Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak perubahan kebijakan kelulusan terhadap pendidikan menengah di Kota Bima-Nusa Tenggara Barat Randitha Missouri; Udik Budi Wibowo
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.999 KB) | DOI: 10.21831/amp.v6i2.9666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak perubahan kebijakan kelulusan dalam meningkatkan persiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, biaya, kegiatan monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi persiapan pelaksanaan ujian nasional terhadap peningkatan persiapan SDM di Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis research of policy. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Keabsahan data diuji melalui trianggulasi data dan trianggulasi metode. Analisis data menggunakan model interactive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebijakan kelulusan tidak berdampak pada perkembangan kegiatan persiapan peserta didik sekolah tingkat atas negeri dan swasta, tidak berdampak pada peningkatan jumlah sarana dan prasarana sekolah swasta, dan tidak berdampak pada peningkatan biaya persiapan ujian nasional sekolah negeri dan swasta. Orang tua, peserta didik, dan pendidik sekolah negeri dan swasta merasakan dampak negatif yang sama yaitu menurunnya motivasi orang tua memantau perkembangan anak, motivasi belajar peserta didik, dan motivasi mengajar pendidik. Dampak positif adalah menurunnya tingkat kecurangan saat pelaksanaan ujian nasional. Kepala sekolah sekolah negeri dan swasta dan dinas terkait melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan ujian nasional, namun tindak lanjut hasil kegiatan monitoring dan evaluasi belum mempengaruhi perkembangan kegiatan persiapan sumber daya manusia, jumlah sarana dan prasarana, dan biaya persiapan ujian nasional. Perubahan kebijakan kelulusan tidak berdampak pada peningkatan mutu pendidikan menengah di Kota Bima.Kata kunci: kebijakan kelulusan, pendidikan menengah, mutu pendidikan THE IMPACT OF CHANGES IN THE POLICY OF GRADUATION TO THE SECONDARY EDUCATION IN BIMA-WEST NUSA TENGGARAAbstractThis study aims to identify the impact of changes in the policy of graduation to improve the preparation of human resources, facilities and infrastructures, budgeting, monitoring and evaluating, and following-up of monitoring and evaluating in implementation of national exam preparation towards improving the human resources preparation in Bima-West Nusa Tenggara. This is a qualitative research method and kind of the research is policy research. Data were collected through interviews, observation and document study. Data validation examined by data and method triangulation. The data analysis used by interactive. The results showed that the graduation policy changes had no impact on the progress of the preparation public and private senior high school, had no impact on increasing the number of facilities and infrastructures of private school, and had no impact on increasing the graduation exam preparation budgeting of national public and private secondary schools. The parents, students, and teachers of public and private school felt the same negative impact. The negative impact were declining motivation of parents to monitor child development, motivation of learners, and educators teach motivation. Positive impact was a decreased level of cheating during the implementation of the national exam. The principals and government did the monitoring and evaluating before, during, and after the implementation of the national exam, but following-up of the monitoring and evaluating had not affected for preparation of human resources, facilities and infrastructures, and the budgeting of national exam preparation.Keywords: policy of graduation, senior high school, and quality of education
MODEL PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DI SMAN 1 BAMBANGLIPURO KABUPATEN BANTUL DIY Lantip Diat Prasojo; Udik Budi Wibowo
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.462 KB) | DOI: 10.21831/amp.v2i1.2409

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada studi awal peneliti yang menemukan permasalahan yang terkait dengan minimnya model pengelolaan pembelajaran berbasis web pada SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pembelajaran berbasis web pada SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan model pembelajaran berbasis web dan multimedia dalam proses pembelajaran pada SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY. Penelitian  ini ingin mengembangkan model pengelolaan pembelajaran berbasis web di SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang efektif dan efisien. Adapun metode penelitian ini adalah research and development (R D). Hasil penelitian ini adalah 1) Adanya dukungan kebijakan dari Kepala SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul dalam mewujudkan perbelajaran berbasis web. 2) Model pengelolaan pembelajaran berbasis di SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul yang berupa Software E-learning.Kata kunci: Pengelolaan, Pembelajaran, web
PENGARUH BUDAYA KERJA, KOMITMEN, MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP IKLIM ORGANISASI SD Azzi Machwati; Udik Budi Wibowo
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.344 KB) | DOI: 10.21831/amp.v3i2.6333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh budaya kerja guru, komitmen guru, dan motivasi kerja guru terhadap iklim organisasi sekolah dasar di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah 55 Sekolah Dasar (SD) di Ketanggungan, dan dengan menggunakan tingkat kesalahan 5% diperoleh sampel 48 SD yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Selanjutnya penentuan responden dilakukan dengan teknik stratified random sampling diperoleh 144 guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan validitas item yang mendapat pertimbangan ahli dan uji empirik, selanjutnya reliabilitas instrumen dengan teknik Alpha_Cronbach. Uji persyaratan analisis terdiri atas uji normalitas, homogenitas, dan linearitas, dan uji hipotesis dengan teknik regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa iklim organisasi sekolah di sekolah dasar Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes adalah: (1) 6,25% sekolah memiliki iklim organisasi sangat baik; (2) 18,75% sekolah memiliki iklim organisasi yang baik; (3) 33,33% kategori baik; (4) 37,50% kategori kurang baik; dan (5) 4,17% sekolah memiliki kategori tidak baik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh  positif dan signifikan budaya kerja guru, komitmen guru, dan motivasi kerja guru terhadap iklim organisasi sekolah (Adjusted R2=0,418).
STUDI KOMPARASI HARAPAN ORANG TUA SISWA SDSN DAN SD EKS RSBI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Aan Sofyan; Udik Budi Wibowo
Jurnal Prima Edukasia Vol 3, No 1: January 2015
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.543 KB) | DOI: 10.21831/jpe.v3i1.4060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan harapan orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya di SDSN dan SD Eks RSBI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Populasi penelitian adalah orang tua siswa kelas I SDSN dan SD eks RSBI di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sampel 322 orang tua siswa SDSN dan 226 orang tua siswa SD eks RSBI ditentukan dengan cluster random sampling technique. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner harapan orang tua siswa. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan enam kategori fungsi sekolah yaitu: (1) fungsi mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan, (2) fungsi spesialisasi, (3) fungsi efisiensi, (4) fungsi sosialisasi, (5) fungsi konservasi, dan (6) fungsi transisi. Pengumpulan data menggunakan skala. Data dianalisis menggunakan statistik non-parametric, dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara harapan orang tua siswa SDSN dan SD eks RSBI di DIY. Hasil analisis uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,666 yang berarti bahwa hipotesis Ho diterima. Artinya, harapan orang tua siswa SDSN dan SD eks RSBI mengenai fungsi sekolah di DIY adalah sama. Secara keseluruhan baik orang tua siswa SDSN maupun orang tua siswa SD eks RSBI mengharapkan sekolah yang mereka pilih untuk anaknya bisa melaksanakan fungsinya dengan baik. __________________________________________________________________________________________________________________________________ A COMPARATIVE STUDY ON THE EXPECTATION OF THE PARENTS OF STUDENTS OF SDSN AND EX-RSBI SD IN YOGYAKARTA SPECIAL TERRITORY ABSTRACT This study aimed to determine the differences in the expectations of parents who send their children to SDSN and SD Ex RSBI. This study uses the quantitative approach to the type of compa-rative research. The study population was parents of the students of elementary school class I SDSN and ex RSBI in Yogyakarta Special Territoy (YST). A sample of 322 SDSN students’ parents and 226 Ex RSBI SD students’ parents was established using the cluster random sampling technique. The research instrument used was in the form of a questionnaire on the expectations of the students’ parents. The research instrument was developed based on six categories of school functions, namely:(1) function of developing intelligence of the mind and providing knowledge, (2) specialization function, (3) efficiency function, (4) socialization function, (5) conservation function, and (6) transi-tion function. The data were collected using a questionaire with Likert scale and analyzed using the non-parametric statistics of Mann-Whitney test. Based on the results, it can be concluded that there is no difference between the expectations of parents of the students of SDSN and that of ex-RSBI in YST. The results of the Mann-Whitney test analysis showed a significance value of 0.666 which means that the hypothesis H0 is accepted. This means that the expectations of the parents of SDSN students and that of the parents of Ex-RSBI SD students in terms functions in YST are the same. Overall both SDSN students’ parents and ex-RSBI SD students’ parents expect that the schools they choose for their children to carry out their functions properly.Keywords: expectation, parent, SDSN, SD eks RSBI.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN KULON PROGO Stovika Eva Darmayanti; Udik Budi Wibowo
Jurnal Prima Edukasia Vol 2, No 2: July 2014
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.128 KB) | DOI: 10.21831/jpe.v2i2.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi ketercapaian program pendidikan karakter pada tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo, (2) memberikan rekomendasi baik kepada guru, sekolah, maupun pemerintah untuk perbaikan program pendidikan karakter. Jenis penelitian adalah evaluasi program (evaluasi formatif) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi: (1) empat sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo, yaitu SDN 4 Wates, SDN 6 Bendungan, SDN Kriyan, dan SDN Selo; (2) Pengawas SD Kecamatan Kokap dan Pengawas SD Kecamatan Wates; dan (3) Di-nas Pendidikan Kulon Progo. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data Milles Huberman meliputi: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) kesiapan sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo untuk mengimplementasikan pendidikan karakter baik, dinilai dari kurikulum yang telah terintegrasi pendidikan karakter, namun masih kurang dalam hal pengelolaan sarana prasarana pendukung dan banyak guru memerlukan lebih banyak pengetahuan dan keterampilan tentang pendidikan karakter; (2) implementasi pendidikan karakter belum tampak pada kegiatan pembelajaran; (3) dukungan dari pemerintah dalam sosialisasi atau pelatihan dirasa masih kurang oleh sekolah; (4) monitoring dan evaluasi pendidikan karakter masih terbatas pada kurikulum dan dilakukan melalui pembinaan pengawas di setiap sekolah; dan (5) kendala yang umum dihadapi sekolah adalah penilaian sikap siswa yang belum terdokumentasi, kurangnya pemahaman guru untuk mengimplementasikan pendidikan karakter, dan tidak adanya sinergi antara pendidikan di sekolah dengan pendidikan di rumah.A PROGRAM EVALUATION OF CHARACTER EDUCATION IN ELEMENTARY SCHOOL OF KULON PROGO REGENCYABSTRACTThis study aims to: (1) evaluate the progress of character education program in the elementary schools in Kulon Progo Regency, and (2) give recommendation to teachers, schools, and the government about the character education program’s improvement. This research used a program evaluation of Scriven’s formative evaluation model with the qualitative approach. The research subjects comprised: (1) four elementary schools in Kulon Progo, i.e. SDN 4 Wates, SDN 6 Bendungan, SDN Kriyan, and SDN Selo, (2) elementary school’s superintendents of Wates and Kokap, and (3) the education department of Kulon Progo. This research used the qualitative data analysis from Miles Huberman, consisting of data reduction, data display, and verification. The conclusions of this study are that: (1) the readiness of school for implementing character education is good, assessed from their curriculum integrated with character education, but still not good enough in terms of facility management, and the number of teachers in need of more knowledge and skills about character education; (2) the implementation of character education does not happen yet in the classroom learning activities; (3) the sample schools consider that the support from the government is insufficient especially for character education training; (4) the monitoring and evaluation of character education are still limited to the curriculum and done by the school’s superintendents; and (5) the constraints at character education are undocumented students’s behavior assessment, lack of teacher’s understanding to implement the character education, and there is no synergy between education at school and education at home.Keywords: program evaluation, character education, elementary school
MANAJEMEN KURIKULUM PROGRAM PROFESI GURU UNTUK DAERAH TERDEPAN, TERLUAR, DAN TERTINGGAL DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Lantip Diat Prasojo; Udik Budi Wibowo; Arum Dwi Hastutiningsih
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i1.538

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran dan menganalisis manajemen kurikulum program profesi guru untuk program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta, yang mencakup yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kurikulum. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penyesuaian kurikulum Program Profesi Guru dilaksanakan setiap tahun ajaran baru yang bersumber dari hasil evaluasi tahun sebelumnya. Pengorganisasian kurikulum yang diselenggarakan merupakan kurikulum yang sudah disusun oleh Pusat, kemudian UNY mengaplikasikannya sesuai dengan Buku Pedoman PPG 2016. Pelaksanaan kurikulum mengacu pada kurikulum yang sudah ditentukan oleh Pusat yang mencakup sistem pembelajaran dan penilaian. Struktur kurikulum mencakup workshop pengembangan perangkat pembelajaran bidang studi disertai implementasi pembelajaran dalam bentuk peer teaching yang dilanjutkan dengan praktik pengalaman lapangan. Pengawasan kurikulum dan pembelajaran dilakukan dengan memantau hasil pencapaian kinerja yang dilakukan pada setiap tahapan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen kurikulum yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta untuk program SM-3T telah sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat dan memiliki dampak yang baik bagi peserta.
KEMAMPUAN GURU MENGIMPLEMENTASIKAN KTSP PADA SD DI KECAMATAN DETUKELI KABUPATEN ENDE Ferdinandus Etuasius Dole; Udik Budi Wibowo
Jurnal Prima Edukasia Vol 1, No 2: July 2013
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.93 KB) | DOI: 10.21831/jpe.v1i2.2632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pemahaman guru tentang KTSP, (2) kemampuan guru mengimplementasikan KTSP, dan (3) ketersediaan faktor penunjang dan faktor penghambat pelaksanaan KTSP pada sekolah dasar di Kecamatan Detukeli. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, sehingga semua guru yang menerapkan KTSP menjadi subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD di Kecamatan Detukeli yang berjumlah 116 guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi diskrepansi, yang datanya dikumpulkan menggunakan angket. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa pemahaman guru tentang KTSP pada sekolah dasar di Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende masih rendah, dengan skor rata-rata tingkat pemahaman 2,462 (dalam skala lima). Kemampuan guru mengimplementasikan KTSP yang terdiri dari: kemampuan dalam penyusunan silabus dan RPP masih rendah dengan skor rata-rata tingkat kemampuan 2,374. Kemampuan dalam pelaksanaan pem-belajaran masih rendah, dengan skor rata-rata tingkat kemampuan 2,374. Kemampuan melaksanakan evaluasi kegiatan pembelajaran masih rendah, dengan skor rata-rata tingkat kemampuan 2,440. Ketersediaan faktor penunjang pelaksanaan KTSP sangat kurang. Kata kunci: guru, KTSP, implementasi, diskrepansi.
AKREDITASI DAN PELUANG PENGUATAN KELEMBAGAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR PADA PERGURUAN TINGGI Wibowo, Udik Budi
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 3, No 2 (2019): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2348.487 KB) | DOI: 10.32934/jmie.v3i2.128

Abstract

Akreditasi merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi di dalam penyelenggaraan program studi di perguruan tinggi sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, dengan konsekuensi terutama pada keberterimaan lulusan dalam dunia kerja. Proses akreditasi seringkali dipandang sebagai kerja administratif yang membosankan karena terkait dengan portofolio, pengumpulan bukti-bukti kegiatan tri dharma dan pengelolaan lembaga. Namun sesungguhnya dari proses akreditasi tersebut dapat ditemu-kenali permasalahan dan kekurangan sekaligus peluang untuk perbaikan. Dengan demikan proses akreditasi pada dasarnya tidak hanya sekedar upaya penjaminan pemenuhan dan/atau pelampuan standar, tetapi juga merupakan sarana peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Proses akreditasi tersebut dapat mendorong pengurus dan/atau pengelola program studi bersinergi dengan para pemangku kepentingan internal dan eksternal, sehingga pada akhirnya terjadi penguatan kelembagaan program studi.
Analisis Kualitas Layanan Akademik Madrasah Dengan Metode Servqual Pada Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Fina Durriyatun Bahiyyah; Udik Budi Wibowo
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2019.v6.i1.p1-10

Abstract

This study aims to describe the quality indicators of madrasah academic services to measure the madrasah ability in providing facilities, teachers and education staff, and services that meet the student expectations with the Servqual method. This study uses a quantitative approach with analytical descriptive research. Data collecting technique used a closed questionnaire of rating scale model. Validity test uses product moment correlation and reliability test using Cronbach Alpha. The measurement indicators in this study include five aspects, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance and certainty, and empathy. In comprehensive terms the research results show the percentage of academic achievement service quality for teachers is 65.58%, and 58.67% in education staff. Based on five indicators, responsiveness becomes the highest achievement aspect, at 67.02%. While facilities and infrastructure, reliability, certainty and empathy assurance, still need improvement. However, overall, the academic services quality for teachers and education staff is included in the satisfying category, where the majority of teachers and education staff provide a high perception of service quality at the Thullab Foundation.
Pengembangan Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah Berbasis Teknologi Informasi Resky Nuralisa Gunawan; S. Nudia Mastur; Udik Budi Wibowo
Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan Vol 9 No 02 (2023): November 2023
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tarbawi.v9i02.9124

Abstract

This research aims to elucidate the challenges confronted by school administrative staff in the execution of their responsibilities and to identify avenues for enhancing their performance through the application of information technology. The chosen research methodology is a Systematic Literature Review (SLR) designed to recognize, evaluate, and interpret prior research findings. Out of 465 articles initially screened, 43 were meticulously reviewed for their relevance to the study's scope, with 18 articles ultimately included in this systematic literature review. The research findings underscore the pivotal role of information technology in providing student services by school administrative staff. Nevertheless, several issues surfaced post-implementation, including increased workloads, challenges related to coordination and communication, adaptations to policies and regulations, the utilization of technology and information systems, and issues concerning service quality and user satisfaction. Resolving these challenges necessitates identifying the staff's needs and competencies, offering suitable training and development opportunities, instituting a performance assessment system, enhancing accessibility and utilization of information technology, and sustaining ongoing monitoring and support.