Claim Missing Document
Check
Articles

EFISIENSI PEMUPUKAN NITROGEN PADA PENGGUNAAN Azospirillum sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi; Listiawati, Agustina; Surachman, Surachman; Asnawati, Asnawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3531

Abstract

        Continuous use of inorganic N fertilizer for a long time in high doses can cause land degradation. Land productivity will decrease if land experiences degradation. The application of Azospirillum sp is an effort to reduce the use of inorganic N fertilizer. The aim of this research is to obtain the best dose of Urea and Azospirillum sp fertilizer as an effort to efficiently use inorganic N fertilizer on the growth and yield of sweet corn on peatlands. This research used a factorial randomized block design. The first factor is Azospirillum sp which consists of 2 levels and the second factor is Urea fertilizer which consists of 5 levels and each treatment combination is repeated 3 times with 5 plant samples. Variables observed included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf greenness (spad unit), plant dry weight (g), total leaf area (cm2), N uptake, cob weight per plot (kg), weight cobs with husks (g), weight of cobs without lobs (g), cob length (cm), cob diameter (cm) and other supporting variables. There was no interaction between inoculation of Azospirillum sp. and Urea. Inoculation of Azospirillum sp. needs to be done for the efficiency of nitrogen fertilizers. Inoculation of Azospirillum sp. The treatment dose of urea of  75 kg/ha is an efficient treatment for increasing the growth and yield of sweet corn plants in peat soil. There was no interaction between inoculation of Azospirillum sp. and Urea. Inoculation of Azospirillum sp. needs to be done for efficient use of Nitrogen fertilizer. Inoculation of Azospirillum sp. The treatment dose of urea of 75 kg/ha is an efficient treatment in increasing the growth and yield of sweet corn plants on peat soil.Key words: Azospirillum sp., peat, sweet corn, nitrogenINTISARI Penggunaan pupuk N anorganik  secara terus menerus yang berlangsung lama dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan lahan terdegradasi. Produktivitas lahan akan menurun jika lahan mengalami degradasi.  Aplikasi Azospirillum sp merupakan upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk N anorganik. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan  dosis pupuk Urea dan azospirillum sp yang terbaik sebagai upaya efisiensi penggunaan pupuk N an organik pada pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama yaitu Azospirillum sp yang terdiri dari 2 taraf dan factor kedua adalah pupuk Urea yang terdiri dari 5 taraf dan setiap kombinasi perlakuan diulang sejumlah 3 kali dengan sampel tanaman berjumlah 5 tanaman.   Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), kehijauan daun (spad unit), bobot kering tanaman (g), luas daun total (cm2), serapan N, bobot tongkol per petak (kg), bobot tongkol berkelobot (g), bobot tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm) dan variabel penunjang lainnya. Tidak  terdapat interaksi antara inokulasi Azospirillum sp. dan Urea. Inokulasi Azospirillum sp. perlu dilakukan untuk efisiensi pupuk Nitrogen. Inokulasi Azospirillum sp. pada perlakuan dosis urea 75 kg/ha merupakan perlakuan yang efisien untuk meningkatkankan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis di tanah gambut. Tidak  terdapat interaksi antara inokulasi Azospirillum sp. dan Urea. Inokulasi Azospirillum sp. perlu dilakukan untuk efisiensi penggunaan pupuk Nitrogen. Inokulasi Azospirillum sp. pada perlakuan dosis urea 75 kg/ha merupakan perlakuan yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Kata kunci : Azospirillum sp., gambut, jagung manis, nitrogen
PENGARUH ABU SABUT KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH PADA TANAH GAMBUT Apriani, Resti; Warganda, Warganda; Susana, Rini; Maulidi, Maulidi; Hariyanti, Agus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3530

Abstract

          Peat soil has low soil pH and less available macro nutrients. Application of coconut coir ash had the purpose of increasing the pH of the soil, whereas NPK fertilizer aimed to increase the availability of macro elements needed for plant growth. This research aims to obtain the best dose of coconut coir ashes and NPK fertilizer on the growth and yield of radish. This research was conducted in the Eastern Pontianak, The city of Pontianak, West Kalimantan, April -May 2023. The design used is completely Random Disign with Factorial Pattern, consists of 2 factors with 3 repetitions.The first factor is the coconut cor ash (A) with dosage treatment, which is, a1 = 109 g / poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/ poybag. The second factor is a NPK fertilizer (P) with dosage treatment is, p1 = 18 g / poybag, p2 = 24 g/polybag, p3 = 30 g/polybag. Variables observation is the number of leaves, weight of fresh plants, weight of fresh bulbs, length of blub, diameter of bulb, and dry weight of plants. The results showed that the application of coconut coir ash dose of 33.33 tons/ha and NPK fertilizer dose of 300 kg/ha gave the best results on the diameter of radish tubers. Keywords: Coconut Coir Ash, NPK Fertilizer, Peat, RadishINTISARI          Tanah gambut mempunyai kendala sebagai media tumbuh lobak yaitu pH tanah yang rendah dan unsur hara makro yang kurang tersedia. Pemberian abu sabut kelapa mempunyai tujuan untuk meningkatkan pH tanah, sedangkan pupuk NPK diberikan untuk menambah ketersediaan unsur hara makro yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sabut kelapa dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang berlangsung pada April - Mei 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Faktorial Pola Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah abu sabut kelapa (A) dengan 3 taraf  dosis yaitu, a1 = 109 g/poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/poybag. Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (P) dengan perlakuan dosis yaitu, p1 = 18 g/poybag, p2 = 24 g/poybag, p3 = 30 g/polybag. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis abu sabut kelapa 33,33 ton/ha dan dosis pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap diameter umbi tanaman lobak. Kata kunci : Abu Sabut Kelapa, Gambut , Lobak, Pupuk NPK
PENGARUH PEMBERIAN NPK DAN PGPR AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Ismail, Aji Sarif; Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77910

Abstract

Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis tanaman Leguminosae yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kendala pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam kacang hijau dihadapkan pada masalah sifat kimia yang kurang baik. Sifat kimia yang kurang baik adalah rendahnya kandungan unsur hara. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah PMK dapat yaitu pemberian pupuk NPK, karena mengandung lebih dari 1 unsur hara makro primer yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar sehingga pemupukan menjadi efisien. Namun, penggunaan pupuk kimia harus diimbangi dengan penggunaan pupuk ramah lingkungan yaitu pupuk hayati PGPR akar putri malu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh dari NPK terhadap beberapa konsentrasi PGPR dan mendapatkan interaksi NPK dan PGPR akar putri malu pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Jl. Sepakat 2, Gg. Racana Untan. Penelitian ini berlangsung mulai dari tanggal 20 Juli hingga 13 Oktober 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) RAL dengan 2 (dua) faktor. Faktor pertama konsentrasi PGPR akar putri malu (a) sebagai main plot yang terdiri 3 perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu dosis NPK (b) sebagai sub plot dengan 3 perlakuan. Setiap unit percobaan diulang sebanyak 3 kali dan tanaman perpetak sebanyak 4 tanaman sehingga jumlah tanaman berjumlah 108 tanaman. Faktor yang pertama yaitu konsentrasi PGPR sebagai main plot yang terdiri a1 = 15 ml/â„“ air, a2 = 20 ml/â„“ air, a3 = 25 ml/â„“ air. Faktor kedua yaitu dosis NPK sebagai sub plot yang terdiri b1 = 250 kg/ha, b2 = 375 kg/ha, b3 = 500 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah seluruh polong (polong hampa dan bernas), jumlah polong bernas, berat kering biji, berat 100 biji. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dosis NPK 500 kg/ha memberikan pertumbuhan da hasil tanaman kacang hijau terhadap Tinggi Tanaman 2 MST, Berat Kering Tanaman, Volume akar, Berat Kering Biji dan Berat 100 Biji kacang hijau pada tanah PMK. Konsentrasi PGPRakar putri malu 25 ml/l dan dosis NPK 375 kg/ha merupakan interaksi yang terbaik terhadap Tinggi Tanaman kacang hijau umur 4 MST pada tanah PMK dengan peningkatan 29,8%.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMUPUKAN KALIUM DAN KALSIUM PADA TANAH GAMBUT Sari, Rinda; Warganda, Warganda; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70607

Abstract

Respon Pertumbuhan dan hasil bawang merah terhadap pemupukan kalium dan kalsium pada tanah gambut. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari sebagai bumbu utama. Usaha untuk meningkatkan produksi agar lebih tinggi baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha ektensifikasi. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media dalam budidaya dihadapkan pada kendala yaitu sifat kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanah gambut agar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang merah adalah dengan memberikan pupuk kalium dan kalsium ke dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk kalium dan kalsium serta untuk mendapatkan kombinasi dosis terbaik untuk keseimbangan hara terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari tanggal 30 September sampai dengan 30 November 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor pupuk kalium yaitu a1 = 1,2 g/polybag, a2 = 1,8 g/polybag dan a3 = 2,4 g/polybag dan faktor pupuk kalsium yaitu b1 = 5 g/polybag, b2 = 6 g/polybag dan b3 = 7 g/polybag. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun , jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi pupuk kalium dan pupuk kalsium belum mampu mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Pemberian pupuk kalium pada dosis 2,4 g/polybag mampu mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman umur 5 MST dan jumlah daun umur 6 MST. Pemberian pupuk kalsium pada dosis 7 g/polybag memberikan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman umur 5-6 MST. Pada hasil bawang merah menunjukkan pemberian pupuk kalium dan kalsium belum mampu meningkatkan hasil bawang merah pada tanah gambut.
PENGARUH PUPUK HIJAU KIRINYU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Arigunawan, Arja; Warganda, Warganda; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.101812

Abstract

Tanaman semangka termasuk salah satu jenis tanaman buah-buahan semusim yang mempunyai nilai ekonomi penting bagi masyarakat petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk hijau kirinyu dan pupuk NPK terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman semangka pada tanah PMK. Penelitian ini terlaksana di Jl. Reformasi, Gg Matematika, Blok F, sejak tanggal 1 September sampai 10 November 2023 yang berlangsung selama 71 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu faktor pertama pupuk hijau kirinyu (H) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua pupuk NPK (K) terdiri dari 3 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 sampel unit pengamatan dalam penelitian. Faktor pertama adalah dosis pupuk hijau kirinyu (H) yakni h1 = 10 ton/ha setara dengan 1,785 g/tanaman, h2 = 20 ton/ha setara dengan 3,571 g/tanaman dan h3 = 30 ton/ha setara dengan 5,378 g/tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (K) yakni k1 = 250 kg/ha setara dengan 44,64 g/tanaman, k2 = 350 kg/ha setara dengan 52,5 g/tanaman dan k3 = 450 kg/ha setara dengan 80,35 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijau kirinyu dosis 10 ton/ha dan 350 kg/ha NPK merupakan dosis efektif dalam meningkatkan pertumbuhan panjang batang utama pada Minggu ke 2 pada tanaman semangka pada tanah PMK dan kombinasi pemberian dosis 30 ton/ha pupuk hijau kirinyu dan 350 kg/ha NPK merupakan dosis efektif dalam meningkatkan pertumbuhan panjang batang utama pada Minggu ke 3 pada tanaman semangka pada tanah PMK.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Siagian, Sufriadi Pairo; Warganda, Warganda; Wati, Agustina Listia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.87186

Abstract

Bawang merah (Allium ascolonicum L) merupakan komoditas sayuran yang telah lama diusahakan petani secara intensif. Tanah aluvial secara keseluruhan mempunyai unsur hara yang rendah. Pemberian pupuk hayati (Bioboost) dapat memperbaiki, meningkatkan kandungan organik di dalam tanah. Pupuk KNO3 menyediaan unsur hara dalam tanah terutama unsur hara makro seperti K, N. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis dan interaksi Pupuk hayati dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dimulai 3 september 2022 - 10 november 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, terdiri dari dua faktor. Faktor pertama pupuk hayati 3 taraf yaitu b1= 5 ml/l b2 =10 ml/l b3 =15 ml/l dan faktor kedua pupuk KNO3 3 taraf yaitu k1 = 150 kg/ha k2 = 225 kg/ha k3 = 350 kg/ha. Tidak ada interaksi pemberian pupuk hayati dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah umbi, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi tanaman bawang merah, namun memberikan pengaruh yang sama terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pemberian pupuk hayati bioboots 10 ml/l merupakan dosis terbaik dalam pertumbuhan dan hasil bawang merah sedangkan pemberian pupuk KNO3 memberikan pengaruh yang sama terhadap seluruh variabel pengamatan penelitan.
UJI BERMACAM CAIRAN MIKRO ORGANISME LOKAL DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI KERITING PADA TANAH ALLUVIAL Assayuti, Jalaluddin; Santoso, Eddy; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7515

Abstract

Uji Bermacam Cairan Mikro Organisme Lokal dan Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Keriting Pada Tanah Alluvial Jalaluddin Assayuti1) Eddy Santoso dan Warganda2) 1)Mahasiswa, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis cairan MOL dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, perlakuan yang terdiri dari pemberian MOL (P) dengan 4 taraf: MOL Daun Gamal (p1), MOL Buah-buahan (p2), MOL Sayur-sayuran (p3), MOL Buah Maja (p4) dan dosis pupuk kandang sapi (K) dengan 3 tingkatan dosis: 0,5 kg/petak (k1), 0,75 kg/petak (k2), 1 kg/petak (k3) dengan 3 kali ulangan setiap ulangan terdiri dari 9 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: luas daun (cm2), berat segar (g), volume akar (cm3), klorofil daun (Spad Unit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan MOL memberikan hasil terbaik pada variabel klorofil daun sedangan dosis pupuk kandang sapi sebanyak 1 kg/petak (k3) memberikan hasil terbaik pada berat segar dan klorofil daun. Interaksi MOL dan pupuk kandang sapi terjadi pada klorofil daun yaitu pada perlakuan cairan MOL Buah-buahan dengan dosis pupuk kandang 1 kg (p2k3) sebesar 29,58 SPAD Unit. Kata kunci: Mikro Organisme Lokal (MOL), Pupuk Kandang Sapi, Sawi Keriting, Tanah Alluvial The Experiment on Various Local Microorganism and Dose of Cow Manure Toward Growth and Yield of Curly Mustard in Alluvial Soil Jalaluddin Assayuti1) Eddy Santoso dan Warganda 1)Student, 2) Lecturer Faculty of Agriculture University of Tanjungpura ABSTRACT The aim of this research is to know thw effect of the various types of MOL liquid and the dose of cow manure toward growth and yield of curly mustard. This research used factorial pattern Randomized Group Design, the treatment consists of giving MOL (p) with 4 levels : Gamal Leaves MOL (p1), Fruits MOL (p2), Vegetables MOL (p3), Maja MOL (p4) and cow Manure dose (K) with 3 dose levels : 0,5 kg/plot (k1), 0,75 kg/plot (k2), 1 kg/plot (k3) with 3 times of repetitions, every repetition consists of 9 sample plant. The variables observed in this research consist of : leaf area (cm2), netto (g), root volume (cm3), leaf chlorophyll (Spad Unit). The research finding shows that MOL liquid gives the best result of chlorophyll where as 1 kg/plot (k3) dose of cow manure gives best result of netto and chlorophyll. The interaction between MOL and cow manure occured on the chlorophyll in the treatment of MOL liquid. MOL of Fruits with 1 kg/plot (p2k3) dose of cow manure amounted to 29,58 SPAD unit. Keywords : Local Organism Micro (MOL), Cow Manure, Curly Mustard, Alluvial Soil.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JAMBU BIJI KRISTAL Kristina, Kristina; Mustamir, Elly; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9985

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media terhadap pertumbuhan bibit tanaman jambu biji kristal. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai dengan September 2014, Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah a1 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 0), a2 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 2 : 0), a3 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 0 : 1), a4 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 1), a5 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 2 : 1), a6 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 0 : 2), a7 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 2), dan a8 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi =1 : 2 : 2). Variebel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), pertambahann panjang tunas (cm), diameter batang atas (cm), dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media berpengaruh nyata terhadap jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Kata Kunci : Media Tumbuh, Tanaman Jambu Biji Kristal.
UJI BEBERAPA VARIETAS MENTIMUN HIBRIDA PADA MEDIA TANAH GAMBUT LITASARI, AYU; WARGANDA, WARGANDA; WASI'AN, WASI'AN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19780

Abstract

Pengembangan produksi dan produktivitas mentimun di Kalimantan Barat perlumendapat perhatian yang serius, untuk mencukupi kebutuhan dan permintaanpasar, maka salah satu usaha yang bisa dilakukan yaitu peningkatan produktivitaslahan dan penggunaan varietas unggul. Penelitian ini dilaksanakan di kebun petaniJalan Panca Bakti, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, KotaPontianak. Jenis tanah yang digunakan adalah gambut lama penelitian ± 3 bulandari April hingga Juni 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipertumbuhan dan hasil beberapa varietas mentimun hibrida pada media tanahgambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) denganempat perlakuan dan enam ulangan. Total dari seluruh penelitian adalah 24 petak.Perlakuan yang dimaksud adalah v1 = varietas Baby, v2 = varietas Hercules, v3varietas Mercy, v4 = varietas Monza f1. Variabel pengamatan yaitu berat keringtanaman, jumlah buah per petak, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa varietas mentimun hibrida yangditanam pada media tanah gambut berpengaruh nyata pada variabel pengamatanjumlah buah per petak dan bobot buah per tanaman. Varietas mentimun yang diujiberpengaruh tidak nyata pada variabel pengamatan berat kering tanaman, danbobot buah per petak.Kata Kunci : Gambut, Mentimun, Varietas Hibrida,
PENGARUH PUPUK N P DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS SECARA TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH DI LAHAN GAMBUT YANA, YANA; MAULIDI, MAULIDI; WARGANDA, WARGANDA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22387

Abstract

ABSTRAKJagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis dari jagung biasa dan umur produksinya lebih singkat. Permasalahan dalam budidaya jagung manis adalah beralihnya fungsi lahan dan kesuburan tanah yang rendah. Penggunaan pupuk N, P dan K dapat mengatasi kesuburan tanah yang rendah dan optimalisasi lahan dengan pola tumpangsari dapat menjadi solusi untuk budidaya jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk N, P dan K yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis secara tumpangsari dengan kacang tanah pada lahan gambut. Penelitian dimulai dari Maret sampai Mei 2017. Penelitian dilaksanakan di Desa Bintang Mas II Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdapat 8 sampel tanaman. Perlakuan yang di maksud sebagai berikut : p1 = 1,7 g Urea, 0,96 g SP-36, 0,55 g KCl/ tanaman (25% dari dosis anjuran ), p2 = 3,4 g Urea, 1,92 g SP-36, 1,11 g KCl/ tanaman (50% dari dosis anjuran), p3 = 5,1 g Urea, 2,88 g SP-36, 1,66 g KCl/ tanaman (75% dari dosis anjuran), p4 = 6,8 g Urea, 3,84 g SP-36, 2,22 g KCl/ tanaman (100% dari dosis anjuran), p5 = 8,5 g Urea, 4,80 g SP-36, 2,77 g KCl/ tanaman (125% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman volume akar, berat kering, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P dan K berpengaruh nyata terhadap volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol, tetapi berpengaruh tidak nyata pada variabel panjang tongkol. Pemberian pupuk N, P dan K sebesar 25% dari dosis anjuran setara dengan 1,7 g Urea, 0,96 g SP-36, 0,55 g KCl/ tanaman merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis secara tumpangsari dengan kacang tanah di lahan gambut.Kata kunci: jagung manis, n, p dan k, gambut, tumpangsari
Co-Authors Abdias Kristoforus Agus tian Agustina Listiawati Alito, Alito Anjasmara, Anjasmara Apriani, Resti Arianta, Sahrul Qori Arigunawan, Arja Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati Assayuti, Jalaluddin Astina Astina, Astina Aurelia, Zakia AYU LESTARI Darussalam Darussalam, Darussalam Dhayan, Sarah Dian Novita Sari, Dian Novita Dini Anggorowati Dwi Zulfita Eddy Santoso Elly Mustamir etriadi, etriadi Fenandra, Adara Fitriady, Teddy Akbar Fristiwa, Yudika Gunawan, Elfedius Andre Gustami Gustami, Gustami Hadi, Irfan Setia Hariyanti, Agus Hendri, Adrianus Hermanus, Hermanus Ismail, Aji Sarif Jaky, Jaky JEPRI, FRANSISKUS Kafaso, Yosef Kristina Kristina lestawati, Lestawati LITASARI, AYU Maulidi Maulidi Muhammad Huda Mustawa Mulyadi Safwan Muzanni, Muzanni Nabilah, Arinda Putri Naumi, Umi Nazhmy, Fazlin Ngaing, Rhalmundus Sain Nurjani NYANGKO, ALDIANUS Oktala, Frestin Rif'at Yoga Oktaviani oktaviani Pangestu, Abdur Rahman pranita, rizky ananda Prastica, Dessy Pratama, Yoshafat Andika Purwaningsih - Putu Dupa Bandem Rahmadi, Nopiandito Fredi Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Revo, Oktavianus REZA FAHLEVI Rini Susana RIZMA AZIMA, RIZMA Saetri, Nevi Safriani, Diah Sari, Rinda Setia Budi Siagian, Sufriadi Pairo Siti Hadijah SRIDEVI, GITA Suluk, Afif Surachman Surachman Tanti Hidayah, Nikmatun Tatang Abdurrahman, Tatang Tri Rahayuni Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Vebiola, Febriyati Wahyudi, Erwin WASI'AN, WASI'AN Wati, Agustina Listia Yana Yana, Yana Yeti Rohayeti Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci