Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Remaja Rahma, Siti; Haryana, Nila Reswari; Juliarti, Juliarti; Sandy, Yatty Destani; Firmansyah, Hardi
Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4298

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, seperti anemia, gizi kurang dan gizi lebih. Hal ini dikarenakan pada usia remaja tahap pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga membutuhkan asupan zat gizi yang optimal, guna menjaga status gizi yanag baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 91 sampel remaja. Data asupan zat gizi makro diperoleh menggunakan kuesioner food Recall 2x24 jam, data status gizi di ukur berdasarkan z-score (IMT/U). Analisa data menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi baik (68,1%), kategori energi kurang sebanyak 86,8%, kategori asupan protein sangat kurang sebanyak 72,5%, kategori asupan karbohidrat baik sebanyak 44%, dan kategori asupan lemak baik sebanyak 44%. Hasil analisis hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi menunjukkan nilai p value energi (0.107 > 0.05), asupan protein (0.144 > 0.05), asupan karbohidrat (0.051 > 0.05), asupan lemak (0292 > 0.05). Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja.
Penerapan Skrining PRISAT (Productivity Risk Self-Assessment Tool) dalam Pendidikan Gizi di MTs Al Washliyah 19 Percut Rosmiati, Risti; Damanik, Kanaya Yori; Sari, Wina Dyah Puspita; Fimansyah, Wira; Saufani, Iza Ayu; Firmansyah, Hardi
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1196

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian global utama, sehingga memerlukan strategi pencegahan yang efektif melalui deteksi dini dan edukasi gizi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi di kalangan guru dan siswa di MTs Al Washliyah 19 Percut sekaligus memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam deteksi dini risiko PTM menggunakan Productivity Risk Self-Assessment Tool (PRISAT). Selama lima bulan, program ini menerapkan edukasi gizi berbasis sekolah yang berkelanjutan melalui sesi interaktif, evaluasi pretest-posttest, dan penyediaan alat penilaian status gizi dan kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan guru dan siswa tentang gizi seimbang (p<0,05). Pelatihan PRISAT yang berfokus pada guru berhasil membekali guru dengan keterampilan untuk melakukan penilaian risiko dini serta pemantauan status gizi dan kesehatan secara mandiri. PRISAT terbukti menjadi alat yang efektif dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko PTM dan mempromosikan perilaku makan yang lebih sehat. Program ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk mengintegrasikan pendidikan gizi terstruktur dengan pelatihan praktis, dengan menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk mempertahankan dampak jangka panjangnya.
The Effect of Giving Sweet Orange Juice (Citrus sinensis) on The Fatigue Level of Football Athletes Faqilah Fadiyah Fatah; Erni Rukmana; Esi Emilia; Hardi Firmansyah; Risti Rosmiati
Sport and Nutrition Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/t30e7h22

Abstract

Background: Football is a sport that combines aerobic and anaerobic endurance during training and matches. Physical fitness can support blood circulation function and heart work and increase muscle strength, speed, agility, and explosiveness. Muscle fatigue can be affected by various internal and external factors, including physiological, nutritional, exercise, psychological, environmental, and health factors. One of the nutritional factors that can affect muscle fatigue is micronutrients such as potassium. Potassium and vitamin C deficiency can lead to muscle weakness and fatigue. Objective: The purpose of this study is to determine the difference in the effect of giving isotonic drinks and sweet orange juice on the fatigue level of North Sumatra PPLP football athletes. Method: The research design is true experimental, with the post-test only with a control group design. The subjects consisted of 24 athletes who were selected using systematic random sampling. The level of fatigue is known through the RAST test. Bivariate analysis uses an independent sample t-test to determine the difference in influence between each variable. Results: As a result of this study, there was a significant difference in fatigue levels in the two groups. The average fatigue level value in the treatment group was 4.61±1.42, while the control group was 6.62±2.33 or the Sig. p<0.05 value was p = 0.01. Conclusion: This showed a significant difference in the mean level of athlete fatigue between the treatment group and the control group.
The Correlation Between Macronutrient Intake and The Incidence of Underweight in Toddlers Yudia Wulandari; Hardi Firmansyah; Erli Mutiara; Risti Rosmiati; Nila Reswari Haryana
Sport and Nutrition Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v7i1.19644

Abstract

Underweight is when a child's weight is below the average range for their age group. The prevalence of underweight toddlers in Indonesia in 2023 reached 12.9%. Underweight is directly caused by food intake. This study aims to determine the relationship between macronutrient intake and the incidence of underweight in toddlers at Posyandu Bangun Sari Indah 6. This research method uses a cross-sectional research design. The population in this study consisted of toddlers aged> 6-59 months, with a total of 135 toddlers. The technique for selecting research subjects used a purposive sample of 48 toddlers. Data collection of food intake used a 2x24-hour food recall form, and underweight data used anthropometric measurements of BB/U. The data analysis technique was descriptive, using the Spearman rank correlation test and the logistic regression test. The results showed a relationship between energy intake (p = 0.003), carbohydrate intake (p = 0.004), protein intake (p = 0.005), and fat intake (p = 0.025) with the incidence of underweight in toddlers. The logistic regression test analysis showed that energy, carbohydrate, protein, and fat intake were not significantly related to the incidence of underweight.