Siti Fatimah
Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Keperawatam Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin Suprapti Suprapti; Mahfuzhah Deswita Puteri; Siti Fatimah; Bardiati Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1245

Abstract

Masalah gizi yang berdampak langsung pada risiko bayi berat lahir rendah (BBLR), stunting, dan komplikasi kehamilan adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Kasus KEK di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin masih ditemukan dan cenderung fluktuatif setiap tahun sehingga diperlukan kajian khusus mengenai pola makan ibu hamil. Tujuan studi ini adalah menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian KEK ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat Kabupaten Tapin tahun 2026. Jenis studi adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Studi melibatkan populasi sebanyak 93 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, yang mengambil 42 ibu hamil di trimester I. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), kemudian diuji menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki pola makan baik (69,0%) dan sebagian besar tidak mengalami KEK (61,9%). Hasil uji statistik (p-value = 0,005; r = 0,429) menunjukkan hubungan yang signifikan dan bernilai positif antara pola makan dan insiden KEK pada ibu hamil. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk evaluasi dan penguatan program pencegahan KEK pada ibu hamil, khususnya melalui konseling gizi dan pemantauan pola makan sejak trimester pertama kehamilan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stigma Masyarakat Tentang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah Siti Fatimah; Syamsul Firdaus; Lukman Harun
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1809

Abstract

Stigma masyarakat terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi hambatan utama dalam upaya pemulihan dan peningkatan kualitas hidup penyandang gangguan jiwa. Berbagai faktor seperti sikap masyarakat, pengalaman kontak, akses layanan kesehatan, akses informasi kesehatan jiwa, dan kepercayaan budaya diduga berhubungan dengan terbentuknya stigma terhadap ODGJ. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap ODGJ di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat berusia 25–55 tahun di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir dan Kelurahan Kurun. Sampel sebanyak 99 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebagian besar responden memiliki stigma kategori sedang (49,5%), sikap positif (58,6%), pengalaman kontak sedang (46,5%), akses layanan kesehatan sedang (51,5%), akses informasi kesehatan jiwa cukup (47,5%), dan kepercayaan budaya positif (61,6%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap masyarakat (p=0,001), pengalaman kontak (p=0,003), akses layanan kesehatan (p=0,021), akses informasi kesehatan jiwa (p=0,008), serta kepercayaan budaya (p=0,002) dengan stigma masyarakat terhadap ODGJ. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa sikap masyarakat merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan stigma terhadap ODGJ (OR=4,82; p=0,001). Stigma masyarakat terhadap ODGJ dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan sosial, dengan sikap masyarakat sebagai faktor yang paling dominan. Upaya penurunan stigma perlu difokuskan pada peningkatan sikap positif melalui edukasi kesehatan jiwa, peningkatan literasi kesehatan mental, perluasan akses informasi dan pelayanan kesehatan jiwa, serta peningkatan pengalaman kontak yang positif dengan ODGJ melalui pemberdayaan masyarakat.