Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS DYSMENORRHEA PADA SISWI SMA ISLAM PUJON KABUPATEN MALANG Nadia Eva Tarinda; Rosyidah Alfitri; Widia Shofa Ilmiah
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 No. 01 (2024): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v12i01.558

Abstract

Introduction: Many women experience problems during menstruation and one of them is menstrual pain. Menstrual pain is a common condition experienced by young women who have menstruated. Dysmenorrhea can cause discomfort in daily physical activity. This study aims to analyze the effect of yoga exercise on decreased dysmenorrhea intensity before and after being given and not being given yoga exercise to Pujon Islamic High School students, Malang Regency. Methode: The research method uses a quasi-experimental approach with a pretest-posttest control group design. The research population was Pujon Islamic High School students in Malang Regency with a total sample of 32 people. Sampling used quota sampling with the Universal Pain Assessment Tool pain scale research instrument. The analysis technique uses the Wilcoxon test. Result: The results showed that almost half of the experimental group before doing yoga exercise experienced moderate pain 43.7% and after being given yoga exercise most of the pain felt mild pain 56.3% and almost half had no pain 43.7%. The control group found that almost half experienced moderate pain 43.7% and after that the pain felt was mostly mild pain 75%. The results of the Wilcoxon test obtained a p-value of 0.004 <0.05, meaning that there was an effect of yoga exercise on decreased dysmenorrhea intensity in Pujon Islamic High School students, Malang Regency. Conclusion: Yoga exercise are effective in minimizing menstrual pain in adolescents. Keywords: dysmenorrhea, yoga exercise, young women
Pengaruh Penggunaan Multimedia “Edukasi Anemia “ Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Satriana, Satriana; Shofa Ilmiah, Widia
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i2.1708

Abstract

Anemia pada kehamilan masih menjadi persoalan kesehatan maternal yang meresahkan karena berdampak langsung terhadap ibu dan janin. Salah satu penyebab tingginya prevalensi anemia ialah rendahnya pengetahuan dan kesadaran ibu terhadap risiko serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri. Edukasi yang disampaikan melalui pendekatan multimedia interaktif dinilai memiliki potensi lebih tinggi dalam membentuk pemahaman dan perubahan perilaku dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan media edukatif berbasis video terhadap peningkatan kadar hemoglobin serta perubahan pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada ibu hamil. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest yang melibatkan 15 ibu hamil anemia di wilayah kerja UPT Puskesmas Bongo II, Kabupaten Boalemo. Intervensi berupa pemutaran video edukasi tentang anemia diberikan selama tiga minggu. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan rerata kadar hemoglobin dari 9,93 g/dL menjadi 11,49 g/dL setelah intervensi (p = 0,001). Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman ibu terhadap pentingnya zat besi dan cara pencegahan anemia. Hasil ini membuktikan bahwa multimedia edukatif berperan efektif dalam membentuk pengetahuan, persepsi risiko, dan perilaku preventif ibu hamil terhadap anemia.
Pengaruh Pemberian Pijat Tui Na Terhadap Peningkatan Berat Badan Anank Balita Di PKM Buntalo Kabupaten Bolaang Mongondow Natalia Kalew, Christy; Shofa Ilmiah, Widia
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i2.1709

Abstract

Peningkatan berat badan pada balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang menuntut pendekatan multisistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat Tui Na terhadap peningkatan berat badan anak balita di PKM Buntalo, Kabupaten Bolaang Mongondow. Sebanyak 20 anak usia 1–5 tahun yang mengalami hambatan pertumbuhan terlibat sebagai subjek penelitian. Desain yang digunakan adalah one group pre-test and post-test design dengan teknik total sampling. Intervensi pijat Tui Na diberikan secara terstruktur oleh tenaga kesehatan terlatih dalam periode tertentu. Berat badan anak diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan timbangan digital dengan dua angka desimal. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami kenaikan berat badan, dengan rata-rata berat badan meningkat dari 10,370 kg menjadi 10,915 kg. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -4.005 dan p = 0.000, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara berat badan sebelum dan sesudah intervensi. Pijat Tui Na memberikan dampak positif terhadap metabolisme dan efisiensi pencernaan, serta dapat dijadikan intervensi komplementer dalam pemantauan tumbuh kembang balita di layanan kesehatan prime
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Bahaya Kehamilan di UPTD Puskesmas Ongkaw Christine Wongkar; Widia Shofa Ilmiah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.325

Abstract

Kesadaran ibu hamil terhadap bahaya kehamilan merupakan aspek penting dalam mencegah munculnya komplikasi yang berisiko bagi keselamatan ibu dan janin. Salah satu faktor yang berperan dalam membentuk pengetahuan tersebut adalah tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan menelaah keterkaitan antara tingkat pendidikan ibu hamil dan pemahaman mereka tentang risiko kehamilan di Desa Ongkaw Dua, wilayah kerja UPTD Puskesmas Ongkaw. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain potong lintang (cross‑sectional), melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasilnya memperlihatkan korelasi signifikan antara jenjang pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai bahaya kehamilan (p < 0,05), yang berarti semakin tinggi pendidikan, semakin baik pula pemahaman terhadap tanda‑tanda berisiko selama kehamilan. Berdasarkan temuan ini, tenaga kesehatan di Puskesmas diharapkan semakin intensif menyelenggarakan kegiatan edukasi terutama bagi ibu dengan latar pendidikan rendah—untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan mereka mengenai potensi risiko kehamilan.
Pengaruh Kejadian Abortus Terhadap Kualitas Hidup Pasca Keguguran di Wilayah Kerja Puskesmas Posi Posi Indrawati; Widia Shofa Ilmiah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.326

Abstract

Abortus merupakan masalah reproduksi yang berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis, sosial, dan lingkungan kehidupan perempuan. Penelitian ini mengkaji pengaruh kejadian abortus terhadap kualitas hidup pasca keguguran di wilayah kerja Puskesmas Posi Posi. Menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik, studi ini melibatkan 45 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan bermakna antara pengalaman abortus dan kualitas hidup pasca keguguran; semakin berat pengalaman yang dialami, semakin menurun kualitas hidup setelahnya. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi psikososial dan edukasi berkelanjutan oleh tenaga kesehatan untuk mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan perempuan pasca keguguran.