Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN SPESIALIS PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS ANSIETAS DAN GANGGUAN CITRA TUBUH DI UNIT UMUM Maria Turnip; Achir Yani S. Hamid; Ice Yulia Wardani
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): nomor1/2017
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.361 KB)

Abstract

Penyakit fisik menimbulkan masalah psikososial ansietas dan gangguan citra tubuh. Masalah psikososial ini menjadi faktor comorbid yang menambah berat kondisi fisik klien. Pelaksanaan tindakan ners spesialis didasarkan pada konsep perilaku dan adaptasi sebagai mahluk yang holistik yang meliputi: Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Thought Stopping (TS), Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan mempertimbangkan toleransi fisik klien. Tindakan ners spesialis Family PsychoEducation (FPE) pada keluarga dan Supportive Theraphy (ST) pada kelompok pelaku rawat (care giver) diberikan untuk memperkuat dukungan dari luar klien demi mempertahankan kelangsungan proses perawatan klien. Hasil: Pelaksanaan tindakan ners spesialis menunjukkan penurunan tanda dan gejala pada klien di semua aspek respons terhadap stresor. Penurunan yang paling besar terjadi pada kombinasi terapi CBT+PMR+FPE yang dilakukan pada klien dengan diagnosis ansietas pada aspek afektif sebesar 79.2% dan klien dengan diagnosis gangguan citra tubuh pada aspek perilaku sebesar 86.3%. Kesimpulan: Tindakan ners spesialis Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Thought Stopping (TS), Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan mempertimbangkan toleransi fisik klien dan Family PsychoEducation (FPE) pada keluarga serta Supportive Theraphy (ST) pada kelompok pelaku rawat (care giver) dapat membantu penurunan respons klien terhadap stressor.
Gratitude Journal sebagai Bentuk Latihan Berpikir Positif pada Pasien Risiko Bunuh Diri Gemma Michelia Junior; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.297-306

Abstract

Risiko bunuh diri merupakan diagnosis tahap akhir dari semua gangguan skizofrenia yang ada. Hal ini disebabkan risiko bunuh diri dapat menyebabkan perilaku mencederai diri serta adanya ancaman kematian bagi penderitanya. Penulisan Karya Ilmiah Akhir-Ners ini bertujuan untuk menganalisis proses asuhan keperawatan pada pasien risiko bunuh diri melalui penerapan teknik latihan menulis gratitude journal. Intervensi generalis yang diberikan antara lain mengidentifikasi aspek positif pada diri klien, keluarga, dan lingkungan, mendiskusikan harapan masa depan dan cara untuk mencapai harapan tersebut, serta diberikan pula intervensi tambahan latihan menulis gratitude journal yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal positif sebagai salah satu cara untuk memaknai kehidupan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya penurunan skor ide bunuh diri klien dari 25 ke 22 serta penurunan tanda gejala risiko bunuh diri selama 6 hari perawatan. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai  pengembangan asuhan keperawatan jiwa khususnya pada pasien risiko bunuh diri untuk meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan jiwa yang diberikan pada klien.
Effect of Cognitive Therapy and Family Psychoeducation in Stroke Clients with Depression and Disability Arya Ramadia Ramadia; Budi Anna Keliat Keliat; Ice Yulia Wardani Wardani
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 7 No. 2 (2021): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.367 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v7i2.222

Abstract

Stroke patients who were take care in the hospital 30-40% in depression condition. This research aim was to determine the effect of cognitive therapy and psycho Education for depression, helplessness, and ability to change negative thoughts for stroke patients. This research design was quasi experimental pre and post test  with control group with a total of sample 87 person with 29 persons  are given cognitive therapy and family psychoeducation therapy, 29 persons are given only cognitive therapy and 29 persons are not given therapy. Analysis by anova test and Pair t-test. The result of research show a decrease in  depression and helplessness condition and increase the ability to change negative thoughts of stroke clients whom received cognitive therapy and family psychoeducation group larger than whom just only receive cognitive therapy and the group without therapy (p value <0,05). There was factor that contribute depression condition of stroke client is age.  Cognitive therapy and Family Psychoeducation are recommended for stroke klien who got depression and helpless to increases the ability to change negative thinking.
Family Psychoeducation Therapy Increases Self-Esteem of Adolescent Prisoners Madepan Mulia; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani
Adi Husada Nursing Journal Vol 5 No 2 (2019): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v5i2.144

Abstract

ABSTRAKPeningkatan angka kriminalitas perlu mendapatkan perhatian, terutama terkait penyalahgunaanNAPZA. Di Indonesia, jumlah pengguna NAPZA yang berada di lembaga pemasyarakatandiperkirakan hampir mencapai 40% dari keseluruhan narapidana. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh terapi psikoedukasi keluarga terhadap harga diri narapidana remaja di lapasnarkotika. Desain penelitian ini quasi eksperimental pre-post test with control group. Kelompokintervensi 1 diberikan tindakan keperawatan ners serta kelompok intervensi 2 diberikan tindakankeperawatan ners dan terapi psikoedukasi keluarga dengan jumlah sampel masing-masingkelompok adalah 31 orang. Instrumen yang digunakan adalah Rosenberg Self Esteem Scale(RSES). Uji analisis yang digunakan adalah uji repeated ANOVA dan independent t-test. Hasilpenelitian menunjukkan tindakan keperawatan ners dan terapi psikoedukasi keluarga meningkatkanharga diri secara bermakna (p value < 0.05) lebih besar daripada setelah mendapatkan tindakankeperawatan ners. Tindakan keperawatan ners direkomendasikan dilakukan oleh perawat dipoliklinik lapas narkotika dan terapi psikoedukasi keluarga dilakukan oleh perawat spesialis jiwadalam mengatasi harga diri narapidana remaja di lapas narkotika.Kata kunci: Narapidana remaja di lapas narkotika, harga diri rendah, terapi psikoedukasi keluarga
TINGKAT STRES KERJA DAN STRATEGI KOPING GURU SD DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Nadia Yuli Pertiwi; Ice Yulia Wardani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.718 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.155-164

Abstract

Teachers quality is greatly influence education at the whole level of education including elementary school level. Teachers are one of the jobs with high levels of work stress. One of the causes of work stress is educational curriculum. This study aims to determine the level of stress and coping strategy of elementary school teachers in implementation of curriculum 2013 in Bogor Central District, Bogor. The design in this research used descriptive quantitative with cross sectional approach. This study involved 222 elementary schools teachers in Bogor Central District selected by purposive sampling. The results of this study illustrate the majority of elementary schools teachers in Bogor Central District (81,5%) experience moderate stress. Each dimension of work stress, occupational role (ORQ), personal strain (PSQ) and personal resources (PRQ) show that the majority of teachers experience moderate stress. The type of coping strategy that is most often used by elementary schools teachers in Bogor Central Districtis is problem focused coping (54,6%). The results of this study recommend nurses to be able for collaboration with school to facilitate activities that could reduce stress and use appropriate coping strategies.Keywords: Elementary School Teacher, work stress, curriculum 2013, coping strategy
HARGA DIRI REMAJA DAN POLA ASUH ORANGTUA SEBAGAI FAKTOR PROTEKTIF IDE BUNUH DIRI Nirmala Fajar Pertiwi; Ice Yulia Wardani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 3 (2019): Juli
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.241 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.3.2019.301-310

Abstract

Remaja yang tidak mampu menghadapi tekanan akan membawanya pada ketidakstabilan emosional dan cenderung melakukan berbagai perilaku berbahaya hingga bunuh diri. Bunuh diri memiliki faktor protektif berupa harga diri tinggi karena dapat memberikan kualitas psikologis positif. Faktor protektif ide bunuh diri lainnya yaitu pola asuh yang seimbang antara dimensi penerimaan dan pengendalian atau disebut pola asuh otoritatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan harga diri dan pola asuh orangtua dengan ide bunuh diri pada remaja SMA. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dan pendekatan secara chross-sectional. Penelitian ini memiliki responden sejumlah 322 remaja di SMA yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Terdapat hubungan yang kuat dan arah negatifantara harga diri dengan ide bunuh diri dengan koefisien korelasi -0,876, yang berarti bahwa semakin rendah harga diri yang dimiliki remaja maka semakin tinggi ide bunuh diri. Terdapat hubungan dengan kekuatan sedangdan arah negatif antara pola asuh orangtua dengan ide bunuh diri dengan koefisien korelasi -0,365, artinya apabila pola asuh orangtua mengarah pada otoritatif maka ide bunuh diri akan semakin rendah, dan sebaliknya apabila pola asuh orangtua mengarah pada otoritarian maka ide bunuh diri akan semakin tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan intervensi keperawatan jiwa dalammengidentifikasi ide bunuh diri pada remaja, serta meningkatkan wawasan remaja dan guru terkait faktor protektif ide bunuh diri. Kata kunci: faktor proteksi, harga diri,ide bunuh diri,dan pola asuh orangtua SELF-SELF-PRICE AND PARENT'S PATTERN AS SELF-KILLING IDEAS PROTECTIVE FACTORS ABSTRACT Teenagers who do not cope well under pressure will lead them to emotional instability and tend to perform a variety of malicious behavior or commit to suicide. Suicidial Ideation has protective factor such as high self esteem, because it can provide positive psychological qualities.Other protective factor is parenting style that contain balance between the dimensions of acceptance and control, also called authoritative. This study aims to determine the relationship of self-esteem and parenting Stylewith Suicidial Ideation in high school adolescents. This study used descriptive correlative and cross-sectional approach. This study has a number of 322 respondents, that are high school adolescents selected by proportional random sampling technique. There is strong relationshipwith negative directionbetween self-esteem with suicidal ideationand the correlation coefficient is -0,876, which means that the if adolescent’s self-esteem is lower so suicidal ideation will be higher. There is moderate relationshipwith negative direction between parenting style with suicidal ideation and the correlation coefficient is -0,365, which means that if parenting style is authoritative so suicidal ideation will be lower, and if parenting style is authoritarian so suicidal ideation will be higher.This study can be used to improve nursing intervention in identify suicidal ideation, and also to improve teenager’s and teacher’s knowledge about protective factors of suicidal ideation. Keywords: parenting style, protective factor,self-esteem and suicidal ideation
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERKAIT PROFESI DAN MOTIVASI MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNTUK MENJADI PERAWAT PROFESIONAL Ni Made K. Wardani; Ice Yulia Wardani
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.888 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i3.34

Abstract

AbstrakMahasiswa keperawatan harus memiliki pengetahuan yang baik terkait perawat profesional sertamemiliki motivasi yang tinggi untuk dapat menjadi seorang perawat profesional. Tujuan penelitian:untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terkait profesi dan motivasi mahasiswa tingkat akhiruntuk menjadi perawat profesional. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectionaldengan rancangan deskriptif koleratif dan menggunakan total sampling terhadap 156 mahasiswayang dilakukan pada bulan Juni 2016 di universitas negeri dan bulan September 2016 di universitasswasta, dengan kuesioner yang dibuat oleh peneliti sendiri dan sudah dilakukan uji validitas danreliabilitas. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkantidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan terkait profesi dan motivasimahasiswa tingkat akhir untuk menjadi seorang perawat profesional (p value=0,447). Selain itu,memiliki pengetahuan saja tidak cukup untuk dapat memotivasi diri mahasiswa keperawatan untukmenjadi perawat profesional. Kesimpulan: pengetahuan dan motivasi tidak saling berpengaruhuntuk menjadikan seseorang menjadi perawat profesional.Kata Kunci: pengetahuan, motivasi, perawat professionalTHE CORRELATION BETWEEN LEVELS OF KNOWLEDGE OF PROFESSION AND MOTIVATIONOF FINAL YEAR STUDENTS FOR BECOMING PROFESSIONAL NURSESABSTRACTNursing students should have a comprehensive knowledge of professional nurse and highmotivation for becoming professional nurses. Objective: To identify the correlation between thelevels of knowledge of profession and the motivation of fi nal year students for becoming professionalnurses. Methods: This study employed cross-sectional method with correlative descriptive design.It employed total sampling on 156 students. It was conducted in June at a state university and inSeptember at a private university. It used a questionnaire made by the researcher and its validityand reliability had been tested. Data were analyzed using chi-square test. Result: The results of thestudy indicated that there was no signifi cant correlation between levels of knowledge of professionand motivation of fi nal year students for becoming professional nurses (p value=0.447). In addition,having knowledge alone is not enough to be able to motivate nursing students for becomingprofessional nurses. Conclusion: Knowledge and motivation do not in fl uence each other to makesomeone become a professional nurse.Keywords: knowledge, motivation, professional nurses
Dampak Relaksasi Otot Progresif dengan Bahasa Daerah terhadap Stres Keluarga dengan Anggota Keluarga yang Mengalami Skizofrenia Reflin Mahmud; Achir Yani S. Hamid; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 3 No 2 (2021): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v3i2.2989

Abstract

This study aims to determine the impact of progressive muscle relaxation using regional languages on family stress who care for family members who experience schizophrenia. The method used in this research is Case Report with a pre-posttest. The results showed that Progressive Muscle Relaxation using Regional Languages could reduce family stress in caring for family members who experience schizophrenia. In conclusion, progressive muscle relaxation interventions with regional languages can help families experiencing stress in caring for family members with schizophrenia. Keywords: Regional Language, Gorontalo, Family, Progressive Muscle Relaxation, Schizophrenia, Stress
Dukungan Sosial dengan Stres, Kecemasan dan Depresi Remaja SMA Dimasa Pandemi Covid-19 Ice Yulia Wardani; Nabila Putri Afifah
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimasa pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai permasalahan yang salah satunya berdampak pada pendidikan sekolah. Dampak tersebut mempengaruhi proses pembelajaran yang dialami siswa seperti pada remaja SMA. Remaja SMA yang tidak mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut kemungkinan akan mengalami stres, kecemasan dan bahkan depresi. Remaja membutuhkan support system seperti dukungan sosial yang menjadikan remaja mampu bertahan dan beradaptasi di kondisi pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan sosial dengan stres, kecemasan dan depresi remaja SMA dimasa pandemi COVID-19. Penelitian ini melibatkan 412 remaja SMAN 4 Bekasi, SMAN 10 Bekasi dan SMAN 14 Bekasi. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Social Provision Scale (SPS) dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji sommers’d. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan stres, kecemasan dan depresi pada remaja (p value <0,05). Penelitian ini merekomendasikan kepada institusi pendidikan bahwa diperlukannya program secara terstruktur untuk meningkatkan masalah kesehatan mental pada remaja seperti melakukan bimbingan konseling dan meningkatkan dukungan sosial pada remaja.
Resilience and Emotional Intelligence Related to Workers' Stress Level in the Quarter Life Crisis Ice Yulia Wardani; Diva Aisyah Oktaviana; Riska Amalya Nasution
Health Science Journal of Indonesia Vol 13 No 2 (2022): (In Press)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v13i2.6473

Abstract

Background: young adults are vulnerable to stress due to difficulty completing their developmental tasks, which would make them be trapped in a quarter-life crisis. Resilience and emotional intelligence are needed to minimize work stress. Objectives: to investigate the relationship between resilience and emotional intelligence with stress levels in workers during the quarter-life crisis. Methods: A quantitative descriptive, correlative, and cross-sectional design was used for the research. Results: 57% of workers had low resilience, 51,9% had good emotional intelligence, and 68,6% experienced moderate stress. The results of the analysis identified a relationship between resilience and emotional intelligence with the stress level of workers during the quarter-life crisis in DKI Jakarta (p=0.001). Conclusions: workers with high resilience and good emotional intelligence experience lower stress than workers with low resilience and low emotional intelligence. This study recommends regular screening of workers’ mental health by health services and also for educational institutes to include material on resilience, emotional intelligence, work stress, and quarter-life crisis. Researchers recommend cooperation between companies and mental health services. Keywords: emotional intelligence, quarter life crisis, resilience, work stress, workers Abstrak Latar Belakang: dewasa muda rentan mengalami stres akibat sulit menyelesaikan tugas perkembangannya, sehingga dapat terjebak pada quarter life crisis. Resiliensi dan kecerdasan emosi dibutuhkan untuk meminimalkan stres kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan resiliensi dan kecerdasan emosi dengan tingkat stres pekerja pada masa quarter life crisis. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelatif dan desain cross sectional. Hasil: 57% pekerja memiliki resiliensi rendah, 51,9% pekerja mempunyai kecerdasan emosi baik, dan 68,6% pekerja mengalami stres sedang. Hasil analisis mengidentifikasi adanya hubungan resiliensi dan kecerdasan emosi dengan tingkat stres pekerja pada masa quarter life crisis di DKI Jakarta (p=0,001). Kesimpulan: pekerja dengan tingkat resiliensi tinggi dan kecerdasan emosi baik mengalami stres lebih rendah dibandingkan pekerja dengan resiliensi rendah dan kecerdasan emosi rendah. Penelitian ini merekomendasikan adanya skrining rutin kesehatan jiwa pekerja oleh pelayanan kesehatan serta institut pendidikan untuk memasukkan materi resiliensi, kecerdasan emosi, stres kerja, dan quarter life crisis. Peneliti merekomendasikan adanya kerja sama antara perusahaan dengan layanan kesehatan jiwa. Kata kunci: kecerdasan emosional, pekerja, resiliensi, stres kerja, quarter life crisis
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achir Yani S. Hamid Afiffah, Nabila Putri Aisyah, Milazwarni Anisa Yulvi Azni Apriana Nona Linggu Arya Ramadia Azhari, Nanang Khosim Berlian Nurtyashesti Kusumadewi Budi Ana Keliat Budi Anna Keliat Budi Anna Keliat Keliat Daulima, Novy Helena C. Deborah Ferdinanda Lumenta Desi Pramujiwati Devina Oktavia Rizqi Sekar Arum Dewi Wulandari Dewi, Apri Rahma Dewi, Layya Notiva Dian Fitria Diva Aisyah Oktaviana Dwi Heppy Rochmawati Dwiyantoro Dwiyantoro Eka Budiarta Eka Budiarto, Eka Eka Malfasari Eka, Angelina Roida Eli Saripah Ellya Fadllah Samiun Ellya Qolina Eneng Elisnawati Eni Hidayati Eriyono Budi Wijoyo Esti Winahayu Evi Martha Fabrila Hasti Endah Ramadani Fajar Apriliana Dewi Fajriyati Nur Azizah Fallon Victoryna Fauziah Fauziah Florensa Florensa Gemma Michelia Junior Hargiana, Giur Herni Susanti Herny Susanti Hidayat, Asep Yusup I Ketut Sudiatmika Irra Wiryani Jamhari Jamhari Kanza Salsabiela Keksi Girindra Swasti Komalasari, Lilis Livana Ph, Livana Madepan Mulia Mahraniy Mardha Raya Maria Theresia Monica Elsina Maria Turnip Martina Martina Meka Yusselda, Meka Meulu Primananda Muhammad Ardianto Rodin Muhammad Ari Arfianto Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutia Rahmah Nabila Putri Afifah Nadia Yuli Pertiwi Nani Asna Dewi Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made K. Wardani Nirmala Fajar Pertiwi Novy Helena C. Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Nur Anisah Oktaviana, Diva Aisyah Pichitra Lekdamrongkul Poppy Fitriani Prawiro, Raden Ajeng Nuurizqia Utami Rachmi, Shanti Farida Rahma Fadillah Sopha Rahma Fadillah Sopha, Rahma Fadillah Reflin Mahmud Retno Lestari Ria Utami Panjaitan Riska Amalya Nasution Rizki, Dhaifina Dini Ghassani Rosyad, Habibi Rohman Rusiana, Elfira Salwa Muniroh Satria Fajrullah Said Aldam Sri Laela Sri Suryaningrum Sri Wianti Subu, Muhammad Arsyad Suratmini, Dwi Surya Efendi Susila, Wahyu Dini Candra Syamsul Arifin Syifa Asyfiani Rufaida Talenta, Claudia Talenta, Claudia Tantri Widyarti Utami, Tantri Widyarti Tuti Nuraini Tutik Sri Haryati Umi Rachmawati Ummah, Tarnimatul Ummah, Tarnimatul Winahayu, Neng Esti Wiwi Olivia Wiwin Wiarsih Yati Afiyanti Yona Kurnia Sari Yossie Susanti Eka Putri Yossie Susanti Eka Putri Yuliastuti, Estin Yunita Astriani Hardayati Zulhaini Sartika A. Pulungan