Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Preventia

Korelasi Status Perkawinan, Pendapatan Keluarga, Kebiasaan Makan “Muluk” dan Konsumsi Gorengan terhadap Risiko Diabetes pada Wanita Lansia Awal (46-55 Tahun) Dhian Kartika Sari; Iing Merillarosa Kharisma Wardani; Shofiyatul Masyiyah; Dea Aflah Samah; Lucky Radita Alma; Septa Katmawanti; Nurnaningsih Herya Ulfah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i22021p111-122

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status perkawinan, pendapatan keluarga, kebiasan makan "muluk", dan konsumsi gorengan terhadap risiko diabetes pada wanita lansia awal berusia 46 sampai 55 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional dengan responden sebanyak 83 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa sebanyak 89,2 persen responden memiliki status perkawinan menikah. Diketahui juga bahwa rata-rata pendapatan keluarga dari responden adalah dibawah Upah Minimum Regional (UMR) (62,7 persen). Mayoritas responden menyampaikan bahwa mereka pernah makan muluk seminggu sebanyak 7 kali (27,7 persen) dan 75,9 persen responden menyampaikan bahwa lebih nyaman menggunakan muluk saat makan. Selain itu, sebanyak 33,7 persen mengakui menjadikan gorengan sebagai camilan yang biasa dikonsumsi. Adapun risiko diabetes diketahui bahwa 86,7 persen berada pada kategori risiko rendah. Hasil uji bivariat chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara status perkawinan (p value: 1,00), pendapatan keluarga (p value: 1,00), metode makan yang lebih nyaman diterapkan (p value: 1,00), dan konsumsi gorengan (p value: 0,319) dengan risiko diabetes. Hasil uji bivariat Kenndals Tau menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi makan muluk (p-value: 0,897) dan jumlah jari yang digunakan untuk muluk (p value: 0,596) dengan risiko diabetes.
RETRACTED: Pemanfaatan Film Animasi Dengue Hemorrhagic Fever Selama Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Al-Irsyad; Septa Katmawanti; Farah Paramita; Rosuzeita Fauzi; Dea Aflah Samah; Gladys Cyntya Mahardyka; Purnama Devita Sari; Belisa Fitria Az Zahra Bachtiar
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v7i12022p48-58

Abstract

Following a rigorous, carefully concerns and considered review of the article published in Preventia: The Indonesian Journal of Public Health to article entitle “Pemanfaatan Film Animasi Dengue Hemorrhagic Fever Selama Masa Pandemi Covid-19” Vol. 7, No. 1 (2022), DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um044v7i12022p48-58This paper has been found to be in violation of the Preventia: The Indonesian Journal of Public Health publication principles and has been retracted.The article contained redundant material, the editor investigated and found that the paper published in Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol. 19, No. 2 (2022), DOI: https://doi.org/10.31964/jkl.v19i2.475The document and its content has been removed from Preventia: The Indonesian Journal of Public Health and a reasonable effort should be made to remove all references to this article.
Analisis Sensori Smoothies dengan Penambahan Chia Seeds sebagai Pangan Tinggi Serat Farah Paramita; Septa Katmawanti; Agung Kurniawan; Putri Nurul Komariyah; Maurizka Sabrina; Dea Aflah Samah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v5i22020p90-97

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah dari Triple Burden Malnutrition yang dihadapi oleh oleh Indonesia. Salah satu upaya untuk pencegahan obesitas adalah melalui penerapan pedoman gizi seimbang dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah sumber serat.Smoothies merupakan salah satu cara untuk menikmati sayur dan buah sehingga masyarakat mampu memenuhi kebutuhan seratnya. Terdapat salah satu bahan pangan yang akhir-akhir ini banyak menjadi perhatian untuk penelitian yaitu chia seeds. Chia seeds tinggi akan serat per 100 gram nya, mengandung mineral, vitamin dan sumber asam lemak tidak jenuh yang baik untuk tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk berupa smoothies dengan penambahan chia seeds untuk dievaluasis secara sensoris dengan melihat perbedaan tingkat kesukaan rasa, aroma, warna dan kekentalan pada formulasi smoothies dengan penambahan chia seeds 0; 2,5; 5; dan 7,5 gram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan. Uji organoleptik dilakukan pada 35 panelis untuk mengetahui tingkat kesukaan pada rasa, aroma, warna dan kekentalan produk smoothies. Uji statistis anova dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesukaan panelis pada empat formulasi smoothies. Uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada parameter rasa dan kekentalan  (p lebih dari 0,05) dan terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter aroma dan warna (p kurang dari 0,05).  Penambahan chia seeds dapat memberikan pengaruh pada tingkat kesukaan terhadap parameter warna dan aroma smoothies. Panelis lebih menyukai rasa, aroma dan warna pada formula 1 (tanpa penambahan chia seeds) dan kekentalan pada formula 3 (penambahan chia seeds 5 gram).  
The Relationship Between Breast Milk Coverage, Mother's Education Level, Sanitation Hygiene, and Infectional Diseases and Incidents Of Stunting In Toddler In Bangkalan District, East Java Septa Katmawanti; Achmad Masfi; Ronal Surya Aditya; Dea Aflah Samah; Fatiya Rizka Putri; Oktavia Sri Wahyuni; Muhammad Fahmi Rabbani; Purnama Devita Sari
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i22024p115-122

Abstract

Stunting remains a pressing global health issue, with 149 million children affected in 2020. In Bangkalan District, East Java, stunting prevalence reaches 25.2 percent, exceeding the provincial average of 19.2 percent. This study aimed to analyze factors influencing stunting, including breastfeeding coverage, maternal education, hygiene, and infectious diseases. Conducted from August to September 2023 in the Blega Health Center area, this analytical correlation study involved 35 toddlers aged 24–59 months selected through simple random sampling. Data were collected via questionnaires, anthropometric measurements, and interviews, then analyzed using chi-square tests in SPSS. The results revealed significant relationships between exclusive breastfeeding and stunting (p value is less than 0.05) and between infectious diseases (e.g., diarrhea and URTI) and stunting (p value is less than 0.05). Toddlers not exclusively breastfed were 0.2 times more likely to be stunted, and those frequently suffering from diarrhea had a 0.13 times higher risk. However, no significant association was found between maternal education or hygiene behavior and stunting (p value is more than 0.05). These findings emphasize the importance of promoting exclusive breastfeeding and preventing infectious diseases as key strategies to combat stunting. Complementary measures, such as improving hygiene and sanitation, remain critical to creating a supportive environment for child growth and development
Co-Authors Achmad Masfi Adisa, Meyralda Dara Aditya, Ronal Surya Agung Kurniawan Agung Kurniawan Al-Irsyad , Muhammad Alma, Lucky Radita Alvisar Afandi Amelia Salsabila Fitriani Amira, Muthia Yasmin Annisa Aulia AzZahra Aulia Rizqia Az Zahra Barlian, Salwa Isna Belisa Fitria Az Zahra Bachtiar Desandyansyah, Salma Khnsa’ Nabila Dhian Kartika Sari Difa Amartya Caesara Dinarsih Rahayu Fandi Achmad Saputra Fatiya Rizka Putri Fitriani, Amelia Salsabila Gladys Cyntya Mahardyka Hafizhah, Nabila Alifatus Iing Merillarosa Kharisma Wardani Indana Tri Rahmawati Indana Tri Rahmawati Kriscahyanti, Sila Lorenza Arinda Saputri Maurizka Sabrina Meyralda Dara Adisa Mika Vernicia Humairo Muhammad Fahmi Rabbani Muhammad Irfan Syahputra Muthia Yasmin Amira Nabila Alifatus Hafizhah Naufalsyah Falah Muhammad Naura Assyifani Qolbi Nida An Khofiyya Nida An-Khofiyya Nimas Dewi Aninatus Zahro Nurnaningsih Herya Ulfah, Nurnaningsih Herya Oktavia Sri Wahyuni Paramita, Farah Purnama Devita Sari Putri Nurul Komariyah Putri, Fatiya Rizka Rachmawati, Windi Chusniah Rahayu, Dinarsih Ramadhani, Yuanda Putri Rizki Revina Safira Reza Pahlevi REZA PAHLEVI Rizqia Az Zahra, Aulia Rosuzeita Fauzi Safira, Revina Salmania Khnsa Nabila Desandyansyah Salmania Khnsa’ Nabila Desandyansyah Salsabila Fitriani, Amelia Salwa Isna Barlian Saputri, Lorenza Arinda Septa Katmawanti, Septa Shofiyatul Masyiyah Sila Kriscahyanti Sri Wahyuni, Oktavia Wahyuni, Oktavia Sri Yasmin Amira, Muthia Yuanda Putri Rizki Ramadhani Yunita Rakhmawati Zahro, Nimas Dewi Aninatus