Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESIAPAN SERTIFIKASI ISO 9001:2015 PADA PT. WIJARA NAGATSUPAZKI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAP ANALYSIS Fernando, Jonathan Michael; Purwanggono, Bambang; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.412 KB)

Abstract

Persaingan ekonomi global dan permintaan pasar mewajibkan perusahaan untuk membangun dan mengembangkan sistem manajemen internal yang sesuai dengan standar internasional. Karena persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat, banyak organisasi mengadopsi dan mengimplementasi program peningkatan kualitas secara efektif. Program peningkatan kualitas tersebut terdapat dalam Quality Manajement System (QMS), QMS tersebut dikembangkan dalam sertifikasi standar ISO 9001. ISO 9001 adalahsuatu standar yang berisi persyaratan sistem manajemen mutu yang diterbitkan oleh International Organization for Standarization (IOS). Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah PT. Wijara Nagatsupazki, perusahaan ini bergerak dalam bidang manufaktur. Perusahaan ini mengalami beberapa kerugian berupa penarikan order dari pelanggan, selain itu terjadi pula keluhan dari pelanggan akan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar yang telah disetujui, hal ini merupakan salah satu dampak tidak langsung dari tidak adanya sertifikasi ISO 9001 di PT. Wijara Nagatsupazki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi PT. Wijara Nagatsupazki saat ini dan seberapa besar kesiapan PT. Wijara Nagatsupazki untuk persiapan sertifikasi ISO 9001:2015 dan memberikan rekomendasi dan menyusun dokumen mutu perusahaan sesuai dengan persyaratan ISO 9001 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Gap Analysis. Gap Analysis digunakan untuk mengevaluasi keadaan PT. Wijara Nagatsupazki dan menilai kesiapan perusahaan untuk persiapan perusahaan melakukan sertifikasi ISO 9001:2015. Perhitungan pada Gap Analysis menggunakan checklist yang dibuat berdasarkan persyaratan yang ada pada ISO 9001:2015. Hasil dari perhitungan menggunakan checklist akan menunjukan seberapa besar kesiapan PT. Wijara Nagatsupazki untuk melakukan sertifikasi ISO 9001:2015. Abstract Analysis of ISO 9001:2015 Certification Readiness in PT. Wijara Nagatsupazki using Gap Analysis, global economic competition and market demand, requires companies to establish and develop the internal management system in accordance with international standards. Due to the world economic competition intensifies, many organizations adopt and implement effective quality improvement programs. The quality improvement program is contained in the Quality Management of System (QMS), which are developed in ISO 9001 standard certification. ISO 9001 is a standard that contains the requirements for quality management systems published by the International Organization for Standardization (IOS). Companies that become the research object is PT. Wijara Nagatsupazki, the company is engaged in manufacturing. The company suffered some losses in the form of withdrawal of orders from customers, on the other hand there were also complaints from customers because the products are not in accordance with the standards that have been approved, this is one of the indirect impact of the absence of the ISO 9001 certification in PT. Wijara Nagatsupazki. his study aimed to evaluate the condition of PT. Wijara Nagatsupazki today and how prepared PT. Wijara Nagatsupazki preparation for ISO 9001: 2015 and providing recommendations and prepare a document for the quality of the company in accordance with the requirements of ISO 9001 2015. Gap Analysis was used to evaluate the state of the PT. Wijara Nagatsupazki and assessing the readiness of companies for preparing the company for ISO 9001:2015 certification. The calculations on the Gap Analysis using the checklist will be made under the existing requirements of ISO 9001: 2015. The results of calculations using the checklist will show how prepared PT. Wijara Nagatsupazki to perform a certification ISO 9001: 2015.
ANALISIS 5S PADA BAGIAN WAREHOUSE PT.EBAKO NUSANTARA Perkasa, Adam; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.937 KB)

Abstract

ANALISIS 5S PADA BAGIAN WAREHOUSE PT.EBAKO NUSANTARA. Tempat penyimpanan yang tertata dengan baik serta bersih dapat memberikan kemudahan bagi siapa saja yang menggunakannya. Salah satu cara untuk mendapatkan keteraturan seperti itu adalah dengan mengadopsi budaya kerja yang berasal dari Jepang, yaitu 5S. Budaya ini berisikan seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke. Dalam bahasa indonesia budaya ini dikenala dengan nama 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat serta Rajin. Sasaran utama dari 5S adalah untuk menghasilkan lingkungan yang bersih dan tertata dengan baik. Sebuah lingkungan dimana disanalah tempatnya semua barang, dan semua barang pada tempatnya. PT. EBAKO NUSANTARA adalah perusahaan manufaktur furniture ekspor dengan sistem make to order. Produk yang diproduksi adalah Meja, Kursi, Sofa, dan Lemari. Aktifitas ekspor PT. EBAKO NUSANTARA dilakukan ke beberapa negara seperti Singapura, Australia serta Amerika Serikat. tujuan dari penelitian ini adalah Memperoleh aturan penataan support material dan menentukan pengunaan label yang mudah dipahami secara visual berdasar pada  konsep 5S. Melalui identifikasi waste yang telah dilakukan didapatkan waste berupa lama waktu rata-rata pemenuhan request sebesar 1.509 detik. Serta merekomendasikan design label dan menata letak item support material berdasarkan frekuensi item keluar gudang. Abstrak5S ANALYSIS ON THE PART OF PT. EBAKO NUSANTARA WAREHOUSE. A well organized and clean storage place can make it easy for anyone who uses it. One way to get such an order is by adopting a work culture originating from Japan, namely 5S. This culture contains seiri, seiton, seiso, seiketsu and shitsuke. In Indonesian culture this is known as 5R, namely Brief, Neat, Clean, Care and Diligent. The main goal of 5S is to produce a clean and well-ordered environment. An environment where there is all the goods, and all the items in place. PT. EBAKO NUSANTARA is an export furniture manufacturing company with a make to order system. Products manufactured are Tables, Chairs, Couches and Cabinets. PT. EBAKO NUSANTARA is carried out in several countries such as Singapore, Australia and the United States. the purpose of this study is to obtain the rules of material support arrangement and determine the use of labels that are easily understood visually based on the 5S concept. Through the identification of the waste that has been carried out, it is obtained waste in the form of the average time of request fulfillment of 1,509 seconds. As well as recommending label design and arranging material support items based on the frequency of items out of the warehouse.
USING VALUE STREAM MAPPING TO SUPPORT LEAN SUPPLY IMPLEMENTATION : AIRCRAFT ENGINE MAINTENANCE Faisal, Faisal; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.578 KB)

Abstract

PT GMF Aeroasia merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia yang berfokus dalam Maintenance, Repair, and Operation (MRO) atau perawatan pesawat. Salah satu bagian pesawat yang diperbaiki di PT GMF Aeroasia adalah engine pesawat, tepatnya di unit Engine Maintenance. Unit Engine Maintnance. PT GMF Aeroasia menyediakan jasa  perawatan engine maskapai lain yang ingin menggunakan jasa unit Engine Maintenance PT GMF Aeroasia. Salah satu jenis engine yang bisa dilakukan perawatan di unit Engine Maintenance adalah engine CFM56-7B. Dalam setiap engine CFM56-7B  yang diperbaiki di Engine Maintenance, terdapat waktu penyelesaian perawatan yaitu TAT (Turn Around Time) engine yaitu 75 hari, namun dalam pelaksanaannya, unit Engine Maintenance sering kali melebihi batas waktu TAT yang sudah ditetapkan. Penyebab keterlambatan perawatan engine CFM56-7B bisa disebabkan oleh berbagai hal yang menghambat aliran engine dalam rangkaian perawatan. Sehingga, pada penelitian ini akan digunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi hambatan rangkaian perawatan dan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan perawatan engine CFM56-7B. Hasil akhir dari analisis tersebut akan menunjukkan penghambat aliran rangkaian perawatan dan penyebabnya, serta rekomendasi perbaikan. ABSTRACTUsing Value Stram to Support Lean Supply Implementation: Aircraft Engine Maintenance. PT GMF AeroAsia is a company in PT Garuda Indonesia group that doing the business of Maintenance, Repair, and Operation (MRO) of aircraft. One of the unit in PT GMF AeroAsia is engine maintenance unit. Engine maintenance unit does not only repair Garuda Indonesia’s and Citilink’s aircraft, but also repairs another airline’s aircraft who want to use their unit’s service. One kind of the engine that can be repaired at engine maintenance unit is engine CFM56-7B. In every engine CFM56-7B which is repaired in engine maintenance unit, there is a 75 days of Turn Around Time. But, the maintenance process often pass the Turn Around time, which is caused by many factors that influence the engine flow in the maintenance process. This research used Value Stream Mapping (VSM) to identify the obstacles of the engine CFM56-7B maintenance process’ flow and used Root Cause Analysis (RCA) to identify the caused of the overdue engine CFM56-7Bmaintenance process.  The result of this research shows the obstacles of the maintenance flow, the obstacle’s causes, and recommendations.
Analisa Pengaruh Human Error Pada Produktivitas dengan Menggunakan Metode SHERPA (Systematical Human Error Reduction and Prediction Approach) Theo Agri Ramaditya; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacat produk merupakan suatu masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di bidang industri. Cacat produk ini biasanya disebabkan oleh banyak hal, dari material, mesin, manusia dan banyak lagi. Operator merupakan suatu bagian essensial yang sangat dibutuhkan dalam suatu sistem, oleh karena itu mereka dianjurkan dapat bekerja dengan baik. Human error yang menyebabkan kegagalan sistem sangat bervariasi dari prosedur yang tidak tepat, kesalahan operasional, kesalahan perawatan dan kesalahan membaca instrument. Untuk menyelesaikan masalah di atas maka dipergunakan beberapa metode yaitu diagram pareto yang dipergunakan untuk mencari jenis cacat yang paling berpengaruh, fish bone diagram untuk mencari faktor human error yang berpengaruh dan untuk menyelesaikan masalah human error dipergunakan metode SHERPA, Dari diagram pareto ditemukan cacat dari dua departemen, yaitu pada departemen cor terdapat cacat kotor, gores, bentuk berubah dan lubang, kemudian pada departemen CNC terdapat cacat kawa, sling, dan gas. Dari diagram pareto kemudian dengan menggunakan fish bone dicari faktor yang mempengaruhi dan didapat dua faktor utama yaitu pada manusia dan mesin. Untuk faktor manusia dipergunakan metode SHERPA yang kemudian diberikan rekomendasi yaitu pengecekan dengan sampel, prosedur yang terperinci dan beberapa pelatihan. Untuk bagian mesin diberikan stabilizer.
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING DAN USULAN WORKSTATION REDESIGN DALAM UPAYA MEMINIMASI WASTE PADA AREA FINAL SANDING PT. EBAKO NUSANTARA Alif Mawaddah Alfiana; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.091 KB)

Abstract

PT. Ebako Nusantara merupakan perusahaan menufaktur yang memproduksi furniture di Semarang. Produk yang dihasilkan dari PT. Ebako biasanya dikirim ke berbagai negara seperti Amerika, Hongkong, Singapura, dan lain-lain. PT. Ebako Nusantara menerapkan sistem Make To Order. Lead time dari pesanan datang hingga produk siap dikirim sebanyak 60 – 75 hari. Salah satu area produksi yang terdapat di PT. Ebako Nusantara ialah area Sanding. Area sanding terbagi menjadi dua yaitu assembly sanding dan final sanding. Proses sanding merupakan proses yang sangat vital untuk menjamin kualitas produk. Namun, hal ini tidak didukung oleh kinerja area sanding. Pada bulan November 2016, produktivitas area  final sanding hanya 1,37 unit/mandays dan sebesar 51,97% defect dihasilkan oleh area final sanding. Optimalisasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi waste menggunakan pendekatan Lean Manufacturing dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Melalui pengamatn langsung, didapatkan waste yang paling dominan ialah unnecessary motion sebesar 90,44%.
DESAIN PERBAIKAN PROSES DISTRIBUSI DENGAN PRINSIP SUSTAINABLE MANUFACTURING (STUDI KASUS : CV. MUGIHARJO INDONESIA) Muhammad Syarifudin Zain; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.724 KB)

Abstract

Industri manufaktur saat ini dituntut untuk dapat fokus terhadap sustainble manufacturing. Fokus tersebut harus mencakup keseluruhan proses di dalam perusahaan, tidak hanya ada pada proses produksi saja. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah proses distribusi karena distribusi merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang langsung berhubungan dengan konsumen dan mempunyai peranan yang cukup besar dalam menciptakan faedah suatu barang. Pemetaan proses untuk mengetahui kesesuaian proses yang dilakukan perusahaan terhadap prinsip sustainable manfacturing perlu dilakukan guna mengetahui titik mana yang perlu diperbaiki. Pemetaan tersebut dapat menggunakan Sustainable Value Stream Mapping. Pemetaan pada CV Mugiharjo yang merupakan perusahaan furnitur memberikan hasil yaitu terdapat beberapa masalah pada proses packaging dan stuffing. Fokus penelitian memilih stuffing karena memiliki masalah terbanyak yaitu dimulai dari performa ekonomi: efisiensi biaya buruk (28,1%), efisiensi waktu buruk (28,1%), kepuasaan pekerja buruk (46,47%), tingkat training buruk (0%), dan tingkat keselamatan buruk (36,84%). Permasalahan tersebut akan direduksi dengan investasi material handling. Stacker menjadi alternatif  karena memiliki ongkos material handling yang lebih rendah dari ongkos saat ini. Analisis investasi stacker dengan Net Present Value menghasilkan penghematan sebesar Rp 23.846.757,00 sedangkan dari performa perusahaan pada prinsip sustainable manufacturing, proses stuffing menghasilkan indikator ekonomi: efisiensi waktu yang baik (80%), efisiensi biaya yang baik (90%), efisinsi inventori yang baik (82%). Indikator lingkungan: efisiensi energi yang baik (80%). Indikator sosial: tingkat keselamatan baik (100%) dan tingkat training tetap buruk (25%).   ABSTRACTThe manufacturing industry is currently required to focus on sustainble manufacturing. The focus must cover the entire process within the company, not only in the production process. One important aspect that needs to be considered is the distribution process because distribution is one of the marketing activities that directly relate to consumers and has a large enough role in creating the benefits of an item. Mapping the process to find out the process suitability of the company towards the principle of sustainable manfacturing needs to be done in order to find out which points need to be improved. The mapping can use Sustainable Value Stream Mapping. Mapping on CV Mugiharjo which is a furniture company gives results that there are several problems in packaging and stuffing processes. The focus of the research chose stuffing because it has the most problems, starting from economic performance: poor cost efficiency (28.1%), bad time efficiency (28.1%), bad worker satisfaction (46.47%), bad training level (0% ), and poor safety level (36.84%). These problems will be reduced by material handling investments. Stacker is an alternative because it has material handling costs that are lower than the current cost. Stacker investment analysis with Net Present Value resulted in savings of Rp 23,846,757.00 while from the company's performance on the principle of sustainable manufacturing, the stuffing process produced economic indicators: good time efficiency (80%), good cost efficiency (90%), good efficiency inventory (82%). Environmental indicators: good energy efficiency (80%). Social indicators: good safety level (100%) and training level remains poor (25%).
Pengembangan Model untuk Dynamic Supplier Selection Problem Menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming dengan Mempertimbangkan Faktor Diskon Laila Izzatunnisa; Purnawan Adi Wicaksono; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.133 KB)

Abstract

Pemilihan supplier merupakan salah satu elemen terpenting dalam manajemen rantai pasok. Hal ini melibatkan evaluasi banyak faktor seperti, biaya material, biaya transportasi, kualitas bahan, keterlambatan, kapasitas pemasok, kapasitas penyimpanan dan lain-lain. Masing-masing nilai dari faktor ini berbeda-beda sesuai dengan periode waktunya, sehingga supplier yang diidentifikasi untuk suatu periode tidak sama dengan periode berikutnya dalam memasok produk yang sama. Mixed Integer Linear Programming (MILP) dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pada Dynamic Supplier Selection Problem (DSSP). Dalam penelitian ini, MILP dibangun untuk memecahkan masalah pengadaan jika kondisinya multi supplier, multi periode, dan multi produk dengan mempertimbangkan faktor diskon. Jenis diskon yang digunakan adalah all-unit diskon. Untuk verifikasi model menggunakan data pada numerical example yang diolah dengan menggunakan software Lingo 17 dan untuk validasi model menggunakan analisis sensitivitas Taguchi. Model matematis yang diusulkan tersebut telah terverifikasi dan tervalidasi sehingga dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada numerical example. Total cost yang dihasilkan dalam pemilihan supplier sebanyak 792.418. Dari hasil perhitungan analisis sensitivitas Taguchi diperoleh parameter yang paling berpengaruh dalam pemilihan supplier tersebut adalah unit price yang memiliki persen kontribusi sebesar 84,25%. Hal ini terjadi karena adanya harga diskon yang diberikan supplier sehingga harga setiap produk menjadi lebih murah. AbstractModel Development for Dynamic Supplier Selection Problem Using Mixed Integer Linear Programming Methods Considering Discounts. Supplier selection is one of the most important elements in supply chain management. This function involves evaluation of many factors such as, material costs, transportation costs, material quality, delays, supplier capacity, storage capacity and others. Each of these factors varies with time, therefore, supplier identified for one period is not necessarily be same for the next period to supply the same product. So, mixed integer linear programming (MILP) was developed to overcome the dynamic supplier selection problem (DSSP). In this research, a MILP model is built to solve the lot-sizing problem with multiple suppliers, multiple periods, multiple products and quantity discounts. The discount type used is an all-unit discount. The model is verified through case in numerical example and processed using Lingo 17 and the model is validated using sensitivity analysis Taguchi. The proposed mathematical model has been verified and validated so the model could  solve the problems in numerical example. The total cost generated in supplier selection is 792,418. From sensitivity analysis Taguchi results obtained the most influential parameters in the supplier selection is  unit price that has a contribution percentage of 84.25%. This happens because of the discount given by suppliers so that the price of each product becomes cheaper.
ANALISA PLAYING SET BERDASAR ANTROPOMETRI ANAK USIA TK (STUDI KASUS TK PERTIWI TEMBALANG SEMARANG) RR. MAHAYU KARTIKA HANDAYANI; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia balita merupakan usia dimana seorang anak berada pada fase yang sangat aktif. Rasa ingin tahu dan keaktifan anak membuat lingkungan yang ada di sekitarnya harus didesain dengan baik. Dalam perancangan suatu produk, terdapat acuan-acuan dimensi yang harus diperhatikan. Namun, di Indonesia belum terdapat acuan dimensi tubuh atau antropometri balita, sehingga dimensi pada perancangan produk balita belum akurat dan memudahkan kelelahan pada balita yang memicu konsentrasi yang kurang baik. Dengan adanya permasalahan di atas, maka penulis akan melakukan studi mengenai dimensi tubuh balita, khususnya anak-anak TK Pertiwi Tembalang Semarang. Studi antropometri ini dilakukan sebagai dasar perancangan produk mainan anak-anak, yaitu karambol anak. Selain itu dilakukan evaluasi terhadap playing set yang telah ada di TK Pertiwi Tembalang Semarang pada bagian tinggi pijakan hingga atap, lebar tangga, dan lebar perosotan. Dengan adanya analisa dan rekomendasi produk ini diharapkan akan mengurangi tingkat cedera dan kelelahan pada otot dan tulang anak.
PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING PADA LINI PRODUKSI ROMA KELAPA DENGAN METODE VALSAT PADA PT. MAYORA INDAH Tbk. Frands Christoper Simanjuntak; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.608 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. Mayora Indah Tbk. merupakan perusahaan pangan yang menghasilkan produk makanan dan minuman yang berbasis konsumen Pasar Dalam Negeri dan Pasar Luar Negeri. Salah satu produk biskuit PT. Mayora Indah Tbk. Divisi Biskuit Jayanti yaitu Roma Kelapa. Pada proses pembuatan biskuit Roma Kelapa melewati beberapa tahap mulai dari Central Kitchen, Mixing, Tilting, Molding, Oven, Cooling, dan Packing. Dalam pemenuhan kebutuhan konsumen, perusahaan menerapkan sistem make to order. Namun pada proses produksi, total produksi tidak sesuai dengan perencanaan dimana jumlah produksi aktual lebih sedikit dari perencanaan yang disebabkan banyaknya produk reject. Produk reject terbesar disebabkan oleh mesin oven sebanyak 198.832,2 ton dan mesin packing sebanyak 692.383,7 ton selama 8 bulan terakhir. Untuk mengurangi jumlah produk reject perusahaan perlu meningkatkan produktivitas dengan menerapkan konsep Lean Manufacturing. Konsep Lean Manufacturing merupakan metode pengoptimalan performansi dari proses produksi karena mampu mengidentifikasi, menganalisa, dan memberikan solusi perbaikan. Lean berfokus pada peningkatan efisiensi tanpa mengurangi efektivitas, seperti mengeliminasi waste (pemborosan). Dalam melakukan analisis penyebab pemborosan dilakukan metode VALSAT. Pada metode VALSAT digunakan 2 mapping tools yaitu process activity mapping dan quality fillter mapping. Pada process activity mapping didapatkan nilai kegiatan bernilai tambah (Value Added) sebesar 13.13%, kegiatan tidak bernilai tambah (Non Value Added) sebesar 10.22%, dan kegiatan tidak bernilai tambah tetapi diperlukan (Needed Non Value Added) yaitu sebesar 76.32%. Perbaikan yang dapat diberikan pada pemborosan Process Activity yaitu memperpendek jalur transfer (konveyor) biskuit.  ABSTRACTPT. Mayora Indah Tbk. is a food company that produces food products and consumer-based beverages Domestic Market and Overseas Markets. One biscuit products PT. Mayora Indah Tbk. Biscuits division that Rome Coconut Jayanti. In the process of making biscuits Rome Coconut go through several stages starting from the Central Kitchen, Mixing, Tilting, Molding, Oven, Cooling, and Packing. In fulfillment of the needs of consumers, the company implemented the system make to order. But in the process of production, total production does not correspond to the actual production planning where fewer number of planning because many reject product. The rejection of products due to the oven as much as 198,832.2 ton machine and packing machine as 692,383.7 tons over the last 8 months. To reduce the number of reject products companies need to increase productivity by applying the concept of Lean Manufacturing. The concept of Lean Manufacturing is a method of optimizing the performance of the production process because it can identify, analyze, and provide repair solutions. Lean focuses on improving efficiency without compromising effectiveness, such as eliminating waste (waste). In analyzing the causes of wastage carried VALSAT method. In the second method is used VALSAT mapping tools that process mapping and quality fillter activity mapping. In the process mapping activity obtained value-added value activities (Value Added) of 13:13%, not value-added activities (Non Value Added) of 10:22%, and value-added activity but needed (Needed Non Value Added) is equal to 76.32%. Improvements that can be given to waste is Process Activity shorten transfer path (conveyor) biscuits.
PERANCANGAN ULANG DESIGN INTERFACE DARI APLIKASI INVESTIGASI HUMAN ERROR PADA KECELAKAAN KERETA API DENGAN MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN Eliakim Rispol Sinaga; PURNAWAN ADI WICAKSONO
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Faktor Human error merupakan faktor penyebab terbesar dibalik berbagai kejadian kecelakaan kereta api di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode untuk menganalisis kecelakaan yang terjadi secara efektif. PT KAI telah membentuk tim CO (Committee On Herzog) yang ditujukan untuk menganalisis setiap keelakaan kereta api. Namun, tim CO tidak memiliki metodologi dalam menganalisis yang standart, lengkap dan terstruktur. Salah satu metode analisa yang banyak digunakan dalam menganalisa human error tersebut adalah HFACS-IR yang merupakan pengembangan spesifik dari HFACS-RR untuk sistem perkeretaapian di Indonesia. Pada metode HFACS-IR ini, suatu tindakan (error) yang dilakukan oleh operator dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dari segi kondisi operator itu sendiri, aspek pengawasan, aspek organisasi, hingga faktor-faktor dari luar organisasi. Metode ini telah dikembangkan dalam bentuk sebuah aplikasi berbasis web (web-based application). Namun, munculnya aplikasi ini dinilai kurang menjawab kebutuhan dari pengguna dan unsur ergonomi. Pada penelitian ini, akan dikembang design interface dari aplikasi tersebut dengan menggunakan metode USD (User Centered Desgin). Metode ini akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan aspek usability yang menentukan kualitas dari interface tersebut. Design Interface yang dihasilkan oleh penelitian  ini nantinya diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi pengguna sehingga proses analisis kecelakaan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.