Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN DI KORIDOR JALAN RAYA BOGOR SEGMEN PASAR CISALAK Reinaldy T Y Darius; Tri Mulyono; Winoto Hadi
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v15i1.18035

Abstract

This research is a analysis of capacity and level of service at Jalan Raya Bogor segment Cisalak Market in existing condition with a purpose to optimize it based on rule that already assigned in Highway Capacity Manual (MKJI) year 1997. The result of analysis showed that capacity of Jalan Raya Bogor segment Cisalak Market can be optimize, from 3307 smp/hour to Jakarta become 3596,36 smp/hour. The direction to Bogor also having incresement from 2696,52 smp/hour become 3329,04 smp/hour.The degree of saturation and level of service direction to Jakarta can be upgraded from 0,47 (C) become 0,43 (B) at Sunday morning if its does not affect by the activity of the market, also in Monday morning which is restrained in LoS E with Ds 0,85 become 0,79 or in LoS D and in Monday afternoon with LoS D (0,76) become C (0,69). Meanwhile direction to Bogor can be upgraded in Saturday afternoon from LoS C (0,61) become B with the number of Ds 0,49, then in Sunday morning and afternoon also Monday morning respectively can be upgraded from C to B. Last, in Monday afternoon into LoS C with number of degree of saturation is 0,62 from LoS D with 0,76.
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN TERMINAL TRANSJAKARTA PADA STASIUN HARMONI CENTRAL BUSWAY BERDASARKAN PRESEPSI PENUMPANG Aditya Galih Anggoro; Winoto Hadi; Daryati Daryati
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v15i1.18063

Abstract

The result of this research show that level of service (LOS) obtained at Harmoni Central Busway Station for Friday July 14th, 2017, corridor which included with category LOS A (very good) was corridor 8A. Then, corridors with category LOS B (good) were corridors 1A, 2, 2A, 3, 5C, and 8, while for corridors with category LOS D (bad) were corridors 1 and 9B. For Monday July 16th, 2017, corridors which included with category LOS A (very good) were corridors 1A, 2, 2A, 3, 5C, 8, and 8A, while for corridors with category LOS C (good enough) were corridors 1 and 9B. For Sunday July 17th, 2017, corridor which included with category LOS A (very good) was corridor 8A. For the next, corridors with category LOS B (good) were corridors 2, 5C, and 8. Then, corridors with category LOS C (good enough) were corridors 1A, 2A, and 3, while for corridors with cateogry LOS D (bad) were corridors 1 and 9B. Value of satisfaction index to 4 factor dimensions of serivce is 66,028%, enter good criteria according to Transjakarta passengers perception at Harmoni Central Busway Station.
KAJIAN PARAMETER MARSHALL DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH KARET BAN-DALAM KENDARAAN SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN LAPIS AUS PERMUKAAN ASPAL BETON (AC-WC) Herry Takbir Akhbar; Winoto Hadi; Daryati Daryati
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v14i2.18120

Abstract

This research was using the waste of inner-tube rubber as an additive on asphalt concrete wearing course mixture (AC-WC). The purpose is to know is there a difference between aspal beton that used the waste of inner tube rubber on marshall parameter value. This reseach used experiment method that examine the marshall parameter in 5 extra content variations of the waste of inner-tube rubber, that is 1%, 2%, 3%, 4% and 5%, by 5 sample test items for each variant. Result of this reseach show that the best extra levels of inner-tube rubber was be obtained in 1% level with stability value 804.556 kg, melted value (flow) 3,0 mm, Marshall Quentient (MQ) value 271.333 kg/mm, Voin in Mineral Aggregates (VMA) value 19.131%, Void Filled with Asphalt (VFA) value 73.826% and Void in the Mix (VIM) 4.463%. based on the result of this research, it can be concluded that the inner-tube rubber can be used as an additive on asphalt concrete wearing course mixture (AC-WC).
TINGKAT AKSESIBILITAS PEJALAN KAKI (STUDI KASUS PEJALAN KAKI STASIUN DEPOK BARU) Hobir Nur Ikhsan; Winoto Hadi; Yusfita Chrisnawati
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v14i2.18123

Abstract

This research aims to find out the accessibility levels for pedestrian in Depok Baru Stastion based on time. The method used is observation include with the desk approach. The research is to find out walking distance the pedestrian walking along transfer process for transportation mode. Number of pedestrians that will be taken as many as 100 pedestrians from 3 points. The result of this research will accessibility index (AI) score with Public Transportation Accessibility Levels (PTAL) which based on time and transportation mode (railway as commuter line and car public transport). The result showed accessibility index levels for commuter line at 06.00 – 09.00 is 8,36 (poor) from Raya Margonda, and 9,37 (poor) from market area and Jl. Baru. Accessibility indeks levels for commuter line at 09.00 – 12.00 is 8,35 (poor) from Jl. Raya Margonda, 5,14 from Jl. Baru, and 5,00 from market area (very poor). Accessibility indeks levels for car public transport at 12.00 – 15.00 is 36,45 (excellent) to Jl. Raya Margonda, 36,46 (excellent) to Jl. Baru, and 84,29 (excellent) to market area. Accessibility index levels for car public transport at 15.00 – 18.00 is 27,35 (excellent) to Jl. Raya Margonda, 45,36 (excellent) to Jl. Baru, and 36,72 (excellent) to market area. Overall, accessibility index levels at Depok Baru Station is poor for commuter line and excellent for car public transport.
Studi Delay Time Dan Time Headway Bus Tranjakarta Koridor IV Winoto Hadi
LOGISTIK Vol 1 No 1 (2008): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dioperasikannya Bus Transjakarta (Tije) adalah memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, terjangkau bagi warga Jakarta. Namun dalam pengadaan itu sendiri juga banyak mengalami kendala terutama waktu kedatangannya yang cenderung lama padahal sudah cukup lama bus Transjakarta beroperasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi nilai delay time bus Transjakarta koridor IV di titik-titik konflik. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan besaran nilai delay time, time headway dan meminimize delay time. Metode penelitian menggunakan metode survey pengamatan (observasi) dengan melakukan pengamatan terhadap jalannya operasional bus Tije di titik-titik konflik pada jalur busway dan mengikuti perjalanan bus Tije (journey method). Variabel yang diteliti adalah jumlah kendaraan yang memotong jalur busway (mobil dan motor) dan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melewati titik konflik tersebut serta jumlah waktu bus Tije kembali ke titik semula. Survey tersebut mengamati waktu tundaan (delay time), waktu antar bus (time headway), jumlah armada bus yang beroperasi. Hasil dari observasi dideskriptifkan untuk melihat hubungan antara waktu tundaan dan waktu antar bus terhadap jumlah armada bus yang beroperasi.
Studi Tingkat Layanan Terminal Bus Kampung Melayu Dilihat Dari Sisi Pengguna Winoto Hadi
LOGISTIK Vol 1 No 2 (2008): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan transportasi kepada masyarakat yang langsung dapat dirasakan adalah pelayanan publik yang terdapat di dalam Terminal Bus. Terminal Bus di DKI Jakarta diharapkan dapat memberikan pelayanan yang berkualitas pada pengguna jasa angkutan dan juga pengguna pelayanan yang terdapat di dalam Terminal. Salah satu Terminal Bus yang terdapat di DKI Jakarta dan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat kota Jakarta adalah Terminal Bus Kampung Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat layanan Terminal Bus Kampung Melayu dilihat dari sisi pengguna. Teknik penelitian ini menggunakan metode survey untuk pengambilan sampel data (berupa kuisioner), adapun analisis pembahasannya menggunakan analisis deskriptif, metode Gap dengan cara menghitung skor Serqual dan diagram kartesius.
Analisis Kebutuhan Armada Kapal Kontainer di Indonesia Winoto Hadi
LOGISTIK Vol 2 No 1 (2009): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meminimalkan waktu operasional kapal selama 1 (satu) periode/siklus atau biasa disebut voyage (perjalanan kapal dari titik asal kembali ke titik asal. Sedangkan tujuan penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah (dephub dan INSA) dalam hal kebutuhan armada kapal yang sesuai untuk permintaan (demand) pada era sekarang dan masa mendatang. Sebelum di minimasi didapat bahwa komposisi armada kapal yang ada adalah generasi I (80 unit/tahun), generasi II (140 unit/tahun), generasi III (15 unit/tahun) dan generasi V (30 unit/tahun). Total jumlah armada kapal yang ada 265 unit/tahun. Setelah dilakukan minimasi, didapat bahwa kapal generasi V adalah paling signifikan untuk meminimalkan voyage kapal dengan kebutuhan armada kapal 20 unit/tahun hingga 60 unit/tahun. Untuk waktu putar kapal, kapal generasi I yang paling minimal (3000 jam) sesuai kondisi pelabuhan, namun pelabuhan juga mengalami perkembangan sehingga kapal generasi V menjadi yang paling minimal (perhitungan dillakukan berdasarkan B/M muatan 100%, 50%, 40%) sebesar 1000 jam.
Evaluasi Layanan Program Studi Transportasi Berdasarkan Persepsi Mahasiswanya Winoto Hadi
LOGISTIK Vol 2 No 2 (2009): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maksud penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar tingkat layanan yang diberikan oleh Program Studi Transportasi (PS Transportasi) kepada mahasiswa untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran sesuai visi, misi dan tujuan yang diamanatkan oleh fakultas dan universitas. Model layanan ini menggunakan teknik pendekatan 5 (lima) dimensi layanan yakni : Tangibilty, Reliabilty, Responsivness, Assurance, Emphaty. Berdasarkan hasil olah data menggunakan diagram kartesius, diperlihatkan bahwa : sarana kelas (TGB 1), laboratorium (TGB 2), peralatan laboratorium (TGB 3) dan kenyaman fasilitas ruang kegiatan (TGB 4) berada pada prioritas utama. Sedangkan untuk prioritas rendah adalah kualitas dosen (TGB 5) dan kualitas tenaga laboran (TGB 6). Diagram kartesius untuk lima dimensi layanan secara keseluruhan memperlihatkan bahwa : tangibility merupakan bagian prioritas utama, Reliability, emphaty dan responsivness mempertahankan prestasi dan assurance berlebih.
Analisis Jumlah Kapal Di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok Berdasarkan Nilai Layanan Kapal Pandu Winoto Hadi
LOGISTIK Vol 3 No 1 (2010): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maksud penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar tingkat layanan yang diberikan Kegiatan pelayanan kapal di pelabuhan sering mengalami hambatan ataupun kendala, salah satunya adalah pelayanan kapal yang terlalu lama yang berakibat waiting time arus kunjungan kapal mengalami deviasi melebihi standar waktu yang ditetapkan. Salah satu faktornya adalah belum optimalnya layanan pemanduan kapal dan fasilitas peralatan bongkar muat kapal di dermaga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar jumlah kapal yang dapat dilayani oleh Pelabuhan Tanjung Priok dengan model simulasi sistem dinamis dengan batasan melihat dari segi layanan pemanduan kapal dan tingkat kedatangan berdasarkan distribusi poisson tanpa melihat sistem bongkar muatnya.
ANALISIS PENERAPAN TARIF PROGRESIF DALAM UPAYA MENEKAN DWELLING TIME IMPOR DI PT. JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL Winoto Hadi; Dyah Puspitasari
LOGISTIK Vol 12 No 1 (2019): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v12i1.13710

Abstract

Tingginya dwelling time di pelabuhan menjadikan fungsi pelabuhan tidak sesuai. Dwelling time terdiri dari tiga komponen yaitu pre clearance, custom clearance, dan post clearance. Salah satu faktor tingginya dwelling time impor yaitu terdapat pada importir. Dwelling Time cenderung diatur oleh pengirim barang dan pada akhirnya memiliki kecenderungan untuk mengalami peningkatan. Sehingga kualitas layanan menjadi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi dwellingi time, tetapi biaya penyimpanan di pelabuhan juga berkontribusi. Penerapan tarif progresif ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai gerbang lalu lintas barang, bukan sebagai tempat menyimpan peti kemas. Penerapan tarif tersebut dapat dinilai konsekuensi dari barang yang ditumpuk lama di pelabuhan dan berharap agar dapat memberikan efek jera bagi pemilik barang impor untuk tidak berlama-lama menimbun peti kemas di kawasan lini satu pelabuhan