Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DI UNIT UTILITIES PT PERTAMINA RU VI BALONGAN Afryan Eki Tanoga; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.601 KB)

Abstract

PT Pertamina (PERSERO) RU VI Balongan yang bergerak dalam bidang industri migas dan merupakan perusahaan besar yang memiliki ratusan pekerja, baik pekerja tetap maupun pekerja kontraktor. Salah satu unit produksi di PT Pertamina (PERSERO) RU VI Balongan adalah ARHDM (Athmospheric Residue Hydro Demmetallized Unit) yang mengolah Athmospheric Residue (AR) dari unit CDU yang mengandung Nikel dan Vanadium (Ni,V) serta  karbon (MCR= Metal Carbon Residue) dalam jumlah tinggi, menjadi DMAR (Demmetallized Athmospheric Residue). PT Pertamina RU VI Balongan telah menggunakan sistem operasional dengan teknologi terkini. Berbagai faktor bahaya kesehatan bisa di timbulkan salah satunya adalah faktor kebisingan. Tingkat kebisingan pada unit utilities  dapat digolongkan paling tinggi. Kebisingan ini disebabkan oleh aktivitas mesin yang terjadi karena adanya gesekan antara equipment dengan media yang bertekanan. Aktivitas bunyi pada mesin-mesin juga disebabkan oleh aktivitas mesin dalam memanaskan air dengan daya panas yang tinggi untuk menghasilkan uap, sehingga menimbulkan suara yang tinggi. Selain itu kebisingan juga di timbulkan dari suara aktivitas generator. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi intensitas kebisingan pada unit utilities, pengaruh kebisingan pada pekerja pada unit utilities, dan cara pengedalian kebisingan pada unit utilities sehingga dapat menciptakan proses kerja yang nyaman, efektif, dan efisien. Hasil penelitian ini yaitu pengendalian kebisingan di unit utilities adalah dengan cara Enggineering Control,  Administrative Control, Substitusi, Eliminasi dan penggunaan alat pelindung diri (APD). AbstractPT Pertamina (PERSERO) RU VI Balongan is engaged in the oil and gas industry and is a large company that has hundreds of workers, both permanent workers and contracting workers. One of the production units at PT Pertamina (PERSERO) RU VI Balongan is an ARHDM (Athmospheric Residue Hydro Demagnetized Unit) that processes Athmospheric Residue (AR) from CDU units containing Nickel and Vanadium (Ni, V) and carbon (MCR = Metal Carbon Residue ) in high numbers, become the DMAR (Demmallized Athmospheric Residue). PT Pertamina RU VI Balongan has used an operational system with the latest technology. Various health hazard factors can be caused, one of which is the noise factor. Noise level on unit utilities can be classified as the highest. This noise is caused by engine activity that occurs due to friction between equipment and pressurized media. Sound activity in the machines is also caused by engine activity in heating up water with high heat power to produce steam so that it produces a high sound. In addition, noise is also generated from the sound of generator activity. In this study will be identified the noise intensity in the unit utilities, the effect of noise on workers on the unit utilities then the next method of noise control in the utilities unit so that it can create a work process that is comfortable, effective, efficient, and smooth. The final results of this study from the analysis will provide suggestions for noise control in unit utilities.
USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PADA STASIUN KERJA LOADING PROSES UV COATING BERDASARKAN PRINSIP ERGONOMI (Studi Kasus PT. Techpack Asia) Hasniar Tristianti; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Techpack Asia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi kemasan kosmetik. Dalam melakukan proses produksi terdapat beberapa tahapan mulai dari mixing, proses injection, UV coating, stamping, printting, assembling hingga final packaging. Fokus penelitian ditujukan pada stasiun kerja loading proses UV Coating. Kondisi stasiun kerja yang kurang ergonomis menyebabkan keluhan dan ketidaknyamanan kerja akibat postur pekerja yang statis dan beban kerja yang diterima. Hal ini diperkuat dengan hasil peninjauan awal dengan dengan menyebarkan Nordic Musculoskeletal Questionnaire. Berdasarkan data kondisi awal tersebut selanjutnya akan dilakukan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip ergonomi terhadap stasiun kerja loading proses UV Coating. Metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi ergonomi adalah metode Rapid Upper Limb Assessment. Sedangkan yang digunakan untuk evaluasi rekomendasi fasilitas kerja dan pertimbangan ergonomis adalah dengan mengaplikasikan data antropometri. Dari hasil analisis, dapat diketahui bahwa kondisi kerja awal menunjukkan skor RULA antara 6-7 dengan action level 3-4. Hal ini menunjukkan suatu indikasi level resiko yang tinggi karena postur kerja tidak berada dalam kisaran gerakan yang sesuai, terdapat potensi terjadinya pergerakan yang repetitif, pembebanan otot statis, dan penggunaan gaya (force) yang berlebihan. Dengan perubahan tata letak yang meliputi jarak antar fasilitas kerja serta perancangan ulang kursi kerja, perancangan ulang keranjang vacuum tray, dan penambahan fasilitas kerja berupa meja vacuum tray skor RULA turun menjadi 1-2 dengan action level 1 yang menunjukkan level resiko rendah sehingga postur kerja berada pada rentang gerakan yang baik dan tidak beresiko
Usulan Perancangan Fasilitas Kerja untuk Mengurangi Muscolotal Disorder pada Pekerja Pembuat Jeli Rumput Laut (Studi Kasus pada UKM Padepokan Suket Segoro, Ketileng – Semarang) Bayu Adi Taufan; Purnawan Adi Wicaksono; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padepokan Suket Segoro yang berlokasi di Ketileng Semarang merupakan sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) memproduksi minuman jeli rumput laut. Di tempat ini terdapat postur kerja yang tidak ergonomis yaitu pada saat pemindahan kontainer yang berisi jeli. Hasil Nordic Body Map menunjukkan bahwa 100% mengalami nyeri pada otot pinggang mereka, sebanyak 85,7% mengeluhkan rasa nyeri muncul pada punggung dan leher, sementara sebanyak 71,4% mengalami keluhan pada bahu kanan, bahu kiri dan tangan. Selain untuk mengangkat kontainer berisi jeli, sebuah alat juga diperlukan untuk memindahkan peralatan lain pada saat melakukan proses produksi diluar rumah produksi. Perancangan dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan pekerja terhadap alat bantu, menghitung gaya kompresi yang muncul dan menghitung nilai REBA yang muncul pada postur awal, kemudian dengan menggunakan analisa ergonomi REBA di analisa postur tubuh akhir yang muncul pada alat usulan. Dan dengan bantuan software CATIA, dilakukan visualisasi terhadap alat hasil perancangan akhir. Hasil analisis REBA terhadap postur awal para pekerja menghasilkan nilai 9 untuk dua postur kerja yang diamati, yaitu pengangkatan kontaier dengan dua pekerja dan pengangkatan kontainer dengan satu orang pekerja.hal ini berarti tindakan harus segera dilakukan untuk mencegah cedera pada pekerja, Setelah dilakukan perancangan didapatkan hasil akhir REBA turun menjadi 2 yang untuk masing-masing postur yang diamati, dalam tabel keputusan REBA hal ini berarti belum perlu dilakukan tindakan karena postur pekerja cenderung aman. Hasil perhitungan biomekanika pada postur awal menunjukan adanya gaya kompresi berlebihan yang muncul pada bagian perut pekerja yaitu sebesar 1104.203 N pada postur pengangkatan dengan satu orang pekerja dan 1877.696 N pada postur pengangkatan dua orang pekerja. Pada postur akhir kedua gaya ini berhasil di eliminasi dan dikonversi menjadi gaya dorong sebesar  untuk postur kerja dengan metode 1 dan  untuk postur kerja dengan metode 2.  Located at Ketileng Semarang, Padepokan Suket Segoro is a small and medium Industry (UKM) which produces seaweed Jelly drink. There is an irrelevant ergonomics working posture when moving a container fully loaded with seaweed jelly glasses. The result of Nordic body Map shows that 100% workers suffer illness in their waist muscle, as much as 85.7% workers suffer pain appears in their back and neck, while 71.4% workers feel uncomfortable on their right and left shoulders including hands. Not only to lift and move the containers, a tool to help workers is also needed to move other facilities when the production is held out from the production house. The design process starts from identifying the workers’ need of an assistant tool; calculating the compression force and analyzing REBA score for current postures. Biomechanical analyses on both current and final postures are needed for the next step, continued by REBA analysis for final postures. At the end, software called CATIA will be used to visualize the final to the proposed tool as well as the postures. REBA analysis on current postures generate the score 9 on REBA score on both 2 postures of lifting. These mean an action needs to be done to prevent injuries. REBA score for final posture with proposed tool reduced drastically from 9 to 2. The score 2 on REBA Decision table means there is no necessary to do an action for these postures because it is safe. The result of biomechanical calculation on current postures shows there is a compression force appears on workers’ stomach (1104.203 N on a single lifting and 1877.696 on double lifting). The final postures convert from lifting to pushing, this also leads the elimination of compression force, but pushing force appears for 254.86 N for the first method and 296.736 for the second method. 
ANALISIS BEBAN KERJA HAIRSTYLIST (STUDI KASUS SALON JOHNNY ANDREAN JAVA MALL SEMARANG) Viola Dianti; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan konsekuensi dari kegiatan yang diberikan kepada pekerja. Aktivitas pekerja pada dasarnya dapat dibedakan antara aktivitas fisik dan aktivitas mental. Dalam prakteknya beban kerja yang dijumpai merupakan kombinasi antara beban kerja fisik dan beban kerja mental. Beban kerja mental adalah beban kerja yang timbul dan terlihat dari pekerjaan yang dilakukan, terbentuk secara kognitif(pikiran). Aktivitas mental lebih banyak didominasi oleh pekerjaan sebgai pengambil keputusan dengan tanggung jawab yang besar dan dengan tuntutan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pedoman yang digunakanuntuk wawancara dan instrumen untuk mengukur beban kerja mental adalah NASATLX   (National Aeronautic and Space Administration).  Metode NASA TLX merupakan prosedur rating multi dimensional, yang membagi workload atas dasar rata-rata pembebanan 6 dimensi, yaitu Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Effort, Own Performance, dan Frustation. NASA TLX dibagi menjadi dua tahap, yaitu perbandingan tiap skala (Paired Comparison) dan pemberian nilai terhadap pekerjaan (Event Scoring). Subyek penelitian yang diambil adalah harstylist Salon Johnny Andrean Java Mall Semarang.  Hasil pengukuran dengan metode NASA TLX menunjukkan bahwa beban kerja hairstylist yang paling berat, yaitu pada sub skal effort sebesar 17.75. Secara umum beban kerja dari masing-masing deskripsi pekerjaan berkategori tinggi Kemudian faktor yang paling ringan adalah Phsycal Demand dengan nilai 13 satuan kerja. Untuk itu perusahaan perlu melakukan evaluasi untuk memperkecil tingkat effort yang dapat menimbulkan dampak negative bagi perusahaan.
Usulan Rancangan Fasilitas Kerja dengan Pendekatan Analisis Postur Kerja pada Pekerja Las (Studi Kasus pada CV. Primayasa – Semarang) Hara Nawawi; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Primayasa is one of the trusted company for machinery improvement project of sugar factories PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) in Central Java. In this place there is not ergonomic working posture is when the welding process. The results show that the Nordic Body Map welding workers experiencing pain in multiple body segments. The research starts from analyzing the causes of pain in welding workers CV Primayasa through posture analysis. Based on the results of research conducted on posture welding worker CV Primayasa at the welding process prior to the proposed design of the facility shows that have a risk posture musculoskeletal disorders. This is what causes the pain complaints of the welding workers CV Primayasa. Indications of the risk of musculoskeletal disorders can be seen from the following research results, there is a spinal compression force exceeds the normal limit that is equal to 4152.362 N, there is a grand score RULA reached number 7, which means being in a high level in terms of the risk of musculoskeletal disorders, and there is the cumulative score ManTRA tool v 2.0 in a particular body segment which reached number 15. On a cumulative score spell if making 15 or more, then it indicates that the segment of the body at risk of musculoskeletal disorders. To reduce the risk of musculoskeletal disorders researchers propose the design of work facilities in the form of tables and chairs that can be used to work in a standing position or in a sitting position. The design of this facility would work by looking at the consideration of the posture analysis and anthropometric welding workers CV Primayasa. The evaluation of the proposed facility design work on this study shows a decrease in the level of risk of musculoskeletal disorders was used either sitting or standing position. The results of this study was the entire spinal compression forces were under normal limits 3500 N, RULA grand score only reached number 3 and 4, and all the cumulative score ManTRA tool v 2.0 is under the number 15. The results of these studies indicate that use of the proposed design of the new facility is safe enough to use for work
PENGUKURAN DAN ANALISIS KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI Ghabyanza Diah Pitaloka; Purnawan Adi Wicaksono; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.87 KB)

Abstract

Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali sebagai salah satu penyedia layanan publik di bidang kesehatan, didalamnya terdapat UPT Labkesda dan 29 Puskesmas yang tersebar di 19 Kecamatan di seluruh Kabupaten Boyolali. Pada dasarnya pengukuran hasil dan kinerja yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan tidak memiliki standar yang khusus. Hal ini cukup riskan mengingat pengukuran kinerja sering dijadikan sebagai dasar dalam mengukur seberapa baik organisasi tersebut. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, penelitisn ini bertujuan untuk melakukan pengukuran kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dengan pendekatan (MBCfPE) 2017-2018. Kedua, bertujuan untuk memberikan saran/perbaikan dari hasil pengukuran kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Pada penelitian ini akan dilakukan pengambilan data melalui wawancara dengan Kepala Dinas, Kepala Subbag, dan Kepala Bidang disertai pengamatan langsung dilapangan untuk mendukung jawaban dari item pertanyaan yang diajukan saat wawancara.. Dari data yang dikumpulkan, diidentifikasi, dan diuraikan sesuai dengan kriteria MBCfPE 2017-2018 dengan mengarah pada A-D-L-I (Approach, Deployment, Learning, dan Integration) untuk kriteria proses (kriteria 1-6), sedangkan pada item kriteria hasil dijabarkan dengan mengarah pada L-T-C-I (Level, Trend, Comparison, dan Integration). Selanjutnya melakukan penilaian sub kriteria menggunakan tabel penilaian (scoring) untuk kriteria proses dan tabel penilaian (scoring) untuk kriteria hasil. Hasil dari pengukuran kinerja terhadap DKK Boyolali melalui Malcolm Baldrige 2017-2018, menunjukkan bahwa perlu meningkatkan pembelajaran dan integrasi terhadap proses kinerja organisasi. Namun secara keseluruhan pendekatan dan penyebaran organisasi cukup baik, sistematis, dan diterapkan pada unit kerja yang sesuai. Kinerja organisasai yang berorientasi pada hasil, masih perlu meningkatkan trend dan comparison. Skor yang diperoleh dari pengukuran ini sebesar 438 poin, maka posisi kelas kinerja organisasi berada pada kategori early improvement yang berarti kinerja DKK Boyolali masih perlu melakukan banyak perbaikan.  AbstractPerformance measurement and analysis of Regional Sub-project Management of Health Boyolali. Regional Sub-project Management of Health Boyolali is one of public service providers of health, there are UPT Laboratory and 29 local government clinics in 19 district. Basically the results and performance measurements performed by the Regional Sub-project Management of Health Boyolali do not have a standard. This is quite risky considering the performance measurement is often used as a basis in measuring the organization. This study has two purposes. First, this research aims to measure the performance of Department of Health Boyolali with approach (MBCfPE) 2017-2018. Second, it aims to provide improvements from the performance measurement results. In this research, data will be collected through interviews with the Director of Regional Sub-project Management, Head of Section, and Deputy Director, was followed by observation to support the answers of the question items submitted during the interview. From the data collected, it identified and described in accordance with the criteria of MBCfPE 2017-2018 by referring to ADLI (Approach, Deployment, Learning, and Integration) for the process criteria (criteria 1-6), whereas on the results criteria items are translated by referring to LTCI (Level, Trend, Comparison, and Integration). Then, do the sub-criteria assessment using the scoring table for the process criteria and the scoring table for the outcome criteria. The results of performance measurement of DKK Boyolali through Malcolm Baldrige 2017-2018, indicate that need to improve learning and integration to organizational performance process. However, the overall approach and dissemination of the organization is quite good, systematic, and applied to the appropriate work unit. The results-oriented organizational performance still needs to improve trend and comparison. Scores obtained from this measurement amounted to 438 points, then the class position of organizational performance is in the early improvement category which means Regional Sub-project Management of Health Boyolali performance still needs to do a lot of improvement.
ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI TINGKAT BRAND COMMUNITY UNTUK PENINGKATAN MINAT ALUMNI PROGRAM GLOBAL VOLUNTEER MEMBERI KONTRIBUSI BALIK PADA AIESEC LC UNDIP Muhammad Beta Haedar Sasono; Darminto Pujotomo; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.75 KB)

Abstract

AIESEC merupakan salah satu organisasi kepemudaan terbesar di dunia yang bergerak dalam bidang kepemimpinan, dengan salah satu local committee resmi di Universitas Diponegoro yaitu AIESEC LC Undip. Global Volunteer adalah produk unggulan dari AIESEC LC Undip yang memungkinkan pesertanya untuk berangkat keluar negeri dan melakukan proyek sosial sesuai dengan permasalahan pada negara tersebut. Saat ini sudah ada kurang lebih 1500 alumni Global Volunteer terhitung pada saat pertama kali diperkenalkan di Semarang. Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kurangnya minat berkontribusi balik dari para alumni Global Volunteer kepada AIESEC LC Undip itu sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, sejumlah kuesioner akan disebarkan kepada 100 responden untuk mengetahui pengaruh variabel alumni – product, alumni – brand, alumni – institution, dan alumni – alumni terhadap pembentukan brand community pada alumni program Global Volunteer. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS) untuk menentukan variabel yang paling berpengaruh terhadap brand community, sehingga ditemukan bahwa variabel yang paling berpengaruh adalah alumni – institution. Abstract [Analysis of Variables that Influence The Brand Community Level for Improving Mutual Contribution from Global Volunteer Program Alumni to AIESEC LC Undip] AIESEC is one of the biggest youth organization in the world to develop the leadership of youth, with one of its official local committee in Diponegoro University, which is AIESEC LC Undip. Global Volunteer is the flagship product from AIESEC LC Undip that enables youth to go abroad and participate in a social project to solve a specific problem in the country. Since being introduced in Semarang, there are 1500 alumni from Global Volunteer as of today. The main problem in this case is the lack of intention from the alumni to give mutual contribution on AIESEC LC Undip itself. Based on that case, several questionnaires were spread to 100 respondents to know the influence of alumni – product, alumni – brand, alumni – institution, dan alumni – alumni variable to shape a good brand community on Global Volunteer alumni. This paper is using Partial Least Square (PLS) to determine the most influential variable towards brand community, which led alumni – institution being found as the most influential one.
Desain Perbaikan Untuk Meningkatkan Nilai Efisiensi Manufaktur Keberlanjutan Menggunakan Sustainable Value Stream Mapping (Studi Kasus : CV Mugiharjo) Caesar Hergi Prasetyo; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.727 KB)

Abstract

CV Mugiharjo merupakan perusahaan di bidang furnitur memiliki masalah mengenai keterlambatan pengiriman kepada konsumen karena terlalu banyak proses inefisien dalam proses produksinya. Selain itu, limbah material padat berbentuk serbuk kayu dan limbah cair hasil pengecatan belum dikelola dengan baik sehingga menyebabkan dampak terhadap lingkungan. Keterlambatan penggajian karena stabilitas keuangan perusahaan yang belum baik berpengaruh pada performansi dan kepuasan pekerja dalam bekerja. Desain perbaikan sustainable manufacturing menggunakan sustainable value stream mapping bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai indikator dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial di dalam sebuah perusahaan lalu memberikan rekomandasi kepada perusahaan untuk meningkatkan nilai dari setiap indikator. Hasil penelitian menggambarkan terdapat beberapa indikator yaitu dimensi ekonomi yang terdiri efisiensi waktu, efiensi cacat, dan efisiensi inventory dan efisiensi biaya. Dimensi lingkungan terdiri dari indikator efisensi material, efisiensi limbah dan efiensi energi. Dimensi sosial terdiri dari indikator tingkat kepuasan karyawan, tingkat kesehatan karyawan dan tingkat pelatihan karyawan. Sustainable value stream mapping menggambarkan terdapat masalah di beberapa stasiun kerja dan terdapat stasiun kerja kritis yaitu finishing karena waktu proses lama, tingkat cacat tinggi dan efisiensi inventory rendah sehingga diusulkan sebuah desain standar operasional prosedur untuk operator di finishing ABSTRACTImproved Design to Increase the Value of Sustainability Manufacturing Efficiency Using Sustainable Value Stream Mapping. CV Mugiharjo is a furniture company that has problems regarding delays in delivery to consumers because there are too many inefficient processes in the production process. In addition, solid material waste in the form of wood powder and liquid waste resulting from painting has not been managed properly, causing environmental impacts. Payroll delays due to the company's financial stability that has not been well affected the work performance and satisfaction in the work. The improved design of sustainable manufacturing using sustainable value stream mapping aims to identify and assess indicators of economic, environmental and social dimensions within a company and then provide recommendations to the company to increase the value of each indicator. The results of the study illustrate that there are several indicators, namely the economic dimension which consists of time efficiency, defect efficiency, and inventory efficiency and cost efficiency. Environmental dimensions consist of material efficiency indicators, waste efficiency and energy efficiency. The social dimension consists of indicators of employee satisfaction, employee health and employee training levels. Sustainable value stream mapping illustrates that there are problems in several work stations and there are critical work stations namely finishing work station due to long processing time, high defect rate and low inventory efficiency so that a standard operational procedure design for operators in finishing is proposed.
ANALISIS DAN MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK PADA PENGADAAN MATERIAL PRODUKSI DENGAN MODEL HOUSE OF RISK (HOR) PADA INDUSTRI MEBEL M. Genta Pertiby Kaban; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada perusahaan yang sudah memproduksi produk mebel dengan skala besar, terdapat serangkaian proses rantai pasok yang memiliki risiko yang berdampak pada kelangsungan proses produksi, terutama pada tahap pengadaan material yang merupakan salah satu tahap awal proses rantai pasok (Purwaningsih et al., 2021). Penelitian ini menggunakan metode House of risk yang diawali dengan identifikasi proses bisnis, proses identifikasi risiko, proses identifikasi penyebab risiko, penilaian risiko, penetapan nilai Aggregate Risk Potential(ARP) dan melakukan perangkingan (analisis pareto), identifikasi tindakan strategi mitigasi, penetapan korelasi risiko dengn nilai ARP tertinggi dan tindakan mitigasi, penetapan tingkat kesulitan untuk melakukan proses mitigasi (Dk), menetapkan rasio efektivitas total terhadap tingkat kesulitan (ETDk) dan melakukan perangkingan (Analisis pareto), dan yang terakhir ditutup dengan kesimpulan dan saran. Tujuan dari penilitian ini adalah mengidentifikasisumber utama dan penyebab risiko pada pengadaan PT XYZ dan melakukan perancangan strategi dan penentuan strategi untuk menangani dan mengurangi dampak dari risiko yang terjadi pada rantai pasok PT XYZ.Pada penelitian didapatkan 12 kejadian risiko dan 26 penyebab risiko, setelah melakukan perhitungan ARP terdapat 12 penyebab risiko yang menjadi prioritas untuk dilakukan strategi mitigasi. Pada HOR fase 2 untuk identifikasi strategi mitigasi didapatkan 23 strategi mitigasi untuk penyebab risiko yang menjadi prioritas.Kata Kunci: ABSTRACTIn companies that already produce furniture products on a large scale, there are a series of supply chain processes that have risks that have an impact on the continuity of the production process, especially at the material procurement stage which is one of the early stages of the supply chain process (Purwaningsih et al., 2021). This study uses the House of risk method, which begins with the identification of business processes, the risk identification process, the process of identifying the causes of risk, risk assessment, determining the value of Aggregate Risk Potential (ARP) and ranking (Pareto analysis), identifying mitigation strategy actions, determining risk correlation. with the highest ARP value and mitigation actions, determining the level of difficulty to carry out the mitigation process (Dk), determining the ratio of total effectiveness to the level of difficulty (ETDk) and ranking (Pareto analysis), and the last one is closed with conclusions and suggestions. The purpose of this research is to identify the main sources and causes of risk in the procurement of PT XYZ and to design strategies and determine strategies to handle and reduce the impact of risks that occur in the supply chain of PT XYZ. In the study, there were 12 risk events and 26 risk causes, after calculating the ARP there were 12 risk causes that became a priority for mitigation strategies. In HOR phase 2 to identify mitigation strategies, 23 mitigation strategies were obtained for priority riskcauses.
USULAN PERENCANAAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN PENDEKATAN CONTINOUS REVIEW MODEL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR EXPIRY PRODUCT DAN RETURN Andina Pratiwi; Purnawan Adi Wicaksono; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.694 KB)

Abstract

Rumah Sakit adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan. Adapun salah satu tujuan Rumah Sakit adalah untuk memberikan pelayanan obat – obatan pada waktu yang tepat dan dalam dosis serta cara pemakaian yang tepat. Proses pengelolaan obat di Rumah Sakit meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, dan distribusi. Instalasi Farmasi adalah salah satu bagian di Rumah sakit yang berfungsi sebagai unit yang menangani manajemen obat – obatan. Seperti yang diketahui jenis penyakit dan permintaan obat adalah salah satu hal yang tidak bisa diprediksi. Pada kondisi saat ini di Instalasi Farmasi salah satu Rumah Sakit di Kota Semarang terdapat obat yang tidak mengalami permintaan selama 3 bulan berturut – turut atau biasa disebut dengan deathstock. Hal ini tentu akan menyebabkan biaya persediaan yang besar akibat biaya simpan yang besar, dan selain itu akan menyebabkan modal tertanam bagi Rumah Sakit. Jika terlalu lama disimpan di gudang maka obat akan kadaluwarsa dan tidak dapat digunakan lagi. Salah satu cara untuk mengurangi kerugian akibat kadaluwarsa produk adalah dengan mengembalikannya ke distributor/supplier obat. Hal ini akan memakan waktu pengembalian 5 hingga 6 bulan. Hal ini menimbulkan resiko stockout dan lost – sales yang tinggi atas penjualan obat – obatan tersebut.maka perlu dilakukan pengendalian persediaan obat dengan mempertimbangkan probabilistic demand, kadaluwarsa produk, dan pengembalian produk untuk mengurangi total biaya persediaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kuantitas pesan yang optimal dan mengurangi jumlah produk kadaluwarsa dan return sehingga total ongkos persediaan akan berkurang. Metode yang akan digunakan adalah continuous review system. Dari hasil perhitungan maka dapat disimpulkan bahwa metode yang continuous review akan dapat menyelesaikan permasalahan dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit untuk mengurangi jumlah deathstock item di gudang Farmasi dan mengurangi total biaya persediaan Rumah Sakit.   AbstractThe Principles of Medicine Inventory Control Planning Using Continous Review Model with Expiry Product and Product Return Factors. The Hospital is a Public Health Service Facilites that fits to meet the needs of the community in the field of health. Hospital has a service goal is to provide medicine services at the right time and in the dosage and how to use the right. Medication management processes in hospitals include planning, procurement, storage, and distribution. Pharmacy Installation is one part of the Hospital that serves as a unit that handles drug management. As is known the type of disease and demand for medicine is one thing that can’t be predicted. Therefore, inventory management is very important in handling non-constant demand cases such as medicine. In the current conditions in Pharmacy Installation of one of the Hospital in Semarang there are medicine that were not sold for 3 months in a row or a.k.a deathstock. This will inevitably lead to large inventory costs due to large storage costs, and otherwise it will lead to embedded capital for hospitals. If it is too long stored in the warehouse then the medicine will expire and can’t be used again. To reduce losses due to product expiry is to return it to the drug distributor / supplier. This will take a 5 to 6 month payback period. This cause a high stockout and lost-selling risk on the sale of medicine. It is necessary to control the supply of medicines by considering probabilistic demand, product expiry, and product return to reduce total inventory cost. The purpose of this study is to determine the optimal quantity order and reduce the amount of product expiry and return so that the total cost of inventory will decreased. The method to be used is continuous review system. From the calculation results it can be concluded that the continuous review method will be able to solve the problems of Hospital Pharmacy Installation to reduce the number of deathstock items in Pharmaceutical warehouse and reduce the total inventory cost of hospital supplies.