Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Preeklampsia dengan Persalinan Prematur di RS Islam Lumajang Tahun 2024 Amaliyah, Rizka; Ilmiah , Widia Shofa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19961

Abstract

This study aims to determine whether there is a relationship between Preeclampsia and premature birth at Lumajang Regional Hospital. The method used in this study is observational, using a Cross-sectional research design. Where the sampling was done using a sampling technique with a total of 399. And the data used is secondary data, obtained from patient medical records. After the data was collected, the data was then processed and processed using SPSS to see the relationship. The Chi-square hypothesis test was used with a significance level (α = 0.05). Based on this study, a p value of 0.063> α = 0.05 was obtained, which means that there is no significant relationship between Preeclampsia and premature birth. Based on this study, it was concluded that there is no relationship between Preeclampsia and premature birth at Lumajang Regional Hospital in 2024. Health workers are expected to provide promotive efforts to high-risk pregnant women, especially with Preeclampsia, in order to improve healthy lifestyles so that pregnant women become more concerned about their health.
Pengaruh Penggunaan Multimedia “Edukasi Anemia “ Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Satriana, Satriana; Shofa Ilmiah, Widia
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i2.1708

Abstract

Anemia pada kehamilan masih menjadi persoalan kesehatan maternal yang meresahkan karena berdampak langsung terhadap ibu dan janin. Salah satu penyebab tingginya prevalensi anemia ialah rendahnya pengetahuan dan kesadaran ibu terhadap risiko serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri. Edukasi yang disampaikan melalui pendekatan multimedia interaktif dinilai memiliki potensi lebih tinggi dalam membentuk pemahaman dan perubahan perilaku dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan media edukatif berbasis video terhadap peningkatan kadar hemoglobin serta perubahan pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada ibu hamil. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest yang melibatkan 15 ibu hamil anemia di wilayah kerja UPT Puskesmas Bongo II, Kabupaten Boalemo. Intervensi berupa pemutaran video edukasi tentang anemia diberikan selama tiga minggu. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan rerata kadar hemoglobin dari 9,93 g/dL menjadi 11,49 g/dL setelah intervensi (p = 0,001). Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman ibu terhadap pentingnya zat besi dan cara pencegahan anemia. Hasil ini membuktikan bahwa multimedia edukatif berperan efektif dalam membentuk pengetahuan, persepsi risiko, dan perilaku preventif ibu hamil terhadap anemia.
Pengaruh Pemberian Pijat Tui Na Terhadap Peningkatan Berat Badan Anank Balita Di PKM Buntalo Kabupaten Bolaang Mongondow Natalia Kalew, Christy; Shofa Ilmiah, Widia
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i2.1709

Abstract

Peningkatan berat badan pada balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang menuntut pendekatan multisistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat Tui Na terhadap peningkatan berat badan anak balita di PKM Buntalo, Kabupaten Bolaang Mongondow. Sebanyak 20 anak usia 1–5 tahun yang mengalami hambatan pertumbuhan terlibat sebagai subjek penelitian. Desain yang digunakan adalah one group pre-test and post-test design dengan teknik total sampling. Intervensi pijat Tui Na diberikan secara terstruktur oleh tenaga kesehatan terlatih dalam periode tertentu. Berat badan anak diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan timbangan digital dengan dua angka desimal. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami kenaikan berat badan, dengan rata-rata berat badan meningkat dari 10,370 kg menjadi 10,915 kg. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -4.005 dan p = 0.000, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara berat badan sebelum dan sesudah intervensi. Pijat Tui Na memberikan dampak positif terhadap metabolisme dan efisiensi pencernaan, serta dapat dijadikan intervensi komplementer dalam pemantauan tumbuh kembang balita di layanan kesehatan prime
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Bahaya Kehamilan di UPTD Puskesmas Ongkaw Christine Wongkar; Widia Shofa Ilmiah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.325

Abstract

Kesadaran ibu hamil terhadap bahaya kehamilan merupakan aspek penting dalam mencegah munculnya komplikasi yang berisiko bagi keselamatan ibu dan janin. Salah satu faktor yang berperan dalam membentuk pengetahuan tersebut adalah tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan menelaah keterkaitan antara tingkat pendidikan ibu hamil dan pemahaman mereka tentang risiko kehamilan di Desa Ongkaw Dua, wilayah kerja UPTD Puskesmas Ongkaw. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain potong lintang (cross‑sectional), melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasilnya memperlihatkan korelasi signifikan antara jenjang pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai bahaya kehamilan (p < 0,05), yang berarti semakin tinggi pendidikan, semakin baik pula pemahaman terhadap tanda‑tanda berisiko selama kehamilan. Berdasarkan temuan ini, tenaga kesehatan di Puskesmas diharapkan semakin intensif menyelenggarakan kegiatan edukasi terutama bagi ibu dengan latar pendidikan rendah—untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan mereka mengenai potensi risiko kehamilan.
Pengaruh Kejadian Abortus Terhadap Kualitas Hidup Pasca Keguguran di Wilayah Kerja Puskesmas Posi Posi Indrawati; Widia Shofa Ilmiah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.326

Abstract

Abortus merupakan masalah reproduksi yang berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis, sosial, dan lingkungan kehidupan perempuan. Penelitian ini mengkaji pengaruh kejadian abortus terhadap kualitas hidup pasca keguguran di wilayah kerja Puskesmas Posi Posi. Menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik, studi ini melibatkan 45 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan bermakna antara pengalaman abortus dan kualitas hidup pasca keguguran; semakin berat pengalaman yang dialami, semakin menurun kualitas hidup setelahnya. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi psikososial dan edukasi berkelanjutan oleh tenaga kesehatan untuk mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan perempuan pasca keguguran.
MUSA ACUMINATA, CITRUS LEMON AROMATHERAPY, PC6 POINT OF ACUPUNCTURE TOWARD EMESIS GRAVIDARUM Ilmiah, Widia Shofa; Abdullah, Ikhwan; Sulistiyah, Sulistiyah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v11i1.3178

Abstract

The prevalence rate of emesis gravidarum in the world is 15%, in Indonesia is 10% in all pregnancies. The results of preliminary studies at Independent Midwifery Practice Sumariyah on February 20, 2024 by interviewing 62 pregnant women the 1st trimester amount of 35 pregnant women (56.4%) experiencing emesis gravidarum. Analyze effectivity of Musa Acuminata, Citrus Lemon Aromatherapy, PC6 Point Acupuncture toward Frequency of Emesis Gravidarum. Quasy Experimental Non-Equivalent Control Group design. Accidental sampling technique, samples 16 intervention groups; 16 control groups. Data collection techniques with measure emesis gravidarum before and after 24 hours at aboth group. Instruments using PUQE 24 score questionnaire, observation sheet, pamphlet. Data analysis using Wilcoxon. After being administration in the intervention group known decrease of intensity of nausea vomiting from 4-6 times becomes 1-3 times (25.0%). After being placebo in control group known still nausea vomiting between 4-6 times (62.5%). P value =0.021 in the intervention group; p=0.317 in the control group. Intervention of administration of Musa Acuminata, Citrus Lemon Aromatherapy, PC6 Point Acupuncture “de qi” technique in the intervention group is known effective in reducing the frequency of nausea vomiting immediately compared to the control group. 
Pengaruh Konseling Informasi Edukasi (KIE) Tentang MP-ASI Terhadap Perubahan Berat Badan Pada Baduta Stunting Usia 6-24 Bulan di UPTD Puskesmas Arjasa Jember Supriyati Supriyati; Widia Shofa Ilmiah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1007

Abstract

Stunting merupakan isu kekurangan nutrisi jangka panjang yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam periode waktu yang cukup lama karena makanan yang diberikan tidak memenuhi kebutuhan gizi yang tepat. Nutrisi yang sesuai tentunya akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bayi secara maksimal. Sejak memasuki usia 6 bulan, bayi memerlukan asupan gizi yang lebih, sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dalam hal pemberian makanan pendukung ASI (MP-ASI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling informasi edukasi tentang MP-ASI terhadap perubahan berat badan pada Baduta stunting usia 6–24 bulan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang mengumpulkan data secara cross-sectional. Lokasi penelitian berada di area kerja Puskesmas Arjasa, Jember. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari hingga Maret tahun 2025 di Puskesmas Arjasa. Populasi dan sampel yang dianalisis dalam studi ini terdiri dari 20 bayi yang mengalami stunting. Uji yang diterapkan adalah uji Mann-Whitney Test dengan analisis univariat dan multivariat. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney Test menunjukkan nilai U = 12,000, Z = -3,464, dan p = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dalam pemberian KIE tentang MP-ASI terhadap perubahan berat badan pada baduta stunting usia 6-24 bulan Di UPTD Puskesmas Arjasa, Jember.
The Relationship Between Pregnant Women's Nutritional Status and Newborn Weight Siti Uswatun Hasanah; Widia Shofa Ilmiah
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v4i2.583

Abstract

Maternal nutritional status during pregnancy plays a crucial role in fetal growth and is a key determinant of newborn birth weight. Inadequate maternal nutrition increases the risk of low birth weight (LBW), which is strongly associated with increased neonatal morbidity and mortality. This study aimed to examine the relationship between maternal nutritional status during pregnancy and newborn birth weight. A facility-based analytical study with a case–control design was conducted at a Community Health Center. A total of 36 mother–newborn pairs were recruited using a 1:1 case–control ratio. Maternal nutritional status was assessed using anthropometric indicators recorded during pregnancy, and newborn birth weight was measured within 1 hour of delivery. Data were analyzed using the chi-square test with α = 0.05. The analysis revealed a statistically significant association between maternal nutritional status and newborn birth weight (p = 0.003). Mothers with adequate nutritional status were more likely to deliver infants with normal birth weight than those with poor nutritional status. Conversely, low birth weight was more frequently observed among infants born to mothers with inadequate nutritional status during pregnancy. Maternal nutritional status during pregnancy is significantly associated with newborn birth weight in this primary health care setting. Strengthening early nutritional screening and interventions for pregnant women is essential to reduce the risk of low birth weight and improve neonatal health outcomes.
The Influence of Gadgets on the Language Development of Children Aged 3-4 Years Ilmiatul Hasanah; Widia Shofa Ilmiah
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v4i2.585

Abstract

The widespread use of screen-based media in early childhood has raised concerns regarding its potential influence on language development, particularly expressive language skills. Although digital devices may provide educational opportunities, excessive or unsupervised use may reduce verbal interaction between children and caregivers. This study aimed to examine the relationship between gadget use and expressive-language development among children aged 3–4 years. A descriptive cross-sectional mixed-methods approach was employed, integrating thematic qualitative analysis with categorical descriptive findings. Thirty children aged 3–4 years were selected using purposive sampling. Data were collected through structured observations, semi-structured interviews with parents, and assessments of children's daily gadget-use patterns. Expressive-language development was evaluated based on children's ability to answer questions appropriately, express emotions using descriptive vocabulary, and convey opinions. The findings showed that 60% of children (n = 18) demonstrated indicators of delayed expressive-language development, particularly in responding to questions and expressing personal opinions. Limited emotional vocabulary was also observed in several participants and was frequently linked by parents to prolonged gadget exposure and reduced face-to-face interaction. Conversely, some children who accessed educational content with parental guidance showed emerging language abilities, including improved vocabulary recognition. These findings suggest that while educational digital media may support early learning, excessive or unguided gadget use may limit opportunities for interactive communication, which is essential for expressive-language development. Balanced gadget use, active parental mediation, and early screening of language development are therefore critical to support optimal communication skills in early childhood.
Pengaruh konseling terhadap teknik menyusui yang benar pada bayi usia 0-6 bulan Darna Alhan; Widia Shofa Ilmiah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): August Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i6.1165

Abstract

Background: The application of proper breastfeeding techniques is one of the key factors in supporting the success of exclusive breastfeeding programs. However, many breastfeeding mothers still do not understand proper breastfeeding techniques, so educational interventions such as counseling are needed. Purpose: To evaluate the effect of counseling on improving mothers' ability to apply proper breastfeeding techniques to infants aged 0–6 months. Method: A pre-experimental study design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 30 breastfeeding mothers selected using purposive sampling. The intervention was delivered through direct counseling sessions accompanied by demonstrations of breastfeeding practices. Evaluation was conducted before and after counseling using standardized observation forms. Data were analyzed using a paired t-test. Results: The study showed a significant improvement in breastfeeding technique skills after the intervention, with a p-value < 0.05. Conclusion: Counseling was proven to be effective in improving mothers' breastfeeding skills and is recommended for routine implementation by healthcare workers in primary healthcare servicesPenerapan teknik menyusui yang benar merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif. Namun, masih banyak ibu menyusui yang belum memahami teknik menyusui secara tepat, sehingga dibutuhkan intervensi edukatif seperti konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konseling terhadap peningkatan kemampuan ibu dalam menerapkan teknik menyusui yang benar pada bayi usia 0–6 bulan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu menyusui yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui sesi konseling langsung yang disertai demonstrasi praktik menyusui. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah konseling menggunakan lembar observasi yang telah distandardisasi. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan teknik menyusui setelah intervensi, dengan nilai p < 0,05. Berdasarkan temuan ini, konseling terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyusui ibu, dan direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin oleh tenaga kesehatan di layanan kesehatan primer.