Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Karakteristik Batubara Formasi Warukin di Kalimantan Selatan serta Implikasinya pada Teknologi Pencairan Batubara Nursanto, Edy; Haq, Shofa Rijalul; Ardian, Aldin
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11075

Abstract

Batubara di Indonesia didominasi oleh peringkat rendah (low rank coal) prosentase lebih dari 85% dari total cadangan batubara. Meskipun demikian, batubara peringkat rendah lebih mudah diolah untuk meningkatkan nilai tambahnya karena struktur molekul dan gugus hidroksil batubara peringkat rendah yang reaktif dibandingkan dengan batubara peringkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik batubara peringkat rendah formasi Warukin pada proses pencairan batubara. Data primer berupa pengambilan sampel batubara dan arah kedudukannya serta kemiringannya diperoleh dengan metode pengambilan ply by ply. Analisis proksimat, ultimat, maseral dan reflektan vitrinit dilakukan pada sampel-sampel tersebut dengan variasi pengujian, kemudian diolah dengan analisis secara teoritis empiris yang disajikan dalam bentuk tabel. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil pengujian di laboratorium secara deskriptif kualitatif.  Dengan penelitian ini, sebaran sifat dan kualitas batubara dapat dievaluasi, serta alternatif teknologi penambangan dengan pencairan dapat direncanakan secara efektif dan efisien dengan penciri maseral liptinit mempunyai persentasi besar, yaitu rata-rata 34,28 % pada lapisan.
ANALISIS METODE NUMERIK PENGARUH HUJAN TERHADAP KESTABILAN LERENG TUNGGAL TIMBUNAN DI TAMBANG TERBUKA BATUBARA Akbar, Wahyu Nusantara; Dwinagara, Barlian; Saptono, Singgih; Haq, Shofa Rijalul; Lusantono, Oktarian Wisnu; Prabandaru, Prasodo Datu
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2025
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol21.No1.2025.1599

Abstract

Indonesia, with its tropical climate and high rainfall, especially near the equator, is prone to slope instability influenced by intense rainfall events. Rainfall increases pore water pressure, reduces effective stress, and decreases shear strength, which in turn lowers the safety factor and increases the probability of failure. However, studies on pore pressure changes during rainfall infiltration have not been extensively studied, particularly in Indonesia. This study aims to analyze the effect of rainfall on the stability of a single slope in a waste dump using a numerical method based on a coupled hydro-mechanical approach. Simulations were conducted using transient finite element analysis (TFEA) to evaluate pore water pressure variations. In addition, the limit equilibrium method (LEM) modeling was also carried out to assess changes in slope safety factors. The analysis was performed using Slide2 software under various rainfall and duration scenarios, with a total of 1,568 model combinations over a 24-hour simulation period. The results show that rainfall events reduce the safety factor value by up to 31.54%. The relationship between the safety factor value and rainfall can be expressed by the equation FK = 2,1607 CH-0,05, which shows a strong correlation with an R2 value of 0,9309.
ANALISIS METODE NUMERIK PENGARUH HUJAN TERHADAP KESTABILAN LERENG TUNGGAL TIMBUNAN DI TAMBANG TERBUKA BATUBARA Akbar, Wahyu Nusantara; Dwinagara, Barlian; Saptono, Singgih; Haq, Shofa Rijalul; Lusantono, Oktarian Wisnu; Prabandaru, Prasodo Datu
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2025
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol21.No1.2025.1599

Abstract

Indonesia, with its tropical climate and high rainfall, especially near the equator, is prone to slope instability influenced by intense rainfall events. Rainfall increases pore water pressure, reduces effective stress, and decreases shear strength, which in turn lowers the safety factor and increases the probability of failure. However, studies on pore pressure changes during rainfall infiltration have not been extensively studied, particularly in Indonesia. This study aims to analyze the effect of rainfall on the stability of a single slope in a waste dump using a numerical method based on a coupled hydro-mechanical approach. Simulations were conducted using transient finite element analysis (TFEA) to evaluate pore water pressure variations. In addition, the limit equilibrium method (LEM) modeling was also carried out to assess changes in slope safety factors. The analysis was performed using Slide2 software under various rainfall and duration scenarios, with a total of 1,568 model combinations over a 24-hour simulation period. The results show that rainfall events reduce the safety factor value by up to 31.54%. The relationship between the safety factor value and rainfall can be expressed by the equation FK = 2,1607 CH-0,05, which shows a strong correlation with an R2 value of 0,9309.
Pengaruh Oksidasi Hidrogen Peroksida Terhadap Nilai Kalor, Proksimat, dan Ultimat Batubara Formasi Wahau Ardian, Malik; Haq, Shofa Rijalul; Rahmad, R.M. Basuki; Sakti, Hakim Erlangga Bernado; Lusantono, Oktarian W; Waloejo, Dwi Poetranto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 11 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v11i2.15621

Abstract

Batubara lignit dari Formasi Wahau, Kalimantan Timur, memiliki cadangan besar namun nilai kalor rendahsehingga kurang kompetitif di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuanhidrogen peroksida (H₂O₂) 3% terhadap nilai kalor serta komposisi proksimat dan ultimat pada tiga ukuran partikel(40, 60, dan 100 mesh). Metode penelitian meliputi preparasi sampel, perlakuan oksidasi, serta pengujian nilaikalor menggunakan bom kalorimeter, analisis proksimat, dan analisis ultimat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan H₂O₂ tidak meningkatkan nilai kalor, bahkan cenderung menurunkannya. Penurunan terbesarterjadi pada 60 mesh, dari 5.627 menjadi 4.291 kkal/kg. Analisis proksimat memperlihatkan peningkatan volatilematter (misalnya pada 60 mesh dari 13,42% menjadi 19,54%), penurunan fixed carbon (pada 100 mesh dari81,12% menjadi 76,29%), serta kecenderungan peningkatan kadar abu. Analisis ultimat menunjukkan penurunankarbon (C) dan peningkatan oksigen (O), sedangkan sulfur (S) tidak terdeteksi pada semua sampel.Kesimpulannya, H₂O₂ berperan sebagai agen oksidator yang mengubah komposisi kimia batubara danmeningkatkan reaktivitasnya, tetapi tidak efektif sebagai metode peningkatan mutu energi batubara FormasiWahau.
Kajian Geometri Jalan Angkut Terhadap Fuel Ratio Pada Penambangan Batubara Seam A2 Di PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim Chandradevi, Vandya Aulia Azzahra; Ratminah, Wawong Dwi; Saputro, Kristanto Jiwo; Haq, Shofa Rijalul; Inmarlinianto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 11 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v11i2.15623

Abstract

Jalan angkut merupakan salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam menunjang efisiensi operasi pengangkutan batubara. Kondisi geometri jalan angkut akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan produktivitas alat angkut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kondisi geometri jalan angkut, serta mengkaji mengenai dampak dari geometri jalan angkut terhadap konsumsi bahan bakar dan produktivitas di PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Metode penelitian mencakup studi literatur dan observasi lapangan untuk memperoleh data primer dan sekunder mengenai kondisi geometri jalan angkut batubara. Dari hasil observasi lapangan dilakukan analisis dengan metode simulasi untuk nilai rimpul yag dihasilkan. Hasil analisis ditemukan bahwa ketidaksesuaian geometri seperti lebar jalan yang kurang memadai, kemiringan curam, radius tikungan kecil, serta superelevasi dan cross slope yang tidak sesuai. Hal tersebut dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar dan menurunkan produktivitas. Upaya perbaikan yang dilakukan, meliputi pelebaran jalan, penyesuaian kemiringan, pengaturan superelevasi, cross slope, serta memperbesar radius tikungan pada beberapa ruas, terbukti mampu meningkatkan kapasitas angkut dari 56.696,64 ton/bulan menjadi 66.527,65 ton/bulan. Jumlah ritase juga meningkat dari 1,69 kali/jam menjadi 2,02 kali/jam, sementara konsumsi bahan bakar sedikit menurun dari 10,59 liter/jam menjadi 10,58 liter/jam. Perubahan tersebut berdampak pada penurunan fuel ratio dari 0,48 menjadi 0,41 yang telah sesuai dengan standar perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi geometri jalan angkut memiliki pengaruh langsung terhadap produktivitas, penggunaan bahan bakar, serta nilai fuel ratio.
Pemanfaatan Mikroalga dan Typha Untuk Penanganan Air Asam Tambang Pada Pertambangan Batubara Bantar Tyas Suksmawati Rukmana; Haq, Shofa Rijalul; Lusantono, Oktarian Wisnu
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 11 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v11i2.16030

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan batubara, termasuk pada void pascatambang di Kabupaten Kutai Barat yang memiliki potensi pembentukan asam akibat keberadaan mineral sulfida pada batuan penyusunnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas mikroalga lokal dan tanaman Typha angustifolia dalam sistem wetland buatan untuk meningkatkan kualitas air pada void tersebut. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan memanfaatkan lima kompartemen yang mewakili zona mikroalga dan vegetasi Typha. Parameter kualitas air yang diamati meliputi pH, logam terlarut (Fe dan Mn), H₂S, serta BOD, baik pada inlet maupun outlet tiap kompartemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga pada Kompartemen 2 dan 4 mampu meningkatkan pH dari kisaran 6,0–6,7 menjadi hingga 7,74 dalam waktu 24 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh aktivitas fotosintesis dan proses biogeokimia yang menurunkan keasaman air. Kompartemen 2, yang diberi tambahan nutrisi organik, memberikan kenaikan pH paling konsisten. Pada sistem Typha, Kompartemen 1, 3, dan 5 menunjukkan peningkatan pH yang bervariasi, dengan nilai tertinggi pada K1 akibat adanya penambahan kapur. Analisis jaringan tanaman menunjukkan kemampuan Typha dalam mengakumulasi logam, dengan serapan Fe terbesar pada akar dan Mn serta S pada daun. Kelangsungan hidup Typha tertinggi tercatat pada K5 (95,8%), sedangkan penggunaan bahan organik segar meningkatkan BOD dan menurunkan keberhasilan tanam. Secara keseluruhan, mikroalga lebih efektif dalam penetralan pH secara cepat, sementara Typha berperan dalam stabilisasi jangka panjang dan akumulasi logam. Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi fitoremediasi terpadu yang adaptif dan berkelanjutan untuk pengelolaan AAT pada void tambang batubara.
Evaluasi Efisiensi Kolam Pengendapan dalam Pengelolaan Air Limbah Tambang Batubara terhadap Kualitas Air Sungai Loah Wen, Kutai Kartanegara Kusuma, Ratih Chandra; Haq, Shofa Rijalul; Bulopa, Rofa Dzulfikri
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 11 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v11i2.16066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi sistem kolam pengendapan dalam mengelola air limbah tambang batubara serta pengaruhnya terhadap kualitas air Sungai Loah Wen yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada empat titik pemantauan, hulu dan hilir Sungai Loah Wen, serta inlet dan outlet kolam pengendapan selama semester pertama tahun 2025. Analisis laboratorium mencakup parameter fisika, kimia (organik dan anorganik), serta mikrobiologi, dan hasilnya dibandingkan dengan regulasi nasional (PP No. 22 Tahun 2021 untuk air sungai Kelas II dan Permen LH No. 113 Tahun 2003 untuk air limbah tambang batubara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sungai secara umum berada dalam kondisi baik, dengan sebagian besar parameter berada jauh di bawah ambang batas baku mutu. Terdapat sedikit peningkatan konsentrasi besi terlarut di hilir (0,3 menjadi 0,4 mg/l), namun masih dalam batas aman dan kemungkinan besar dipengaruhi oleh proses geogenik alami. Analisis air limbah menunjukkan bahwa kolam pengendapan mampu menurunkan Total Suspended Solid (TSS) dari 15 menjadi 12 mg/l dengan efisiensi 20%, sekaligus mempertahankan pH yang stabil dan konsentrasi Fe serta Mn yang sangat rendah (<0,03 dan <0,02 mg/L). Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan air limbah yang diterapkan saat ini efektif dalam mengurangi beban pencemar serta mencegah penurunan kualitas badan air penerima. Secara keseluruhan, penerapan kolam pengendapan yang didukung proses sedimentasi dan koagulasi berperan penting dalam memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan serta menjaga integritas ekologi Sungai Loah Wen.