Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Guru PAUD dalam Menstimulasi dan Deteksi Dini Perkembangan Balita Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning; Harsono Harsono
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.4566

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran dalam memberikan pembinaan anak sejak usia dini,tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental anak, harapanya akan memberikan dampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Peserta didik PAUD berada pada masa golden age (usia keemasan). tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak. (Kemdikbud 2016). Analisa masalah, RW 09 Gondoriyo Ngaliyan Kota Semarang memiliki 54 balita usia 3-4 tahun yang rata rata memiliki ibu yang berkerja, dimana keseharianya hanya dengan pengasuh (nenek, asisten) atau di Daycare. PAUD Srikandi RW 09 memiliki 42 siswa, pelaksanaan proses belajar mengajarnya satu kali perpekan yakni di hari sabtu, dimana ibu, pengasuh atau keluarga juga mengantar anak balita ke PAUD, sehingga proses stimulasi dan deteksi tumbuh kembang mendapatkan momentum yang sangat tepat untuk dilaksanakan oleh guru PAUD. Guru PAUD Srikandi RW 09 adalah kader kader pokja 2 yang potensial di Rukun Warga (RW) 09 yang dapat diharapkan kontribusinya dalam meningkatkan derajat kesehatan balita. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah upaya pendampingan dan pembentukan peran serta guru PAUD dalam melakukan Stimulasi dan deteksi tumbuh kembang balita. Kegiatan yang dilakukan adalah perijinan dari wilayah setempat, Focus Group Discussion (FGD) peran guru PAUD, pelatihan Stimulasi perkembangan anak menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA), pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE), pendampingan stimulasi saat pelaksanaan PAUD. Hasil, pendampingan pelaksanaan stimulasi telah terlaksana dengan baik, terjadi peningkatan pengetahuan dan peningkatan keterampilan guru PAUD dalam melakukan stimulasi menggunakan KKA, PAUD mendapat tambahan APE.
Alat Pengukur Suhu Tubuh Non Kontak Supriyanto Supriyanto; Sri Wahyuning
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol 3, No 1 (2021): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v3i1.12499

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini paparan virus corona melalui suhu tubuh manusia. Salah satu tanda terpaparnya adalah suhu tubuh melebihi 38 derajat Celcius, meski tidak semuanya menunjukkan gejala, bahkan ada yang tergolong orang tanpa gejala (OTG). Pengukuran suhu tubuh saat ini menggunakan Thermo gun dengan mengarahkan ke dahi pada jarak 3-5 sentimeter sehingga petugas cukup dekat dengan objek. Akibatnya, pengukuran ini tidak sesuai dengan aturan protokol kesehatan terkait social distancing. Petugas berpotensi tertular dan menularkan virus Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengukur suhu tubuh manusia dengan jarak pengukuran yang lebih jauh. Peneliti menggunakan sensor radiasi infra merah untuk mendapatkan refleksi pada objek untuk menghitung suhu dari refleksi. Oleh karena itu, teknologi mikrokontroler digunakan untuk melakukan pemrosesan data yang cepat. Selain itu mikrokontrolernya cukup kecil, sehingga alat menjadi ringan. Dalam praktiknya, sensor infra merah dapat memindai panas tubuh manusia dari jarak 50 sentimeter. Pada saat yang sama, mikrokontroler menghitung nilai suhu dan layar LCD digunakan untuk menampilkan data. Jarak efektif pengukuran dengan alat ini adalah 40-55 sentimeter, dengan akurasi pengukuran suhu 97,99%. Sedangkan pengukuran dilakukan di tempat terbuka, tanpa AC, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Pregnant Women Satisfaction with the Service of the Health Surveillance Officers for KIA Program Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 1 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.085 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i1.361

Abstract

In the last two years, the maternal mortality rate in Semarang City has increased. In improving the quality of early detection of pregnancy, Semarang City Government has appointed the Health Surveillance Officers of KIA Program/Gasurkes KIA to assist pregnant women. Results of a preliminary survey on pregnant women found problems in the accompaniment process for pregnant women by Gasurkes KIA including lack of arrival frequency, clarity of the meeting time contract, the media used, and the completeness of the materials presented. This study aimed to describe the pregnant women satisfaction with Gasurkes KIA services. This research was conducted using a qualitative approach. The research subjects were seven pregnant women representing seven districts in Semarang City. The data were collected using in-depth interviews and were analyized using content analysis. Gasurkes KIA program seemed neat, confident, had medical records, provided clear health counseling and had good ethics. It is recommended for Gasurkes KIA to increase the use of extension media, make time contracts before mentoring, provide opportunities for questions regarding pregnant women, and increase the confidentiality of pregnant women personal data. Gasurkes Kia has sufficient tangibility, good reliability, good responsiveness, good assurance, and good empathy.
PENDAMPINGAN PENGURUS UKS DALAM MEWUJUDKAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DI SDN KARANGANYAR 2 KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG Sri Wahyuning; Ambar Dwi Erawati; Rinayati Rinayati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 1 (2020) : Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i1.63

Abstract

Kesehatan penting dikenalkan pada anak sejak dini, terutama pada usia sekolah. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan wadah untuk kegiatan promosi kesehatan di sekolah. UKS bertujuan meningkatkan prestasi belajar bagi peserta didik serta mutu pendidikan melalui upaya peningkatan perilaku hisup bersih sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. SDN Karanganyar 2 Kecamatan Tugu Kota Semarang sudah memiliki ruang khusus untuk kegiatan UKS, akan tetapi pemanfaatannya belum optimal dan belum dibentuk kader siswa secara berkelanjutan untuk menjadi pengurus UKS. Pelatihan dokter kecil yang pernah ada dilakukan oleh petugas Puskesmas Karanganyar dengan mengundang perwakilan beberapa siswa-siswi di masing-masing sekolah sehingga jumlah siswa yang mengikuti terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mewujudkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di SDN Karanganyar 2 Kecamatan Tugu Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu membentuk pengurus UKS, memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi pengurus UKS dan melakukan pendampingan bagi pengurus UKS serta melakukan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya pengurus UKS yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi kader kesehatan di sekolah, terdapat peningkatan jumlah siswa yang memiliki pengetahuan baik setelah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah tentang PHBS di sekolah sebanyak 46%. Kata kunci: Pendampingan, Pengurus UKS, PHBS
PENDAMPINGAN PENGURUS UKS DALAM MEWUJUDKAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DI SDN KARANGANYAR 2 KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG Sri Wahyuning; Ambar Dwi Erawati; Rinayati Rinayati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 1 (2020) : Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i1.63

Abstract

Kesehatan penting dikenalkan pada anak sejak dini, terutama pada usia sekolah. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan wadah untuk kegiatan promosi kesehatan di sekolah. UKS bertujuan meningkatkan prestasi belajar bagi peserta didik serta mutu pendidikan melalui upaya peningkatan perilaku hisup bersih sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. SDN Karanganyar 2 Kecamatan Tugu Kota Semarang sudah memiliki ruang khusus untuk kegiatan UKS, akan tetapi pemanfaatannya belum optimal dan belum dibentuk kader siswa secara berkelanjutan untuk menjadi pengurus UKS. Pelatihan dokter kecil yang pernah ada dilakukan oleh petugas Puskesmas Karanganyar dengan mengundang perwakilan beberapa siswa-siswi di masing-masing sekolah sehingga jumlah siswa yang mengikuti terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mewujudkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di SDN Karanganyar 2 Kecamatan Tugu Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu membentuk pengurus UKS, memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi pengurus UKS dan melakukan pendampingan bagi pengurus UKS serta melakukan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya pengurus UKS yang memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi kader kesehatan di sekolah, terdapat peningkatan jumlah siswa yang memiliki pengetahuan baik setelah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah tentang PHBS di sekolah sebanyak 46%. Kata kunci: Pendampingan, Pengurus UKS, PHBS
IBM KADER PKK DALAM UPAYA PEMBENTUKAN POSYANDU LANSIA DI RW 09 KELURAHAN GONDORIYO, KECAMAAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 2 (2020) : Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i2.83

Abstract

Fokus IbM ini adalah pendampingan pembentukan  Posyandu Lansia, meningkatkan kemampuan kader dalam  program kesehatan lansia di RW 9 Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan  Kota Semarang. Upaya yang dilakukan antara lain: sosialisasi posyandu lansia,  pelatihan kader posyandu lansia, kegiatan posyandul lansia. Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah membentuk posyandu lansia  dan  pendampingan kader posyandu lansia  untuk meningkatkan kesehatan lansia. Adanya  sinergi antara kader dan pelayanan kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan lansia di masyarakat. Metode pendampingan pembentukan posyandu lansia  dengan brain storming, ceramah tanya jawab menggunakan media lembar balik, dan curah pendapat. Diawali   penjajagan dengan membawa surat pengantar dari STIKES Widya Husada, Kesbanlinmas Kota Semarang, Puskesmas Ngaliyan, Bapermas Ngaliyan dan RW 09  Kelurahan Gondoriyo. Menyampaikan maksud tujuan kepada tokoh masyarakat serta meminta masukan terkait karakteristik keluarga yang memiliki lansia di RW 09  dan bekerja sama dengan Puskesmas Ngaliyan dalam mensinergikan program Posyandu Lansia. Kegiatan program 1) melatih kader tentang pembentukan Posyandu lansia. 2) mendampingi kegiatan Posyandu lansia  3) membantu mendeteksi dini adanya komplikasi penyakit pada lansia. Hasil kegiatan IBM ini  adalah terbentuknya Posyandu dan  berjalan rutin tiap bulan, terbentuknya struktur organisasi pengurus posyandu lansia, pelatihan kader posyandu lansia Kata kunci: Kader, , Lansia, Posyandu
Program Kemitraan Masyarakat Posyandu Lansia RW V Kelurahan Bambankerep Kota Semarang Ambar Dwi Erawati; Rinayati; Sri Wahyuning
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v6i1.6646

Abstract

One problem that arises from the development of health is one of increasing dependents of the productive age community towards unproductive communities. The elderly group will experience a decrease in the degree of health both naturally or caused due to disease. There is a need for an elderly coaching program that starts from pralansia is very necessary to maintain productivity. In RW V, Kelurahan Bambankerep Posyandu Lansia has not yet been formed, but there are elderly gymnastic activities that are offered once a month. So that offered solutions for the formation of Lansia Posyandu cadres so that Lansia Posyandu can be sustainable. The output of this accompanimen is that the community can check themselves to detect degenerative diseases. After 2 months of mentoring, the Posyandu for the elderly is formed and cadres of the Posyandu for the elderly can detect early degenerative diseases. The elderly found in RW V 56.1% had excessive Mass index which is a risk of hypertension, heart disease, DM, PPOP, stroke. And 52.2% of the elderly have hypertension.
Implementasi Pembentukan Kampung Siaga Candi Hebat dalam Menghadapi Pandemi Covid 19 Di RT 01 RW 04 Kelurahan Krapyak Kota Semarang Sri Wahyuning; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5256

Abstract

ABSTRAK Sejak Desember tahun 2019 muncul kasus covid 19 yang menyebar sangat cepat hampir di seluruh Negara di dunia termasuk Indonesia. Penularan kasus ini sangat cepat, meskipun angka kesembuhannya semakin meningkat tapi juga banyak menimbulkan kasus kematian. Untuk itu perlu diupayakan pencegahan penularan serta penanganan yang tepat bagi yang terkonfirmasi kasus covid 19. Pemerintah Kota Semarang melalui dinas kesehatan Kota Semarang memiliki program pembentukan kampung siaga candi hebat. Tujuan dari kegiatan ini adalah pembentukan kampung siaga candi hebat dengan membentuk tim siaga kesehatan, tim siaga sosial ekonomi, tim siaga keamanan, tim siaga logistik dan tim siaga komunikasi agar warga masyarakat mempunyai kesiapan dalam mencegah dan mengantisipasi bencana wabah covid 19 di RT 01 RW 04 Kelurahan Krapyak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberdayaan masyarakat dan pendampingan dalam pelaksanaan program kampung siaga candi hebat. Bahan yang dipersiapkan berupa juknis pembentukan kampung siaga candi hebat dan bahan penyuluhan terkait pencegahan dan penanganan kasus covid 19. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu telah terbentuk tim siaga kesehatan, tim siaga sosial, tim siaga keamanan, tim siaga logistik dan tim siaga komunikasi. Pelaksanaan kegiatan kampung siaga candi hebat di RT 01 RW 04 dapat berjaan dengan baik dan masyarakat lebih siap menghadapi bencana wabah covid 19. Kata Kunci: Implementasi, Program Pemerintah, Covid 19  ABSTRACT Since December 2019, there have been cases of covid 19 which have spread very quickly in almost all countries in the world, including Indonesia. The transmission of this case is very fast, although the recovery rate is increasing, it also causes many deaths. For this reason, efforts should be made to prevent transmission and appropriate treatment for confirmed cases of covid 19. The Semarang City Government through the Semarang City Health Office has a program “Kampung Siaga Candi Hebat”. The purpose of this activity is the establishment of kampung siaga candi hebat by forming a health alert team, a socio-economic alert team, a security alert team, a logistics alert team and a communication alert team so that the community has readiness in preventing and anticipating the COVID-19 outbreak on RT 01 RW 04. Krapyak Village. The method used in this activity is community empowerment and assistance in the implementation of kampung siaga candi hebat program. The materials prepared were in the form of technical guidelines for the formation of kampung siaga candi hebat and counseling materials related to the prevention and handling of covid 19 cases. The results obtained from this activity were that a health alert team, a social alert team, a security alert team, a logistics alert team and a communication alert team had been formed. The implementation of kampung siaga candi hebat on RT 01 RW 04 can run well and the community is better prepared to face the COVID-19 outbreak. Keywords: Implementation, Government Program, Covid 19 
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN KINERJA KADER KESEHATAN Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v10i3.793

Abstract

In 2019 heahth program in Semarang tend to increase, The partnership between health workers and health cadres is important. The performance of health cadres in the community has essence that cannot be released with health service. Methods descriptive analytic with cross-sectional. Population all health cadres in the Gondoriyo region. samples 68 respondents. primary data obtained through direct interviews using a structured questionnaire.Analysis using uni variate analysis, frequency distribution and bivariate analysis using the Spearman Rank test. Result, good knowledge level (73,5%) ,good level cadre performance ( 73,5%) health cadre knowledge is not related to cadre performance (p value = 0.883 and r = 0.089.
Pregnant Women Satisfaction with the Service of the Health Surveillance Officers for KIA Program Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 1 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.085 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i1.361

Abstract

In the last two years, the maternal mortality rate in Semarang City has increased. In improving the quality of early detection of pregnancy, Semarang City Government has appointed the Health Surveillance Officers of KIA Program/Gasurkes KIA to assist pregnant women. Results of a preliminary survey on pregnant women found problems in the accompaniment process for pregnant women by Gasurkes KIA including lack of arrival frequency, clarity of the meeting time contract, the media used, and the completeness of the materials presented. This study aimed to describe the pregnant women satisfaction with Gasurkes KIA services. This research was conducted using a qualitative approach. The research subjects were seven pregnant women representing seven districts in Semarang City. The data were collected using in-depth interviews and were analyized using content analysis. Gasurkes KIA program seemed neat, confident, had medical records, provided clear health counseling and had good ethics. It is recommended for Gasurkes KIA to increase the use of extension media, make time contracts before mentoring, provide opportunities for questions regarding pregnant women, and increase the confidentiality of pregnant women personal data. Gasurkes Kia has sufficient tangibility, good reliability, good responsiveness, good assurance, and good empathy.