Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Laju Infiltrasi Tanah Gambut Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Amelia, Nindia; Widiarso, Bambang; Romiyanto, Romiyanto
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol. 12 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.91588

Abstract

Mega Timur Village, Kubu Raya Regency has a type of peat soil that is utilized by the community as a livelihood such as farming and gardening. The availability of water in the land will affect plant growth and agricultural yields, one of which is the process in the hydrological cycle that plays a very important role in controlling surface flow and the availability of water in the soil is infiltration. This study aims to identify the physical properties of peat soil and determine the differences in infiltration rates in the use of rubber plantations, oil palm plantations and mixed gardens in Mega Timur Village. The study was conducted for 4 months from September to December in Mega Timur Village, Sungai Ambawang District, Kubu Raya Regency. Sampling was carried out using the transect method with a distance between points of 20 meters at three land uses of five points each. The results of the One Way ANOVA test on land use showed that land use did not significantly affect the parameters of soil maturity, bulk density, total porosity, field condition water content and permeability at a soil depth of 0-30 cm. The constant infiltration rate in mixed gardens was 452.14 mm/hour (very fast criteria), rubber gardens were 338.33 mm/hour (very fast criteria) and oil palm gardens were 195.80 mm/hour (fast criteria).
Pengelolaan Lahan Kelapa Sawit Spesifik Lokasi di Desa Pengadang Kabupaten Sanggau Arief, Fiera Budiarsyah; Fadilla, Ulfia; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38517

Abstract

Abstract:  Waterlogging in the Tunas Benih farmer group area has led to a significant decline in productivity, particularly in oil palm plantations older than 10 years. A site-specific land management approach has been implemented as a solution, involving improvements in drainage and irrigation systems through the construction of field drainage channels (worm trench drainage systems). The purpose of this program was to conduct outreach and provide assistance to smallholder oil palm farmers who experience waterlogging, particularly those in the Tunas Benih farmer group. The intervention employed an alternative participatory method using the Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) approach, which actively involved farmers from problem identification to solution implementation. The activities were conducted in three main stages: (1) initial outreach with the farmer group leader to establish communication and identify key issues, (2) technical dissemination discussing management alternatives for waterlogged land, including micro-drainage construction and adaptive fertilization strategies, and (3) monitoring and evaluation through interviews to assess changes in farmers’ knowledge and skills. The results of the program demonstrated a significant improvement in farmers’ understanding of the importance of drainage management and appropriate fertilization strategies to increase oil palm productivity. The program also created opportunities for income diversification through intercropping, thereby supporting household income and food security. Program sustainability requires continued technical assistance, improved access to production inputs, and the establishment of a farmer-led monitoring system.Abstrak: Genangan pada lahan kelompok tanai tunas benih menyebabkan penurunan produktivitas drastis terutama pada tanaman berusia lebih dari 10 tahun. Solusi yang diterapkan dengan pendekatan pengelolaan lahan spesifik lokasi melalui perbaikan sistem drainase dan irigasi dengan pembuatan saluran drainase paritan cacing. Tujuan kegiatan ini melakukan sosialisasikan  dan pendampingan kepada petani sawit dengan lahan tergenang pada kelompok tani Tunas Benih. Alternatif penanganan Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) yang melibatkan petani secara aktif dalam identifikasi masalah hingga implementasi solusi. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama: sosialisasi awal dengan ketua kelompok tani untuk membangun komunikasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi teknis yang membahas alternatif penanganan lahan tergenang dengan materi pembuatan saluran drainase dan strategi pemupukan adaptif, serta monitoring dan evaluasi melalui wawancara untuk mengukur dampak program terhadap pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman petani tentang pentingnya pengelolaan drainase dan strategi pemupukan tepat untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Program juga membuka peluang diversifikasi usaha melalui tanaman sela untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan petani. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan intensif, fasilitasi akses sarana produksi, dan pembentukan sistem monitoring mandiri oleh kelompok tani.
Analisis Tingkat Kematangan dan Sifat Fisik Tanah Gambut pada Perbedaan Umur Kelapa Sawit di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Silvia Cindi; Bambang Widiarso; Romiyanto
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4221

Abstract

Lahan gambut merupakan ekosistem penting yang memiliki fungsi ekologis sebagai penyimpan karbon dan pengatur tata air, namun memiliki karakteristik fisik yang rentan mengalami degradasi akibat perubahan penggunaan lahan, terutama untuk perkebunan kelapa sawit. Aktivitas budidaya kelapa sawit pada lahan gambut dapat memengaruhi tingkat kematangan gambut dan perubahan sifat fisik tanah melalui proses drainase, dekomposisi bahan organik, serta perubahan struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan dan sifat fisik tanah gambut pada perbedaan umur tanaman kelapa sawit di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya serta mengetahui hubungan antara kadar serat dengan parameter sifat fisik tanah gambut. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dan analisis laboratorium dengan membandingkan dua penggunaan lahan kelapa sawit berumur 2 tahun dan 13 tahun. Parameter yang diamati meliputi tingkat kematangan gambut, kedalaman gambut, kedalaman muka air tanah, kadar serat, kadar air kondisi lapangan, bobot isi, porositas total, dan permeabilitas tanah. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test dan uji korelasi Spearman pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gambut pada kedua umur tanaman didominasi oleh kategori saprik. Perbedaan umur tanaman kelapa sawit tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik tanah gambut, ditunjukkan oleh parameter kadar serat, kadar air, bobot isi, porositas total, dan permeabilitas yang tidak berbeda nyata secara statistik. Nilai porositas tanah tergolong porous hingga sangat porous, sedangkan permeabilitas tanah termasuk kategori agak lambat. Hasil korelasi menunjukkan bahwa kadar serat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar air, bobot isi, porositas, maupun permeabilitas tanah gambut. Kesimpulannya, perbedaan umur tanaman kelapa sawit selama 2 tahun dan 13 tahun pada lokasi penelitian belum menyebabkan perubahan signifikan terhadap karakteristik fisik tanah gambut, namun pengelolaan tata air dan konservasi tetap diperlukan untuk mempertahankan fungsi ekologis lahan gambut.
WATER QUALITY STUDIES FOR IRRIGATION ON SUB WATERSHEDS NGARAK WATERSHEDS MANDOR vivin, florianus selvinus; Saifudin, Saifudin; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3380

Abstract

Watersheds is an area where all the water goes into the river that separated by topography, watershed condition at an area will show the conditions that exist in the surrounding environment. This study aims to determine the classification spesific water for irrigation in the watershed Ngarak District Overseer. This research was done in two (2) outlets located on the watershed Ngarak Mandor District outlet A and outlet B. The study took place from December 2012 until May 2013, with a total area of approximately 6,750 ha. This study begins by collecting biophysical data that includes classroom watershed slope, soil type, land use, rainfall and agriculture. The Method of water quality analysis has done of direct measurements in the field and laboratory measurements with observational parameters include: Salinity, Boron, SAR, RSC, temperature, water pH, flow discharge, Brightness, alkalinity, and Content of Sediments. The measurement results of water samples showed an average salinity values ??ranged from 0.0073 ds / m - 0.077 ds / m, the average level of Boron ranged from 0.017 mg / l - 0.018 mg / l. Average SAR values ??ranged from 1.003 to 1.486, the average RSC ranged between 0.0062 meq / l - 0.0314 meq / l, and a supporter of the variables, the average water temperature ranged between 26.68 C0 - 27, 12 C0, the average pH of the water ranged from 6.73 to 6.85, the average flow discharge ranged from 0.979 m3/second - 2,017 m3/second, Brightness average water ranged from 48.6 cm - 110.8 cm, and alkalinity ranged from an average of 5.26 mg / l - 7.18 mg / l and the average content of sediments ranged from 5.4 mg / l - 18.8 mg / l. Based on the analysis and calculation of the main variables and the supporting variables, the water Watershed District Overseer Ngarak can be used for irrigation because it is based on the classification of the suitability of water for irrigation, watershed Ngarak Mandor District on appropriate criteria for irrigation class.
STUDI KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI DI SUB DAS NGARAK DAS MANDOR vivin, florianus selvinus; Saifudin, Saifudin; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.651 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3390

Abstract

ABSTRAK Daerah aliran sungai (DAS) merupakan daerah dimana semua airnya masuk ke dalam sungai yang dipisahkan oleh topografi, keadaan DAS pada suatu daerah akan menunjukan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui klasifikasi kesesuain air untuk irigasi di daerah aliran sungai (DAS) Ngarak Kecamatan Mandor. Penelitian ini di lakukan pada 2 (dua) outlet yang terdapat pada DAS ngarak Kecamatan Mandor yaitu outlet A dan outlet B. Penelitian ini berlangsung mulai bulan Desember 2012 samapai bulan Mei 2013 dengan luas keseluruhan kurang lebih 6.750 ha. Penelitian ini diawali dengan mengupulkan data biofisik DAS yang meliputi kelas lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, hurah hujan dan pertanian. Metode analisi kualitas air yang dilakukan yaitu pengukuran langsung di lapangan dan pengukuran di laboratorium dengan parameter pengamatan meliputi ; Salinitas, Boron, SAR, RSC, Temperatur, pH Air, Debit Aliran, Kecerahan, Alkalinitas, dan Kandungan Sedimen. Hasil pengukuran sampel air menunjukan nilai rata-rata Salinitas berkisar antara 0,0073 ds/m – 0,077 ds/m, kadar Boron rata-rata berkisar antara 0,017 mg/l – 0,018 mg/l. Nilai SAR rata-rata berkisar antara 1,003 – 1,486, RSC rata-rata berkisar antara 0,0062 meq/l – 0,0314 meq/l, dan variabel pendukung yaitu, Temperatur air rata-rata berkisar antara 26,68 C0 – 27,12 C0, pH air rata-rata berkisar antara 6,73 – 6,85, Debit Aliran rata-rata berkisar antara 0,979 m3/detik – 2,017 m3/detik, Kecerahan air rata-rata berkisar antara 48,6 cm – 110,8 cm, dan Alkalinitas rata-rata berkisar antara 5,26 mg/l – 7,18 mg/l serta Kandungan Sedimen rata-rata berkisar antara 5,4 mg/l – 18,8 mg/l. Berdasrkan hasil analisis dan perhitungan variabel utama dan variabel pendukung, air pada DAS Ngarak Kecamatan Mandor dapat digunakan untuk irigasi karena berdasarkan klasifikasi kesesuaian air untuk irigasi, DAS Ngarak Kecamatan Mandor pada kriteria sesuai untuk klas irigasi.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang riduansyah, riduansyah; widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7620

Abstract

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Fredy Junian Pranata1)Riduansyah2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Abstract The study"Evaluasi Kesesuaian lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Dungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang". The purposeofthis studywas to assess thesuitability of landat the site ofresearchfordevelopmentof rice plants(Oryza sativa) and theirconstraintsandrecommendationsfor improvement.This study wasdonefromJune of2014toSeptember 2014. Twosoilprofilesrepresentingthe location ofexcavationandsoil samplesP1andP2(10106'48 "LS -100049'36" LSand1090053'36"BT -1100053'36" BT), which of horizonAandB.The methodusedin this studyis asurvey methodwith agridsystem. The results of the evaluation of the suitability of land to display the sub-group level limiting factors on SPT 1 and SPT 2 is need for land management in an effort to land use. Application of Geographic Information Systems (GIS) spatial information present in the form of maps of land suitability for rice crop and area information of each soil map unit. Land evaluation results indicate there are several limiting factors on the SPT 1 acidic pH and contains sulfidik andSPT 2 both contain acidic pH and contained sulfidic content. Land suitability evaluation efforts need to be supported by the provision of management recommendations include the recommendation liming, and fertilizer recommendation. Kata kunci : Tanaman Padi, Evaluasi Kesesuaian Lahan EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Fredy Junian Pranata1)Riduansyah2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Abstrak Penelitian "Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman padi (Oryza Sativa) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Penelitian ini di lakukan dari bulan juni 2014 samapai dengan September 2014. Dua profil tanah yang mewakili lokasi penggalian dan contoh tanah P1 dan P2 (1016"™48" LS "“ 10049"™36" LS dan 109053"™36" BT - 110053"™36" BT) yang di ambil dari horizon A dan B. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan system grid. Hasil Penelitian evaluasi kesesuaian lahan sampai tingkat sub group menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2 yang perlunya pengelolaan lahan dalam upaya pemanfaatan lahan. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) menyajikan informasi spasial berupa peta kesesuaian lahan untuk tanaman padi dan informasi luas area dari masing-masing satuan peta tanah. Hasil evaluasi lahan menunjukkan terdapat beberapa faktor pembatas pada SPT 1 yaitu pH yang masam dan mengandung sulfidikdan pada SPT 2 sama mengandung pH yang masam dan terdapat kandungan sulfidik. Upaya evaluasi kesesuaia lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain adalah rekomendasi pengapuran, dan rekomendasi pemupukan.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH FLUVAQUENTS PADA PERKEBUNAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Nurwalinda, Nurwalinda; Suryadi, Uray Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8640

Abstract

ABSTRAK STUDI SIFAT FISIKA TANAH FLUVAQUENTS PADA PERKEBUNAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Nurwalinda1), Urai Edi Suryadi2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Penelitian ini dilakukan pada perkebunan lada yang berbeda umur pengelolaan tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika tanah fluvaquents pada perkebunan lada di Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan sistem diagonal pada empat lokasi perkebunan lada dengan masing-masing lokasi sebanyak empat titik. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah secara utuh dan terganggu. Parameter utama penelitian ini adalah bobot isi, porositas, kadar air tanah kapasitas lapangan, kemantapan agregat, konsistensi, dan tekstur, sedangkan parameter pendukung terdiri dari reaksi tanah (pH) dan C/N ratio. Berdasarkan hasil analisis uji korelasi menunjukkan bahwa umur pengelolaan tanah tanaman lada tidak signifikan terhadap bobot isi, kadar air, dan kemantapan agregat, tetapi signifikan terhadap C/N ratio dengan nilai signifikasi 0,033 dengan nilai r = 0, 967. Kata kunci : Fluvaquents, lada, sifat fisika Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Tahun 2015 ABSTRACT STUDY ON PHYSICAL FLUVAQUENTS SOILS IN PEPPER PLANTATION AT GALING DISTRICT SAMBAS REGENCY Nurwalinda1),Urai Edi Suryadi2) and BambangWidiarso2) 1)Faculty of Agriculture and 2) Lecturer Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak This research was conducted at a soil management wich has different pepper growing age. The purpose of this study was determine the physical properties of the fluvaquents soil where has a pepper plantations in the Galing district Sambas regency. Soil sampling was performed using the diagonal system at four sites of pepper plantations, and with each location has four soil sampling points. The research method is taking an undisturb, and disturbed soil sampling. The main parameters of this study is the bulk density, porosity, of field capacity soil water content, aggregate stability, consistency, and texture, while the parameters of the supporting are soil reaction (pH) and C/N ratio. Based on the results of correlation analysis showed that the diffirent growing age of the pepper plantation are not significantly to the bulk density, soil water content of field capacity, and aggregate stability, but significantly to the C/N ratio (α = 0.033, r = 0, 967). Keywords:,Fluvaquents, pepper, physical properties
PREDIKSI EROSI DENGAN METODE USLE PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MASYARAKAT DI GUNUNG SEHAK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK JACK, PETRUS ROIMAI; SURYADI, URAI EDI; WIDIARSO, BAMBANG
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11628

Abstract

Lokasi penelitian merupakan hutan sekunder dengan bentuk wilayah yang sangat curam. Sejak tahun 2008 sampai sekarang telah terjadi pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit masyarakat dengan cara tebang bakar dan dikelola dengan tidak melakukan tindakan konservasi, sehingga perubahan penggunaan lahan ini turut mempercepat degradasi tanah melalui erosi tanah yang berujung pada kehilangan hara serta kelestarian/umur lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi besarnya erosi dan tingkat bahaya erosi yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari (1) Persiapan penelitian meliputi kegiatan penelaahan data sekunder (pra lapangan) antara lain : studi pustaka dan penentuan titik pengamatan; (2) Penelitian dan pengamatan lapangan yaitu menentukan titik "“ titik koordinat pengamatan, pengecekan hasil interpretasi peta kelas lereng untuk melengkapi data kemiringan dan panjang lereng, usaha konservasi yang telah dilakukan, sistem pengelolaan lahan dan vegetasi yang ada di lokasi penelitian, serta pengambilan contoh tanah; (3) Analisis contoh tanah di laboratorium; (4) Analisis data dan penyajian hasil penelitian mengenai prediksi erosi dengan metode USLE pada lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat di Gunung Sehak Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Prediksi laju erosi mencapai 4397,50 sampai 13171,32 ton/ha/tahun. Nilai erosi yang dapat ditoleransi berkisar antara 29,05 sampai 51,74 ton/ha/tahun. Nilai prediksi erosi sangat besar dibandingkan dengan nilai erosi yang dapat ditoleransi dan tingkat bahaya erosi berada pada status sangat berat pada semua lahan. Perencanaan dan penanggulangan bahaya erosi yang sesuai adalah hutan alami (primer) yang berkembang baik dengan seresah tinggi atau mengembalikan lahan sebagai hutan alami, dan jika lahan masih ingin dipertahankan maka direkomendasikan penerapan tindakan konservasi untuk menekan besarnya erosi yaitu mengombinasikan: secara vegetatif (penanaman LCC (Leguminosa Cover Crops)) dan secara mekanik (pembuatan teras bangku konstruksi baik; teras bangku konstruksi sedang; teras bangku konstruksi kurang baik; teras bangku teras tradisional; teras bangku teras tradisional yang dilengkapi dengan rorak; dan pembuatan parit yang memotong lereng menurut garis kontur).
STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUM KECAMATAN RASAU JAYA SISKAWATI, SELLY; SURYADI, URAI EDI; WIDIARSO, BAMBANG
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22356

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUMKECAMATAN RASAU JAYA Selly Siskawati(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura PontianakABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah gambut pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 3 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, kebun campuran dan semak belukar masing-masing 6 titik pengamatan dan 2 kedalaman yaitu kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika : kematangan gambut, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, bobot jenis partikel, porositas tanah, kadar abu dan konduktivitas hidrolik; Parameter pendukung : reaksi tanah (pH), ketebalan gambut, jeluk muka air tanah, jeluk muka air di saluran drainase, C-Organik, N-Total dan rasio C/N. hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika : tingkat kematangan gambut di lokasi penelitian tergolong hemik. Bobot isi pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kebun campuran kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan penggunaan lahan lainnya. Berat jenis partikel pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan semak belukar kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Porositas total pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dari penggunaan lahan lainnya. Kadar abu pada penggunaan lahan kebun campuran kedalaman 0-30 cm dan semak belukar lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Konduktivitas hidrolik pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Parameter pendukung : reaksi tanah di lokasi penelitian tergolong sangat masam, ketebalan gambut di lokasi penelitian tergolong gambut sedang, jeluk muka air tanah di lokasi penelitian tergolong sedang "“ agak dalam, jeluk muka air di saluran drainase tergolong kedalaman sedang, kandungan C-Organik di lokasi peneliatan tergolong sangat tinggi, N-Total tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi dan rasio C/N tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi. Kata kunci : penggunaan lahan, Tanah gambut, sifat fisika tanah
Karakter Fisika Tanah Entisols Pada Dua Sistem Pengelolaan Lahan Budidaya Tanaman Jeruk Siam Di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas GUSTARI, ANA; suryadi, urai edi; widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22824

Abstract

Tanaman jeruk siam (Citrus nobilis L. var microcarpa) merupakan salah satu komoditas holtikultura andalan Kalimantan barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter fisika tanah Entisols pada penggunaan lahan lokasi A (terumbuk dengan sistem tumpangsari tanaman cabai, dan lada) dan lokasi B (terumbuk kosong) di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian terdiri dari 2 lokasi pnelitian yaitu lokasi A luas 1 ha dan lokasi B 2 ha. Parameter penelitian meliputi: parameter lapangan ( profil tanah, dan kedalaman muka air tanah) sifat fisika tanah (warna tanah, tekstur, struktur, kemantapan agregat, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapangan, dan konduktivitas hidraulik) serta kimia tanah (reaksi tanah, C-organik, N-total dan C/N ratio tanah ). Hasil pengamatan warna tanah di lapangan pada lokasi A coklat (7,5 YR 5/2) abu"“abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu sangat gelap (10 YR 3/1) dan pada lokasi B coklat (7,5 YR 5/2), abu-abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu gelap (7,5 YR 4/1). Tekstur tanah pada lokasi A lempung berdebu dan lempung liat berdebu, sedangkan pada lokasi B lempung liat berdebu, debu dan lempung berdebu. Struktur tanah pada kedua lokasi tergolong masif. Kemantapan agregat tanah pada kedua lokasi penelitian tergolong kuat, Bobot isi tanah kedua lokasi tergolong sedang. Porositas total tanah pada lokasi A tergolong kurang baik dan lokasi B tergolong baik. Kadar air kapasitas lapangan lokasi A 61,20% dan lokasi B 63,80 %. Permeabilitas tanah pada kedua lokasi tergolong cepat. Kedalaman muka air tanah pada lokasi A dan B tergolong dalam. Reaksi tanah (pH) pada kedua lokasi termasuk sangat masam. C-Organik tanah pada lokasi A dan B dan tergolong tinggi. N-total pada lokasi A dan B tergolong sedang. C/N Ratio tanah pada lokasi A dan B tergolong rendah. Kata Kunci: Budidaya Jeruk, Tanah Entisols