Claim Missing Document
Check
Articles

Dukungan Keluarga: Faktor Penyebab Ketidakpatuhan Klien Skizofrenia Menjalani Pengobatan Ice Yulia Wardani; Achir Yani S Hamid; Wiwin Wiarsih; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i1.40

Abstract

Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan masalah yang banyak dialami oleh klien skizofrenia. Keluarga sebagai caregiver di rumah dituntut untuk mampu mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalamtentang makna pengalaman menghadapi ketidakpatuhan anggota keluarga dengan skizofrenia dalam mengikuti regimen terapeutik:pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan adalah caregiver yang didapatkan dengancara purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah indepth interview. Hasil wawancara dianalisis menggunakan teknikCollaizi. Hasil penelitian ini menggambarkan pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga yang tidak patuh terhadappengobatan, meliputi dukungan yang diberikan, beban yang dirasakan, dan bagaimana keluarga mengatasi beban yang dirasakan.Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan oleh praktisi keperawatan untuk mengembangkan cara penangananketidakpatuhan klien skizofrenia.
Peningkatan Efikasi Diri dan Penurunan Depresi pada Remaja dengan Cognitive Behavior Therapy Florensa Florensa; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v19i3.474

Abstract

Sekitar 71% dari 229 remaja SMA di kota Depok, Jawa Barat mengalami depresi. Depresi terjadi karena berbagai faktor diantaranya efikasi diri yang rendah. Cognitive Behavior Therapy (CBT) merupakan terapi yang dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri dan mengatasi depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan efikasi diri dan depresi setelah mendapat CBT. Metode penelitian: quasi eksperimen dengan pre-post test with control group pada penerapan CBT yang dilakukan secara berkelompok. Uji analisis yang digunakan adalah dependen dan independent sample t-Test, chi-square dan pearson product moment. Responden penelitian ini adalah remaja kelas VIII SMPN Kota Bogor. Sampel penelitian sebesar 72 remaja. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efikasi diri remaja yang mendapat CBT lebih tinggi dibanding remaja yang tidak mendapat CBT, depresi remaja yang mendapat CBT lebih rendah dibandingkan penurunan depresi pada remaja yang tidak mendapat CBT. Peningkatan efikasi diri mempunyai hubungan yang kuat dalam menurunkan depresi pada remaja dengan arah hubungan negatif. CBT direkomendasikan pada remaja dengan efikasi diri rendah dan depresi. Abstract Improved Self-Efficacy and Decrease of Depression in Teenagers with Cognitive Behavior Therapy. Research shows that in the city of Depok, West Java, there is 71% of 229 high school adolescents with depression. Depression occurs due to various factors such as low self-efficacy. Cognitive Behavior Therapy (CBT) is the treatment carried out to improve the self-efficacy and depression. This study aims to determine the change in self-efficacy and depression after receiving CBT. Research methods: a quasi experimental pre-post test with control group on the application of CBT is done in groups. The analysis used is dependent and independent sample t-test, chi-square and Pearson product moment. The respondents of this study were adolescents class VIII SMPN Bogor. This sample is 72 adolescents with low self-efficacy and depression. The results showed an increase in self efficacy teen gets CBT significantly higher than adolescents who did not receive CBT, depressed adolescents who received CBT were significantly lower than the decrease in depression in adolescents who did not receive CBT.  Increased self-efficacy has a strong relationship in reducing depression in adolescents with a negative direction. CBT is recomended in adolescents with loh self-efficacy and depression.  Keywords: adolescents, self-efficacy, depression and Cognitive Behavior Therapy
KUALITAS HIDUP PASIEN SKIZOFRENIA DIPERSEPSIKAN MELALUI STIGMA DIRI Ice Yulia Wardani; Fajar Apriliana Dewi
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 21 No 1 (2018): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v21i1.485

Abstract

Skizofrenia merupakan sekumpulan gejala atau sindrom yang dapat menyebabkan masalah kejiwaan yang sangat serius. Stigma diri muncul akibat efek negatif penilaian orang lain terhadap pasien Skizofrenia sehingga mengakibatkan penurunan kemampuan kerja, fungsi sosial, harga diri, dan harapan. Kualitas hidup pasien Skizofrenia erat kaitannya dengan disabilitas yang dialaminya berupa perubahan kognitif dan persepsi dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien skizofrenia melalui stigma diri. Desain penelitian ini adalah descriptive corelative dengan pendekatan cross sectional, sampel 92 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis uji statistik menggunakan correlation test. Hasil dari penelitian adalah ada hubungan antara stigma diri dengan kualitas hidup pasien Skizofrenia dengan korelasi negatif (r= -0,568, p= 0,00). Level stigma diri termasuk kedalam klasifikasi stigma tinggi dan klasifikasi kualitas hidup yang rendah. Penelitian ini merekomen-dasikan pelaksanaan intervensi keperawatan yang berorientasi pada pasien berupa pencegahan stigma negatif dan peningkatan kualitas hidup.   Abstract Quality of Life Schizophrenia Patients Treated Through Self Stigma. Schizophrenia is a syndrome that could induce seriously psychology problems. Self stigma can induce because of consequence of negative stereotype in patients with Schizophrenia with the result that diminished ability to work, social function, self-esteem and hope. Quality of life in patients with Schizophrenia related to disability because of impaired cognitive and perception in their life. This study was conducted to correlation between self stigmawith quality of life in patients Schizophrenia. Methodology use descriptive correlative with cross sectional study, used 92 patients with a diagnosis of Schizophrenia and used consecutive sampling. Statistical analysis test using correlation test. Result this study, there is significance correlation between self stigma and quality of life (p= 0.00 < 0.005) (r= -0.865). The level of self stigma of patients with schizophrenia was determined to be high, and the self stigma had a negative impact on the quality of life.  This study recommends the implementation of patient oriented nursing interventions in the form of prevention of negative stigma and improvement of quality of life Keywords: internalized stigma, quality of life, Schizophrenia
PENGARUH PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP ANSIETAS DAN DEPRESI KELUARGA YANG MEMPUNYAI ANAK DENGAN AUTIS DI SEKOLAH KHUSUS AUTIS HARAPAN UTAMA ANANDA DEPOK Ellya Qolina; Achir Yani S Hamid; Ice Yulia Wardani
Jurnal JKFT Vol 2, No 2 (2017): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v2i1.696

Abstract

ABSTRAK Mekanisme koping maladaptif sering terjadi pada orang tua yang mempunyai anak autis. Hal tersebut menyebabkan dampak psikologis seperti ansietas dan depresi pada keluarga terutama orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap ansietas dan depresi pada keluarga yang mempunyai anak autis. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen pre post test without control group. Sebanyak 21 orang tua yang mempunyai anak autis di Sekolah Khusus Autis Harapan Utama Depok diambil sebagai responden penelitian dengan metode total sampling. Variabel dianalisis dengan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikoedukasi keluarga secara signifikan menurunkan ansietas dan depresi responden dengan nilai p 0,000 (<0,05). Hasil penelitian ini merekomendasikan perawat jiwa komunitas untuk memberikan psikoedukasi keluarga pada keluarga yang mempunyai anak autis untuk meningkatkan koping adatif sehingga dapat secara mandiri mencegah atau menurunkan ansietas dan depresi. Kata kunci    : Psikoedukasi, keluarga dengan anak autis, ansietas, depresi
PENGARUH TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS DI KOTA BANDA ACEH Martina Martina; Mustikasari Mustikasari; Ice Yulia Wardani
Idea Nursing Journal Vol 9, No 3 (2018): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v9i3.14246

Abstract

Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit kronis yang sering dialami oleh lanjut usia dan berdampak terhadap kesehatan secara keseluruhan terutama pada fungsi fisik, psikologis dan sosial serta mempengaruhi semua dimensi kehidupan lansia sehingga mempengaruhi kualiatas hidup. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh terapi kelompok suportif terhadap kualitas hidup lansia yang mengalami Diabetes Melitus di Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental. Responden penelitian berjumlah 78 lansia yang terdiri 39 lansia kelompok intervensi dan 39 lansia kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan kuesioner WHOQOL-Bref. Analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan kualitas hidup dimensi fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan sebelum dan setelah mendapat terapi kelompok suportif (p value 0,05). Rekomendasi ini ditujukan kepada lansia yang mengalami diabetes melitus dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Kata kunci: terapi kelompok suportif, kualitas hidup, diabetes melitus. ABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic disease that is often experienced by the elderly and has an impact on overall health, especially on physical, psychological and social functions and affects all dimensions of the life of the elderly, which affects the quality of life. The aim of the study was to determine the effect of supportive group therapy on the quality of life of elderly people who had diabetes mellitus in Banda Aceh City. The research design used was quasi experimental. The research respondents were 78 elderly consisting of 39 elderly intervention groups and 39 elderly control groups. The measuring instrument used by the WHOQOL-Bref questionnaire. Analysis using paired t-test and independent t-test. The results showed that there were significant differences in quality of life in physical, psychological, social and environmental dimensions before and after receiving supportive group therapy (p value 0.05). This recommendation is addressed to the elderly who have diabetes mellitus in an effort to improve the quality of life. Keywords: supportive group therapy, quality of life, diabetes mellitus.
Is Social Support Related to Psychological Wellbeing in Working Mother? Muhammad Ari Arfianto; Mustikasari Mustikasari; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.505-514

Abstract

The number of working mothers has increased significantly in the last decade. Working mothers have a dual role, as caregivers of children and earn a living. The role of a worker adds to the burden and affects the psychological well-being of the mother. Psychological well-being is an indicator of an individual's mental health. Social support are important factors in the psychological well-being of working mothers. The purpose of this study was to analyze relationship between social support and psychological well-being of working mothers. This research used correlational cross sectional study design. 374 working mother in Sidoarjo East Java were taken using accidental sampling technique. Variable was measured using Multidimentional Scale of Perceived Social Support questionair and Ryff’s Scale Psychological Well-Being questionair. Variables were analyzed by pearson correlation. The result of this research showed that social support have significant correlation with psychological well-being (p value 0,000). These results explain the importance of social support factors in improving the psychological well-being of working mothers.
Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Jiwa Ners untuk Menurunkan Intensitas Waham Pasien Skizofrenia Fallon Victoryna; Ice Yulia Wardani; Fauziah Fauziah
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.072 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.1.2020.45-52

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang kompleks. Gejala yang paling sering ditemui adalah waham. Waham dialami oleh 60% penderita skizofrenia dengan intensitas yang lebih berat dibandingkan dengan gangguan jiwa yang lain. Pasien waham memiliki kecenderungan untuk memunculkan reaksi agresif karena adanya upaya konfrontasi dari lingkungan terkait pemikiran dan keyakinannya yang tidak realistis. Kecenderungan tersebut merupakan efek dari besarnya intensitas waham yang dialami pasien. Salah satu cara untuk mengontrol perilaku agresif tersebut adalah melalui latihan deeskalasi. Penanganan yang komprehensif perlu diberikan berdasarkan standar asuhan keperawatan (SAK) jiwa dan pemberian latihan deeskalasi secara adekuat pada pasien dengan gangguan proses pikir waham. Penulisan karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan jiwa ners dan latihan deeskalasi terhadap agresifitas pasien untuk menurunkan intensitas waham. Metode yang dilakukan adalah berupa analisis kasus pada pasien yang dirawat di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, dengan diagnosis keperawatan gangguan proses pikir waham kebesaran. Hasil dari pemberian intervensi selama 8 hari adalah pasien mengalami penurunan intensitas waham dari skor 16 dengan kategori berat menjadi skor 11 dengan kategori sedang. Kesimpulannya terdapat penurunan intensitas waham dengan menerapkan standar asuhan keperawatan jiwa ners dan latihan deeskalasi terhadap agresifitas pada pasien skizofrenia. Kata kunci: deeskalasi, skizofrenia, standar asuhan keperawatan, waham APPLICATION OFPSYCHIATRIC NURSING CARE STANDARDS TO REDUCE THE INTENSITY OF DELUTION SCHIZOPHRENIA ABSTRACTSchizophrenia is a complex mental disorder. The most common symptom is delusions. Estimated 60% of schizophrenics have more severe intensity compared to other mental disorders with the same diagnose. Patients with delusions tend to elicit aggressive reactions because of attempts at confrontation from the environment related to unrealistic thoughts and beliefs. The tendency is the effect of the amount of delusions experienced by patients. One way to control aggressive behavior is through de-escalation exercises. Comprehensive treatment needs to be given based on psychiatric nursing care standards and the provision of adequate de-escalation exercises to patients with delusional thought processes. The writing of this final scientific work aims to illustrate the application of nursing care and de-escalation exercises to the aggressiveness of patients to reduce the intensity of delusions. The method used is a case analysis in patients treated at Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, with a nursing diagnosis of oversized thought processes. The result of giving generalist therapy for 8 days is that the patient experienced a decrease in delusions intensity from a score of 16 with a severe category to a score of 11 with a moderate category. In conclusion, there is a decrease in the intensity of delusions by applying psychiatric nursing care standards and de-escalation training on aggressiveness in schizophrenic patients. Keywords: de-escalation, delution, psychiatricnursing care, schizophrenia
PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM PENANGANAN PASIEN HARGA DIRI RENDAH KRONIK DENGAN PENDEKATAN MODEL PRECEDE L. GREEN DI RW 06, 07 DAN 10 TANAH BARU BOGOR UTARA Desi Pramujiwati; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.419 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.2.2013.%p

Abstract

Harga diri rendah kronik adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi diri negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Harga diri rendah kronik yang dibiarkan menyebabkan isolasi sosial, halusinasi dan bunuh diri. Latihan melawan pikiran negatif cognitive behaviour therapy (CBT), dukungan sosial melalui family psychoeducation (FPE) dan terapi suportif  diharapkan memperbaiki harga diri rendah kronik. Karya ilmiah akhir ini bertujuanmenjelaskan hasil asuhan keperawatan spesialis jiwa pada pasien harga diri rendah kronik yang diberikan CBT, FPE dan terapi suportif. Metode yang digunakan adalah serial studi kasus pada 16 pasien yang terdiri dari 11 pasien skizofrenia, 4 pasien retardasi mental dan 1 pasien epilepsy. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan penurunan tanda dan gejala harga diri rendah kronik disertai peningkatan kemampuan pasien lebih tinggi pada kelompok pasien yang mendapatkan CBT, FPE dan terapi suportif daripada kelompok yang mendapatkan CBT dan FPE maupun yang mendapatkan CBT. Dukungan sosial di komunitas terutama memberdayakan keluarga dan kader dalam merawat pasien harga diri rendah kronik disarankan.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Klien dengan Halusinasi di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Jakarta Tahun 2014 Apriana Nona Linggu; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.831 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.2.2014.93-99

Abstract

Family support is an attitude, action and family acceptance towards ill patients, especially patients with hallucinations. Support families who are less able to lower the patient's motivation to make health care in terms of medication adherence. This study aims to identify the relationship of family support with medication adherence in clients with hallucinations. The design of this study is the correlation with the analytic cross sectional (cross-sectional) used a sample of 100 respondents were selected by purposive sampling technique Methods (PSM). Instrument The instrument used was the modified family support from WHO and questionnaires Friedman and drug compliance of the modified Ratting Medication Adherence Scale (MARS) for the psychoses of Thompson. The results of the research study found that there is a significant relationship between family support with medication adherence. The results of this study are expected to have implications for the management of the family with the implementation of health education.
Tindakan Keperawatan pada Klien, Keluarga dan Kader Kesehatan Jiwa terhadap Klien Isolasi Sosial di Komunitas Umi Rachmawati; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.697 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.2.2014.138-148

Abstract

Social isolation is one of nursing diagnosis that found on the client's nursing schizophrenia. The aims of this paper were known outcomes of nursing care such as Socialization Therapeutic Group Activities (TAKS), Social Skill Training (SST) and Family psychoeducation (FPE) and roles of mental health workers care for social isolation clients by Community as Partner Model approach. Socialization Therapeutic Group Activities (TAKS), Social Skill Training (SST), family social support by the Family psychoeducation (FPE), as well as the activities of mental health workers to visite the 4th of social isolation clients with schizophrenia. The results showed a decrease in signs and symptoms of clients with increased social skills. Was recommend research on nursing care with empowering mental health workers care for social isolation clients with more respondents.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achir Yani S. Hamid Afiffah, Nabila Putri Aisyah, Milazwarni Anisa Yulvi Azni Apriana Nona Linggu Arya Ramadia Azhari, Nanang Khosim Berlian Nurtyashesti Kusumadewi Budi Ana Keliat Budi Anna Keliat Budi Anna Keliat Keliat Daulima, Novy Helena C. Deborah Ferdinanda Lumenta Desi Pramujiwati Devina Oktavia Rizqi Sekar Arum Dewi Wulandari Dewi, Apri Rahma Dewi, Layya Notiva Dian Fitria Diva Aisyah Oktaviana Dwi Heppy Rochmawati Dwiyantoro Dwiyantoro Eka Budiarta Eka Budiarto, Eka Eka Malfasari Eka, Angelina Roida Eli Saripah Ellya Fadllah Samiun Ellya Qolina Eneng Elisnawati Eni Hidayati Eriyono Budi Wijoyo Esti Winahayu Evi Martha Fabrila Hasti Endah Ramadani Fajar Apriliana Dewi Fajriyati Nur Azizah Fallon Victoryna Fauziah Fauziah Florensa Florensa Gemma Michelia Junior Hargiana, Giur Herni Susanti Herny Susanti Hidayat, Asep Yusup I Ketut Sudiatmika Irra Wiryani Jamhari Jamhari Kanza Salsabiela Keksi Girindra Swasti Komalasari, Lilis Livana Ph, Livana Madepan Mulia Mahraniy Mardha Raya Maria Theresia Monica Elsina Maria Turnip Martina Martina Meka Yusselda, Meka Meulu Primananda Muhammad Ardianto Rodin Muhammad Ari Arfianto Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutia Rahmah Nabila Putri Afifah Nadia Yuli Pertiwi Nani Asna Dewi Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made K. Wardani Nirmala Fajar Pertiwi Novy Helena C. Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Nur Anisah Oktaviana, Diva Aisyah Pichitra Lekdamrongkul Poppy Fitriani Prawiro, Raden Ajeng Nuurizqia Utami Rachmi, Shanti Farida Rahma Fadillah Sopha Rahma Fadillah Sopha, Rahma Fadillah Reflin Mahmud Retno Lestari Ria Utami Panjaitan Riska Amalya Nasution Rizki, Dhaifina Dini Ghassani Rosyad, Habibi Rohman Rusiana, Elfira Salwa Muniroh Satria Fajrullah Said Aldam Sri Laela Sri Suryaningrum Sri Wianti Subu, Muhammad Arsyad Suratmini, Dwi Surya Efendi Susila, Wahyu Dini Candra Syamsul Arifin Syifa Asyfiani Rufaida Talenta, Claudia Talenta, Claudia Tantri Widyarti Utami, Tantri Widyarti Tuti Nuraini Tutik Sri Haryati Umi Rachmawati Ummah, Tarnimatul Ummah, Tarnimatul Winahayu, Neng Esti Wiwi Olivia Wiwin Wiarsih Yati Afiyanti Yona Kurnia Sari Yossie Susanti Eka Putri Yossie Susanti Eka Putri Yuliastuti, Estin Yunita Astriani Hardayati Zulhaini Sartika A. Pulungan