Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP KLIEN KANKER STADIUM III DAN IV DI RUMAH SAKIT KANKER Dewi, Layya Notiva; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.461 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v1i2.48

Abstract

AbstrakAngka kejadian kanker stadium III dan IV pada usia dewasa semakin meningkat tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup anggota keluarganya yang menderita kanker stadium III dan IV. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelatif dengan metode analisis univariat dan bivariat. Jumlah sampel 79 responden. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga yang meliputi dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan penghargaan terhadap kualitas hidup klien kanker stadium III dan IV. Perawat dalam menghadapi klien sebaiknya menggali koping adaptif, aspek positif, dan aspek spiritualitas klien tidak hanya memberikan dukungan psikologis dalam upaya peningkatan kualitas hidup klien itu sendiri.Kata kunci: dukungan keluarga; kualitas hidup; kanker. AbstractThe incidence of stage III and stage IV cancer in adulthood is increasing every year. This study aims to determine the relationship of the family support to quality of life of family members who have stage III and/or stage IV cancer. The design study is descriptive correlative with univariate and bivariate analysis methods. The numbers of respondents are 79. The results showed no significant relationship between family supports includes emotional support, instrumental support, informational support, appraisal support and the quality of life of clients who have stage III and IV cancer. In dealing with clients, nurses should explore adaptive coping, positive, and spiritual aspects of the client, not only provide psychological support to improving quality of life of the client itself.Keywords: family support; quality of life; cancer
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Kombinasi Project Based Learning terhadap Stimulasi Perkembangan Psikososial Remaja menggunakan Pendekatan Peplau Keksi Girindra Swasti; Herni Susanti; Ice Yulia Wardani
Journal of Bionursing Vol 5 No 1 (2023): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bion.2023.5.1.179

Abstract

Background: Youth are the next generation of the nation that has the right to grow healthy and prosperous in order to participate in development. Therapeutic group therapy (TKT) is an effective intervention to improve the developmental ability and self-identity formation of adolescents.The combination of TKT and Project Based Learning (PjBL) will provide challenges to be conquered so as to build youth resilience. Success in mastering developmental tasks and challenges will bring youth happiness. Methods: The design used was a quasi-experimental one-group pre-post test design and purposive sampling technique The achievement is measured in the form of psychological well-being. PjBL combination TKT activities were conducted in Blangkunan Village Pabelan On February 22 - May 7, 2021. The activity was attended by 17 youth divided into three groups, groups 1 and 2 each 6 people, and group 3 consisting of 5 people. TKT activities are conducted as many as 6 sessions with a time per meeting of 60-90 minutes.Results: The majority of adolescents are female (70.6%). There is an increase in all aspects of adolescent development, namely 100% in cognitive, language, emotional, personality, moral, spiritual, social, and creative skills. Aspects of talent development increased 58.82%. Increased resilience of adolescents from 69.7% to 75.45%. while psychological well-being increased from 68.67% to 70.63%. Conclusion: Combination therapeutic group therapy PjBL improves the ability aspects of biological development, psychosocial, cognitive, language, emotion, personality, moral, spiritual, social, talent and creativity; resilience, and psychological well-being teenagers.
Keeratan Keluarga dan Kemampuan Pemecahanan Masalah Berhubungan dengan Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa Ria Utami Panjaitan; Ice Yulia Wardani; Riska Amalya Nasution; Meulu Primananda; Devina Oktavia Rizqi Sekar Arum
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.149

Abstract

ABSTRAK Bunuh diri merupakan salah satu masalah kesehatan mental utama dan merupakan penyebab kematian kedua pada rentang usia 15 sampai 29 tahun. Perilaku bunuh diri dimulai dengan adanya ide bunuh diri dan hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki prevalensi ide bunuh diri yang cukup tinggi, terutama di Indonesia. Tingginya angka ide bunuh diri ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya hubungan keluarga dan kemampuan pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara hubungan keluarga dan kemampuan pemecahan masalah terhadap ide bunuh diri pada mahasiswa Universitas Indonesia. Artikel ini merupakan hasil dari penelitian kuantitatif yang telah dilakukan menggunakan desain cross-sectional study. Responden penelitian merupakan 441 mahasiswa dari 13 fakultas di Universitas Indonesia yang dipilih dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Beck Scale of Suicide Ideation, index of family relations, dan inventory-revised (spsi-r) social problem solving. Hasil analisa data dengan menggunakan tes chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara hubungan keluarga dan ide bunuh diri (p <0.005) dan kemampuan menyelesaikan masalah dengan ide bunuh diri (p <0.005). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan screening kesehatan jiwa guna mendeteksi dini masalah ide bunuh diri pada mahasiswa dan faktor proteksi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah risiko bunuh diri pada mahasiswa.
Pemberdayaan Kader Kesehatan pada Psikoedukasi Keluarga Menurunkan Beban Subjektif Keluarga Gangguan Jiwa Maria Theresia Monica Elsina; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani; Herni Susanti; Novy Helena C. Daulima
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.4240

Abstract

This research aims to determine the effect of burden management using the approach of health cadres and community leaders through family psychoeducation in overcoming the subjective burden of families in caring for clients with mental disorders. The method used is a case report. This case report was carried out on a family with a family member with mental illness. The intervention given to the family was family psychoeducation, which was carried out in 6 sessions involving health cadres and community leaders. The research results show that burden management sessions in family psychoeducation involving the role of cadres and community leaders can reduce the family's burden. In conclusion, family burden management involving health cadres and community leaders can reduce the subjective responsibility of families in caring for clients with mental disorders. Keywords: Family burden, Health Cadres, Family Psychoeducation
APPLICATION OF COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) AND FAMILY PSUCHOEDUCATION (FPE) IN PATIENTS AT RISK OF SUICIDE: PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU BUNUH DIRI wahyu Dini Candra susila; Yossie Susanti Eka Putri; Ice Yulia Wardani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v7i2.1835

Abstract

Schizophrenia is a severe mental illness that causes disturbances in cognitive function, emotion, language, behavior and movement. One of the effects of severe mental disorders is suicide. Data shows that every 40 seconds, someone loses their life by suicide. The negative state of mind of patients at risk of suicide is usually a cognitive distortion. The purpose of this scientific paper is to provide an overview of the application of cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation to patients at risk of suicide using the Tidal model approach. Nursing actions were performed on 6 patients at risk of suicide. The method used is case series. The results show that giving cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation with the Tidal model approach can reduce suicide scores, reduce signs and symptoms and increase the ability of families and patients at risk of suicide with schizophrenia. Cognitive behavior therapy (CBT) and family psychoeducation are recommended to be carried out by psychiatric nurses to overcome the risk of suicide
PENGARUH FAMILY PSYCHOEDUCATION (FPE) TERHADAP KECEMASAN CAREGIVER MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA BERAT Zulhaini Sartika A. Pulungan; Ice Yulia Wardani; Herni Susanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deinstitusionalisasi layanan kesehatan jiwa mengharuskan keluarga dapat menjadi perawat utama bagi klien gangguan jiwa. Ketidaksiapan keluarga dapat mengakibatkan kesulitan pada keluarga seperti stres psikologis akibat memiliki keluarga yang mengalami gangguan jiwa, kebutuhan keluarga yang tidak terpenuhi, kendala keuangan, kurangnya dukungan sosial, gangguan fungsi keluarga, stigma, diskriminasi, dan ekspresi emosi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh family psychoeducation (FPE) terhadap kecemasan caregiver merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Sampel terdiri dari 1 keluarga yang merupakan caregiver utama klien. Intervensi family psychoeducation dilakukan dengan kunjungan rumah selama 5 minggu dengan 6 sesi pertemuan yaitu: 1) mengidentifikasi masalah klien dan keluarga; 2) merawat masalah klien; 3) manajemen stres keluarga; 4) manajemen beban keluarga; 5) memanfaatkan sistem pendukung; dan 6) mengevaluasi manfaat psikoedukasi keluarga. Intervensi dilakukan dengan frekuensi seminggu sekali namun untuk sesi 5 dan 6 dilakukan dalam satu minggu. Durasi rata-rata 45-60 menit setiap sesi. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20. Hasil pengukuran Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20 sebelum intervensi family psychoeducation adalah 9, caregiver mengalami kecemasan yang dapat dikategorikan pada gangguan mental emosional. Sesudah intervensi family psychoeducation terjadi penurunan skor SRQ menjadi 3 yang dapat dikategorikan pada kondisi sehat. Kesimpulan family psychoeducation menurunkan kecemasan caregiver dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat. Family psychoeducation dapat dijadikan sebagai terapi bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa berat.
DUKUNGAN SOSIAL BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES PEKERJA PADA MASA QUARTER LIFE CRISIS Oktaviana, Diva Aisyah; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i2.367

Abstract

ABSTRAKPekerja dewasa muda rentan mengalami quarter life crisis ketika sulit mencapai tugas perkembangannya. Dukungan sosial rendah menjadi faktor individu untuk mengalami stres. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres pekerja pada masa quarter life crisis pekerja di DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 389 pekerja di DKI Jakarta usia 20–30 tahun yang diambil pada bulan Maret 2022. Instrumen yang digunakan ialah multidimensional scale of perceived social support untuk dukungan sosial dan job stress scale untuk mengukur tingkat stres pekerja. Analisis data chi-square dilakukan menggunakan SPSS 26. Hasil: temuan penelitian ini menggambarkan 54% pekerja memiliki tingkat dukungan sosial rendah dan 68,6% pekerja mengalami stres sedang. Hasil analisis membuktikan adanya hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres pekerja di DKI Jakarta (p = 0,001) yang menunjukkan pekerja cenderung memiliki dukungan sosial rendah dengan tingkat stres sedang hingga tinggi. Diskusi: Perawat menyarankan perusahaan untuk memberikan anggaran tambahan bagi kesehatan jiwa pekerja dan mengajak pekerja untuk memperhatikan kesehatan jiwanya. Hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan untuk menambah bahan pembelajaran pada mata ajar Keperawatan. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan memberikan informasi bagi pekerja dan perusahaan mengenai hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres pekerja pada masa quarter life crisis. Peneliti merekomendasikan adanya skrining kesehatan jiwa pekerja secara rutin, menambahkan materi quarter life crisis bagi mahasiswa keperawatan, dan perusahaan bekerja sama dengan layanan kesehatan jiwa untuk merujuk pekerja yang membutuhkan, serta menciptakan lingkungan suportif.Kata Kunci: dukungan sosial, pekerja, quarter life crisis, stres kerja Social Support Correlated with Workers' Stress Levels During the Quarter-Life Crisis ABSTRACTYoung adult workers are vulnerable to experiencing a quarter-life crisis when it is difficult to achieve developmental tasks. Low social support becomes an individual factor in experiencing stress. Objective: This research aims to identify the correlation between social support and the stress level of workers during the quarter-life crisis of workers in DKI Jakarta. Methods: This research employed a quantitative descriptive correlation method with a cross-sectional approach to 389 workers in DKI Jakarta aged 20-30 years who were taken in March 2022. It employed instruments in the form of the multidimensional scale of perceived social support for social support and the job stress scale to measure workers’ stress levels. Chi-square data analysis was performed using SPSS 26. Results: The findings of this research indicated that 54% of workers had low levels of social support, and 68.6% of workers experienced moderate stress. The analysis results proved a correlation between social support and workers’ stress level in DKI Jakarta (p = 0.001), indicating that workers tended to have low social support with moderate to high stress levels. Discussion: Nurses suggested the company provide an additional budget for the mental health of workers and invited workers to pay attention to their mental health. The research results can be considered to add learning materials to nursing subjects. Conclusion: This research is expected to provide information for workers and companies regarding the correlation between social support and workers' stress levels during the quarter-life crisis. The researcher recommends regular mental health screening of workers, the addition of quarter-life crisis material for nursing students, companies to work with mental health services to refer workers in need, and the creation of a supportive environment.Keywords: social support, workers, quarter life crisis, work stress
ANALISIS KEBUTUHAN KADER KESEHATAN DALAM MENGATASI PENYAKIT TIDAK MENULAR SAAT PANDEMI COVID-19 DI BANTEN Nuraini, Tuti; Dewi, Nani Asna; Lestari, Retno; Wardani, Ice Yulia; Fitriani, Poppy; Rachmi, Shanti Farida
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i1.255

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan komorbid yang akan memperberat kondisi kesehatan seseorang saat terserang COVID-19. Kader kesehatan berperan penting dalam meminimalkan dampak tersebut namun masih sedikit informasi yang tersedia mengenai kebutuhan kader untuk dapat mengoptimalkan peran tersebut.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan kader untuk membantu masyarakat dengan PTM di wilayah Banten saat pandemi COVID-19 di daerah yang berpotensi bencana. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan Focus Group Discussions (FGD) pada 43 orang kader dari dua desa. Pengumpulan data dilakukan masing-masing tiga kali, sepanjang bulan November 2019 dan 2020, di dua desa.  Data dianalisis dengan metode konten analisis. Hasil: Didapatkan 3 tema kebutuhan kader, yaitu: (1) Kader butuh dukungan dari keluarga, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan; (2) Masyarakat kurang sadar kesehatan; (3) Masyarakat lebih percaya pengobatan tradisional dan belum memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Diskusi: Kader adalah orang pilihan yang bersedia membantu tetangganya tanpa pamrih. Namun, tidak mudah agar dapat dipercaya masyarakat. Pembekalan kader dengan ilmu keperawatan diperlukan untuk peningkatan kesehatan masyarakat. Kesimpulan: Kader perlu dukungan berbagai pihak agar dapat melakukan perannya dengan baik. Pengetahuan dari mulai deteksi dini sampai penanganan dengan pendekatan budaya merupakan bekal yang penting untuk kader dalam mengatasi PTM di masa pandemi COVID-19. Hal ini merupakan salah satu strategi untuk mencegah risiko terjadinya dan akibat dari PTM dan terpapar COVID-19. Keterlibatan tokoh masyarakat, persepsi positif dan pengetahuan tentang PTM dan pandemi COVID-19 menjadi penentu keberhasilan program pemerintah dalam pengendalian PTM di masa Pandemi ini.Kata kunci: bencana, COVID-19, kader kesehatan, pengetahuan, penyakit tidak menular.Analysis of the Need for Health Cadres in Overcoming Non-Communicable Diseases During the Covid-19 Pandemic in Banten ABSTRACTNon-communicable diseases (NCDs) are comorbidities that will worsen a person's health condition when they are attacked by the COVID-19. Health cadres play an important role in minimizing such impact, but little information is available regarding the needs of cadres to optimize this role. Objective: This research aims to identify the needs of cadres to assist communities with NCDs in Banten region during the COVID-19 pandemic in areas with potential disasters. Methods: The research is qualitative by conducting Focus Group Discussions (FGD) on 43 cadres from two villages. Data were collected three times each, in November 2019 and November 2020, in two villages. Data were analyzed by using content analysis method. Results: There were 3 themes of cadre needs, namely: (1) Cadres need support from families, community leaders, and health workers; (2) People were less aware of health; (3) People believed more in traditional medicine and did not have health insurance from the Social Security Administering Agency (BPJS). Discussion: Cadres were chosen people who are willing to help their neighbors selflessly. However, it is not easy to be trusted by the community. It is necessary to provide cadres with nursing knowledge to improve public health. Conclusion: Cadres need support from various parties to play their roles well. Knowledge from early detection to handling with a cultural approach is important in overcoming NCDs during the COVID-19 pandemic. This is one of the strategies to prevent the risk of incidence and consequences of NCDs and exposure to COVID-19. The involvement of community leaders, positive perceptions and knowledge about NCDs and the COVID-19 pandemic are the determinants of the success of government programs in controlling NCDs during this Pandemic.Keywords: disaster, COVID-19, health cadres, knowledge, non-communicable diseases.  
HUBUNGAN RESILIENSI AKADEMIK DENGAN STRES, KECEMASAN, DAN DEPRESI REMAJA SMA DI MASA PANDEMI COVID-19 Afiffah, Nabila Putri; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v8i1.366

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: Mengidentifikasi hubungan resiliensi akademik dengan stres, kecemasan, dan depresi remaja SMA di masa pandemi coronavirus disease (COVID-19). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Responden sebanyak 412 remaja dengan kriteria inklusi yaitu remaja SMA yang melakukan belajar dari rumah selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan purposive samplingdan periode pengambilan data pada bulan November 2021. Instrumen yang digunakan yaitu Academic Resilience Scale (ARS-30) dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis data yang digunakan ialah analisis bivariat dengan uji Sommers’d,  Hasil: Responden paling banyak berada pada kategori resiliensi akademik sedang, yaitu 286 orang (69,4%), tingkat stres dan depresi lebih banyak pada kategori normal, sedangkan tingkat kecemasan lebih banyak pada kategori sangat berat. Ada hubungan yang signifikan antara resiliensi akademik dengan stres, kecemasan, dan depresi pada remaja (p value < 0,05). Semakin rendah resiliensi akademik remaja, semakin tinggi tingkat gangguan mental seperti stres, kecemasan,dan depresi. Diskusi: Di masa pandemi ini, resiliensi akademik sangat berguna dalam menghadapi berbagai tantangan.  Remaja yang mempunyai resiliensi akademik rendah ialah mereka yang mempunyai tingkat kecemasan sangat berat. Ketahanan remaja di masa pandemi ini harus diupayakan agar dapat beradaptasi dan meningkatkan kesehatan psikologis remaja.  Kesimpulan: Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi kepada institusi pendidikan supaya memiliki program yang terstruktur untuk meningkatkan masalah kesehatan mental pada remaja seperti melakukan bimbingan konseling pada remaja, proses pembelajaran yang lebih efektif dan kondusif, serta model pembelajaran dan mengajar di sekolah yang dilakukan lebih bervariasi. Kata Kunci: depresi, kecemasan, remaja, resiliensi akademik, stres Correlation of Academic Resilience with Stress, Anxiety, and Depression among High School Adolescents During the Covid-19 Pandemic ABSTRACTObjective: to identify the correlation between academic resilience with stress, anxiety, and depression among high school adolescents during the COVID-19 pandemic. Methods: A quantitative descriptive method was employed in this study. The respondents included 412 adolescents who met the inclusion criteria of being high school students engaged in remote learning during the COVID-19 pandemic. Purposive sampling was used, and data collection was conducted in November 2021. The instruments utilized were the Academic Resilience Scale (ARS-30) and the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Bivariate analysis employing the Somers'd test was performed to analyze the data. Results: the most respondents were in the category of moderate academic resilience, namely 286 people (69.4%), the levels of stress and depression were more in the normal category, while the anxiety level was more in the very severe category.  There was a significant correlation between academic resilience with stress, anxiety, and depression among adolescents (p-value < 0.05). The lower the academic resilience of adolescents, the higher the level of mental disorders such as stress, anxiety and depression. Discussion: During this pandemic, academic resilience is very useful in facing various challenges. Adolescents who have low academic resilience are those who have very high levels of anxiety. Adolescent resilience during this pandemic must be sought so that they can adapt and improve the psychological health of adolescents. Conclusion: The results of this study provide valuable insights for educational institutions to have a structured programs to address the mental health concerns of adolescents, including counseling guidance, more effective and conducive learning processes, and diverse teaching and learning models in schools.Keywords: depression, anxiety, adolescents, academic resilience, stress
Validity and Reliability of the Indonesian Version of the Internalized Stigma Mental Illness Instrument: Substance Abuse in Adolescents Suratmini, Dwi; Daulima, Novy Helena Catharina; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 19 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2024.19.2.7680

Abstract

The prevalence rate of drug abusers in adolescents in Indonesia is relatively high. There is no valid and reliable instrument in the Indonesian language to measure stigma in drug users in adolescents. Therefore, this study aims to measure the validity and reliability of the self-stigma questionnaire in adolescent drug users. This cross-sectional study involved 59 teenage drug users who, at the time of the study, were in good health and could read and write to answer the questionnaire. Data were collected between March and September 2020 using Internalized Stigma Mental Illness (ISMI): Substance Abuse questionnaire. Pearson’s correlation coefficient, r, was used to measure the cross-validity value of the correlation between item scores and total statement scores. Meanwhile, researchers used Cronbach’s Alpha to assess the internal consistency of the questionnaire. Pearson’s r values for 29 statements showed that 1 statement was invalid. After eliminating the invalid statements, 28 statements with valid results at rcount ≥ 0.256 and Corrected item-total correlation >0.3 with a confidence level of 95% (rcount 0.323-0.642) and reliable Cronbach Alpha > 0.700 (Cronbach Alpha If Items Deleted: 0.888-0.895) with a 95% confidence level were used in the instrument. The ISMI is a valid and reliable version of drug abuse that can be used as an assessment and evaluation tool for adolescent drug abusers in clinical, rehabilitation, research, and community settings.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achir Yani S. Hamid Afiffah, Nabila Putri Aisyah, Milazwarni Anisa Yulvi Azni Apriana Nona Linggu Arya Ramadia Azhari, Nanang Khosim Berlian Nurtyashesti Kusumadewi Budi Ana Keliat Budi Anna Keliat Budi Anna Keliat Keliat Daulima, Novy Helena C. Deborah Ferdinanda Lumenta Desi Pramujiwati Devina Oktavia Rizqi Sekar Arum Dewi Wulandari Dewi, Apri Rahma Dewi, Layya Notiva Dian Fitria Diva Aisyah Oktaviana Dwi Heppy Rochmawati Dwiyantoro Dwiyantoro Eka Budiarta Eka Budiarto, Eka Eka Malfasari Eka, Angelina Roida Eli Saripah Ellya Fadllah Samiun Ellya Qolina Eneng Elisnawati Eni Hidayati Eriyono Budi Wijoyo Esti Winahayu Evi Martha Fabrila Hasti Endah Ramadani Fajar Apriliana Dewi Fajriyati Nur Azizah Fallon Victoryna Fauziah Fauziah Florensa Florensa Gemma Michelia Junior Hargiana, Giur Herni Susanti Herny Susanti Hidayat, Asep Yusup I Ketut Sudiatmika Irra Wiryani Jamhari Jamhari Kanza Salsabiela Keksi Girindra Swasti Komalasari, Lilis Livana Ph, Livana Madepan Mulia Mahraniy Mardha Raya Maria Theresia Monica Elsina Maria Turnip Martina Martina Meka Yusselda, Meka Meulu Primananda Muhammad Ardianto Rodin Muhammad Ari Arfianto Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutia Rahmah Nabila Putri Afifah Nadia Yuli Pertiwi Nani Asna Dewi Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made K. Wardani Nirmala Fajar Pertiwi Novy Helena C. Daulima Novy Helena Chatarina Daulima Nur Anisah Oktaviana, Diva Aisyah Pichitra Lekdamrongkul Poppy Fitriani Prawiro, Raden Ajeng Nuurizqia Utami Rachmi, Shanti Farida Rahma Fadillah Sopha Rahma Fadillah Sopha, Rahma Fadillah Reflin Mahmud Retno Lestari Ria Utami Panjaitan Riska Amalya Nasution Rizki, Dhaifina Dini Ghassani Rosyad, Habibi Rohman Rusiana, Elfira Salwa Muniroh Satria Fajrullah Said Aldam Sri Laela Sri Suryaningrum Sri Wianti Subu, Muhammad Arsyad Suratmini, Dwi Surya Efendi Susila, Wahyu Dini Candra Syamsul Arifin Syifa Asyfiani Rufaida Talenta, Claudia Talenta, Claudia Tantri Widyarti Utami, Tantri Widyarti Tuti Nuraini Tutik Sri Haryati Umi Rachmawati Ummah, Tarnimatul Ummah, Tarnimatul Winahayu, Neng Esti Wiwi Olivia Wiwin Wiarsih Yati Afiyanti Yona Kurnia Sari Yossie Susanti Eka Putri Yossie Susanti Eka Putri Yuliastuti, Estin Yunita Astriani Hardayati Zulhaini Sartika A. Pulungan