Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN POC KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K SERTA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN DI LAHAN GAMBUT Pratama, Dafib Brilian; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Widiarso, Bambang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4253

Abstract

One effort to increase cucumber productivity is to increase fertilizer input. One of the fertilizer products on the market is Organic Liquid Compost (OLC). This research aims to determine the effect of giving chicken manure OLC on the availability of N, P, K nutrients as well as the growth and yield of cucumber plants in peat soil. The research consisted of 5 treatments and 4 replications, so there were 20 experimental units. The parameters used in this research include: soil pH, soil C-Organic, soil N-total, soil available P, soil K-DD, fruit length per plant, number of fruit per plant, fruit weight per plant, plant height, and number of leaves per plant. From the research results it is known that the OLC treatment of 300 ml/l chicken manure gave the best results in P-available, namely 2077 ppm, in fruit length per plant, namely 23.66 cm, in the number of fruit per plant, namely 2.25 fruit, in fruit weight per plant, namely 366.6 grams, as well as plant height, namely 101.35 cm. Keywords: cucumber plant, olc chicken manure, pead soil INTISARISalah satu upaya meningkatkan produktivitas mentimun adalah dengan meningkatkan input pupuk. Salah satu produk pupuk yang beredar di pasaran adalah Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC kotoran ayam terhadap ketersediaan hara N, P, K serta pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun di tanah gambut. Penelitian terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: pH tanah, C-Organik tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, K-dd tanah, panjang buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, tinggi tanaman, dan jumlah daun per tanaman. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan POC kotoran ayam 300 ml/l memberikan hasil terbaik pada P-tersedia, yaitu 2077 ppm, pada panjang buah per tanaman, yaitu 23,66 cm, pada jumlah buah per tanaman, yaitu 2,25 buah, pada berat buah per tanaman, yaitu 366,6 gram, serta pada tinggi tanaman, yaitu 101,35 cm. Kata kunci: poc  kotoran ayam, tanaman mentimun, tanah gambut
PENGEMBANGAN OLAHAN ALOE VERA MENJADI PRODUK YANG BERNILAI JUAL PADA UKM I SUN VERA Widiarso, Bambang; Yusra, Abdul Hamid A.; YVI, U. Suci
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v2i2.7180

Abstract

UKM ISUN VERA bergerak di bidang olahan lidah buaya sejak tahun 2004, merupakan target IbM melalui proses pendampingan kemitraan, untuk meningkatkan diversifikasi produk olahan lidah buaya, peningkatan kualitas produksi dengan teknologi perbaikan kemasan, pemasaran dengan sistem on line.  Sebelumnya UKM ISUN VERA telah mengolah berbagai kuliner dari  lidah buaya   seperti manisan,  dodol, minuman segar, dan instan aloe merupakan salah icon kuliner Kota Pontianak.Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah :1. Terdapat produk baru dari hasil inovasi diversifikasi produk olahan lidah buaya, yang akan menambah keanekaragaman produk yang telah dikenal sebelumnya yaitu kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu `kunyit asam berbasis aloe; 2. Sistem pemasaran yang lebih modern selain pemasaran yang telah dilakukan selama ini yaitu pemasaran dengan sistem Online seperti pembuatan Web,3. Mendapatkan kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Isun Vera. Pelaksanaan kegiatan  dimulai dengan diskusi bersama Ibu Sunani sebagai pemilik UKM Isun Vera dan peserta pelatihan bagaimana membuat kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu`kunyit asam berbasis aloe. Selanjutnya dilakukan pelatihandengantujuan untukmemberikan pengetahuan dan keterampilandalam pembuatan kue brownies, lapis legit dan jamu kunyit asam berbasis aloe. Pemasaran dengan system on line yaitu pembuatan web, Pembuatan labeling dan kemasan produk juga diberikan. Peserta IbMsangat bersemangat  mengikuti kegiatan  penyuluhan dan melakukan kegiatan praktek pembuatan aneka kue dan jamu kunyit asam berbasis aloe.  Ketua UKM sangat menyadari dengan adanya diversifikasi olahan kue dan jamu berbasis aloe, dan pembuatan label dan kemasan serta web site akan menambah daya jual produk berbasis aloe dan akan terus membuat produk yang teah di transfer oleh tim IbM. Kata kunci: diversifikasi produk aloe, brownies,lapis legit, jamu kunyit asam,
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI PADA TANAMAN JAGUNG DI DESA PUNGGUR KECIL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Fadilla, Ulfia; Sulakhudin; Widiarso, Bambang; Arief, Fiera Budiarsyah
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.394

Abstract

Kelompok Tani Alang Umar Jaya melakukan budidaya pada tanah gambut. Beberapa petani sudah mencoba untuk budidaya jagung namun produksi sangat rendah. Pelaksanaan penanaman yang dilakukan petani masih menggunakan teknik budidaya yang bersifat umum, seperti aplikasi pupuk belum didasarkan pada kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Solusi masalah tersebut dengan penerapan teknologi pemupukan spesifik lokasi dengan penambahan bahan amelioran (pembenah tanah) dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani. Tujuan kegiatan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kegiatan bimbingan, pendampingan dan pelatihan tentang pengetahuan dasar tentang penerapan teknik pemupukan spesifik lokasi, pengelolaan tanah, pemupukan dan pengendalian hama penyakit pada tanaman jagung di Kelompok Tani Alang Umar Maju Desa Punggur Kecil. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: melakukan karakterisasi kendala sistem usahatani, potensi dan peluang penerapan teknologi pemupukan spesifik lokasi untuk tanaman jagung di lahan gambut dengan metode Participatory Rural Appraisal atau Rapid Rural Appraisal (PRA/RRA), Aplikasi teknologi pemupukan spesifik lokasi budidaya jagung di lahan gambut dengan metode Demplot, diseminasi, dan sosialisasi hasil kegiatan demplot. Kegiatan ini petani sangat antusias dan tertarik dengan metode penerapan teknologi pemupukan yang disampaikan. Hasil dari penerapan teknologi pemupukan ini tanaman tumbuh lebih bagus dan bisa membantu dalam meningkatkan hasil pertanian jagung di lahan pertanian milik petani.
Pengaruh Pemberian Arang Sekam Padi dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Tomat Ceri (Solanum Lycopersicum Var. Cerasiforme) di Tanah Ultisol Markus, Dodi; Suswati, Denah; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84516

Abstract

Tomato production in West Kalimantan has decreased, but demand is increasing every year. One of the efforts that can be made to increase tomato production is the use of Ultisol soil, however, the use of this soil faces problems with soil characteristics which can inhibit plant growth if not managed properly. This research aims to determine the effect of applying rice husk charcoal and cow manure on the availability of N, P, K nutrients and the growth of cherry tomato plants in Ultisol soil. This research used a two-factor experimental method arranged in a factorial completely randomized design (CRD). First factor is rice husk charcoal (A) which consists of 3 treatment levels, namely treatment without rice husk charcoal (A0), 17 tons/ha of rice husk charcoal (A1), and 34 tons/ha (A2). Second factor is cow manure (P) which consists of 3 levels of treatment, namely without cow manure (P0), 25 tons/ha of cow drum fertilizer (P1), and 50 tons/ha (P2). The experiment was repeated 3 times so that there were 27 experimental units. The results of the research can be concluded that the application of rice husk charcoal and cow manure to the A2P2 treatment can increase soil pH by 17%, soil organic C by 86%, and soil nutrient availability (N, P, and K) by 75%-342%, Providing rice husk charcoal and cow manure in the A1P2 treatment can increase the growth parameters of cherry tomato plants by 101%-262%. The combination of rice husk charcoal and cow manure treatment interacts with the parameters of soil pH, soil available phosphorus, and plant height.    ABSTRAKProduksi tomat di Kalimantan Barat mengalami penurunan, namun permintaan semakin meningkat setiap tahunnya. Satu diantara upaya yang dapat dilakuan untuk meningkatkan produksi tomat adalah pemanfaatan tanah Ultisol, namun demikian pemanfaatan tanah ini menghadapi kendala karakteristik tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman bila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan hara N, P, K, dan pertumbuhan tanaman tomat ceri di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dua faktor yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah arang sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu perlakuan tanpa arang sekam padi (A0 ­), arang sekam padi 17 ton/ha (A1), dan 34 ton/ha (A2). Faktor kedua adalah pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk kandang sapi (P0), pupuk kandang sapi 25 ton/ha (P1), dan 50 ton/ha (P2). Percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi pada perlakuan A2P2 dapat meningkatkan pH tanah sebesar 17%, C-organik tanah sebesar 86%, dan ketersediaan hara tanah (N, P, dan K) sebesar 75%-342%, Pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi pada perlakuan A1P2 dapat meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman tomat ceri sebesar 101%-262%.   Kombinasi perlakuan arang sekam padi dan pupuk kandang sapi berinteraksi terhadap parameter pH tanah, fosfor tersedia tanah, dan tinggi tanaman.
Pemberian Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk N, P, K terhadap Ketersediaan Unsur Hara N, P, K serta Petumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays) di Tanah Ultisol Nurah Mani, Rita Amalia; Hayati, Rita; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.87589

Abstract

Tanah Ultisol menjadi sebuah pilihan dalam memberdayakan lahan marjinal akibat berkurangnya lahan produktif untuk pertanian. Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur seperti Al-dd tinggi, kandungan unsur hara N, P, K rendah, pH rendah (4,5), nilai KTK dan KB rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah yang terjadi pada Tanah Ultisol untuk budidaya tanaman jagung yaitu melalui pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap analisis ANOVA dengan uji F. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan"™s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari P1 (100% pupuk N, P, K (Urea 11 g/polybag, SP-36 9 g/polybag, KCl 7g/polybag)), P2 (50% pupuk N, P, K (Urea 5,5 g/polybag, SP-36 4,5 g/polybag, KCl 3,5 g/polybag)), P3 (100% pupuk N, P, K (Urea 11 g/polybag, SP-36 9 g/polybag, KCl 7g/polybag) + 100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)), P4 (50% pupuk N, P, K (Urea 5,5 g/polybag, SP-36 4,5 g/polybag, KCl 3,5g/polybag) + 100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)) dan P5 (100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K pada perlakuan P3 dapat meningkatkan pH tanah (2,7%),K-dd (4,59%), Tinggi Tanaman (63,06%) dan Diameter Batang (68,16%).
Analysis of Environmental Carrying Capacity and Environmental Accompany Based on Ecosystem Services in Cultivation Areas in The Bengkayang Regency RTRW 2025-2045 Widiarso, Bambang; Riduansyah, Riduansyah; Junaidi, Junaidi; Agustine, Leony
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.10014

Abstract

The preparation of regional spatial plans must be guided by the analysis of environmental carrying capacity and carrying capacity, the method of measuring environmental carrying capacity and carrying capacity based on ecosystem services with a spatial approach has a more appropriate use value. This study aims to identify and analyze the environmental carrying capacity and carrying capacity based on ecosystem services in the RTRW Cultivation Area of ​​Bengkayang Regency in 2025-2045. The research method uses the main basic data approach, namely the characteristics of the landscape ecoregion, natural vegetation communities, and land use. Data analysis uses expert-based evaluation methods, pairwise comparisons, and weighted sums to obtain the value of the ecosystem service index. The results of the study obtained water carrying capacity in accordance with the Decree of the Minister of Environment and Forestry No. 146 of 2022, the carrying capacity of water supply ecosystem services is dominated by the medium category of 61.126%, the carrying capacity of food supply services is high category 54.20%, the carrying capacity of climate regulation ecosystem services is dominated by the high category 54.83%, the carrying capacity of disaster protection ecosystem services is dominated by the high category 77.64%, the carrying capacity of flora and fauna supporting ecosystem services is dominated by the low category 88.73%, and the carrying capacity of genetic resource providing ecosystem services is dominated by the high category 63.75%. The conclusion is that the cultivation locations in the Bengkayang Regency RTRW for 2025-2045 are generally in accordance with the carrying capacity and environmental capacity based on ecosystem services.
Pemberian Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk N, P, K terhadap Serapan Hara N, P, K serta Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Ultisol Rizki, Saffira Nurfadilah; Hayati, Rita; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.87876

Abstract

Ultisol soil is one of the soil types that are widespread in Indonesia, especially West Kalimantan, and has the potential to be used as corn (Zea mays L.) cultivation land. Based on its characteristics, Ultisol is less supportive of plant growth because it has an acidic pH (
PREDIKSI EROSI TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU Virgiansyah, Irgi; Widiarso, Bambang; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93099

Abstract

Potensi masalah yang dapat mengancam keberlanjutan pertanian dan kesuburan tanah adalah erosi tanah, terutama pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Lumut yang memiliki berbagai macam kemiringan lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Memprediksi tingkat erosi tanah menggunakan metode USLE, Mengetahui tingkat indeks bahaya erosi (IBE) dengan menggunakan metode erosi yang dapat ditoleransi, dan tindakan konservasi yang dapat dilakukan pada lahan kelapa sawit di Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Titik pengamatan diambil sebanyak 22 titik pengamatan pada 8 satuan lahan, pada setiap satuan lahan memiliki jenis tanah dan kemiringan lereng yang berbeda "“ beda. Kemudian, data dianalisis menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation) Hasil penelitian nilai erosi aktual tertinggi terdapat pada SL 7 yaitu sebesar 3922,66 ton/ha/thn, sedangkan untuk erosi aktual yang terendah terdapat pada SL 6 sebesar 879,73 ton/ha/thn. Indeks bahaya erosi tertinggi terdapat pada titik SL 7 sebesar 55,95 dan indeks bahaya erosi terendah berada pada titik SL 6 sebesar 14,76. Tindakan konservasi yang dapat dilakukan untuk menekan besarnya erosi tanah dengan menggunakan tindakan konservasi penanaman tanaman penutup tanah rendah pada tanaman perkebunan dengan kerapatan tinggi dari hasil perhitungan tindakan konservasi tersebut mampu mengurangi tingkat bahaya erosi secara signifikan.
Pembuatan Media Tanam Untuk Pembibitan Tanaman Reklamasi Pada Kelompok Tani Mamalam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Sulakhudin, Sulakhudin; Fadilla, Ulfia; Widiarso, Bambang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2965

Abstract

Satu di antara kegiatan reklamasi lahan tambang adalah dilakukannya revegetasi. Kelompok Tani Mamalam melakukan bubidaya pembibitan tanaman reklamasi, yang mengalami kendala pada banyaknya bibit mati setelah ditanam di lahan reklamasi. Tanaman dapat tumbuh pada lahan reklamasi yang mampu beradaptasipada kondisi tanah yang miskin hara. Maka di perlukan bibit tanaman yang tumbuh baik, salah satu hal yang menetukkan keberhasilan tumbuh tanaman reklamasi adalah media tanam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dasar pembuatan media tanam, pengelolaan tanah, pemupukan dan pengendalian hama penyakit pada media tanam pembibitan tanaman serta melakukan praktek pembuatan media tanam yang baik pada Kelompok Tani Mamalam. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, praktek pembuatan media tanam dan monitoring dan evaluasi dari media tanam yang dibuat. Kegiatan tersebut diikuti petani dengan sangat antusias pada kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan media tanam dengan menggunakan bahan tanah, sekam padi dan kompos. Berdasarkan monitoring dan evaluasi dilapangan media tanam kelompok tani menjadi lebih bisa mengelolaan media tanam yang tepat untuk pembibitan tanaman hutan yang digunakan sebagai tanaman reklamasi.
IDENTIFIKASI DAN KAJIAN PEMANFAATAN SUMBER AIR SEBAGAI SUMBER AIR BAKU DI KAWASAN FUNGSI LINDUNG TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG, KABUPATEN KAYONG UTARA Riduansyah, Riduansyah; Junaidi, Junaidi; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Widiarso, Bambang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3595

Abstract

Water is very necessary for development in almost all sectors, from the agriculture and fisheries sector, facilities and infrastructure, the environment to tourism. Water can be used as raw water for drinking water, irrigation, daily needs such as bathing and washing, industrial needs and for other purposes such as fishing and swimming pools. The sustainability of water resources needs to be maintained considering its very important benefits in life and development. The government and KKU community must of course make every effort to utilize all the potential of natural resources and human resources and technology to meet the main living needs of the community by examining all existing potential. Research methods (1) field observation, (2) interviews, and (3) Focus Group Discussion (FGD). Government Regulation (PP) Number 82 of 2001 concerning Water Quality Management and Control of Water Pollution that can be used as a drinking water source is a water source located within the Sukadana District area.The results of the study show that water that can be used as a source of drinking water is a water source located within the Sukadana District area Government Regulation (PP) Number 82 of 2001 concerning Water Quality Management and Control of Water Pollution that can be used as a drinking water source is a water source located within the Sukadana District area. The results of the study show that water that can be used as a source of drinking water is a water source located within the Sukadana District area water sources: Lubuk Tapah/Mentubang (elevation 73 meters above sea level), Air Padan/Air Berguruh (elevation 30 meters above sea level), Water Panjang/Sembutak (18 meters above sea level) Water Turturh (19 meters above sea level), Batu Gamal (35 meters above sea level), Ceremai (78 meters above sea level) , Lubuk Baji(314 masl), Air Genteng/Air Genderia/Mt. Peramas (elevation 43 meters above sea level) Air Mt. Mask (elevation 58 meters above sea level) Madi Bintang/Air Pauh (elevation 85 meters above sea level), Air Pematang/Pangkalan Taib (elevation 18 meters above sea level), Ne' Utong (elevation 27 meters above sea level). Keywords: raw water, clean water, clean water recommendations, water resources INTISARI  Air sangat diperlukan untuk pembangunan hampir di semua sektor, mulai dari sektor pertanian dan perikanan, sarana dan prasarana, lingkungan hidup hingga pariwisata. Air dapat dimanfaatkan sebagai air baku untuk air minum, irigasi, kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci, kebutuhan industri dan untuk keperluan lain seperti pemancingan dan kolam renang. Keberlanjutan sumber daya air perlu dijaga mengingat manfaatnya yang sangat penting dalam kehidupan dan pembangunan. Pemerintah dan masyarakat KKU tentunya harus berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan seluruh potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia serta teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup utama masyarakat dengan menelaah seluruh potensi yang ada. Metode penelitian (1) observasi lapangan, (2) wawancara, dan (3) Focus Group Discussion (FGD). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum adalah sumber air yang terletak di wilayah Kecamatan Sukadana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum adalah sumber air yang berada dalam wilayah Kecamatan Sukadana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum adalah sumber air yang terletak di dalam wilayah Kecamatan Sukadana. Daerah Kecamatan Sukadana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa air yang dapat digunakan sebagai sumber air minum adalah sumber air yang terletak di wilayah Kecamatan Sukadana Sumber air : Lubuk Tapah/Mentubang (ketinggian 73 meter diatas permukaan laut), Air Padan/Air Berguruh ( ketinggian 30 meter diatas permukaan laut), Perairan Panjang/Sembutak (18 meter diatas permukaan laut), Perairan Turturh (19 meter diatas permukaan laut), Batu Gamal (35 meter diatas permukaan laut), Ceremai (78 meter diatas permukaan laut), Lubuk Baji (314 mdpl), Air Genteng/Air Genderia/Mt. Peramas (ketinggian 43 meter di atas permukaan laut) Air Gunung Masker (ketinggian 58 meter di atas permukaan laut) Madi Bintang/Air Pauh (ketinggian 85 meter di atas permukaan laut), Air Pematang/Pangkalan Taib (ketinggian 18 meter di atas permukaan laut), Ne ' Utong (ketinggian 27 meter di atas permukaan laut). Kata Kunci: air baku, air bersih, rekomendasi air bersih, sumber daya air