Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN FISIK PASTA GIGI EKSTRAK TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) widyaningrum, naniek; Maula, Ajni Minhatul; Andriani, Ainul; Permata, Amaliyah; Aprilia, Laela; Arief, Thendi Abdul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42714

Abstract

Penyebab karies gigi adalah bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif yang memiliki kemampuan mengubah karbohidrat menjadi asam laktat Karies gigi merupakan salah satu gangguan kesehatan gigi. Karies gigi terbentuk karena ada sisa makanan yang menempel pada gigi, yang pada akhirnya menyebabkan pengapuran gigi. Teh hijau merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk perawatan gigi. Daun teh hijau mengandung 30-40 % polifenol yang sebagian besar dikenal dengan katekin, yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau juga mampu untuk membunuh bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu sedian formulasi dan evaluasi sediaan pasta gigi ekstrak teh hijau (Camellia sinensis). Penelitian ini merupakan penelitian trial and error yang menggunakan Uji evaluasi terhadap sediaan pasta gigi yang meliputi uji stabilitas, organoleptik, homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji viskositas. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Prodi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Islam Sultan Agung. Data diperoleh dengan menggunakan analisis data yang sudah dilakukan uji ANOVA. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan hasil analisa untuk mendapatkan formulasi yang baik. Secara keseluruhan, semua formula pasta gigi yang diuji terbukti stabil, homogen, aman, dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, baik sebelum maupun setelah penyimpanan. Semua uji sediaan tidak mengalami perubahan yang signifikan kecuali pada uji viskositas dengan nilai 0,000 (p>0.05) maka dapat dikatakan mengalami perubahan yang signifikan.
RATIONAL USE OF MEDICINES BASED ON SHARIA PRINCIPLES IN SELF-MEDICATION AT SIROTO PHARMACY BANYUMANIK SEMARANG Rahma, Dinda; Rosyid, Abdur; Widyaningrum, Naniek
SAINS INDONESIANA Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3, No. 2 Edisi April 2025
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Islamic teachings, Muslims are encouraged to make efforts (ikhtiar) in facing various challenges, including when experiencing illness. Self-medication is one form of ikhtiar that is carried out independently to treat mild symptoms using over-the-counter or limited over-the-counter medicines. Rational drug use is key to ensuring the safety and effectiveness of treatment. The World Health Organization (WHO) defines rational drug use as the provision of medicines according to the patient's clinical needs, in the right dose and duration, and at an affordable cost. for Muslims, in addition to rationality, the halal aspect is also an important consideration in the use of medicines. The halal-thayyib principle, as explained in the Qur'an Surah Al-Baqarah verse 168, emphasizes the importance of choosing medicines that are not only safe and effective but also halal. however, the public's level of knowledge about the halal status of medicines is still relatively low. education about halal medicines is highly necessary, especially among Muslims, to increase awareness and understanding. this study aims to determine the level of public knowledge regarding the rational use of medicines based on sharia principles in self-medication practices. the method used is descriptive with a questionnaire instrument distributed directly to respondents. the results show that the majority of respondents understand the concept of rational drug use and prefer to obtain medicines from pharmacies and doctors. in terms of sharia, the understanding of the halal and haram concept in medicines is relatively high, but awareness of ingredients such as gelatin and alcohol remains low. therefore, more intensive education on the halal aspects of medicine use is needed so that Muslims can be more selective in accordance with Islamic law.     Ask ChatGPT  
Pengetahuan Apoteker terkait Covid-19 selama Pandemi Fatiha, Chilmia Nurul; Rahmadani, Azmi; Widyaningrum, Naniek
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i2.228

Abstract

Pharmacists’ role during Covid-19 pandemic is important in order to prevent and reduce the transmission rate. Pharmacist need to have good level of knowledge to ensure the role. This study aims to determine the level of pharmacists’ knowledge regarding Covid-19 and related factors. This is an observational study with cross-sectional approach. A questionnaire regarding Covid-19 was distributed to webinar participants in December 2021. The questionnaire is consisted of demographic questions and 15 Covid-19 knowledge questions. A total of 333 pharmacists responded, consisting of 32.4% community pharmacists, 33.9% hospital pharmacists, 24.0% clinical pharmacists, and 9.6% public health center pharmacists. Pharmacists have good knowledge of the causative virus (92%), symptoms (95.3%), supporting examinations (90.2%), therapy (95.8%), and prevention of Covid-19 transmission (94.4%) . Pharmacists' knowledge that needs to be improved is regarding vaccine storage (69.4%) and antibiotic use (56.1%). Semarang City pharmacists have good knowledge about Covid-19. Pharmacist knowledge was related to workplace (p<0.001) and length of work (p<0.001).
Optimization of Formula, Stability Testing, and Antioxidant Activity of Clay Masks as Skin Moisturizers Widyaningrum, Naniek; Anggoro Bhakti, Agung Dwi; Evan Maulana, Alghafiqy Harya; Safitri, Amalia; Ramadhani, Adinda Fajrah; Febriani, Anisa; Hanafi, Anggit Naufal; Arief, Thendi Abdul
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 12, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clay masks are cosmetic formulations designed to adhere closely to the skin, effectively lifting contaminants, cleansing the face, and absorbing impurities. We made a clay mask containing active ingredients such as niacinamide, alpha arbutin, ceramide, and hyaluronic acid. A careful selection of ingredients is essential for ensuring safety and mitigating potential dermatological issues. This study aimed to evaluate the physical characteristics, stability, primary irritation potential, and moisturizing efficacy of this clay mask formulation. Kaolin and bentonite are the primary base materials. The research included formulation optimization and physical stability testing using a cycling test, where each cycle was conducted over a 24-hour period for a total of six cycles. Evaluations were performed on organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, viscosity, and drying time. Subsequently, data were analyzed using paired sample T-tests. Antioxidant activity was assessed using the ABTS method to determine IC50 values. Both preclinical and clinical irritation tests were performed, and the clinical efficacy of the moisturizer was evaluated in 30 participants. The optimal formula consisted of 0.8% kaolin and 0.2% bentonite, and all the evaluation parameters met the required standards. Stability testing and percentage inhibition measurements revealed no significant differences during storage (p>0.05). The formulation demonstrated strong antioxidant activity (IC50<50) and showed no irritation in preclinical or clinical irritation tests. The efficacy results indicated that the developed clay mask formulation has significant potential as a safe and effective skin moisturizer.
Penguatan ASI Eksklusif Melalui Metode Pendampingan Oksitosin, Breast Care Dan Nutrasetika Daun Katuk Widyaningrum, Naniek; Wahyu Timur, Willi; Abdul Arief, Thendi; Oktasari, Masita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2011

Abstract

Promosi kesehatan melalui pendampingan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan sumber daya masyarakat yang berwawasan kesehatan, khususnya pada ibu melahirkan yang akan memberikan ASI kepada bayinya dimana masih banyak ibu-ibu yang belum mengetahui cara meningkatkan ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemberian ASI ekslusif dan kualitasnya melalui pendampingan materi berupa cara terapi pijat oksitosin, breast care dan manfaat nutrasetika daun katuk. Pengabdian ini dilakukan di Apotek Siroto karena termasuk wilayah padat penduduk sehingga banyak pasien berkunjung serta adanya kerja sama dengan dokter kandungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pendampingan secara langsung menggunakan leaflet dan melakukan praktik pijat oksitosin secara langsung yang dipaparkan oleh Apoteker. Melalui kegiatan pendampingan ini ibu-ibu akan diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan dan menghasilkan ASI eksklusif yang baik. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 orang yang telah melakukan pemeriksaan langsung oleh dokter kandungan di Apotek Siroto. Hasil dari kegiatan ini berupa ibu-ibu mempunyai peningkatan pemahaman terkait ASI ekslusif, melakukan terapi pijat oksitosin sebagai peningkat ASI serta manfaat kandungan daun katuk terhadap kualitas ASI ekslusif.
UJI ACCEPTANCE LULUR BERAS PUTIH DAN PENDAMPINGAN PENGUSAHA PETANI DI DESA KALIWUNGU KENDAL Widyaningrum, Naniek; Abdul Arief, Thendi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26054

Abstract

Desa Kaliwungu Kendal merupakan daerah dengan hasil padi unggul. Beras memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan, selain sebagai bahan makanan, beras juga dapat dimanfaatkan sebagai produk kosmetik. Beras putih mampu menjaga kulit agar tetap terhidrasi, kulit tampak putih dan bersih, mampu mencegah radikal bebas, menahan sinar ultraviolet serta memperbaharui sel kulit yang rusak.  Salah satu produk kosmetik yang dapat dibuat dari beras adalah lulur kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan lulur beras putih kepaada ibu-ibu petani Desa Kaliwungu Kendal. Penelitian acceptance merupakan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling, pengumpulan data berupa kuesioner kepuasan responden terhadap sifat fisik lulur beras. Sedangkan metode penelitian pendampingan ibu-ibu petani dalam produksi lulur beras menggunakan metode pre post only group design. Formula lulur beras putih diuji penerimaannya pada 30 responden. Hasil uji acceptance didapatkan secara keseluruhan hasil acceptance 86% sehingga dapat diterima oleh masyarakat pada produk lulur beras putih terkait warna lulur yang menarik, aroma harum, mudah diambil, mudah dioleskan, mudah dibilas, mudah melekat, tekstur baik, tidak mengiritasi kulit, membersihkan kulit dalam sekali pemakaian dan memberikan kepuasan yang tinggi. Berdasarkan hasil pendampingan yang telah dilaksanakan terdapat peningkatan pengetahuan petani di Desa Kaliwungu Kendal terkait potensi dari beras selain sebagai makanan pokok dapat dimanfaatkan menjadi produk kecantikan berupa lulur yang memiliki daya saing tinggi dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kaliwungu Kendal.
Optimization, Characterization, and Primary Irritation Test of Serum Based on Simplex Lattice Design Widyaningrum, Naniek; Arief, Thendi Abdul; Ningrum, Yuyun Darma Ayu
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 14, NUMBER 2, AUGUST 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Using ingredients in cosmetic serum formulation necessitates meticulous consideration to mitigate potential pharmaceutical and clinical issues, and guarantee their safety for application. Xanthan gum functions as a gelling agent, while sodium metabisulfite is an additional antioxidant capable of enhancing formulation viscosity. This research aimed to ascertain the optimal formula's physical characteristics, stability, and irritation potential. The optimal formula was derived through the utilization of the Simple Lattice Design. Physical characterization encompassed parameters such as pH, viscosity, organoleptic properties, adhesion, spreadability, and homogeneity. Stability testing involved a cycling test performed over 24 hours for six cycles under cold and hot temperatures. Subsequently, an analysis was conducted using the paired t-test. In-vitro primary irritation testing was carried out using rabbits and volunteers. The optimal formula was identified to consist of 0.66% xanthan gum and 0.34% sodium metabisulfite, exhibiting favorable physical quality and meeting the requisite standards. The stability testing results revealed that sig. values <0.05 indicated storage temperature's influence on viscosity enhancement while it did not influence pH with sig. values <0.08. The outcomes of the primary irritation test yielded values of 0, signifying the absence of erythema and edema in both rabbits and volunteers. In conclusion, the optimal formula derived from this study exhibits commendable characteristics, stability, and non-irritating attributes, rendering it safe for application.