mengandung lignin sebesar 16,83%, holoselulosa 59,65%, α-selulosa 38,60%, hemiselulosa 21,05%, dan zat ekstraktif sebesar 26,39%, yang mengklasifikasikan bahan ini sebagai sumber lignoselulosa dengan kadar lignin rendah dan hemiselulosa sedang. Papan komposit diproduksi menggunakan resin urea-formaldehida sebanyak 16%, kemudian dikempa panas pada suhu 200°C dengan tekanan 25 Pa selama 10 menit. Papan yang dihasilkan memiliki kerapatan sebesar 0,55 g/cm³, kadar air 3,89%, pengembangan tebal 57,07%, keteguhan tarik 0,83 kgf/cm², modulus patah (MOR) sebesar 70,91 kgf/cm², dan modulus elastisitas (MOE) sebesar 9.057,6 kgf/cm². Seluruh parameter memenuhi standar SNI 01-4449-2006, kecuali untuk pengembangan tebal. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa, meskipun kandungan zat ekstraktif yang tinggi dan sifat higroskopisnya menyebabkan ketidakstabilan dimensi, limbah tulang daun kratom tetap memiliki karakteristik yang menjanjikan sebagai bahan baku papan komposit berkelanjutan apabila diberikan perlakuan yang tepat.
Dependence of Crystallinity and Crystallite Size of Hydroxyapatite from Chicken Eggshell on Calcination Time : A Comparative Study on Scherrer Approach Arsyad, Ya' Muhammad; Mega Nurhanisa; Elsa Narulita; Ayunda Dwi Handayani; Frinelda Rehulina Barus; Tri Rahma Febrianti Maharani; Hilyana Agis Risla; Latifah Tri Amanda; Delia Amanda; Zahraini Tasya Siregar
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 6 No. 2: Oktober 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v6i2.43228

Abstract

The increasing demand for bone graft materials has driven the development of synthetic alternatives that closely mimic the mineral structure of natural bone and dental tissues. Hydroxyapatite (HAp) is a calcium phosphate material whose crystal structure closely resembles that of bone and dental tissue, making it highly suitable for various biomedical applications. In this study, calcium oxide (CaO) was obtained from calcined chicken eggshells, with calcination durations of 2, 3, and 4 hours, followed by the synthesis of HAp using the hydrothermal method at 160  for 24 hours. X-ray diffraction (XRD) analysis was performed to evaluate the effects of calcination time on crystallinity and crystallite size. The results showed that increasing the calcination time led to higher crystallinity, ranging from 46% to 54%. Crystallite size was estimated using three Scherrer-based methods. The straight-line Scherrer method produced values ranging from 1733.17 to 4621.8 nm, the average Scherrer method from 11.33 to 11.74 nm, and the modified Scherrer method from 8.49 to 9.11 nm. All three methods consistently indicated a decrease in crystallite size with longer calcination durations. These findings demonstrate that prolonged calcination enhances crystallinity and reduce crystallite size, underscoring the critical role of calcination time in shaping structural characteristics of HAp.
Optimasi Sintesis Karbon Aktif dari Bambu Buluh (Schizostachyum brachycladum) dengan Variasi Suhu Karbonisasi untuk Penyerapan Besi pada Air Sumur Gambut Wahyuni, Dwiria; Nurhanisa, Mega; Bahtiar, Abdurrahman; Rutdiyanti, Rutdiyanti
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.292-298.2022

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang banyak digunakan sebagai material penjernihan air. Pada umumnya, karbon aktif dapat disintesis dari berbagai limbah biomassa yang tidak digunakan seperti bambu buluh (Schizosachyum brachycladum). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu karbonisasi optimum sintesis karbon aktif yang dilihat dari penyerapan tertinggi kadar besi pada air sumur gambut. Artikel ini juga menjabarkan  hubungan antara suhu karbonisasi dan ukuran pori terhadap daya serap karbon aktif. Sintesis karbon aktif diawali dengan proses karbonisasi pada suhu 400, 450, 500, 550, dan 600°C (60 menit), kemudian dilanjutkan dengan proses aktivasi dengan mencampurkan bahan baku dengan larutan H3PO4 10% (24 jam) dilanjutkan pemanasan pada 900°C (60 menit). Ukuran pori dan morfologi permukaan karbon aktif digambarkan dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif yang dikarbonisasi pada suhu 500°C memiliki daya serap dan ukuran pori optimal, dengan efektivitas serapan sebesar 73,03% dengan ukuran pori sebesar 40 µm. Semakin besar ukuran pori karbon aktif, maka kemampuannya menyerap Fe dalam air sampel semakin juga semakin besar Penggunaan suhu di atas 500°C dapat merusak dinding pori karbon aktif. Dengan demikian, sintesis karbon aktif dari bambu buluh akan optimal jika dilakukan karbonisasi pada suhu 500°C