Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP KLIEN KANKER STADIUM III DAN IV DI RUMAH SAKIT KANKER Dewi, Layya Notiva; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.461 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i2.48

Abstract

AbstrakAngka kejadian kanker stadium III dan IV pada usia dewasa semakin meningkat tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup anggota keluarganya yang menderita kanker stadium III dan IV. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelatif dengan metode analisis univariat dan bivariat. Jumlah sampel 79 responden. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga yang meliputi dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan penghargaan terhadap kualitas hidup klien kanker stadium III dan IV. Perawat dalam menghadapi klien sebaiknya menggali koping adaptif, aspek positif, dan aspek spiritualitas klien tidak hanya memberikan dukungan psikologis dalam upaya peningkatan kualitas hidup klien itu sendiri.Kata kunci: dukungan keluarga; kualitas hidup; kanker. AbstractThe incidence of stage III and stage IV cancer in adulthood is increasing every year. This study aims to determine the relationship of the family support to quality of life of family members who have stage III and/or stage IV cancer. The design study is descriptive correlative with univariate and bivariate analysis methods. The numbers of respondents are 79. The results showed no significant relationship between family supports includes emotional support, instrumental support, informational support, appraisal support and the quality of life of clients who have stage III and IV cancer. In dealing with clients, nurses should explore adaptive coping, positive, and spiritual aspects of the client, not only provide psychological support to improving quality of life of the client itself.Keywords: family support; quality of life; cancer
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Kombinasi Project Based Learning terhadap Stimulasi Perkembangan Psikososial Remaja menggunakan Pendekatan Peplau Keksi Girindra Swasti; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani
Journal of Bionursing Vol 5 No 1 (2023): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bion.2023.5.1.179

Abstract

Background: Youth are the next generation of the nation that has the right to grow healthy and prosperous in order to participate in development. Therapeutic group therapy (TKT) is an effective intervention to improve the developmental ability and self-identity formation of adolescents.The combination of TKT and Project Based Learning (PjBL) will provide challenges to be conquered so as to build youth resilience. Success in mastering developmental tasks and challenges will bring youth happiness. Methods: The design used was a quasi-experimental one-group pre-post test design and purposive sampling technique The achievement is measured in the form of psychological well-being. PjBL combination TKT activities were conducted in Blangkunan Village Pabelan On February 22 - May 7, 2021. The activity was attended by 17 youth divided into three groups, groups 1 and 2 each 6 people, and group 3 consisting of 5 people. TKT activities are conducted as many as 6 sessions with a time per meeting of 60-90 minutes.Results: The majority of adolescents are female (70.6%). There is an increase in all aspects of adolescent development, namely 100% in cognitive, language, emotional, personality, moral, spiritual, social, and creative skills. Aspects of talent development increased 58.82%. Increased resilience of adolescents from 69.7% to 75.45%. while psychological well-being increased from 68.67% to 70.63%. Conclusion: Combination therapeutic group therapy PjBL improves the ability aspects of biological development, psychosocial, cognitive, language, emotion, personality, moral, spiritual, social, talent and creativity; resilience, and psychological well-being teenagers.
Keeratan Keluarga dan Kemampuan Pemecahanan Masalah Berhubungan dengan Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa Ria Utami Panjaitan; Ice Yulia Wardani; Riska Amalya Nasution; Meulu Primananda; Devina Oktavia Rizqi Sekar Arum
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.149

Abstract

ABSTRAK Bunuh diri merupakan salah satu masalah kesehatan mental utama dan merupakan penyebab kematian kedua pada rentang usia 15 sampai 29 tahun. Perilaku bunuh diri dimulai dengan adanya ide bunuh diri dan hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki prevalensi ide bunuh diri yang cukup tinggi, terutama di Indonesia. Tingginya angka ide bunuh diri ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya hubungan keluarga dan kemampuan pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara hubungan keluarga dan kemampuan pemecahan masalah terhadap ide bunuh diri pada mahasiswa Universitas Indonesia. Artikel ini merupakan hasil dari penelitian kuantitatif yang telah dilakukan menggunakan desain cross-sectional study. Responden penelitian merupakan 441 mahasiswa dari 13 fakultas di Universitas Indonesia yang dipilih dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Beck Scale of Suicide Ideation, index of family relations, dan inventory-revised (spsi-r) social problem solving. Hasil analisa data dengan menggunakan tes chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara hubungan keluarga dan ide bunuh diri (p <0.005) dan kemampuan menyelesaikan masalah dengan ide bunuh diri (p <0.005). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan screening kesehatan jiwa guna mendeteksi dini masalah ide bunuh diri pada mahasiswa dan faktor proteksi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah risiko bunuh diri pada mahasiswa.
Pemberdayaan Kader Kesehatan pada Psikoedukasi Keluarga Menurunkan Beban Subjektif Keluarga Gangguan Jiwa Maria Theresia Monica Elsina; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani; Herni Susanti; Novy Helena C. Daulima
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.4240

Abstract

This research aims to determine the effect of burden management using the approach of health cadres and community leaders through family psychoeducation in overcoming the subjective burden of families in caring for clients with mental disorders. The method used is a case report. This case report was carried out on a family with a family member with mental illness. The intervention given to the family was family psychoeducation, which was carried out in 6 sessions involving health cadres and community leaders. The research results show that burden management sessions in family psychoeducation involving the role of cadres and community leaders can reduce the family's burden. In conclusion, family burden management involving health cadres and community leaders can reduce the subjective responsibility of families in caring for clients with mental disorders. Keywords: Family burden, Health Cadres, Family Psychoeducation
APPLICATION OF COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) AND FAMILY PSUCHOEDUCATION (FPE) IN PATIENTS AT RISK OF SUICIDE: PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU BUNUH DIRI wahyu Dini Candra susila; Yossie Susanti Eka Putri; Ice Yulia Wardani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1835

Abstract

Schizophrenia is a severe mental illness that causes disturbances in cognitive function, emotion, language, behavior and movement. One of the effects of severe mental disorders is suicide. Data shows that every 40 seconds, someone loses their life by suicide. The negative state of mind of patients at risk of suicide is usually a cognitive distortion. The purpose of this scientific paper is to provide an overview of the application of cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation to patients at risk of suicide using the Tidal model approach. Nursing actions were performed on 6 patients at risk of suicide. The method used is case series. The results show that giving cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation with the Tidal model approach can reduce suicide scores, reduce signs and symptoms and increase the ability of families and patients at risk of suicide with schizophrenia. Cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation are recommended to be carried out by psychiatric nurses to overcome the risk of suicide
PENGARUH FAMILY PSYCHOEDUCATION (FPE) TERHADAP KECEMASAN CAREGIVER MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA BERAT Zulhaini Sartika A. Pulungan; Ice Yulia Wardani; Herni Susanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deinstitusionalisasi layanan kesehatan jiwa mengharuskan keluarga dapat menjadi perawat utama bagi klien gangguan jiwa. Ketidaksiapan keluarga dapat mengakibatkan kesulitan pada keluarga seperti stres psikologis akibat memiliki keluarga yang mengalami gangguan jiwa, kebutuhan keluarga yang tidak terpenuhi, kendala keuangan, kurangnya dukungan sosial, gangguan fungsi keluarga, stigma, diskriminasi, dan ekspresi emosi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh family psychoeducation (FPE) terhadap kecemasan caregiver merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Sampel terdiri dari 1 keluarga yang merupakan caregiver utama klien. Intervensi family psychoeducation dilakukan dengan kunjungan rumah selama 5 minggu dengan 6 sesi pertemuan yaitu: 1) mengidentifikasi masalah klien dan keluarga; 2) merawat masalah klien; 3) manajemen stres keluarga; 4) manajemen beban keluarga; 5) memanfaatkan sistem pendukung; dan 6) mengevaluasi manfaat psikoedukasi keluarga. Intervensi dilakukan dengan frekuensi seminggu sekali namun untuk sesi 5 dan 6 dilakukan dalam satu minggu. Durasi rata-rata 45-60 menit setiap sesi. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20. Hasil pengukuran Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20 sebelum intervensi family psychoeducation adalah 9, caregiver mengalami kecemasan yang dapat dikategorikan pada gangguan mental emosional. Sesudah intervensi family psychoeducation terjadi penurunan skor SRQ menjadi 3 yang dapat dikategorikan pada kondisi sehat. Kesimpulan family psychoeducation menurunkan kecemasan caregiver dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat. Family psychoeducation dapat dijadikan sebagai terapi bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat.
Validity and Reliability of the Indonesian Version of the Internalized Stigma Mental Illness Instrument: Substance Abuse in Adolescents Suratmini, Dwi; Daulima, Novy Helena Catharina; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 19 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2024.19.2.7680

Abstract

The prevalence rate of drug abusers in adolescents in Indonesia is relatively high. There is no valid and reliable instrument in the Indonesian language to measure stigma in drug users in adolescents. Therefore, this study aims to measure the validity and reliability of the self-stigma questionnaire in adolescent drug users. This cross-sectional study involved 59 teenage drug users who, at the time of the study, were in good health and could read and write to answer the questionnaire. Data were collected between March and September 2020 using Internalized Stigma Mental Illness (ISMI): Substance Abuse questionnaire. Pearson’s correlation coefficient, r, was used to measure the cross-validity value of the correlation between item scores and total statement scores. Meanwhile, researchers used Cronbach’s Alpha to assess the internal consistency of the questionnaire. Pearson’s r values for 29 statements showed that 1 statement was invalid. After eliminating the invalid statements, 28 statements with valid results at rcount ≥ 0.256 and Corrected item-total correlation >0.3 with a confidence level of 95% (rcount 0.323-0.642) and reliable Cronbach Alpha > 0.700 (Cronbach Alpha If Items Deleted: 0.888-0.895) with a 95% confidence level were used in the instrument. The ISMI is a valid and reliable version of drug abuse that can be used as an assessment and evaluation tool for adolescent drug abusers in clinical, rehabilitation, research, and community settings.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketaatan Terapi pada Orang dengan Skizofrenia: Sebuah Systematic Review Wardani, Ice Yulia; Hamid, Achir Yani S.; Keliat, Budi Anna
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.2039

Abstract

Skizofrenia merupakan jenis gangguan jiwa terbesar dialami orang dengan gangguan jiwa. Ketaatan terhadap terapi merupakan tantangan terbesar dalam penatalaksanaan skizofrenia. Penyebab ketaatan bersifat multifaktor. Sistematik review ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris faktor yang memengaruhi ketaatan terhadap terapi pada orang dengan Skizofrenia. Penelusuran diawali dengan mengidentifikasi data pada database Pubmed,  Embase, ClinicalKey , Proquest  Scopus, dan Medline dengan menggunakan beberapa kata kunci seperti ‘Schizophrenia patients’ ‘person with schizophrenia’ ‘Contributing factors’ ‘reasons’ ‘Causes’ ‘influencing factors’ schizophrenia’ ‘Contributing factors’ ‘reasons’ ‘Causes’ ‘influencing factors’ ‘Adherence’ ‘compliance’ ‘nonadherence’ ‘noncompliance’ ‘treatment adherence’ dan ‘Treatment compliance’ dan ditemukan sejumlah 4290 artikel dari tahun 2012-2022. Setelah dilakukan skrening berdasarkan kriteria inkulusi, terdapat 6 artikel yang dianalsis dalam sistematic review ini yang sebelumnya sudah ditelaah dengan menggunakan Critical Appraisals Skills Programme. Hasil systematic review ini menunjukkan bahwa setidaknya terdapat 4 faktor yang mempengaruhi ketaatan, yaitu: faktor sosiodemografik, faktor individual/internal, faktor eksternal, dan faktor terapi.
Psikoedukasi Keluarga pada Klien dan Caregiver Lansia dengan Hipertensi Dwiyantoro Dwiyantoro; Herni Susanti; Mustikasari Mustikasari; Ria Utami Panjaitan; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.989 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.3788

Abstract

This study aims to describe family psychoeducation for elderly clients and caregivers with hypertension. This research method uses a case study method to analyze in-depth the benefits of family psychoeducation for clients and elderly caregivers with hypertension. The results showed that the benefits of providing family psychoeducation impacted clients and caregivers by increasing knowledge from those who did not understand hypertension. To become more understanding about hypertension, caregivers were able to practice dealing with stress and burdens in the family. In conclusion, applying family psychoeducation nursing actions to elderly clients and caregivers with hypertension can increase knowledge about hypertension and assist caregivers in providing care to hypertensive clients in managing stress and family burdens so that caregivers can carry out their activities and roles optimally. Keywords: Caregiver, Hypertension, Elderly, Psychoeducation
Penerapan Terapi Thought Stopping untuk Menurunkan Kecemasan pada Klien Hipertensi Deborah Ferdinanda Lumenta; Novy Helena Catharina Daulima; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.711 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.3819

Abstract

This study aims to provide an overview of the application of TS to Hypertension clients described in the form of case reports. The research method used in this study is a case report. The results showed that after applying Thought Stopping (TS) for three sessions, there was a decrease in signs and symptoms of anxiety. In conclusion, Thought Stopping therapy can reduce stress, especially disturbing thoughts in Hypertensive clients. Keywords: Hypertension, Anxiety, Thought Stopping
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achir Yani S. Hamid Aisyah, Milazwarni Akbar Nur Anisa Yulvi Azni Apriana Nona Linggu Arya Ramadia Azhari, Nanang Khosim Azwar Baehaqi Budi Ana Keliat Budi Anna Keliat Budi Anna Keliat Keliat Daulima, Novy Helena C. Deborah Ferdinanda Lumenta Desi Pramujiwati Devina Oktavia Rizqi Sekar Arum Dewi Wulandari Dewi, Apri Rahma Dewi, Layya Notiva Dian Fitria Dian Fitria Diorarta, Raphita Diva Aisyah Oktaviana Dwi Heppy Rochmawati Dwi Suratmini Dwiyantoro Dwiyantoro Eka Budiarta Eka Budiarto Eka, Angelina Roida Eli Saripah Ellya Fadllah Samiun Ellya Qolina Eneng Elisnawati Eni Hidayati Eriyono Budi Wijoyo Esti Winahayu Evi Martha Fabrila Hasti Endah Ramadani Fajar Apriliana Dewi Fajriyati Nur Azizah Fallon Victoryna Fauziah Fauziah Firhan Nurfalah Florensa Florensa Gemma Michelia Junior Ghaida Awad Elradi Mohamed Hargiana, Giur Herni Susanti Herny Susanti Hidayat, Asep Yusup I Ketut Sudiatmika Irra Wiryani Jamhari Jamhari Kanza Salsabiela Keksi Girindra Swasti Komalasari, Lilis Kusumadewi, Berlian Nurtyashesti Livana Ph, Livana Madepan Mulia Mahraniy Mardha Raya Maria Theresia Monica Elsina Maria Turnip Martina Martina Meka Yusselda, Meka Meulu Primananda Muhammad Ardianto Rodin Muhammad Ari Arfianto Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Nabila Putri Afifah Nadia Yuli Pertiwi Nani Asna Dewi Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made K. Wardani Nirmala Fajar Pertiwi Novy Helena C. Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Nur Anisah Pichitra Lekdamrongkul Poppy Fitriani Rachmi, Shanti Farida Rahma Fadillah Sopha Rahma Fadillah Sopha, Rahma Fadillah Reflin Mahmud Retno Lestari Ria Utami Panjaitan Riska Amalya Nasution Rizki, Dhaifina Dini Ghassani Rosyad, Habibi Rohman Rusiana, Elfira Salwa Muniroh Satria Fajrullah Said Aldam Sri Laela Sri Suryaningrum Sri Wianti Surya Efendi Suryane Sulistiana Susanti Susila, Wahyu Dini Candra Syamsul Arifin Syifa Asyfiani Rufaida Talenta, Claudia Talenta, Claudia Tantri Widyarti Utami, Tantri Widyarti Tuti Nuraini Tutik Sri Haryati Umi Rachmawati Ummah, Tarnimatul Ummah, Tarnimatul Winahayu, Neng Esti Wiwi Olivia Wiwin Wiarsih Yati Afiyanti Yona Kurnia Sari Yossie Susanti Eka Putri Yossie Susanti Eka Putri Yudi Ariesta Chandra Yuliastuti, Estin Yunita Astriani Hardayati Zulhaini Sartika A. Pulungan