Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PELATIHAN UMKM DESA REJOSARI MENJADI GO DIGITAL MELALUI DIGITAL MARKETING DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DIGITAL Fatichatur Rachmaniyah; Anisa Ulfah; Intan Sari Finas; Alif Indah Maulida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v11i2.6204

Abstract

In the digital era, MSMEs are faced with the challenge of adapting to technology in order to remain competitive. This study aims to improve the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) of herbal drinks in Rejosari Village, Lamongan. This is done through digital marketing and financial management training using the Qasir application. This training includes socialization of the importance of digital marketing and direct practice using social media platforms and financial management applications. The results of the study showed a significant increase in participants' digital knowledge and skills. In addition, participants showed a high interest in applying the knowledge gained in running their businesses. However, there are still several obstacles faced, such as the lack of digital literacy. This study concludes that digital training can be an effective solution to improve the competitiveness of MSMEs in rural areas.
Pengembangan Media Konvensional Lapbook Cerdik Berbasis Deep Learning (Joyful Learning) Dalam Pembelajaran Menulis Cerpen Kelas XI SMA Wahid Hasyim Model Hidayatul Istiqomah; Nisaul Barokati Selirowangi; Anisa Ulfah
EDU-KATA Vol. 12 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i1.12938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran konvensional Lapbook CERDIK berbasis deep learning (joyful learning) dalam pembelajaran menulis cerpen siswa kelas XI SMA Wahid Hasyim Model serta mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 30 peserta didik kelas XI. Data diperoleh melalui angket validasi ahli materi dan ahli media serta angket respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Lapbook CERDIK berbasis deep learning (joyful learning) memiliki tingkat kevalidan yang sangat layak. Validasi ahli materi memperoleh persentase 96,67%, sedangkan validasi ahli media memperoleh persentase 98,33%. Selain itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase rata-rata sebesar 92,5% yang termasuk kategori sangat praktis. Dengan demikian, media yang dikembangkan dinyatakan layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen serta mampu mendukung peningkatan keterampilan dan kreativitas peserta didik.
Model Pembelajaran Literacy Circle sebagai Inovasi Pembelajaran Menulis Puisi di Era Merdeka Belajar Anisa Ulfah; Nur Zumaisaroh; Lailatul Fitriyah; Elena Jesica
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2022: SPECIAL EDITION: LALONGET III
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.7588

Abstract

Model pembelajaran Literacy Circle merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dengan menekankan kegiatan literasi dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran ini juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif dalam menulis puisi secara kreatif dan kolaboratif. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan model pembelajaran Literacy Circle sebagai inovasi pembelajaran menulis puisi di era merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini dikemas dengan berfokus pada pelibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan peserta didik melalui proses pembelajaran menulis puisi untuk mengembangkan potensi diri, keterampilan literasi, serta keterampilan sosial. Kegiatan model pembelajaran literacy circle yang dikembangkan tersebut sejalan dengan tujuan dan prinsip penerapan merdeka belajar. Pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berliterasi dalam proses menulis puisi sehingga mendapatkan pengalaman yang bermakna untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuannya. Dengan demikian, model pembelajaran Literacy Circle dapat menjadi salah satu referensi dan inovasi bagi pendidik dalam menyajikan pembelajaran menulis puisi di era merdeka belajar.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital dalam Pembelajaran Menulis Puisi di Era Merdeka Belajar Anisa Ulfah; Lailatul Fitriyah; Nur Zumaisaroh; Elena Jesica
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.7914

Abstract

Pembelajaran menulis puisi merupakan salah satu capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yang diajarkan di kelas VIII. Peserta didik diharapkan mampu mengungkapkan gagasan dan perasaannya melalui bahasa yang padat dan indah sesuai karakteristik puisi. Tujuan penelitian ini ialah untuk memaparkan pemanfaatan media pembelajaran digital dalam pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif dengan paparan deskriptif. Data penelitian ini, yaitu modul ajar, lembar observasi, serta hasil karya puisi peserta didik. Modul ajar dan lembar observasi dianalisis untuk memaparkan pemanfaatan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran. Ada pun karya puisi peserta didik dianalisis sesuai pedoman kriteria penilaian menulis puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata yang didapatkan peserta didik mengalami peningkatan melalui pemanfaatan media pembelajaran digital. Keterampilan yang dikembangkan dalam pembelajaran menulis puisi, meliputi kesesuaian judul/tema dengan isi, diksi, gaya bahasa, rima, serta makna puisi. Media pembelajaran yang dimanfaatkan pendidik, meliputi platform Quizziz, antologi puisi, kanal Youtube, Powerpoint, serta media sosial Instagram. Kombinasi media-media tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal karena dapat saling melengkapi dalam setiap kegiatan pembelajaran menulis puisi. Dengan cara demikian, pemanfaatan media pembelajaran digital dapat memberikan wawasan dan pengalaman bagi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dalam pembelajaran menulis puisi.
Implementation of Deep Learning in the Planning and Execution of Indonesian Language Instruction in Class XI TKJ at SMK NU 1 Kedungpring Nia Rahmawati; Anisa Ulfah; Nisaul Barokati Selirowangi
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1829

Abstract

Abstract Deep learning is an approach applied within the *Kurikulum Merdeka* (Independent Curriculum) to foster mindful, meaningful, and joyful learning. This study aims to describe the implementation of deep learning—specifically regarding lesson planning, instructional delivery, and the alignment between the two—in an Indonesian language class for Grade XI Computer and Network Engineering (TKJ) students at SMK NU 1 Kedungpring. A qualitative descriptive approach was employed, with the Grade XI TKJ Indonesian language teacher serving as the subject. Data were gathered through observation, interviews, documentation, and an analysis of teaching modules, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the characteristics of mindful, meaningful, and joyful learning were integrated into lesson planning through the formulation of learning objectives, the use of provocative (inquiry-based) questions, and the design of learning and reflection activities. During instruction, these three characteristics were realized by communicating learning objectives, conducting activities that focused student attention, facilitating discussion and collaboration, connecting material to students' experiences, and creating an active, comfortable learning atmosphere. The alignment between planning and implementation was rated as good, as the majority of activities outlined in the teaching modules were successfully carried out in the classroom. However, certain indicators were not optimally implemented, specifically providing opportunities for all students to offer in-depth responses, integrating the material with the professional context of Computer and Network Engineering (TKJ), and adapting instruction to specific classroom conditions.
Development of Local Wisdom-Based Teaching Materials for Learning to Write Fantasy Stories to Foster Character Education Sari Ani; Laila Tri Lestari; Anisa Ulfah; Melisa Agustina; Melinda Agustin
Edulitics (Education, Literature, and Linguistics) Journal Vol. 10 No. 2 (2025): July - December 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan*

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/edulitics.v10i2.13432

Abstract

Teaching materials play an essential role in facilitating effective learning and achieving instructional objectives. This study aimed to develop local wisdom-based teaching materials for learning to write fantasy stories and to examine their validity, practicality, and effectiveness in fostering character-oriented literary learning. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which comprises five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The needs analysis and preliminary study were conducted at SMP Muhammadiyah 8 Laren and served as the basis for designing the teaching materials. During the development stage, the product was validated by experts in literary learning and teaching materials development. The validation results yielded scores of 93.6% and 96%, indicating that the teaching materials were highly valid and suitable for classroom implementation. The product was subsequently tested with 18 seventh-grade students. The findings revealed that the average positive responses from teachers and students reached 95% and 97.6%, respectively, demonstrating a high level of practicality. Furthermore, the post-test results showed an improvement in students' learning outcomes, indicating the effectiveness of the developed materials. Overall, the findings suggest that the local wisdom-based teaching materials are valid, practical, and effective for use in learning to write fantasy stories while supporting character education. These materials are recommended for teachers seeking to integrate local wisdom into literary learning, and future studies are encouraged to involve larger samples and employ experimental or classroom action research designs
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS DRAMA BERBASIS MEANINGFUL LEARNING UNTUK SISWA KELAS XI SMA WAHID HASYIM MODEL KARANGGENENG Dinda Dwi Elisanti; Anisa Ulfah; Laila Tri Lestari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63440

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh kurangnya bahan ajar teks drama yang mendukung pembelajaran bermakna dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menentukan validitas, kepraktisan, dan efektivitas bahan ajar teks drama berbasis Pembelajaran Bermakna untuk siswa kelas sebelas di SMA Wahid Hasyim Model Karanggeneng. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli bahan dan media, kuesioner respons siswa, dan tes prestasi belajar dalam bentuk pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berhasil dikembangkan melalui lima tahapan model ADDIE. Validasi ahli bahan menghasilkan skor 93,33%, sedangkan validasi ahli media mencapai 88,46%, keduanya dikategorikan sangat valid. Tes kepraktisan memperoleh skor 87,21%, menunjukkan bahwa bahan ajar sangat praktis. Keefektifan bahan ajar tersebut ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa dari 77,32 pada pretest menjadi 90,29 pada posttest, serta peningkatan penguasaan pembelajaran klasik dari 82,14% menjadi 100%. Oleh karena itu, bahan ajar teks drama berbasis Pembelajaran Bermakna memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, sehingga cocok digunakan sebagai bahan ajar dalam pengajaran teks drama di kelas Bahasa Indonesia untuk siswa kelas sebelas SMA.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS PUISI BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK SISWA KELAS VIII MTs SALAFIYAH CUNGKUP Jazilatul Khoiro; Anisa Ulfah; Nisaul Barokati Selirowangi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63491

Abstract

Learning to write poetry still faces obstacles due to limited teaching materials that do not guide students in a gradual and meaningful manner. This study aims to develop Deep Learning-based poetry writing teaching materials, determine the level of feasibility, and test their effectiveness on eighth-grade students at MTs Salafiyah Cungkup. The study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were collected through observation, interviews, expert validation questionnaires, student response questionnaires, and pretest and posttest tests. The results showed that the teaching materials obtained a validation percentage of material experts of 96% and media experts of 95% with a very feasible category. Student responses showed a very practical category. The effectiveness of the teaching materials was shown by an increase in the average score of students from 62.5 in the pretest to 95.5 in the posttest with an N-Gain value of 0.88 (high category). Thus, Deep Learning-based poetry writing teaching materials were declared feasible, practical, and effective for use in learning.
Reading Comprehension Instruction Based on Barrett's Taxonomy in Grade IX at SMPN 1 Karanggeneng Kustina Elisah; Anisa Ulfah; Laila Tri Lestari
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1989

Abstract

This study aims to describe the reading comprehension learning process and the characteristics of students' reading abilities in class IX.B SMPN 1 Karanggeneng based on the five levels of Barrett Taxonomy, namely literal, reorganization, inferential, evaluative, and appreciative. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. The subjects were students of class IX.B selected through purposive sampling. Research data included learning planning (teaching modules), learning process (documentation videos and field notes), and learning outcomes (student-made test items and peer assessment results). Data analysis was conducted through four stages: data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that reading comprehension learning was implemented in sequential stages, starting from orientation, material delivery, example provision, text construction, question development, to joint summary. Test item analysis showed dominance of literal comprehension level with 250 items out of 330 total items, followed by reorganization with 52 items and inference with 28 items, while evaluative and appreciative levels were not found. Peer assessment results demonstrated variation in student achievement with the highest score of 100, middle score of 92, and lowest score of 86. The implication of this study indicates that reading comprehension learning requires a gradual approach starting from strengthening foundational understanding, but the depth of students' cognitive engagement still needs to be enhanced to better align with inquiry-based and active learning approaches that demand higher-order reasoning, particularly at evaluative and appreciative levels.