Claim Missing Document
Check
Articles

Fee-Free Education In Indonesia: A Review Of Fifteen-Years Fee-Free Education Law And The Reality Application And Needs In Bantul District, Yogyakarta Putri Kramer; Udik Budi Wibowo; Eveline Eveline
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v3i10.323

Abstract

Fee-free education has become crucial to global efforts to achieve the Education for All (EFA) goals. This policy has been implemented in Indonesia through various programs, including the School Operational Assistance (BOS) and Indonesia Smart Program (PIP), to support underprivileged families. However, there still needs to be more funding that parents must cover to support their children's education. This study aims to evaluate the implementation of fee-free education in Bantul District, Yogyakarta, and explore the financial needs that parents still have to meet. The research employs a qualitative method with an exploratory, descriptive approach. Data were collected through interviews with parents, school principals, and teachers in 16 elementary schools in Bantul. The results indicate that the funds provided by the government through BOS and PIP are insufficient to cover the full education costs, particularly for students with special needs. Parents still face additional fees, such as uniforms, books, and transportation. In conclusion, while the fee-free education policy is in place, increased funding allocation is necessary to ensure that all children, especially those from disadvantaged families, can access quality education without financial burdens.
Digitalisasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran: Meningkatkan efektivitas akses informasi bagi peserta didik dan tenaga pendidik di MAN 4 Sleman Setiawan Wayoi, Deny; Sukirjo, Sukirjo; Budi Wibowo, Udik; Bustari, Meilina; Lestari, Slamet; Rahmawati, Yulia; Qotrunada Assyifany, Akmalunisa; Ramadhani Chandraningrum, Aura
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 30, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v30i1.90938

Abstract

Kegiatan workshop dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran perpustakaan dalam mendukung kualitas pembelajaran, meningkatkan literasi informasi bagi tenaga kependidikan, guru, dan peserta didik, serta memperkuat pemahaman mengenai teknologi informasi open source, aplikasi perpustakaan digital, sistem Dewey Decimal Classification (DDC), dan praktik penggunaan software perpustakaan digital. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring dengan pendekatan pelatihan holistik melalui metode ceramah, tanya jawab, dan simulasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek. Kesadaran tentang peran perpustakaan meningkat dari kategori rendah (2,46) menjadi tinggi (3,51). Literasi informasi meningkat dari kategori rendah (2,43) menjadi tinggi (3,63). Pemahaman mengenai teknologi informasi open source dan aplikasi perpustakaan digital meningkat dari kategori rendah (1,91) menjadi sedang (3,43). Pemahaman tentang sistem klasifikasi DDC meningkat dari kategori rendah (2,09) menjadi tinggi (3,51). Selain itu, praktik penggunaan software perpustakaan digital seperti SLiMS meningkat dari kategori rendah (2,40) menjadi sedang (3,43).
The Impact of Implementing a Zonasi System on the Acceptance of New Students in Junior High School in Yogyakarta Riswan Riswan; Udik Budi Wibowo
Asia Pacific Journal of Management and Education (APJME) Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/apjme.v3i3.966

Abstract

The purpose of this study is to explore the impact of applying the zonasi system policy on New Student Admissions (PPDB) in Junior High Schools (SMP). This study uses a qualitative approach with field observation techniques, documentation, and interviews. The results showed that the implementation of the zonasi system in PPDB in junior high schools had positive and negative impacts are: 1) the positive impact of the zoning system policy is to make schools more sensitive to the diverse needs of students. In addition, every teacher must be able to improve his quality at the time of learning related to the varied abilities of students, and 2) helped students with low minimum test score obtain an education. The negative impacts are: 1) the zonasi system makes good schools less good because the main components in PPDB are no longer based on academic achievement, and 2) limits students in choosing schools.
INTENSITAS PERAN AKTOR KEBIJAKAN DAN KEKUATAN POLITIS DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN SERTIFIKASI PENDIDIK Udik Budi Wibowo
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2013): January–June
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.283 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v6i1.4736

Abstract

Kebijakan sertifikasi pendidik pada awalnya tidak begitu diterima dan tidak mudah diterapkan lebih lebih dengan masih adanya masalah pada subsidi pemerintah. Masalah-masalah tersebut dapat berasal dari tahap perumusan kebijakan yang telah melibatkan para pelaku kebijakan yang juga memiliki kepentingan. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan snowball sampling. Untuk menganalisis data hasil penelitian, peneliti menggunakan interpretative inductive analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sertifikasi pendidik merupakan sebuah proses politis yang dirancang oleh para pembuat kebijakan sesuai dengan perundangan yang berlaku, intensitas DPR dan PGRI lebih dominan daripada pemerintah dan para pejabat tidak resmi lain, dan pengaruh DPR dan PGRI merupakan pihak-pihak yang signifikan dalam perubahan paradigm atau perubahan preferensi nilai dari peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru.   Kata kunci: peran intensitas, pelaku kebijakan, perumusan kebijakan, kekuatan politis, kebijakan sertifikasi pendidik, guru dalam masa jabatan
Strategi Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Menghadapi Revolusi Industri 4.0: Studi Kasus di DIY Arum Dwi Hastutiningsih; Sugiyono Sugiyono; Suyanto Suyanto; Udik Budi Wibowo
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v4i1.49503

Abstract

ABSTRACTIndustrial revolution 4.0 has brought about changes in various sectors, one of which is the management pattern applied in the Department of Civil Engineering and Planning Education. This study aims to find out how the Department of Civil Engineering and Planning deals with the impact of the industrial revolution 4.0, as well as analyze the strategies used to optimize productivity to prepare resources that can compete and have digital capabilities according to the standards of the industrial revolution 4.0 through the POAC (Planning, organizing process, Actuating, Controlling). This research uses descriptive qualitative research with an interview and documentation study. The results of the study show that the strategies that have been applied in dealing with the Industrial Revolution 4.0 in the world of education include strategies that are applied to HR management and management of existing infrastructure in the Department of Civil Engineering and Planning Education. The strategies applied to HR Management include further study schemes, individual competency development schemes, and industrial cooperation schemes, while the strategies applied to Facilities and Infrastructure Management include infrastructure development and media that can be used offline and online.Keywords: Civil Engineering, Human Resources Management, Industry Revolution 4.0, Infrastructure Management,ABSTRAKRevolusi industry 4.0 membawa dampak perubahan pada berbagai sector, salah satunya pada pola manajemen yang diterapkan di jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan menghadapi dampak Revolusi industry 4.0, serta menganalisis strategi yang digunakan untuk mengoptimalkan produktifitas dalam rangka menyiapkan sumber daya yang mampu bersaing serta memiliki kemampuan digital sesuai standar revolusi industry 4.0 melalui proses POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang telah diterapkan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dalam dunia Pendidikan meliputi strategi yang diterapkan ke dalam manajemen SDM dan manajemen sarana prasarana yang ada dalam jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Strategi yang diterapkan ke dalam Manajemen SDM meliputi skema studi lanjut, skema pengembangan kompetensi individu, dan skema kerjasama industri, sedangkan strategi yang diterapkan ke dalam Manajemen Sarana dan Prasarana meliputi pengembangan infrastruktur serta media yang dapat digunakan secara offline maupun online.
The Effect of Principal Transformational Leadership, Teacher Self-Efficacy, and Bureaucratic Expectations on the Effectiveness of Elementary Schools in Borong District, East Manggarai Regency Mariana Sarila Budiman; Budi Wibowo, Udik
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Motivasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jmm.v22i1.9090

Abstract

This study examines the effects of principal transformational leadership, teacher self-efficacy, and bureaucratic expectations on elementary school effectiveness in Borong Sub-district, East Manggarai Regency. Using a quantitative ex post facto design, data were collected from 331 respondents through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results show that principal transformational leadership, teacher self-efficacy, and bureaucratic expectations each have a positive and significant effect on school effectiveness. Simultaneously, these variables explain 62.9% of the variance in school effectiveness (R² = 0.629). The findings highlight the importance of leadership, teacher confidence, and bureaucratic support in improving school effectiveness.