Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KAJIAN SIFAT FISIKA TANAH INCEPTISOLS PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA SEMADIN LENGKONG KABUPATEN MELAWI Oktapiani, Tria; Widiarso, Bambang; Suryadi, Urai Edi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan lahan dan kedalaman tanah terhadap sifat fisika tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Semadin Lengkong, Kabupaten Melawi. Sampel tanah setiap lokasi penelitian diambil pada 6 titik pengamatan setiap lahan dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Jumlah keseluruhan sampel pada tiga penggunaan lahan (kelapa sawit, karet dan padi ladang) sebanyak 36 sampel tanah utuh dan 6 sampel tanah komposit. Analisis statistik menggunakan Anova dua arah dan uji lanjut DMRT. Parameter sifat fisika tanah meliputi fraksi tekstur tanah, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapangan, laju permeabilitas, dan kemantapan agregat. Parameter sifat kimia tanah meliputi C organik, nitrogen total dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi tekstur tanah pada tiga penggunaan lahan didominasi oleh kriteria lempung berdebu. Penggunaan lahan memberikan pengaruh terhadap nilai bobot isi, pada lahan karet memiliki nilai bobot isi tertinggi (1,07 g/cm3). Selanjutnya kedalaman tanah juga memberikan pengaruh terhadap sifat fisika tanah yaitu bobot isi tertinggi pada kedalaman 30-60 cm (1,08 g/cm3), porositas total tertinggi pada kedalaman 0-30 cm (64,44%), kadar air kapasitas lapangan tertinggi pada kedalaman 0-30 cm (57,73%), laju permeabilitas tertinggi pada kedalaman 0-30 cm (0,52 cm/jam), dan kemantapan agregat tertinggi pada kedalaman 30-60 cm (86,26%).
STATUS KESUBURAN TANAH INCEPTSIOL PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. DINAMIKA MULTI PRAKARSA DI KECAMATAN SEMITAU KABUPATEN KAPUAS HULU Afendy, Florensius Irwan; Hayati, Rita; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah dan memberikan saran pemupukan berdasarkan status kesuburan tanah inseptisol pada perkebunan kelapa sawit PT. Dinamika Multi Prakarsa. Penelitian dimulai dari tanggal 9 oktober 2023 sampai 13 Desember 2022 dan sampai dengan penyajian hasil. Pengambilan sampel tanah terganggu dilakukan pada setiap blok dengan metode diagonal. Dalam 1 blok dibuat 3 sub blok. setiap sub blok ditentukan 5 titik pengambilan sampel tanah pada tanaman kelapa sawit dan didapatkan 1 sampel tanah komposit dari setiap 1 sub blok, sehingga dalam 1 blok didapatkan 3 sampel tanah komposit yang digunakan untuk analisis kimia tanah. Jarak titik pengambilan sampel tanah yaitu 1,5 meter dari pohon kelapa sawit. Titik pengambilan sampel tanah terganggu dengan pengeboran pada kedalaman 0-30 cm dan Sampel tanah utuh diambil menggunakan ring sampel pada kedalaman 0-30 cm pada tanaman kelapa sawit. Setiap blok ditentukan 3 titik pengambilan sampel tanah utuh yang mewakili masing-masing setiap lokasi penelitian sehingga mendapatkan 9 sampel tanah utuh yang digunakan untuk analisis bobot isi tanah. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, reaksi tanah (pH tanah), C-Organik N- Total, P-Tersedia, K-dd, P-Total, K-Total, KTK, KB, dan Kejenuhan Al, variabel penunjang analisis Tekstur tanah, Profil Tanah, dan Bobot isi tanah. Hasil penelitian Jenis tanah di lahan pengamatan tergolong jenis tanah Inseptisol, tekstur tanah pada blok E21, F21 dan F26 memiliki kelas tekstur lempung dan lempung berpasir, Reaksi tanah (pH) pada blok E21, F21 dan F26 memiliki kriteria masam. Kandungan C-Organik pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria rendah dan sedang. Kandungan N-total pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria rendah. Kandungan P-Tersedia pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sangat rendah. Kandungan P-total pada blok blok E21, F21, F26 memiliki rata-rata kriteria sangat rendah. K-dd pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sanga rendah, rendah dan sedang. K-total pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sangat rendah dan rendah. Kapasitas Tukar Kation (KTK) pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria rendah. Kejenuhan basa blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sangat rendah. Kejenuhan Al pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sangat rendah. Rekomendasi pemupukkan Urea, SP-36 dan MOP (KCL) pada lokasi penelitian yaitu Blok E21 adalah 271,7 kg/ha, 104,39 kg/ha dan 39,35 kg/ha, Blok F21 adalah 298,87 kg/ha, 287,43 kg/ha dan 245,61 kg/ha, Blok F26 adalah 360,36 kg/ha, 177,32 kg/ha dan 145,58 kg/ha.
PENGARUH PEMBERIAN PUKAN AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP KETERSEDIAAN NPK DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI TANAH ULTISOL Ernawati, Ernawati; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75396

Abstract

Tanah berperan terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman, sifat tanah yang berkaitan dengan tanaman yaitu sifat fisik dan sifat kimia tanah. Kesuburan tanah ultisol sangat rendah, kemasaman tanah tinggi, kejuhan Al tinggi, bahan organik rendah dan kandungan hara makro dalam tanah sangat miskin terutama unsur hara makro. Cara mengatasi permasalahan ini perlu pemberian ameliorant yaitu pukan ayam dan NPK. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pukan ayam dan NPK terhadap ketersediaan NPK dan hasil tanaman jagung manis dan mengetahui dosis terbaiknya. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan Penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, faktor pertama dosis pukan ayam terdiri dari 4 taraf dan faktor kedua dosis NPK yang terdiri dari 4 taraf diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi pukan ayam dan NPK berpengaruh nyata terhadap N-total, Fosfor-tersedia dan diameter batang. Nilai N-total tertinggi (0,25 %) pada kombinasi perlakuan pukan ayam 30 ton/ha dan NPK 400 kg/ha, nilai Fosfor-tersedia tertinggi (416,02 ppm) pada kombinasi perlakuan pukan ayam 20 ton/ha dan NPK 400 kg/ha, serta diameter batang tertinggi (31,07 g)pada kombinasi perlakuan pukan ayam 10 ton/ha dan NPK 400 kg/ha.Kata Kunci: Ultisol, Pukan Ayam, Pupuk NPK, Ketersediaan NPK, Hasil Tanaman Jagung
STUDI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOL PADA TIGA KELERENGAN DI LAHAN KARET RAKYAT DI DESA KERSIK BELANTIAN KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Seftian, Seftian; Widiarso, Bambang; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99645

Abstract

ABSTRAK Sifat fisika tanah merupakan kunci penentu kualitas suatu lahan dan lingkungan. Perbedaan tingkat lereng memungkinkan terjadi erosi di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak yang mempengaruhi penurunan produktivitas karet rakyat. Adanya perbedaan kelas lereng pada lokasi penelitian memungkinkan mempengaruhi sifat fisika di tanah Ultisol di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan sifat fisika tanah di lahan karet rakyat pada tiga kelas lereng yang berbeda di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode diagonal. Data yang didapatkan di lapangan yaitu sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel dari lahan kemudian dilakukan uji laboratorium, maka dapat diketahui perbedaan antara tingkat kemiringan lereng dengan sifat fisika tanah. Perbedaan tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Anova pada taraf signifikan α = 0,05 dan di lanjutkan dengan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan kemiringan lahan datar, landai, dan agak miring berpengaruh nyata terhadap bobot isi, porositas, kadar air kapasitas lapangan, dan kemantapan agregat tanah tanah pada lahan karet. Semakin miring lahan maka sifat fisika tanah semakin rendah atau kurang baik. Hasil analisis uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ menunjukkan lahan datar (0-3%), landai (3-5%), dan agak miring (5-8%) berpengaruh tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisika tanah.
Analisis Laju Infiltrasi Tanah Gambut Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Amelia, Nindia; Widiarso, Bambang; Romiyanto, Romiyanto
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 12, No 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.91588

Abstract

Mega Timur Village, Kubu Raya Regency has a type of peat soil that is utilized by the community as a livelihood such as farming and gardening. The availability of water in the land will affect plant growth and agricultural yields, one of which is the process in the hydrological cycle that plays a very important role in controlling surface flow and the availability of water in the soil is infiltration. This study aims to identify the physical properties of peat soil and determine the differences in infiltration rates in the use of rubber plantations, oil palm plantations and mixed gardens in Mega Timur Village. The study was conducted for 4 months from September to December in Mega Timur Village, Sungai Ambawang District, Kubu Raya Regency. Sampling was carried out using the transect method with a distance between points of 20 meters at three land uses of five points each. The results of the One Way ANOVA test on land use showed that land use did not significantly affect the parameters of soil maturity, bulk density, total porosity, field condition water content and permeability at a soil depth of 0-30 cm. The constant infiltration rate in mixed gardens was 452.14 mm/hour (very fast criteria), rubber gardens were 338.33 mm/hour (very fast criteria) and oil palm gardens were 195.80 mm/hour (fast criteria).
Pengelolaan Lahan Kelapa Sawit Spesifik Lokasi di Desa Pengadang Kabupaten Sanggau Arief, Fiera Budiarsyah; Fadilla, Ulfia; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38517

Abstract

Abstract:  Waterlogging in the Tunas Benih farmer group area has led to a significant decline in productivity, particularly in oil palm plantations older than 10 years. A site-specific land management approach has been implemented as a solution, involving improvements in drainage and irrigation systems through the construction of field drainage channels (worm trench drainage systems). The purpose of this program was to conduct outreach and provide assistance to smallholder oil palm farmers who experience waterlogging, particularly those in the Tunas Benih farmer group. The intervention employed an alternative participatory method using the Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) approach, which actively involved farmers from problem identification to solution implementation. The activities were conducted in three main stages: (1) initial outreach with the farmer group leader to establish communication and identify key issues, (2) technical dissemination discussing management alternatives for waterlogged land, including micro-drainage construction and adaptive fertilization strategies, and (3) monitoring and evaluation through interviews to assess changes in farmers’ knowledge and skills. The results of the program demonstrated a significant improvement in farmers’ understanding of the importance of drainage management and appropriate fertilization strategies to increase oil palm productivity. The program also created opportunities for income diversification through intercropping, thereby supporting household income and food security. Program sustainability requires continued technical assistance, improved access to production inputs, and the establishment of a farmer-led monitoring system.Abstrak: Genangan pada lahan kelompok tanai tunas benih menyebabkan penurunan produktivitas drastis terutama pada tanaman berusia lebih dari 10 tahun. Solusi yang diterapkan dengan pendekatan pengelolaan lahan spesifik lokasi melalui perbaikan sistem drainase dan irigasi dengan pembuatan saluran drainase paritan cacing. Tujuan kegiatan ini melakukan sosialisasikan  dan pendampingan kepada petani sawit dengan lahan tergenang pada kelompok tani Tunas Benih. Alternatif penanganan Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) yang melibatkan petani secara aktif dalam identifikasi masalah hingga implementasi solusi. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama: sosialisasi awal dengan ketua kelompok tani untuk membangun komunikasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi teknis yang membahas alternatif penanganan lahan tergenang dengan materi pembuatan saluran drainase dan strategi pemupukan adaptif, serta monitoring dan evaluasi melalui wawancara untuk mengukur dampak program terhadap pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman petani tentang pentingnya pengelolaan drainase dan strategi pemupukan tepat untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Program juga membuka peluang diversifikasi usaha melalui tanaman sela untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan petani. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan intensif, fasilitasi akses sarana produksi, dan pembentukan sistem monitoring mandiri oleh kelompok tani.