Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Opportunities and Challenges: Adopting “Blue-Green Economy” Terms to Achieve SDGs Sungkawati, Endang
Revenue Journal: Management and Entrepreneurship Vol 2 No 1 (2024): Revenue Journal: Management and Entrepreneurship (June)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/rjme.v2i1.333

Abstract

Sustainable development and the blue-green economy are intimately linked and collaborate. Like other nations, Indonesia follows Blue-Green economic principles to reach the Sustainable Development Goals (SDGs). This study intends to investigate Indonesia's capacity and challenges in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) through implementing the Blue-Green economic concept and suggest solutions to address these barriers. Indonesia has adopted a substantial approach to attain sustainable development objectives by implementing a blue-green economic policy. This is primarily due to the country's status as a growing archipelago with a heightened susceptibility to natural disasters that affect all facets of society, the economy, and advancement. Indonesia is crucial in the global geopolitical scene because of its plentiful, untapped maritime resources. Implementing the Blue Economy in Indonesia offers a great chance to accomplish the 17 Sustainable Development Goals. Prior studies focused solely on the blue or green economy and strategies for attaining sustainable development goals in Indonesia. This research is innovative as it integrates the blue-green economic idea. The study discovered that obstacles can be surmounted by implementing solutions to address legislative, governance, legal, and economic challenges. Efficiently developing the public sector is crucial. This involves applying technology advancements, managing information effectively, coordinating with stakeholders, seeking international collaborations, and adopting global best practices. It aims to determine how sustainable development indicators, specifically in Indonesia, impact economic growth indicators such as gross domestic product. Time series analysis is utilized to depict the relationship between variables. The ARDL model research shows a long-term equilibrium relationship between different measures of sustainable development and economic growth in Indonesia. Indicators of sustainable development have been seen to influence economic growth in Iraq. The analysis demonstrates that sustainable development has fueled economic growth in Indonesia from 2014 to 2024.
MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA ANGGOTA KARANGTARUNA KECAMATAN TANJUNGANOM Rosyidi, Mohammad; Sungkawati, Endang
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v1i1.12

Abstract

Kegiatan berwirausaha merupakan kegiatan yang menjadi salah satu solusi untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan memperoleh tambahan penghasilan. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah pemerintahan Desa Sonobekel, Desa Getas, Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Salah satu permasalahan mitra adalah sebagian besar masyarakatnya adalah petani dan buruh tani, sehingga terkadang mengalami kendala dalam hal keuangan. Pemberian sosialisasi kewirausahaan kepada anggota karang taruna ke tiga desa tersebut, diharapkan dapat memotivasi dan meningkatkan pemahaman mengenai berwirausaha. Metode pelaksanaan pengabdian dengan cara ceramah yang dilaksanakan selama satu hari di masing-masing desa, dengan tiga termin. Pada termin pertama, tim pelaksana pengabdian memperkenalkan konsep berwirausaha kepada para peserta, meliputi perencanaan usaha dan berbagai jenis peluang usaha. Pada termin kedua, diberikan materi dan simulasi mengenai pengelolaan keuangan untuk usaha kecil, dan termin ke tiga dilakukan diskusi dan tanya jawab. Peserta kegiatan terdiri dari 20 anggota karang taruna di masing-masing desa. Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai efektifitas pelatihan dalam meningkatkan minat dan motivasi anggota karang taruna untuk berwirausaha. Kegiatan evaluasi juga digunakan untuk menilai keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Alat ukurnya adalah kuisioner yang telah diisi peserta anggota karang taruna. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan minat anggota karang taruna untuk berwirausaha, setelah diberikan materi dan motivasi mengenai kewirausahaan.
ANALISIS INTENSITAS BERWIRAUSAHA PADA UMKM DI KOTA MALANG Sungkawati, Endang; Rossadian, Alfira
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/1wvbqv91

Abstract

Seorang wirausaha tentu mempunyai kekuatan yang melatarbelakangi keinginan untuk berwirausaha, kekuatan yang dimaksud dinamakan sebuah intensitas. Penelitian ini diangkat berdasarkan fenomena perkembangan UMKM di Kota Malang yang ditandai dengan munculnya berbagai bidang usaha yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap alasan-alasan yang timbul dari pelaku UMKM di Kota Malang sebagai wujud terbentuknya suatu intensitas berwirausaha. Yang dijadikan unit analisis adalah dari faktor inspirasi, imbalan, kepribadian dan lingkungan. Pendekatan analisis yang dilakukan untuk mengetahui intensitas berwirausaha pada pelaku UMKM di Kota Malang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil Penelitian menyebutkan bahwa intensitas berwirausaha terbentuk atas dasar : 1) inspirasi, yaitu adanya ide atau peluang usaha, impian untuk sukses, datang dari orang sukses dan penghasilan seorang wirausaha tidak terbatas. 2) imbalan yang didapat 3) kepribadian yang sudah tertanam dalam diri individu, 4) faktor lingkungan sekitar baik internal maupun eksternal. Berdasarkan hasil tersebut, 1) Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang untuk terus melakukan pemantauan dan memberikan program yang menunjang perkembangan UMKM di Kota Malang. 2) Bagi UMKM di Kota Malang, untuk terus meningkatkan mental kewirausahaan dan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan produk baru dan unik untuk menunjang citra positif UMKM di Kota Malang.
Pengaruh dan Motivasi Berwirausaha dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usaha Pada BUMDes Mere, Klemens; Lukitaningtyas, Firina; Sungkawati, Endang
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v5i2.5175

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh motivasi berwirausaha dan orientasi kewirausahaan terhadap Kinerja Usaha BUMDes yang dilakukan pada pengurus BUMDes, Kecamatan Tajinan yang melibatkan 60 responden dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan beberapa analisis diantaranya analisis regresi linier berganda, analisis koefisien korelasi (R), analisis koefisien determinasi (R2), uji pengaruh simultan (uji F) dan parsial (uji t). Didapatkan hasil analisis regresi linier berganda yang menunjukkan hubungan antara variabel motivasi berwirausaha dan orientasi kewirausahaan terhadap Kinerja Usaha BUMDes. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,349% dari kinerja usaha BUMDes dapat dijelaskan oleh variabel motivasi berwirausaha dan orientasi kewirausahaan. Hasil uji menunjukkan motivasi berwirausaha dan orientasi kewirausahaan secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Usaha BUMDes.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani “Barokah” melalui Inovasi Pembuatan Produk Olahan Nanas di Desa Semen Kec. Gandusari Blitar Sungkawati, Endang; Yuniwati, Eny Dyah; Hernanik, Nova Dwi
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v8i2.6564

Abstract

Pineapple is a leading commodity in Semen Village, Gandusari District, and Blitar Regency. One of its varieties, Banasari Pineapple, is known to have yellow flesh and high water content. Currently, processed pineapple products from Blitar are still limited and lack variety. The problem is that the fresh and abundant pineapple from the harvest in Semen Village has not been widely processed; it is only sold fresh, and pineapple juice is produced by KWT "Barokah." Marketing by UMKM "Srikandi Sejati". The service aims to improve the welfare of village communities by empowering women by strengthening production and the creative economy, strengthening institutions, and developing human resources. Therefore, processed pineapple products were diversified, including pineapple dodol, jam, pie, melon, and sticks. This diversification process begins with a preparation stage, which includes a location survey and initial discussion with the "Barokah" Women Farmers Group (KWT). In addition, the licensing process is carried out before the socialization of the manufacturing of processed products. This activity includes processing simulations and assistance by the partner team. The products produced include pineapple dodol, jam, pie, melon, and sticks. The evaluation results showed that more than 75% of the partner team members strongly agreed that the implementation of this activity was by expectations based on several assessment parameters provided. These processed products have commercial value.ABSTRAKNanas adalah komoditas unggulan dari Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Buah nanas asal Banasari memiliki daging buah berwarna kuning dan kandungan air yang tinggi. Namun, saat ini produk olahan berbahan baku nanas Blitar masih terbatas dan kurang beragam. Permasalahannya hasil nanas yang segar, dan melimpah dari hasil panen di desa Semen, belum banyak diolah, hanya  di  jual  segar  dan  ada  sari  minuman  nanas  yang  di  hasilkan  oleh  KWT ”Barokah”. Pemasarannya oleh UMKM “Srikandi Sejati”.   Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan wanita melalui penguatan produksi dan penguatan ekonomi kreatif, penguatan kelembagaan dan pengembangan sumberdaya manusia. Oleh karena itu, dilakukan diversifikasi produk olahan nanas yang mencakup dodol nanas, selai nanas, pie nanas, molen nanas, dan stik nanas. Proses diversifikasi ini dimulai dengan tahap persiapan yang meliputi survei lokasi dan diskusi awal dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) "Barokah". Selain itu, proses perizinan juga dilakukan sebelum melaksanakan sosialisasi pembuatan produk olahan. Kegiatan ini mencakup simulasi pengolahan serta pendampingan oleh tim mitra. Produk yang dihasilkan terdiri dari dodol nanas, selai nanas, pie nanas, molen nanas, dan stik nanas. Berdasarkan hasil evaluasi, lebih dari tiga perempat anggota tim mitra menyatakan sangat setuju bahwa pelaksanaan kegiatan ini telah memenuhi harapan mareka, sesuai dengan beberapa parameter penilaian yang di berikan.  Selain itu, produk-produk olahan yang di hasilkan juga memiliki nilai komersial yang baik.
Sustainable Entrepreneurship: Innovative Solutions for Achieving SDGs in Indonesia 2030 Sungkawati, Endang
Revenue Journal: Management and Entrepreneurship Vol 2 No 2 (2024): Revenue Journal: Management and Entrepreneurship (December)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/rjme.v2i2.345

Abstract

Amidst the global challenge to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs) by 2030, sustainable entrepreneurship offers an innovative solution for Indonesia. This study aims to explore the role of sustainable entrepreneurship in supporting the achievement of SDGs in Indonesia. Using a narrative literature review, this study analyzed 35 scientific articles published between 2019 and 2023. The subjects of the study involved social entrepreneurs and small and medium enterprises in the environmental and social sectors. The instrument used was content analysis focused on entrepreneurial strategies and their impact on SDGs. The results of the study indicate that sustainable entrepreneurship initiatives can increase resource efficiency by up to 40% and accelerate the achievement of at least 5 of the 17 SDGs. In addition, entrepreneurship that emphasizes sustainable practices shows increased competitiveness and cross-sector collaboration. In conclusion, sustainable entrepreneurship is not only an economic tool but also an important driver in achieving SDGs. This study recommends that the government and private sector strengthen support for sustainable entrepreneurship initiatives through appropriate policies and incentives.
Promoting Pancasila values through local culture: a case study of the Tengger festival of the karo ethnic group for ecotourism development Rawanoko, Endrise Septina; Sungkawati, Endang; Ario, Muhammad Fanif
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v20i1.59711

Abstract

Currently, the role of tourism significantly influences the economy of Indonesia. Ecotourism is an environmentally conscious tourism activity that prioritizes the preservation of nature, and empowerment of the local community in terms of social, cultural, and economic aspects, as well as learning and education. In the village of Poncokusumo, the local cultural tradition known as Hari Raya Karo is still preserved to this day. Hari Raya Karo, or Yadnya Karo, is the second major festival after Kasada. This research adopts a qualitative descriptive methodology. The findings from field research encompass the entire series of Hari Raya Karo ceremonies, which can be sequentially described as follows: (1) opening ceremony, (2) sodoran, (3) puja sesanti, (4) andon mangan, and (5) sadranan and tari ojung. On the other hand, the Selamatan Desa ceremony follows the following order: (1) visiting graves, (2) ater tumpeng, (3) tandakan, (4) entertainment, and (5) sadranan. Observing the transition from Hari Raya Karo to Selamatan Desa, ritual changes have occurred. Hari Raya Karo is conducted by the entire Tengger community in the Bromo Mountain region, including those practicing Islam, Hinduism, Buddhism, and Christianity, both in Brang Wetan (Probolinggo and Lumajang Regencies) and Brang Kulon (Malang and Pasuruan Regencies). Conversely, the Selamatan Desa ceremony is explicitly carried out by the residents of Poncokusumo village.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Produk “Telo Chips” pada Kewirausahaan pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Sungkawati, Endang; Vedianty, Adinda Syalsabilla Aida
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian Tindakan Kelas (Januari)
Publisher : CV Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jptk.v2i3.525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pembelajaran kewirausahaan berbasis produk “Telo Chips” yang diterapkan pada mata pelajaran Ekonomi di jenjang SMA. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mempersiapkan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar memiliki keterampilan berwirausaha yang mumpuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan fokus pada kurikulum belajar mandiri, dan bekerja sama dengan dosen, guru, dan praktisi di Mlang untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran. Subjek penelitian melibatkan 60 siswa kelas XI di salah satu SMA di Mlang. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan soft skills siswa yang signifikan, terutama dalam hal tanggung jawab, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30% dibandingkan sebelum penerapan. Selain itu, minat siswa terhadap pembelajaran berbasis proyek yang memadukan teori dan praktik nyata dalam memecahkan masalah kewirausahaan juga sangat tinggi. Temuan ini memberikan kontribusi yang besar bagi dunia pendidikan dengan menyediakan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan secara intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, sesuai dengan kurikulum belajar mandiri. Kesimpulannya, penerapan pembelajaran berbasis produk “Telo Chips” efektif dalam membentuk karakter siswa yang siap menghadapi tantangan masa depan dan memiliki jiwa kewirausahaan.
Technological Innovations for Water Quality Management in Marine and Brackish Aquaculture: A Scoping Review (SDG 6 & SDG 14) sungkawati, endang; Shumaila, Shumaila
Assyfa Journal Scientific Essay Vol 2 No 2 (2025): Assyfa Journal of Farming and Agriculture (May) In Press
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajfa.v2i2.869

Abstract

This study is conducted because water quality is a crucial factor in the sustainability of marine and brackish aquaculture, which faces various environmental challenges and the need for increased production. The main objective of this research is to map and review the latest technological innovations used for water quality management in such aquaculture, particularly in the period 2022–2025. The method used is a scoping review of scientific literature discussing sensor-based technologies, biofilters, and integrated water management systems. The study results indicate that these innovations are effective in reducing water pollution, enhancing fish health, and strengthening the resilience of aquatic ecosystems. Furthermore, the application of these technologies significantly contributes to achieving Sustainable Development Goals SDG 6 (Clean Water and Sanitation) and SDG 14 (Life Below Water). The conclusion of this study emphasizes that widespread adoption of water quality management technologies is crucial to expanding and successfully sustaining aquaculture. Thus, these innovative technologies not only support sustainable fishery production but also preserve the aquatic environment, which is the foundation of marine life and the coastal community's economy.
Blue Carbon and Food Security: A Systematic Review of Mangrove Ecosystem Services for SDG 13 (Climate Action) and SDG 2 (Zero Hunger) Sungkawati, Endang; Umali, Jamal
Assyfa Journal Scientific Essay Vol 2 No 1 (2024): Assyfa Journal of Farming and Agriculture (November)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajfa.v2i1.871

Abstract

Mangroves play a dual important role in sustainable development, serving as blue carbon storage and supporting food security through fisheries support. Research on the contribution of mangroves to climate change mitigation and food security is increasingly relevant in the pursuit of Sustainable Development Goals (SDG) 13 (Climate Action) and SDG 2 (Zero Hunger). This study aims to synthesize the latest research results from 2022–2025 related to mangrove ecosystem services, particularly in supporting carbon sequestration and fisheries productivity. The method used is a systematic review of relevant national and international scientific publications during that period. The results of the study show that mangrove conservation and restoration significantly enhance carbon sequestration capacity in coastal areas while improving fish catches. This contributes to the reduction of greenhouse gas emissions and increases the income and food availability of coastal communities. However, policy integration linking climate and food agendas remains limited and requires further attention. In conclusion, integrated mangrove management will strengthen the contribution of mangroves to achieving SDG 13 and SDG 2, necessitating synergy between sectors in formulating policies based on scientific evidence.