Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN POLA KONSUMSI PANGAN DAN BESAR UANG SAKU MAHASISWA MANAJEMEN BISNIS DENGAN MAHASIWA JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TERHADAP STATUS GIZI M Wahid Wahyu Kurniawan; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dengan besar uang saku mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan Manajemen Bisnis terhadap status gizi. Metodologi penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan responden, tahap persiapan kuisioner, pengumpulan kuisioner, pemeriksaan data, tabulasi data dan pengolahan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Statistic Package for the Social Science (SPSS) yang kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi spearman. Ada tidaknya hubungan dapat dinyatakan apabila p<0,05 dengan interval kepercayaan 95%.Berdasarkan hasil analisis jika nilai dibawah (p<0,05) maka terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi dengan status gizi. Pada penelitian ini didapatkan nilai korelasi sebesar 0,323 dengan signifikansi 0,002 pada kecukupan energi dan pada kecukupan protein dengan nilai korelasi 0,356 dengan signifikansi 0,001, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara keduanya.Hasil analisis untuk hubungan besar uang saku dengan status gizi mahasiswa diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,400 dengan signifikansi 0,000 yang menunjukkan nilai dibawah (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara besar uang saku dengan status gizi pada mahasiswa. Untuk hubungan antara besar uang saku dan pola konsumsi didapat nilai korelasi sebesar 0,231 dengan signifikansi 0,032 pada kecukupan energi dan 0,288 dengan signifikansi 0,007 pada kecukupan protein. Nilai menunjukan di bawah (p<0,05) sehingga menunjukan bahwa terdapat korelasi antara keduanya Kata kunci: Pola Konsumsi, Uang Saku Mahasiswa, Status Gizi
KAJIAN METODE PENGERINGAN DAN RASIO PENYEDUHAN PADA PROSES PEMBUATAN TEH CASCARA KOPI ARABIKA (Coffea arabika L.) Dzurratun Nafisah; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.5

Abstract

Pada tahun 2014 produksi kopi Indonesia tercatat sebesar 643.857 ton. Berdasarkan banyaknya jumlah produksi kopi yang ada, maka pengolahan kopi akan menghasilkan banyak limbah kulit buah kopi. Salah satu pemanfaatan limbah kulit buah kopi adalah dengan mengolahnya menjadi teh cascara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dan rasio penyeduhan teh cascara serta interaksi antar kedua faktor terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik teh cascara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor I adalah metode pengeringan (sinar matahari; cabinet drying) dan faktor II adalah rasio penyeduhan teh kering : air (1:100; 3;100; 5:100) dangan 4 kali ulangan. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan menggunakan metode Multiple Atribute Zeleny. Perlakuan terbaik ada pada minuman teh cascara dengan metode pengeringan sinas matahari dan rasio penyeduhan 3:100 dengan total fenol 743.82 mg/L; kadar tanin 136.78 mg/L; derajat keasaman (pH) 4.53; kadar kafein 17.27 mg/L; aktivitas antioksidan IC50 233.96 ppm; nilai kecerahan (L*) 32.07. Kata Kunci: Cascara, Kulit Buah Kopi, Pengeringan, Rasio Penyeduhan, Teh
UJI EFEKTIVITAS SIFAT HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK BAWANG LANANG PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Christine Eka Wulandari Harianto; Tabita Hasian; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.04.1

Abstract

Hati merupakan salah satu organ penting yang bertanggung jawab dalam melaksanakan proses metabolisme obat. Parasetamol merupakan obat yang sering digunakan oleh masyarakat untuk penyembuhan penyakit. Parasetamol dapat memberikan efek berbahaya bagi tubuh, jika dikonsumsi dalam dosis berlebih dan dalam jangka waktu lama berupa kerusakan hati. Bawang lanang (Allium sativum L.) mengandung dua senyawa organosulfur utama yaitu ɣ-glutamyl-S-allyl-L-cysteines dan S-allyl-L-cysteine sulfoxides (allin). Hal ini menjadikan peluang tanaman tersebut dikembangkan menjadi ekstrak untuk kerusakan hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak bawang lanang terhadap pencegahan kerusakan dan penyembuhan hepar akibat konsumsi parasetamol berlebih pada tikus wistar jantan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian True Experimental Design, Pre and Post Test Only Control Group Design dengan metode penelitian RAK menggunakan 7 kelompok perlakuan. Data dianalisis dengan ANOVA dan apabila terjadi perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata yaitu BNT dengan selang kepercayaan α=5%. Kata Kunci: Bawang Lanang, Kerusakan Hepar, Parasetamol
KAJIAN PERLAKUAN AWAL BAHAN DAN PROPORSI PENYEDUHAN KOPI BUBUK : AIR PADA PROSES PEMBUATAN KOPI DARI KULIT BUAH KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) LERENG BROMO Endah Trinafianita; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.04.7

Abstract

Pada proses pengolahan kopi dihasilkan limbah kulit buah kopi sekitar 40-45%. Limbah kulit buah kopi meningkat seiring dengan peningkatan jumlah produksi kopi. Di Indonesia sendiri pemanfaatan limbah kulit kopi cukup terbatas hanya sebagai pakan ternak atau diolah menjadi pupuk organik bagi tanaman. Salah satu alternatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit buah kopi adalah dengan menggunakannya sebagai bahan baku pembuatan kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan awal bahan serta proporsi penyeduhan kopi bubuk yang terbaik berdasarkan karakteristik fisik, kimia, dan organoleptiknya. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu perlakuan awal bahan (dengan pengeringan dan tanpa pengeringan) dan proporsi penyeduhan kopi bubuk (4:100; 5,5:100 dan 7:100). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT atau DMRT (α=5%). Perlakuan terbaik yaitu perlakuan awal bahan tanpa pengeringan atau kopi sangrai basah dengan proporsi penyeduhan kopi bubuk : air 7:100. Kata Kunci:  Kopi, Kulit Buah Kopi, Proporsi Penyeduhan
Perbaikan Respon Glisemik dan Profil Lipid Setelah Mengkonsumsi Tepung Pisang Mentah Termodifikasi Firda Yusrina; Rani Puspitasari; Tri Dewanti Widyaningsih; Siti Narsito Wulan
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2020.007.02.2

Abstract

ABSTRAKPrevalensi diabetes militus meningkat setiap tahunnya. Pisang mentah berpotensi sebagai pangan pengontrol gula darah karena mengandung  pektin dan pati resisten (RS2). Kandungan pati resisten pada pisang dapat ditingkatkan dengan metode modifikasi fisik melalui proses perebusan dan pendinginan berulang untuk meningkatkan sifat resistensi pati termodifikasi (RS3) yang tahan terhadap suhu tinggi selama pemasakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh efek konsumsi tepung pisang mentah termodifikasi secara fisik (RS3) dibanding dengan tepung tanpa modifikasi tepung pisang mentah (RS2) dan pati jagung sebagai pati kontrol. Tikus dikelompokkan secara acak menjadi 3 group: kelompok 1 adalah kelompok pakan standart berdasarkan rekomendasi AIN-93 M yang mengandung pati jagung (kontrol).  Tetapi kasein diganti menggunakan susu skim; kelompok 2 adalah kelompok  pakan  tepung pisang tidak dimodifikasi (RS2) dan kelompok 3 adalah kelompok pakan  tepung pisang mentah modifikasi (RS3) sebagai pengganti pati jagung. Semua pakan diformulasi secara isokalori dan isoprotein. Pakan diberikan selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian pakan menggunakan tepung pisang modifikasi (RS3) cenderung menghasilkan kadar glukosa darah yang lebih rendah (P<0,05), kadar HDL lebih tinggi (P,0.05), kadar trigliserida darah lebih rendah (P,0.05).  Nilai  respon glikemik lebih rendah (P<0.05) dengan nilai  AUC (daerah dibawah kurva) yang lebih rendah setelah meal tolerance test. Kata kunci:Diabetes Militus, Pati Resisten, Pengendalian Glukosa Darah, Pisang MentahABSTRACT The prevalence of diabetes mellitus increases every year. Unripe plantains have a potential as food that controls blood sugar due to their pectin and resistant starch (RS2) content. The content of resistant starch in plantains can be elevated by a physical modification method through a repeated boiling-cooling process to produce a more heat-stable resistant starch (RS3). The study aimed to determine the effect of consuming physically modified unripe plantain flour (RS3) compared with unmodified unripe plantain flour (RS2) and standard corn starch as control. Rats were randomly assigned into three groups; group 1 given a standard diet based on AIN-93M diet recommendation containing corn starch but the casein was replaced by skim milk powder, group 2 given unmodified unripe plantain flour (RS2), and group 3 given physically modified unripe plantain flour (RS3) as a substitute for corn starch. All diets were formulated as isocaloric and isoprotein. Diet interventions were provided for 15 days. The results showed that modified banana flour (RS3) feed tended to have lower blood glucose level (P <0.05), higher HDL level (P <0.05), lower blood triglyceride level (P <0.05), and lower glycemic response (P<0.05) indicated by a lower score of the area under the curve (AUC) following the meal tolerance test. Keywords: diabetes mellitus, resistant starch, blood glucose control, unripe plantain  
OPTIMASI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN DAN SUHU INLET PENGERING SEMPROT TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SUSU BUBUK EDAMAME Pramita, Hera Sisca; Ali, Dego Yusa; Widyaningsih, Tri Dewanti; Sapitri, Nia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.2

Abstract

Edamame menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Kota Jember, Jawa Timur. Pada kategori ekspor, edamame yang digunakan harus memiliki kualitas unggul sehingga perlu dilakukan penyortiran. Namun selama ini pemanfaatan edamame yang tidak memenuhi syarat ekspor tersebut masih belum optimal. Alternatif yang dapat dilakukan yaitu pembuatan susu bubuk edamame dengan metode pengering semprot. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan formulasi konsentrasi maltodekstrin dan suhu inlet pengering semprot yang optimal terhadap senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan susu bubuk edamame. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Central Composite Design (CCD) dengan faktor konsentrasi maltodekstrin (5,71–10%w/w) dan suhu inlet pengering semprot (160–215°C) yang diolah dengan metode Respone Surface Methodology (RSM). Kombinasi konsentrasi maltodekstrin 7,13%w/w dan suhu inlet pengering semprot 191,5°C dipilih sebagai kondisi optimum berdasarkan respon tertinggi dengan total fenol 275,79 mg GAE/100g, total flavonoid 59,93 mg QE/100g, ABTS 101,48 mg GAE/100g, dan FRAP 60,89 µg GAE/g. Hasil verifikasi kondisi optimum berbeda nyata dengan saran dari Design Expert 12, dimana kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan hasil verifikasi lebih tinggi.
The Activity of Extract from Rhizophora mucronata Endophytic Fungi Solid Fermentation Against Staphylococcus aureus and Enterobacter aerogenes Wafa, Nurul; Yunianto, Prasetyawan; Widyaningsih, Tri Dewanti
Nusantara Science and Technology Proceedings Multi-Conference Proceeding Series F
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4610

Abstract

Endophytic fungi, such as Rhizophora mucronata, can produce bioactive compounds from secondary metabolites that have the potential to become alternative antibiotics. This study aims to determine the activity of solid fermentation extract of mangrove endophytic fungi Rhizopora mucronata on the inhibition of bacteria Staphylococcus aureus and Enterobacter aerogenes. The extracts were fermented using rice media for 21 days and tested for antibacterial activity using disc diffusion method. Two of the five fermented extracts inhibited the growth of Staphylococcus aureus and Enterobacter aerogenes bacteria, namely codes ARM1M1 and DRM3M3. KLT-Bioautography was performed on isolate ARM1M1 to identify compounds that have antibacterial activity. Fermentation time variations were conducted at 0, 4, 8, 11, 14, 16, 18, 20, and 21 days. The disc diffusion method antibacterial test was carried out again to find out on which day of fermentation the extract actively inhibited bacterial activity and HPLC analysis was carried out to determine the retention time of the compound. As a result, Aspergillus sp. from Rhizophora mucronata code ARM1M1 showed the best inhibition against Staphylococcus aureus and Enterobacter aerogenes bacteria on day 20 of fermentation, with a retention time of 35 minutes, and an Rf value of 0.4.
Optimasi Formula Jamu Sinom Sediaan Celup Metode Mixture Design D-Optimal Wulandari, Diana Candra; Widyaningsih, Tri Dewanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 19, No 1 : JUNI 2025
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v19i1.5267

Abstract

Sinom merupakan jamu dengan bahan baku utama rimpang kunyit (Curcuma  longa) dan daun asam jawa (Tamarindus  indica L.) yang memiliki efek fungsional bagi kesehatan akibat senyawa bioaktif di dalamnya. Produk sinom siap minum memiliki keterbatasan masa simpan akibat pengaruh mikroba maupun kimia, sehingga dikembangkan bentuk sediaan celup untuk meningkatkan stabilitas dan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi optimal sinom sediaan celup dengan metode Mixture Design D-Optimal, menggunakan tiga bahan utama: bubuk kunyit (30–50%), daun asam jawa (17–23%), dan buah asam jawa (33–47%). Parameter yang dianalisis meliputi kadar air bubuk, pH seduhan, serta aktivitas antioksidan (inhibisi DPPH). Hasil optimasi menunjukkan formula terbaik terdiri dari bubuk kunyit 48,393%, daun asam jawa 18,607%, dan buah asam jawa 33%, dengan hasil prediksi aktual kadar air 9,5772%, pH 3,33, dan inhibisi DPPH sebesar 37,233%. Seduhan formula optimal sinom sediaan celup menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 238,067 ppm, total polifenol 14,392 mg GAE/g, dan hasil kesukaan keseluruhan uji hedonik sebesar 3,292 (agak suka) dengan warna L: 31,9; a: 0,9; dan b: 15,3 dengan warna kuning cerah. Formulasi tersebut memiliki karakteristik fisik dan fungsional yang baik serta berpotensi sebagai alternatif produk jamu yang lebih tahan lama dan disukai konsumen.
Potency of bioactive compounds in Minasarua traditional beverage from Indonesia as an antioxidant and anti-inflammatory: A review Maramy, Neyla Vista; Widyaningsih, Tri Dewanti; Martati, Erryana; Endharti, Agustina Tri
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.03.2

Abstract

Minasarua is a traditional beverage believed by the local community in Bima, Indonesia, to have perceived health benefits. This review explores the potential of bioactive compounds in Minasarua as antioxidants and anti-inflammatories. The product is made from ingredients such as ginger (Zingiber officinale), turmeric (Curcuma longa), Javanese chilli pepper (Piper retrofractum Vahl), pepper (Piper nigrum), and fermented black glutinous rice, each of which contributes key bioactive compounds, including gingerol, shogaol, curcumin, piperine, and anthocyanins. These compounds are known for their ability to neutralize free radicals and inhibit the expression of pro-inflammatory cytokines. Although individual components have been studied extensively, the potential synergistic effects of these compounds when combined in Minasarua remain underexplored. This review highlights the promising role of Minasarua as a functional beverage, suggesting that the interaction among its major compounds may enhance their collective antioxidant and anti-inflammatory activities. These findings offer a foundation for future research into the development of Minasarua as a health-promoting traditional drink.
Optimization of Date Palm Extract (Phoenix dactylifera L.) Based Collagen Powder Beverage Formula with Spices (Tamarind and Cinnamon) Addition Using D-Optimal Mixture Design Method Pawestriaji, Raihanurrabb; Widyaningsih, Tri Dewanti
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.857-866

Abstract

The trend of collagen-based beauty functional drinks is predicted to increase. However, its use can potentially cause a fishy taste, so it is usually formulated together with fruit or spice extracts. Date fruit has the potential for high bioactive content, but its utilization as a powder drink in Indonesia is still relatively low. Tamarind and cinnamon are also Indonesian spice commodities that are rich in bioactive components and have a strong flavor that can cover the fishy taste of collagen. Thus, this study aimed to obtain the optimal formulation and the effect of the addition of date, tamarind, cinnamon, and hydrolase collagen powder on the physicochemical characteristics of the final product using the Design Expert program D-Optimal Mixture Design Method. The first stage of the research was determining the upper and lower limits of the independent variables and a fixed value. The optimal formula suggested by Design Expert consisted of 50% date powder, 24,91% tamarind powder, 20,09% cinnamon powder, and 5% hydrolase collagen powder with a desirability value of 0,805. The second stage of characterization testing in the form of chemical tests resulted in antioxidant activity (IC50) of 263,25 ± 8,01 ppm and total phenol content of 101,71 ± 9,21 mg GAE / 100 g. Characterization in the form of physical tests resulted in a moisture content of 2,98 ± 0,01%, dissolving time of 20,52 ± 0,72 seconds, bulk density of 0,52 ± 0,14 g/ml, and hygroscopicity of 18,73 ± 0,04%.
Co-Authors Addiena Hidayati Addiena Hidayati, Addiena Adin Pritanggo Dhesti Adin Pritanggo Dhesti Agustina Maria Dwiyanti Soeyono Agustina Tri Endharti Annisa Ulfah Pristya Arya Ulilalbab Atika Ruri Cahyaningrum Atika Ruri Cahyaningrum, Atika Ruri Aulia Shabrina Karismawati Aulia Shabrina Karismawati Aulia Shabrina Karismawati Ayu Arditiana Ayu Arditiana Bobby Andi Septian Bobby Andi Septian Christiani Tangkeallo Christiani Tangkeallo Christine Eka Wulandari Harianto Chyntia Trivena Milala Debora Nangin Dego Yusa Ali Dian Ekasari Dian Handayani Dian Handayani Dian Kasseri Dian Widya Ningtyas Dzulvina Utami Dzulvina Utami Dzurratun Nafisah Ega Parastra Maurinho Ega Parastra Maurinho, Ega Parastra Eka Novanti Eka Novanti, Eka Elok Waziiroh Endah Trinafianita Endrika Widyastuti Eriyanto Yusnawan Erni Sofia Erryana Martati Feronika Heppy Sriherfyna Feronika Heppy Sriherfyna Firda Yusrina Guntur Prasetyo Guntur Prasetyo Guntur Prasetyo Hanny Nurhalimah Hanny Nurhalimah Henita Listianing Raji Putri Henita Listianing Raji Putri, Henita Listianing Raji Hera Sisca Prasmita, Hera Sisca Heri Wahyono Heri Wahyono I Ketut Suada Ika Nur Fauzziyah Ika Nur Fauzziyah, Ika Nur Indira Nur C. Itsna Zaky Zumroh Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Jayanti, Theresia Vania Jhauharotul Muchlisyiyah Jhauharotul Muchlisyiyah, Jhauharotul Kemala Febrianti Kemala Febrianti KIKI FIBRIANTO Lailatul Fitriani Lailina Mufida Lailina Mufida Leenawaty Limantara M Wahid Wahyu Kurniawan Maramy, Neyla Vista Marcelia, Ela Mega Ayu Bunga Dewi Mega Leny Puspitasari Mega Leny Puspitasari Mey Etika Mey Etikasari Miptakhul Hudha Miptakhul Hudha Mochamad Afif Sholichudin Mochamad Afif Sholichudin, Mochamad Afif Muhammad Fawzul Alif Nugroho Muhammad Fawzul Alif Nugroho Musthikaningtyas Retno Palupi Musthikaningtyas Retno Palupi Nabilah Mei Wulandari Nabilah, Anjar Asmarani Widya Naomi Megananda Mulyadi Naomi Megananda Mulyadi, Naomi Megananda Nela Purwani Septiyanti Nela Purwani Septiyanti, Nela Purwani Nia Rochmawati Nia Rochmawati Nia Rochmawati Nike Nurlaily Fitria Nirmala Nurhasanah Nirmala Nurhasanah Nirmala Nurhasanah Novita Wijayanti Novita Wijayanti Novita Wijayanti Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Nurul Abidah Nurul Abidah Nurul Fahmi Rizkia Nurul Fahmi Rizkia, Nurul Fahmi Okkie Dhyantari Okkie Dhyantari Pandu Salim Hanafi Pawestriaji, Raihanurrabb Prajwalita Rukmakharisma Rizki Prajwalita Rukmakharisma Rizki Pramita, Hera Sisca PRASETYAWAN YUNIANTO Pratiwi, Devitasari Dian Puruhito Widinugroho Putri Puncak Anjani Putri Puncak Anjani Rachmad Rizal Yulianto Rachmad Rizal Yulianto Rahma Maya Safitri Rani Puspitasari Renny Dwi Puspitasari Renny Indrawati Renny Indrawati, Renny Retno Wulansari Rika Ersalia Rizca Dwi Jayanti Rizki Amelia Rizki Amelia Robbit Farid Wajdi Rofiqoh Fajarwati Saadatul K.S Sabrina W Purbasari, Sabrina W Sapitri, Nia Shelly Andrianty Siti Narsito Wulan Sofie Imsa Fitriyaningtyas Sofie Imsa Fitriyaningtyas Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Syafrilia, Rosita Mega Syafrilia, Rosita Mega Tabita Hasian Tara Viantya Wulansari Wafa, Nurul Widya D.R. Putri Widya Dwi Rukmi Wijayanti, Novita Paskarinda Wijayanti, Novita Wijayanti Wijayanti, Novita Wijayanti Winda Rein Nimas Tasia Winda Rein Nimas Tasia Wulandari, Diana Candra Yulina Lailatul Maslukhah Yulina Lailatul Maslukhah Yunia Galih Purwaningdyah Yunia Galih Purwaningdyah