Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Osteoarthitis dengan Risiko Jatuh pada Lansia Sinaga, Sabaryanti; Elita, Veny; Guna, Stephanie Dwi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.4851

Abstract

Osteoarthritis adalah jenis arthritis yang paling sering terjadi pada lansia berusia 60 tahun yang dapat menimbulkan nyeri persendian di tangan, leher, punggung, pinggang, dan sendi lutut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan osteoarthritis dengan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 105 orang responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) dan Stopping Elderly Accident, Death, and Injuries (STEADI) yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami osteoarthritis berat sebanyak 46 orang (43,8%) dan mayoritas responden beresiko jatuh sebanyak 74 orang (70,5%). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara osteoarthritis dan risiko jatuh pada lansia di Puskesmas Rejosari dengan p-value (0,002) α (0,05).
Perilaku Pencegahan Seksual Berisiko pada Remaja Aziz, Ari Rahmat; Bayhakki, Bayhakki; Guna, Stephanie Dwi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.25-30

Abstract

Seksual berisiko berdampak negatif terhadap kesehatan remaja. Pernikahan usia dini dan putus sekolah karena kehamilan diluar nikah merupakan permasalahan yang sering ditemui akibat perilaku seksual berisiko pada remaja. Tujuan penelitian adalah menganalisis upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Metode penelitian adalah crossectional dengan kriteria inklusi adalah remaja usia 13 – 19 tahun. Waktu penelitian adalah bulan Juli 2024. Teknik sampel adalah snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat chi-square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berjenis kelamin laki – laki 60 orang (75%), pendidikan ayah SMA 52 orang (65%), pendidikan ibu SMA 30 orang (37%), status tidak merokok 71 orang (88%), upaya pencegahan seksual berisiko ya 54 (67%), pengetahuan tentang seksual berisiko baik 56 (70%), pengetahuan tentang HIV/ AIDS baik 53 orang (66%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/ AIDS dengan upaya perilaku pencegahan seksual berisiko pada remaja. Upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja pada umumya sudah baik.
Gambaran Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Ramadhanty, Sabrina Nur; Nauli, Fathra Annis; Guna, Stephanie Dwi
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.9992

Abstract

Mahasiswa Keperawatan berpotensi mengalami burnout akibat tingginya beban akademik dan akan berdampak buruk bagi mahasiswa Keperawatan dimana faktor yang menyebabkan burnout bisa berasal dari lingkungan akademik itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran burnout pada mahasiswa Keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif sederhana. Sampel pada penelitian ini merupakan mahasiswa Keperawatan yang mengalami burnout berjumlah 236 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas mahasiswa berusia 20 tahun (38,1%), dengan jenis kelamin perempuan (87,7%), dan angkatan yang paling banyak yaitu angkatan 2023 (42,8%). Didapatkan burnout ringan pada mahasiswa sebanyak 58 mahasiswa (24,6), sedang 176 mahasiswa (74,6%), dan berat 2 orang (0,8%). Mayoritas mahasiswa mengalami burnout pada dimensi exhaustion kategori sedang (61%), depersonalisasi ringan (46,2%) dan penurunan pecapaian yang rendah kategori ringan (59,3%). Faktor yang terbanyak menyebabkan burnout yaitu beban akademik yang tinggi (56,4%). Dampak yang paling sering dialami oleh mahasiswa adalah kelelahan (56,0%), diikuti oleh sering merasa ketakutan akan pikirannya sendiri (49,1%) dan merasa hasil belajarnya tidak memuaskan (45,3%). Kesimpulannya, mayoritas mahasiswa mengalami burnout pada kategori sedang.  Manajemen lingkungan yang baik oleh institusi dapat membantu menurunkan risiko terjadinya burnout pada mahasiswa.
Gambaran Penerapan Identifikasi Pasien dengan Benar Pada Perawat Pelaksana di Rawat Inap Azaura Audrey, Nadia; Purwani Suci , Wice; Dwi Guna, Stephanie Dwi Guna
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 9 No 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v9i1.10328

Abstract

Identifikasi pasien merupakan sasaran pertama dalam keselamatan pasien. Penerapan identifikasi pasien dengan benar oleh perawat diperlukan untuk memastikan kesesuaian perawatan dan kebutuhan medis pasien sehingga tidak terjadinya insiden yang dapat membahayakan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan identifikasi pasien dengan benar pada perawat pelaksana di rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan jumlah responden 95 perawat pelaksana menggunakan teknik purposive sampling yang berlokasi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian: Mayoritas 95 responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 79 orang (83,2%), usia sebagian besar 26 – 35 tahun sebanyak 52 orang (54,7%), tingkat pendidikan terakhir sebagian besar DIII Keperawatan 50 orang (52,6%), memiliki masa kerja > 10 tahun sebanyak 46 orang (48,4%). Seluruh responden telah mendapatkan sosialisasi patient safety dengan total 95 orang (100,0%). Tingkat pengetahuan perawat pelaksana hampir seluruhnya dalam kategori baik sebanyak 92 orang (96,8%). Berdasarkan sikap perawat pelaksana dalam identifikasi pasien berada dikategori baik sebanyak 52 orang (54,7%), kepatuhan perawat pelaksana dalam penerapan identifikasi pasien sebagian besarnya tidak patuh sebanyak 54 orang (56,8%). Kesimpulan: Perawat pelaksana memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam menerapkan identifikasi pasien dengan benar di rawat inap serta sebagian besar perawat pelaksana tidak patuh dalam menerapkan identifikasi pasien dengan benar di rawat inap dikarenakan tidak sesuainya penerapan identifikasi pasien yang dilakukan dengan kebijakan yang telah ditetapkan.  Peningkatan kinerja perawat pelaksana dalam penerapan identifikasi pasien dapat dilakukan dengan menerapkan supervisi secara berkala sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi untuk menghasilkan kinerja yang optimal.
The Influence of Health Education and Tele-nursing on Folic Acid Adherence in Pregnant Women at Puskesmas Payung Sekaki Ananda, Tiara; Guna, Stephanie Dwi; Nopriadi, Nopriadi; Sabrian, Febriana; Herlina, Herlina
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5551

Abstract

Folic acid is essential for supporting maternal health and fetal development, with a daily requirement of 400 mcg. Folic acid deficiency can cause maternal anemia and fetal growth and development disorders. However, compliance of pregnant women in taking folic acid supplements is still low, due to lack of knowledge and forgetting to take supplements. To improve compliance, health education and telenursing efforts can be applied as an effective solution. This study used a quantitative approach using the one group pretest posttest method. The sample in the study amounted to 34 pregnant women who were taken using non-probability sampling technique with purposive sampling type. The analysis used used the Wilcoxon statistical test. After being given health education and telenursing on the level of compliance of pregnant women drinking folic acid, the results showed an increase in the average compliance between pretest and posttest. The average value before being given health education and telenursing was 2.7353 (SD = 1.24307), after being given health education and telenursing the average increased to 6.7500 (SD = 1.88997). The results of the Wilcoxon test analysis showed that there was an effect of health education and telenursing with the results of p value (0.000) α (0.005). Providing health education and telenursing has an effect on increasing the compliance of pregnant women in consuming folic acid at Puskesmas Payung Sekaki.
Independent Community Empowerment Program to Address Non-Communicable Disease Problems in Coastal Areas of Pekanbaru City Herlina; Zulfitri, Reni; Agrina; Arneliwati; Nopriadi; Dwiguna, Stephanie; Aziz, Ari Rahmat; Nurhayati; Hunafa, Zahra
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v2i2.219

Abstract

The purpose of this community service is to make efforts to prevent the spread of non-communicable diseases.   The formulation of the problem in this study is how to conduct early detection (screening) of health, how to increase the knowledge and ability of the Sri Meranti Village Community in overcoming non-communicable disease health problems, and how to empower the community in overcoming and preventing NCD problems that occur at home or in the neighborhood. The research method used is the prevention method by providing education related to what non-communicable diseases are and how to prevent them. The results obtained were an increase in community knowledge related to non-communicable diseases worth 31.41. It is hoped that this program, which has shown success, can be continued so that the number of non-communicable diseases can decrease in the community.
RELATIONSHIP BETWEEN ROOM HEAD SUPERVISION AND NURSES COMPLIANCE IN IMPLEMENTING FALL RISK PREVENTION IN THE INPATIENT ROOM OF ARIFIN ACHMAD HOSPITAL Hikmah, Muttakhidatul; Suci, Wice Purwani; Dwi Guna, Stephanie
Journal of Vocational Nursing Vol. 6 No. 2 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v6i2.67425

Abstract

Introduction: The purpose of this research was to determine the relationship between room head supervision and nurses’ compliance in implementing fall risk prevention in the inpatient room at Arifin Achmad Hospital. Methods: This research used a descriptive correlative design with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 76 respondents, selected using the total sampling technique. Supervision was measured using a 28-item questionnaire, consisting of 17 favorable items and 11 unfavorable items, with a Cronbach’s alpha reliability coefficient of 0.912. Nurse compliance was measured using a 9-item questionnaire, with a Cronbach’s alpha reliability coefficient of 0.973. Data were analyzed using bivariate analysis with the chi-square test. Results: The results of the study showed that 39 nurses (51.3%) were in the compliant category in implementing fall risk prevention. Most of the compliant nurses received good supervision from the head room, as reported by 29 nurses (72.5%). Meanwhile, among the 37 nurses (48.7%) in the less compliant category, the majority received poor supervision from the head room, as stated by 26 nurses (72.2%). The statistical test results showed a p-value of 0.000 (< 0.05), indicating that the null hypothesis (H₀) was rejected. Conclusions: It can be concluded that there is a significant relationship between head room supervision and nurses’ compliance in implementing fall risk prevention in the inpatient rooms of Arifin Achmad Hospital.
Faktor – faktor Ibu yang Memengaruhi Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Harfia, Firta Aisyah; Novayelinda, Riri; Guna, Stephanie Dwi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2368

Abstract

Kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dapat berdampak pada kesehatan bayi kedepannya. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan mengetahui faktor penyebab bayi lahir dengan BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor ibu yang dapat memengaruhi bayi terlahir dengan BBLR. Penelitian ini menggunakan desain non eksperimental observasional dan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian adalah 150 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji Independent – Samples T Test. Penelitian menunjukkan bahwa usia ibu (p = 0,926), usia gestasi (p = 0,548) jumlah paritas (p = 0,120) tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR sedangkan riwayat pendidikan (p = 0,008) dan antenatal care (ANC) (p = 0,019) berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Berdasarkan hasil penelitian, faktor - faktor yang memengaruhi kejadian bayi lahir dengan BBLR adalah riwayat pendidikan dan riwayat ANC, sedangkan usia ibu, usia gestasi dan jumlah paritas tidak memengaruhi kejadian BBLR. Menurut peneliti, hal ini terjadi dikarenakan masih banyak faktor lainnya yang memengaruhi berat bayi.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Media Video Animasi Menstrual Hygiene Management Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Nurhidayah, Nurhidayah; Herlina, Herlina; Guna, Stephanie Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16760

Abstract

Menstrual Hygiene Management is the practice of maintaining the cleanliness and health of the reproductive organs during the menstrual period. This action involves the duration of changing pads, the duration of changing underwear per day, and the correct way to clean the genital area. The research design uses a quasi-experimental one group pre-test post-test. This research was conducted from September 25 to October 24, 2024, at SMPN 9 Pekanbaru with a sample size of 34 respondents selected based on inclusion criteria using purposive sampling technique. The analysis were univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test. This research uses a questionnaire on knowledge and attitudes about menstrual hygiene management and an animated video media containing material on menstrual hygiene management. Most of the respondents were 13 years old (41.2%), and the age of menarche for the respondents was 11 years old (52.9%).there was an increase in the knowledge of adolescent girls in good knowledge (100%) after being provided with health education through animated video media about menstrual hygiene management. In terms of attitude, there is an increase in positive attitude with a mean score of 56.91. Statistical tests yielded a p-value (0.000) < α (0.05), indicating an increase in knowledge about menstrual hygiene management. For the attitude variable, a p-value (0.000) < α (0.05) was obtained, indicating a change in attitude towards menstrual hygiene management. There is an Influence of Health Education through Animated Video Media on Menstrual Hygiene Management on the Knowledge and Attitudes of Adolescent Girls.
KURANGNYA MANAJEMEN PERAWATAN DIRI DAN PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI DAERAH LAHAN BASAH Guna, Stephanie Dwi; Agrina, Agrina; Herlina, Herlina; Nopriadi, Nopriadi; Nurhayati , Nurhayati
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i1.1544

Abstract

Hypertension is the non-communicable disease with relatively high prevalence in Indonesia. The continuity of hypertension care is crucial for patients to control their blood pressure and prevent complications of this silent-killer disease. This research aims to analyze the self-management and blood pressure control of hypertension patients in wetland areas. Taking place in the area supported by the Faculty of Nursing, Universitas Riau, which is the coastal area of the Siak River, Pekanbaru, this research was a quantitative study; descriptive analytic. Thirty participants who were hypertensive patient without complication were chosen by purposive sampling. The instruments were a hypertension patient self-management questionnaire and a digital sphygmomanometer to measure blood pressure. The result showed the majority of the participants was in productive age; adult (33%) and pre-elderly (47%). The result also showed that no participant had good self-management, and most of them had poor self-management (53%). It also revealed only 23% of participants consume anti-hypertension medications regularly, while the rest of them is not taking medication at all. Most of the participants’ blood pressures were uncontrolled (97%). The average systolic pressure was 159 mmHg with maximum point at 238 mmHg and diastolic pressure was 98 mmHg with maximum point at 141 mmHg. This research indicates the urgency in dealing with hypertension, especially in research locations.