Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

DAMPAK PENDAMPINGAN PENCEGAHAN DIARE DI SD N I KARANGANYAR KOTA SEMARANG Ambar Dwi Erawati; Rinayati Rina Rinayati; Sri Ning Wahyuning
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.5

Abstract

Kegiatan pendampingan pencegahan diare di latar belakangi tingginya kejadian diare pada anak di kota Semarang. Untuk mengurangi angka kesakitan diare kususnya di kelurahan Karanganyar, pelaksana pengabdian melakukan pendampingan pencegahan diare di SD Karanganyar. Pendampingan yang dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang diare kepada guru dan siswa SD Karanganyar kelas 1 dan 2, Pendampingan cara cuci tangan yang benar sebelum dan sesudah makan, pendampingan di kantin dan penjual disekitar sekolah cara mengemas makanan sehat. Pendampingan dikatakan berhasil jika memenuhi indikator yaitu berkurangnya kejadian Diare di wilayah Kelurahan Karanganyar. Hasil kegiatan akan dipublikasikan pada jurnal nasional ber ISSN. Kata Kunci : Diare, Pendampingan, KaranganyarDiarrhea prevention assistance activities in the background of the high incidence of diarrhea in children in the city of Semarang. To reduce the morbidity of diarrhea, especially in the Karanganyar village. Mentoring is done by providing counseling about diarrhea to teachers and students of SD Karanganyar classes 1 and 2. Assistance in correct hand washing before and after meals, mentoring in the canteen and sellers around the school how to package healthy food. Assistance is said to be successful if it meets the indicator, namely the reduced incidence of diarrhea in the Karanganyar sub-district. The results of the activities will be published in the ISSN national journal.Keywords: Diarrhea, Mentoring, Karanganyar
PKM PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN BINA KELAURGA BALITA (BKB) DI RW 09 KELURAHAN GONDORIYO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i1.20

Abstract

Fokus PKM ini adalah pendampingan & pembentukan  Bina Keluarga Balita (BKB), meningkatkan kemampuan kader dalam  program KIA di kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan  Kota Semarang.. Upaya yang dilakukan antara lain: sosialisasi BKB,  pelatihan BKB, kegiatan BKB dan  meningkatkan kemampuan kader memberikan penyuluhan Tumbuh kembang balita. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah membentuk BKB dan  pendampingan kader BKB  untuk meningkatkan kesehatan balita. Adanya  sinergi antara kader dan pelayan kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan balita di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah pendampingan. Kegiatan pelatihan meliputi 1) sosialisasi  BKB di masyarakat 2) Pembentukan BKB 2) Pelatihan kader tentang kegiatan pelaksanaan BKB, 3) pelatihan kader dalam penyuluhan stimuuulasi tumbuh kembang. Kegiatan program PKM ini adalah a) Pra Survei b) Persiapan Alat & Bahan Pelatihan, c) Persiapan Tempat Pelatihan, d) Pelatihan kader, e) pendampingan kader dalam melaksanakan BKB , f) Evaluasi kemampuan & pemahaman kader. Pendampingan memenuhi indikator yaitu kegiatan BKB telah berjalan minimal 6 kali. Hasil kegiatan akan dipublikasikan pada jurnal nasional ber ISSN. Kata kunci : Kader, Bina Keluarga Balita (BKB)
Pemberdayaan Organisasi Ekstrakurikuler PMR dalam Upaya Peningkatan Pola Makan Gizi Seimbang dengan Media ‘Isi Piringku’ Rinayati Rinayati; Sri Wahyuning; Harsono Harsono; Cempaka Kumala Sari; Sugeng Santoso
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v2i2.1331

Abstract

"Isi Piringku" is a dietary guideline developed by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia as part of a balanced nutrition campaign. Understanding this concept is particularly important for elementary school-aged children, as this is a critical period for physical growth, mental development, and the formation of healthy lifestyle habits. A balanced nutritional intake plays a vital role in improving learning concentration, supporting physical activity, and preventing various diseases caused by nutritional deficiencies or excesses. However, the dietary behavior of elementary school students remains far from balanced nutrition principles, with an average achievement of only 53.9%. Based on this condition, this Community Service Program (PkM) aimed to improve the knowledge, skills, and behavior of Youth Red Cross (PMR) members at SDN Krapyak in consuming food according to balanced nutrition guidelines using the “Isi Piringku” media. The activities carried out included obtaining permission, conducting socialization, training on the use of the “Isi Piringku” media, and providing ongoing mentoring. Through this program, it was expected that PMR members could become change agents and role models for their peers in implementing healthy and balanced eating habits. The results of the activity showed that the mentoring was successfully conducted. There was a significant improvement in the knowledge and skills of PMR members, as reflected in the increase in the average score from 70.8 to 90.97 after the intervention. This indicates that the approach using the "Isi Piringku" media is effective in promoting balanced nutritional behavior among elementary school children.
PENGARUH SIKAP, NORMA SUBYEKTIF DAN KONTROL PERILAKU TERHADAP NIAT IBU HAMIL DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Sri Wahyuning
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memberkan ASI Eksklusif adalah salah satu indikator perilaku sehat yang diharapkan, akan tetapi cakupannya di beberapa daerah masih rendah, sehingga perlu usaha agar seluruh ibu memberikan ASI eksklusif. BerdasarkanTheory of resoned action (TRA) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan seseorang yang dilakukan karena ada niat. Teori ini dikembangkan menjadi Theory of Planned Behavior (TPB) dengan menambah satu variabel yaitu kontrol perilaku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap niat ibu hamil dalam memberikan ASI ekslusif. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan potong silang. Populasinya adalah ibu hamil di kelurahan Tambakaji sebanyak 81 orang. Sampel penelitian dihitung menggunakan rumus slovin dengan toleransi kesalahan 5% diperoleh jumlah sampel 67. Teknik sampling yang digunakan yaitu quota sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian dengan uji regresi logistik diperoleh hasil variable yang paling berpengaruh terhadap niat adalah keyakinan berperilaku (sig = 0, 040 dengan Exp (B)= 5,814) dan keyakinan normative (sig = 0, 040 dengan Exp (B) = 5,814). Kesimpulan faktor yang berpengaruh terhadap niat ibu memberikan ASI eksklusif adalah keyakinan berperilaku dan keyakinan normatif. ASI Eksklusif; Teori Perilaku Terencana
Niat Ibu dan Hubungannya dengan Pemberian ASI Eksklusif Wahyuning, Sri; Rinayati, Rinayati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i4.3792

Abstract

Kegagalan pemberian ASI Eksklusif memiliki dampak yang kompleks diantaranya bayi mudah terkena penyakit infeksi, stunting, perkembangan otak terhambat dan berbagai masalah kesehtan lain. Berbagai penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang penyebab dan faktor yang berpengaruh terhadap bayi tidak diberikan ASI Ekslusif. Niat penting untuk diteliti karena menurut Theory of Resoned Action menyatakan bahwa perilaku merupakan suatu tindakan yang dilakukan karena adanya niat pada seseorangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan niat dengan praktik memberikan ASI Eksklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan survey analitik dengan rancangan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6 bulan sampai 2 tahun. Sampel penelitian dihitung menggunakan rumus slovin dengan toleransi kesalahan 5% diperoleh jumlah sampel 78 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dalam bentuk google formulir yang dibagikan kepada responden. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square Test. Hasil penelitian dengan uji Chi Square Test diperoleh nilai p=0,000 sehingga nilai p<0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara niat ibu dengan praktik memberikan ASI Eksklusif. Kesimpulan jika seorang ibu saat hamil memiliki niat untuk menyusui secara eksklusif bisa diprediksi dia akan menyusui bayinya secara eksklusif setelah bayinya lahir.  
PkM Nasional Kalibrasi Alat Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nisrina, Safira Fegi; Rahmat, Basuki; Nugroho, Agung Satrio; Mulyono, Mulyono; Supriyanto, Agus; Soekardi, Chandrasa; Santoso, Sugeng; Soedjarwo, Soedjarwo; Rinayati, Rinayati; Wahyuning, Sri; Sari, Cempaka Kumala; Sulistyowati, Indah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6812

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas melalui kalibrasi alat kesehatan adalah langkah strategis untuk menjamin layanan yang aman dan akurat bagi masyarakat. Kalibrasi memastikan alat-alat medis berfungsi sesuai standar, sehingga hasil diagnosis dan tindakan medis yang diberikan menjadi lebih tepercaya.Hal ini juga didasari oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 54 Tahun 2015 tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan di mana permenkes ini mewajibkan setiap alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan kalibrasi secara berkala minimal satu kali dalam setahun. Tujuan dari kegiatan PkM Nasional Dosen Prodi Teknologi Elektro Medis, Universitas Widya Husada adalah memberikan jasa dan kalibrasi alat kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta secara gratis dalam upaya peningkatan mutu kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama yang berkaitan dengan penyediaan ala-alat kesehatan yang berkualitas dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara luas. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah 1) melakukan kalibrasi alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan pengujian dan kalibrasi 2) penyuluhan memberikan pengetahuan tentang ilmu pentingnya perawatan, pemeliharaan, dan kalibrasi pada alat kesehatan. Hasil a) pelaksanaan pengabdian masyarakat di Puskesmas Sanden telah dikalibrasi 4 (empat) jenis alat kesehatan dengan jumlah total 14 (empat belas) alat kesehatan. Kemudian hasil b) Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat di puskesmas Sewon 1 telah dikalibrasi 4 (empat) jenis alat kesehatan dengan jumlah total 12 (dua belas) alat kesehatan. Empat jenis alat kesehatan tersebut diantaranya Pulse Oxymeter, Blood Pressure Monitor, Timbangan bayi dan Dewasa, dan Doppler.
Alat Pengukur Suhu Tubuh Non Kontak Supriyanto, Supriyanto; Wahyuning, Sri
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v3i1.12499

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini paparan virus corona melalui suhu tubuh manusia. Salah satu tanda terpaparnya adalah suhu tubuh melebihi 38 derajat Celcius, meski tidak semuanya menunjukkan gejala, bahkan ada yang tergolong orang tanpa gejala (OTG). Pengukuran suhu tubuh saat ini menggunakan Thermo gun dengan mengarahkan ke dahi pada jarak 3-5 sentimeter sehingga petugas cukup dekat dengan objek. Akibatnya, pengukuran ini tidak sesuai dengan aturan protokol kesehatan terkait social distancing. Petugas berpotensi tertular dan menularkan virus Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengukur suhu tubuh manusia dengan jarak pengukuran yang lebih jauh. Peneliti menggunakan sensor radiasi infra merah untuk mendapatkan refleksi pada objek untuk menghitung suhu dari refleksi. Oleh karena itu, teknologi mikrokontroler digunakan untuk melakukan pemrosesan data yang cepat. Selain itu mikrokontrolernya cukup kecil, sehingga alat menjadi ringan. Dalam praktiknya, sensor infra merah dapat memindai panas tubuh manusia dari jarak 50 sentimeter. Pada saat yang sama, mikrokontroler menghitung nilai suhu dan layar LCD digunakan untuk menampilkan data. Jarak efektif pengukuran dengan alat ini adalah 40-55 sentimeter, dengan akurasi pengukuran suhu 97,99%. Sedangkan pengukuran dilakukan di tempat terbuka, tanpa AC, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
PEMBERDAYAAN KADER AISYIYAH DAN DOSEN UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEAMARANG DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Nenden Nur Annisa Nenden; Yane Puspito Sari; Sri Wahyuning; Wiwin Zuliyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotorik yang berdampak pada kesehatan fisik maupun kondisi psikososial, termasuk kecemasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan pengetahuan lansia serta pra-lansia melalui pendekatan holistik. Mitra kegiatan adalah 30 kader Aisyiyah di Pimpinan Ranting Aisyiyah Madukoro, Kabupaten Magelang. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan dan identifikasi, implementasi melalui skrining kesehatan (tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol), serta pemberian edukasi hidup sehat, manajemen obat, dan psikoedukasi anti-cemas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya variasi kondisi metabolik pada peserta yang memerlukan tindak lanjut medis. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dan warga mengenai pengelolaan kesehatan mandiri. Pemberian edukasi anti-cemas juga memberikan penguatan psikososial bagi lansia dalam mengelola emosi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah sinergi antara pemeriksaan fisik rutin dan dukungan edukatif yang berkelanjutan sangat efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian lansia di komunitas.