Articles
Changes Of Symptoms And The Ability Of Anxiety Patients After Exercise Of Thought Stopping And Family Psychoeducation
Laela, Sri;
Mustikasari, Mustikasari;
Wardani, Ice Yulia
Media Keperawatan Indonesia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/mki.1.1.2018.1-11
Patients with degenerative disease were hospitalized may experience an anxiety psychological problem affecting the condition of the illness. The handling of this case aims to determine the change of symptom signs and ability of anxiety patients after exercise thought stopping and family psychoeducation. The design was case study with 25 participants. The analysis was performed on symptoms and abilities of patients and families before and after nursing intervention, thought stopping and family psychoeducation. The case handling on the same topic has been done before, but that distinguishes the author using Peplau's interpersonal theory approach. This makes its different and important to do. The result of the case handling shows the age of 18-60 years, female 13 people, men 12 people, Sundanese and  the decreased signs of anxiety symptoms, also the increased the ability of families in caring for family members who experienced anxiety. Nursing intervention, thought stopping and family psychoeducation are recommended as nursing therapy for patients anxiety with degenerative diseases.
Karakteristik Keluarga Pasien Hemodialisis yang Mengalami Stres
PH, Livana;
Wardani, Ice Yulia
Jurnal Ners Widya Husada Vol 6, No 3 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Widya Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.476 KB)
|
DOI: 10.33666/jners.v6i3.318
Tingginya jumlah pasien gagal ginjal kronik menyebabkan tingginya angka stres pada keluarga sebagai care giver yang berperan mendampingi dan merawat lain selama proses hemodialisis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga pasien hemodialisis yang mengalami stres. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Alat yang digunakan untuk penelitian adalah kuesioner dengan 14 pertanyaan tentang stres yang diambil dari kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Sampel penelitian ini adalah keluarga pasien yang merawat pasien hemodialisis berjumlah 32 orang. Data dianalisis secara univariat melalui distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia keluarga pasien hemodialisis yang mengalami stres berusia 44 tahun. Mayoritas berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir SMA, menikah, dan tidak bekerja. Tingkat stres keluarga pasien hemodialisis mayoritas berada pada tingkat stres sangat berat.Kata kunci: karakteristik, keluarga pasien hemodialisis, stresCHARACTERISTICS OF HEMODIALIZED PATIENTS FAMILY WHO HAVE STRESSABSTRACTThe high number of patients with chronic kidney failure causes a high number of stressors in the family as care givers whose role is to accompany and care for others during the hemodialysis process. The study aims to determine the characteristics of the families of hemodialysis patients who experience stress. This research is a quantitative research with descriptive analytic design. The tool used for the study was a questionnaire with 14 questions about stress taken from the Depression Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42) questionnaire. The sample of this study was 32 families of patients treating hemodialysis patients. Data were analyzed univariately through frequency distribution. The results showed that the average family age of hemodialysis patients who experienced stress was 44 years old. The majority are female, have a high school education, are married, and do not work. The majority of family stress levels in hemodialysis patients are at very heavy stress levels.Keywords: characteristics, hemodialysis patients' families, stress
Reducing the Violent Behavior in Schizophrenia Patient Through Online Clinical Practice During the Covid-19 Pandemic
Rizki, Dhaifina Dini Ghassani;
Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.369-382
Online clinical practice is an alternative in providing mental health services during the COVID-19 pandemic. Online clinical practice is useful in preventing relapse that is at risk of occurring during a pandemic in people with serious mental disorders such as schizophrenia. One of the schizophrenia relapse symptoms is a change in behavior that is distorted so that it creates a risk of violent behavior. Violence is a maladaptive response indicated by injuring oneself, others, or the environment. The patient’s ability to control violent behavior can be used as a means of preventing violent behavior. Nursing interventions based on mental health nursing care standards are carried out to prevent or control violent behavior in patient. The purpose of providing nursing care is to reduce symptoms and increase the patient’s ability to control violent behavior. The research method used case study analysis. The instrument used was an evaluation sheet of symptoms and the ability to control violent behavior. The final evaluation of the nursing care provided showed a decrease in symptoms and an increase in patient’s ability to control violent behavior. Promotion and prevention of health problems in patient with a risk of violent behavior can be done by implementing online nursing care based on mental health nursing care standards, as well as collaborating with clinical nurse specialist and related communities.
Studi Kasus: Aplikasi Psikoedukasi Keluarga dengan Skizofrenia Selama Pandemi Covid-19 terhadap Ekspresi Emosi Keluarga dan Kepatuhan Pengobatan Pasien
Yuliastuti, Estin;
Susanti, Herni;
Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.221-234
Keluarga merupakan bagian terpenting dalam proses perawatan skizofrenia dan dapat mengalami perasaan kelebihan beban perawatan dan stress sehingga dapat menimbulkan ekspresi emosi keluarga yang mengakibatkan kurangnya support dalam merawat penderita dan ketidakpatuhan pengobatan pasien. Salah satu intervensi keluarga dengan skizofrenia yang dapat dilakukan yaitu psikoedukasi keluarga. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi psikoedukasi keluarga skizofrenia selama pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) terhadap ekspresi emosi keluarga dan kepatuhan pengobatan pasien. Tn. I (60 tahun) merupakan ayah sekaligus caregiver dari anggota keluarga yang mengidap skizofrenia. Keluarga melaporkan bahwa pasien memiliki riwayat putus obat dengan total skor pengukuran tingkat kepatuhan pengobatan sebanyak 5 (sedang). Selain itu, keluarga memiliki ekspresi kritik dan overprotektif pada pasien dengan total skor pengukuran ekspresi emosi keluarga sebanyak 27 (tinggi). Perawat memberikan intervensi berupa psikoedukasi keluarga secara offline melalui kunjungan rumah dan online melalui video call. Implementasi psikoedukasi keluarga skizofrenia di masa pandemi Covid-19 membutuhkan strategi khusus yang tepat supaya dapat tercapai tujuan akhirnya. Hasil pengukuran akhir didapatkan total skor pengukuran tingkat kepatuhan pengobatan sebanyak 10 (tinggi) dan total skor pengukuran ekspresi emosi keluarga sebanyak 23 (rendah). Psikoedukasi keluarga dapat mengurangi ekspresi emosi keluarga dan meningkatkan kepatuhan minum obat klien.
Penerapan Terapi Spesialis Assertiveness Training pada Klien dengan Risiko Perilaku Kekerasan Menggunakan Pendekatan Teori Adaptasi Roy: Laporan Kasus
Azhari, Nanang Khosim;
Hamid, Achir Yani Syuhaimie;
Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.3.2021.675-684
Perilaku kekerasan merupakan respons terhadap stressor yang ditunjukkan dengan perilaku mencederai diri sendiri, merusak lingkungan, dan mencederai orang lain, baik dilakukan secara verbal maupun dalam bentuk perilaku. Perilaku kekerasan dapat menimbulkan berbagai macam dampak seperti peningkatan biaya perawatan, sehingga perlu segera ditangani. Salah satu tindakan keperaatan yang dapat digunakan untuk klien dengan risiko perilaku kekerasan adalah Assertivenesss Training (AT). Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan hasil tindakan Assertivenesss Training (AT) pada klien risiko perilaku kekerasan. Metode yang digunakan yaitu laporan kasus. Analisis dilakukan dengan cara mengukur tanda gejala dan kemampuan sebelum dan sesudah diberikan tindakan keperawatan AT pada 4 pasien risiko perilaku kekerasan. Hasil pemberian terapi AT menunjukkan terjadi penurunan tanda gejala risiko perilaku kekerasan dan peningkatan kemampuan pasien, namun pada umumnya pasien masih meninggalkan 1 tanda gejala. Dapat disimpulkan pemberian terapi AT ini bermanfaat untuk menurunkan tanda gejala dan meningkatkan kemampuan klien risiko perilaku kekerasan.
Hubungan antara Post-Traumatic Growth dengan Resiliensi pada Mahasiswa Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19
Yuliastuti, Estin;
Mustikasari, Mustikasari;
Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.901-910
Pandemi Covid-19 berdampak bagi mahasiswa keperawatan khususnya terkait aspek psikologis. Dampak psikologis tersebut memberikan tekanan psikologis tersendiri, tetapi juga dapat memberikan timbulnya perubahan yang positif. Perubahan tersebut adalah post-traumatic growth (PTG) dan resiliensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara PTG dan resiliensi pada mahasiswa keperawatan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang menggabungkan desain deskriptif dengan pendekatan survey dan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 mahasiswa keperawatan. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik demografi, Post-Traumatic Growth Inventory, dan Connor-Davidson Resilience Scale 10. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji statistik korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 18 tahun (56,7%) dan berjenis kelamin perempuan (96,7%) dengan penghasilan keluarga
Penerapan Family Psychoeducation Online dalam Mengurangi Anxietas pada Klien Terkonfirmasi Covid-19: Case Report
Eli Saripah;
Novy Helena Catharina Daulima;
Herni Susanti;
Ice Yulia Wardani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/sf12nk302
Backround: Covid-19 patients are prone to experiencing psychological disorders in the form of anxiety and fear. This psychological consequence strikes because the patient has excessive anxiety, especially physical conditions and limited interaction patterns in order to suppress the spread of the Covid-19 virus. Objective: The application of Family Psychoeducation to families based on standard mental nursing care is carried out online for clients to reduce anxiety levels in families who have family members with Covid-19. Methods: This case report uses the application of Family Psychoeducation and nursing care standards for Covid-19 clients who experience anxiety. This case report is based on the experience of clinical practice specializing in 2000 souls which was carried out online during the Covid-19 pandemic. Results: Evaluation has found a decrease in the level of anxiety in clients and families who are confirmed positive for Covid-19 which is done online. The therapist has also given pre and post test SRQ questionnaires where the client's score opens 8 and the SRQ opens 10. In this important case the intervention is carried out in order to reduce anxiety that occurs in the client and family. After the treatment process, the results of the client and family SRQ scores are 6 which means there is a decrease in the stress felt by the client and family during the client's treatment in the hospital. Conclusion: The application of Family Psycoeducation to families based on the standard of mental nursing care is carried out online for clients and families to reduce the level of anxiety in families whose family members have Covid-19 confirmed. The evaluation found that there was a decrease in anxiety levels in clients and families who were confirmed positive for Covid-19 which was carried out online.Keywords: anxiety; covid-19; family psychoeducationABSTRAKLatar belakang: Pasien covid-19 rentan mengalami gangguan psikologis berupa kecemasan dan ketakutan. Konsekuensi psikologis ini menyerang karena pasien memiliki kecemasan berlebih terutama kondisi fisik dan pola interaksi yang serba dibatasi dalam rangka menekan persebaran virus Covid-19. Tujuan: Penerapan Family Psycoeducation pada keluarga berdasarkan standar asuhan keperawatan jiwa dilakukan secara online pada klien untuk mengurangi tingkat kecemasan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan Covid-19. Metode: Laporan kasus ini menggunakan penerapan Family Psychoeducation dan standar asuhan keperawatan pada klien Covid-19 yang mengalami anxietas. Laporan kasus ini berdasarkan pengalaman praktik klinik peminatan keperawatan jiwa yangtelah dilakukan secara online dimasa pandemi Covid-19. Hasil: Evaluasi telah didapatkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada klien dan keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilakukan secara online. Terapis juga telah memberikan pre dan post test kuesioner SRQ dimana nilai skor klien berjumlah 8 dan SRQ pada keluarga berjumlah 10. Dalam hal ini pentingnya intervensi dilakukan dalam rangka mengurangi tingkat kecemasan yang terjadi pada klien dan keluarga. Setelah sebulan proses perawatan, hasil skor SRQ klien dan keluarga berada ≤ 6 yang berarti adanya penurunan stress yang dirasakan oleh klien dan keluarga selama dalam perawatan klien di rumah sakit.Kesimpulan: Penerapan Family Psycoeducation pada keluarga berdasarkan standar asuhan keperawatan jiwa dilakukan secara online pada klien dan keluarga untuk mengurangi tingkat kecemasan pada keluarga yang anggota keluarganya terkonfirmasiCovid-19. Evaluasi yang didapatkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada klien dan keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilakukan secara online.Kata kunci: kecemasan; covid-19; psikoedukasi keluarga
DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT STRES ORANG DENGAN HIV/AIDS
Yona Kurnia Sari;
Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 20 No 2 (2017): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.7454/jki.v20i2.361
Abstrak Kondisi HIV/AIDS menimbulkan stres bagi para penederitanya. Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah mencari dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres orang dengan HIV/AIDS di Kota Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 77 orang dengan HIV/AIDS dengan menggunakan metode pengampilan sampel consequtive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Medical Outcomes Sosial Support Survey HIVdan Perceives Stress Scale HIV. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa dukungan sosial yang diterima responden tergolong tinggi (55,8%) dan tingkat stres responden berada dalam kategori stres berat (80,5%). Hasil analisis bivariat menemukan bahwa ada hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres (p< 0,05). Hasil penelitian ini merekomendasikan dukungan sosial sebagai salah satu cara untuk membantu orang dengan HIV/AIDS menurunkan tingkat stresnya, dengan memberikan prioritas yang lebih pada dukungan materi. Kata Kunci: Dukungan sosial, HIV/AIDS, tingkat stres Abstract Social Support and Stress among People Living with HIV/AIDS. The impact of HIV/AIDS causes stress to people living with HIV/AIDS (PLWHA). Seeking a social support is one method to reduce stress for people living with PLWHA. The purpose of this study was to determine the relationship between social support and stress levels of people with HIV/AIDS in Depok city. The study design was a descriptive correlation with the cross-sectional study of 77 people with HIV/AIDS by using a consecutive sampling. Instruments used namely Medical Outcomes Survey of Social Support HIV (HIV-MOSS) and Perceive HIV Stress Scale (PSS-HIV). The results of this study found that the social support received by respondents is high (55.8%) and stress levels of respondents mostly were in severe stress (80.5%). The results of the bivariate analysis found that there is a relationship between social support and stress levels (p< 0.05). The results of this study recommend social support as a way to help people with HIV/AIDS reduces the stress level, by giving higher priority to the material support. Keyword: HIV/AIDS, social support, stress level
MANFAAT PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP BEBAN SUBJEKTIF KELUARGA PADA KASUS KLIEN TUBERKULOSIS PARU
Wahyu Dini Candra Susila;
Herni Susanti;
Ice Yulia Wardani;
Eka Budiarta
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36053/mesencephalon.v6i2.206
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru- paru serta dengan mudah menular melalui bersin, batuk, dan berbicara. TB paru menyebabkan berbagai macam dampak pada individu, dan juga dirasakan oleh keluarga. Salah satu dampak psikososial yang dialami keluarga dengan penderita TB paru adalah kecemasan yang menjadi beban subjektif keluarga, sehingga perlu diatasi agar keluarga dapat mendukung pengobatan secara optimal. Laporan kasus bertujuan untuk mengetahui manfaat psikoedukasi keluarga untuk mengurangi beban subjektif kecemasan keluarga. Psikoedukasi keluarga merupakan tindakan yang diberikan kepada keluarga untuk meningkatkan komunikasi keluarga, menangani masalah, dan meningkatkan fungsi serta kemampuan keluarga. Laporan kasus ini menggunakan satu orang klien TB Paru dengan keluarga yang mengalami beban subjektif kecemasan. Hasil studi menunjukkan pemberian psikoedukasi keluarga menggunakan 6 sesi dan 4 kali pertemuandapat mengurangi kecemasan keluarga, (skor HARS 29) menjadi kecemasan rendah (skor HARS 16). Psikoedukasi keluarga direkomendasikan untuk keluarga dengan beban subjektif kecemasan berat.
Stres dan Tingkat Kecemasan saat Ditetapkan Perlu Hemodialisis Berhubungan dengan Karakteristik Pasien
Rahma Fadillah Sopha;
Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.7454/jki.v19i1.431
Stres dan kecemasan merupakan kondisi psikologis yang umumnya dirasakan pasien penyakit ginjal kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien penyakit ginjal kronis dengan tingkat stres dan kecemasan saat ditetapkan mendapatkan terapi hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik cross sectional dengan melibatkan 32 pasien yang baru ditetapkan mendapatkan terapi hemodialisis. Untuk mengetahui tingkat stres dan kecemasan digunakan Depression Anxiety and Stress Scale. Dengan menggunakan uji kai kuadrat, didapatkan kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat stres dengan usia dan tingkat pendidikan, sedangkan tingkat kecemasan berhubungan dengan usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan status bekerja (p value ≤ 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa stres dan tingkat kecemasan saat ditetapkan mendapatkan terapi hemodialisis berhubungan dengan karakteristik pasien penyakit ginjal kronis. Hal ini memunculkan suatu kebutuhan akan adanya asuhan keperawatan untuk mengurangi stres dan kecemasan yang disesuaikan dengan karakteristik pasien. AbstractRelationship between the Characteristics of Chronic Kidney Disease Patient and the Level of Stress and Anxiety when was Diagnosed to Acquire Hemodialysis therapy in RSUP Fatmawati. Stress and anxiety are psychological conditions that generally occurred on chronic kidney disease patients. This study aimed to determine the relationship between the characteristics of chronic kidney disease patients and the levels of stress and anxiety when was diagnosed to acquire hemodialysis therapy. This study used cross sectional survey method which evaluated 32 patients who were newly assigned to get hemodialysis therapy. To determine the level of stress and anxiety, it was used Depression Anxiety and Stress Scale. Using the chi-square test, it was concluded there was a relationship between the level of stress with age and educational level and the level of anxiety with age, gender, marital status, and work status (p value ≤ 0.05). These results indicated that the differences in levels of stress and anxiety when was diagnosed to acquire hemodialysis therapy was associated with the characteristics of chronic kidney disease patients. So it would cause a necessity of nursing care plan to reduce stress and anxiety based on patients’ characteristics. Keywords: anxiety, hemodialysis, stress