Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Optimalisasi Potensi Lokal di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara Sri Wahyuni; Nanik Hindariantiningsih; Nani Yuniar; Selamet Aku; Destika Sepang Arunglangi; Aulia Ramadhani Rahim; Jusri Lambe
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14043

Abstract

Abstract: This Thematic Community Service Program aims to improve the economy of the community in Bone-Bone Village, Muna Regency, Southeast Sulawesi, through optimizing local potential. The main problem is the lack of community knowledge for processing local plantation products, such as bananas, cassava, and coconuts, into products of economic value. The implementation method includes three stages: preparation (coordination with village officials and collection of materials), extension (presentation of local food diversification materials and processing technology), and practical training (production of products with the community). Eight main activities carried out include food processing (banana flour and brownies, cassava flour and brownies, antioxidant coconut oil, and young coconut isotonic drinks) and sustainable agriculture (plant pesticides, organic fertilizer from household waste, liquid organic fertilizer from rice washing water, and extension on soil fertility and conservation). The program results showed high community enthusiasm, with 20-30 participants per activity. The products were of good quality and received positive feedback when exhibited at the Muna Bersemarak Festival and during the Governor of Southeast Sulawesi's visit. The community successfully acquired new skills in local food processing and environmentally friendly agricultural practices. This program had a significant impact in empowering the community to utilize local potential as a sustainable MSME business opportunity. It was concluded that optimizing local potential through knowledge transfer and appropriate technology can be a catalyst for economic development in coastal communities based on local resources.
Karakteristik Fisikokimia dan Organolpetik Produk Chifon Cake Berbahan Dasar Tepung Sagu (Metroxylon sp.) Termodifikasi Sri Wahyuni; Andi Khaeruni; Ilian Elvira; Andi Dahlan; Fatahu Fatahu; Maysya Sarwa Usnul F
AGROINTEK Vol 19, No 4 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i4.22829

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of using modified sago flour resulting from fermentation using lactic acid bacteria (BAL) UM 24, the heat moisture treatment (HMT) process and the combination of BAL UM 24 and HMT fermentation on the organoleptic and physicochemical characteristics of chiffon cake. This research used a Completely Randomized Design (CRD). The data analysis used was the ANOVA test and further test (T test) at the 95% confidence level (α=0.05). The results of the chiffon cake physical test research, the selected flour modification treatment can increase the kamba density and water absorption capacity of the chiffon cake, as well as reduce the specific volume of the chiffon cake. The selected treatment for the organoleptic test is the sago flour modification treatment with BAL UM 24 fermentation with a color preference score. , aroma, taste and texture of chiffon cake. respectively 4.15 (like), 4.20 (like), 4.13 (like), 4.10 (like). The physical characteristics of the selected treatment were a specific volume value of 21.68 (ml/g), a kamba density of 56.08 (g/ml) and a water absorption capacity of 1.27 (%). Proximate content with water content of 27.24 (% wb), ash content 1.33 (% db), protein content 13.39 (% db), fat content 17.16 (% db) and carbohydrates 28.24 (% db ).
Bioteknologi Pangan Berbasis Mikroorganisme Rekayasa Genetika: Tren dan Tantangan Global Nurchalisah Rustan M; Sri Wahyuni; Baihaqi Baihaqi; Wa Ode Nafilawati; Minggu Lestari Ningsih; Febryansyah Febryansyah
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14532

Abstract

Bioteknologi pangan berbasis mikroorganisme rekayasa genetik telah menjadi inovasi kunci dalam meningkatkan efisiensi fermentasi, memperkaya kandungan nutrisi, meningkatkan kualitas pangan fungsional, serta memproduksi protein pangan alternatif. Proses fermentasi yang lebih efisien dapat dicapai dengan memodifikasi mikroorganisme agar memiliki kemampuan metabolisme yang lebih optimal, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai penelitian pada Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum yang meningkatkan produksi bioetanol dan asam laktat. Namun, meskipun banyak manfaatnya, penerapan teknologi ini menghadapi berbagai tantangan, seperti risiko lingkungan akibat kontaminasi silang, potensi toksisitas atau reaksi alergi pada konsumen, dan biaya tinggi dalam produksi skala besar. Selain itu, perbedaan regulasi antarnegara juga memperlambat penerimaan produk berbasis rekayasa genetik di pasar global. Meskipun demikian, prospek masa depan bioteknologi pangan berbasis mikroorganisme rekayasa genetik sangat cerah, dengan peluang untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi pemborosan makanan, dan meningkatkan keberlanjutan. Dengan kemajuan teknologi seperti CRISPR-Cas9, optimasi jalur metabolisme mikroorganisme dapat dilakukan lebih presisi, menjadikan inovasi ini sebagai solusi strategis dalam pengembangan pangan fungsional dan berkelanjutan di masa depan. Untuk itu, diperlukan pengembangan teknologi yang lebih efisien dan murah serta regulasi internasional yang lebih komprehensif untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan teknologi ini. Dengan pendekatan yang tepat, bioteknologi pangan dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan sistem pangan global yang lebih aman, bergizi, dan ramah lingkungan di masa depan.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Doratoon pada Materi Struktur Atom Sri Wahyuni; Fahyuddin; Muhammad Alim Marhadi
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpkim.v10i1.118

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi Doratoon pada materi Struktur Atom di SMA Negeri 3 Mawasangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan dan kepraktisan media pembelajaran berbasis video animasi Doratoon pada materi Struktur Atom. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D (Research and Development) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Development, and Disseminate). Media pembelajaran berbasis video animasi Doratoon pada materi Struktur Atom ini telah melalui tahap uji validasi materi dan media oleh para ahli dan memiliki kelayakan yang sangat baik dengan rata-rata perolehan skor keseluruhan sebesar 93%. Data angket respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis video animasi Doratoon yang dikembangkan memperoleh persentase rata-rata sebesar 83%. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi Doratoon pada materi Struktur Atom memiliki kelayakan yang sangat baik dan kepraktisan yang tinggi sehingga dapat  digunakan sebagai penunjang dalam kegiatan pembelajaran kimia pada materi Struktur Atom.
ANALISIS KARAKTERISTIK MUTU MINYAK KELAPA JAHE (Zingiber officinalle) SELAMA PENYIMPANAN Indah Fajriani; Sri Wahyuni; Asnani; Muhammad Syukri Sadimantara
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 6 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/1k82yb61

Abstract

Minyak kelapa merupakan produk yang diperoleh dari buah kelapa dan banyak digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari, terutama menggoreng. Minyak kelapa mudah mengalami kerusakan atau ketengikan selama penyimpanan. Penambahan jahe dapat meningkatkan mutu minyak kelapa dan memperpanjang umur simpan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan jahe dan lama penyimpanan terhadap karakteristik mutu organoleptik, kadar air, pH, viskositas, dan bilangan peroksida minyak kelapa. Hasil uji organoleptik pada hari ke-0 menunjukkan nilai hedonik: warna 4,37 (suka), aroma 4,50 (suka), kekentalan 4,13 (suka); deskriptif: warna 2,20 (kuning), aroma 4,63 (sangat beraroma jahe), kekentalan 2,70 (agak kental). Pada hari ke-56, nilai hedonik: warna 3,57 (suka), aroma 3,70 (suka), kekentalan 3,00 (agak suka); deskriptif: warna 2,20 (tidak berwarna), aroma 3,20 (agak beraroma jahe), kekentalan 2,30 (tidak kental). Analisis kimia menunjukkan kadar air 0,13%, pH 6,67, viskositas 1,89 Pa·s, dan bilangan peroksida 4,20 meq O₂/kg. Penambahan jahe berpengaruh terhadap sifat organoleptik, kadar air, pH, viskositas, dan bilangan peroksida, serta membantu mempertahankan kualitas dan umur simpan minyak kelapa
Potensi Mikroorganisme Pangan Fermentasi Indonesia sebagai Starter Culture Industri Nurchalisah Rustan Massinai; Sri Wahyuni; Andi Khaeruni; Wa Ode Nafilawati; Minggu Lestari Ningsih
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/nffqh062

Abstract

Fermentasi merupakan metode pengolahan pangan yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan nilai fungsional produk. Indonesia memiliki keragaman pangan fermentasi tradisional yang tinggi dengan komunitas mikroorganisme indigenous yang berperan dalam pembentukan karakteristik sensori dan biokimia produk. Proses fermentasi yang umumnya berlangsung spontan menyebabkan variabilitas mutu dan potensi risiko keamanan, sehingga diperlukan pengembangan starter culture terdefinisi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif potensi mikroorganisme indigenous dari pangan fermentasi tradisional Indonesia sebagai sumber starter culture industri. Metode yang digunakan berupa studi literatur terhadap keragaman mikroorganisme, karakteristik fungsional, serta peluang aplikasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat, khamir, dan kapang memiliki kemampuan adaptasi tinggi, fleksibilitas metabolik, serta potensi menghasilkan senyawa bioaktif dan probiotik. Mikroorganisme tersebut berperan dalam peningkatan kualitas sensori, keamanan, dan efisiensi fermentasi. Pengembangan menuju aplikasi industri masih menghadapi tantangan terkait stabilitas genetik, keamanan, konsistensi performa, dan skala produksi. Pendekatan bioteknologi modern berbasis genomik dan metabolomik diperlukan untuk mendukung seleksi dan optimasi strain. Pangan fermentasi tradisional Indonesia berpotensi menjadi sumber strategis pengembangan starter culture yang berkelanjutan dan berbasis biodiversitas lokal.
KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA ROTI TAWAR DARI BERBAGAI TEPUNG SUBSTITUSI BEBAS GLUTEN : STUDI PUSTAKA Dwi Rahma Padilah; Sri Wahyuni; Andi Khaeruni
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/rh1m8f11

Abstract

Roti merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan umumnya dibuat dari tepung terigu karena kandungan gluten yang memberikan elastisitas dan kemampuan menahan gas. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik fisik dan kimia roti tawar yang dibuat menggunakan berbagai tepung substitusi bebas gluten. Parameter yang dievaluasi meliputi daya kembang, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Data menunjukkan bahwa daya kembang tertinggi dan komposisi proksimat yang baik diperoleh pada roti berbasis tepung terigu dan tepung ampas kelapa dengan rasio 80:20, yaitu sebesar 69,14%, dengan kadar karbohidrat 44,11% dan protein 9,59%. Nilai daya kembang terendah ditemukan pada roti dengan substitusi tepung beras 35% sebesar 42,1%. Penurunan kadar gluten mengurangi kemampuan adonan dalam menahan gas selama fermentasi sehingga menurunkan daya kembang. Penggunaan tepung bebas gluten cenderung menurunkan daya kembang, namun memengaruhi komposisi gizi sesuai jenis tepung yang digunakan. Optimasi formulasi diperlukan untuk memperoleh keseimbangan antara sifat teknologi dan kualitas gizi pada roti bebas gluten.
KARAKTERISTIK SINOLE HASIL MODIFIKASI MELALUI FORMULASI TEPUNG SAGU (Metroxylonsagu) DENGAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) Dewi Rahmawati; Sri Wahyuni; Baihaqi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/hqr2qw18

Abstract

Sinole merupakan makanan tradisional Papua yang dibuat dari tepung sagu dan parutan kelapa. Tekstur sinole dapat menjadi keras setelah  mengalami pendinginan sehingga diperlukan modifikasi formulasi untuk memperbaiki karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh formulasi tepung sagu dan tepung labu kuning terhadap karakteristik sinole berdasarkan uji organoleptik dan karakteristik kimia. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan berdasarkan perbandingan tepung sagu dan tepung labu kuning, yaitu R0 (100:0), R1  (90:10), R2 (80:20), R3 (70:30), R4 (60:40), dan R5 (50:50), dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi karakteristik organoleptik secara  hedonik dan deskriptif terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta karakteristik kimia yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R5 menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi terhadap warna, aroma, rasa, dan  tekstur. Perlakuan R5 memiliki kadar air sebesar 30,93%, kadar abu 2,35%, kadar lemak 10,54%, kadar protein 2,52%, dan kadar karbohidrat 53,67%.  Formulasi dengan perbandingan 50% tepung sagu dan 50% tepung labu kuning merupakan perlakuan yang paling disukai berdasarkan karakteristik  organoleptik dan menghasilkan karakteristik kimia sesuai hasil analisis penelitian.