Claim Missing Document
Check
Articles

Konsumsi fitoestrogen, persentase lemak tubuh dan siklus menstruasi pada wanita vegetarian Rujiantina, Ahaddini Septian; Widyastuti, Nurmasari; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 6, No 2 (2017): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.559 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i2.16908

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi ketidakteraturan siklus menstruasi pada vegetarian sebesar 26,5%. Diet vegetarian merupakan pola makan yang membatasi produk hewani dan mengonsumsi produk makanan nabati seperti buah, sayur, kacang dan biji-bijian yang merupakan sumber fitoestrogen. Vegetarian memiliki persentase lemak tubuh lebih rendah dari nonvegetarian. Fitoestrogen dan persentase lemak tubuh dapat mempengaruhi kadar estrogen dalam tubuh dan mengakibatkan gangguan siklus menstruasi.Tujuan : Mengetahui hubungan konsumsi fitoestrogen dan persentase lemak tubuh dengan siklus menstruasi pada wanita vegetarian.Metode : Desain penelitian cross sectional dengan 49 wanita vegetarian dipilih secara consecutive sampling. Persentase lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Asupan zat gizi diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQFFQ) dan dianalisis menggunakan program software gizi. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionaire  (IPAQ). Data siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi Square dan uji Regresi Logistik Ganda.Hasil : Sebanyak 49,0% wanita vegetarian mengalami gangguan siklus menstruasi. Tidak ada hubungan antara asupan energi, kerbohidrat, lemak, protein, serat dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p>0,05). Terdapat hubungan antara konsumsi fitoestrogen, persentase lamk tubuh dan riwayat gangguan siklus menstruasi pada keluarga dengan siklus menstruasi (p<0,05). Konsumsi fitoestrogen berhubungan dengan kejadian gangguan siklus menstruasi setelah dikontrol dengan persentase lemak tubuh dan riwayat gangguan menstruasi pada keluarga (p<0,05).Simpulan : Konsumsi fitoestrogen, persentase lemak tubuh dan riwayat gangguan siklus menstruasi pada keluarga berhubungan dengan siklus menstruasi.
Asupan Energi Cemilan, Durasi dan Kualitas Tidur Pada Remaja Obesitas Dan Non Obesitas Agita, Viony Vira; Widyastuti, Nurmasari; Nissa, Choirun
Journal of Nutrition College Vol 7, No 3 (2018): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.05 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i3.22280

Abstract

Latar belakang: Asupan energi cemilan, durasi dan kualitas tidur merupakan salah satu faktor risiko terjadinya obesitas. Remaja obesitas biasa mengasup asupan energi cemilan berlebih, memiliki durasi tidur yang pendek, serta kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui apakah terdapat perbedaan asupan energi cemilan, durasi dan kualitas tidur pada remaja obesitas dan non obesitas usia 15-18 tahun.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan desain cross sectional. Subjek sebanyak 25 orang masuk ke dalam kelompok obesitas dan 25 orang  merupakan kelompok  non obesitas. Semua subjek diwawancara menggunakan kuesioner skrining, indeks kualitas tidur pittsburgh, frekuensi makan semi kuantitatif, dan formulir singkat aktifitas fisik internasional. Analisis statistik menggunakan uji  independent t test, dan Mann Whitney.Hasil: Nilai perbedaan asupan energi cemilan (p= <0,001), durasi tidur (p=0,415), kualitas tidur (p=<0,001) pada kelompok obesitas dan non obesitas.Kesimpulan: Terdapat perbedaan asupan energi cemilan dan kualitas tidur pada kelompok obesitas dan non obesitas. Tidak terdapat perbedaan durasi tidur pada kelompok obesitas dan non obesitas.
Hubungan Beberapa Indikator Obesitas dengan Tekanan Darah Wanita Dewasa Muda Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi; Widyastuti, Nurmasari; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 6, No 3 (2017): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.532 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i3.16913

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan tekanan darah (TD) berhubungan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas dapat ditentukan melalui pengukuran antropometri seperti rasio lingkar pinggang terhadap lingkar panggul (RLPP), lingkar pinggang terhadap tinggi badan (RLPTB), indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang (LiPi) dan baru-baru ini dikembangkan “A Body Shape Index” (ABSI). Tujuan: Menganalisis hubungan beberapa indikator obesitas dengan TD pada wanita dewasa muda. Metode: Studi cross sectional di wilayah kerja Puskesmas Kedung Mundu pada 64 wanita usia 18-21 tahun yang dipilih secara consecutive sampling. Pengukuran antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan panggul dan TD. Data dianalisis dengan uji Fisher Exact dan perhitungan rasio prevalensi untuk mengetahui besar risiko. Hasil: Terdapat 9,4% wanita mengalami pre hipertensi. Gizi lebih berdasarkan IMT 28,1%. Resiko tinggi berdasarkan LiPi 6%, RLPP 62,5%, RLPTB 29,7% dan ABSI 50%. Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan TDS (p<0,05, RP6,3, CI 1,038±38,056). LiPi memiliki hubungan signifikan dengan TDD (p<0,05, RP6,3, CI 1,038±38,056). Tidak terdapat hubungan antara RLPP, RLPTB dan ABSI dengan TDS dan TDD (p>0,05). Simpulan: IMT berhubungan dengan TDS. LiPi berhubungan dengan TDD. Tidak terdapat hubungan antara RLPP, RLPTB dan ABSI dengan TDS dan TDD.
HUBUNGAN LINGKAR PERGELANGAN TANGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH WANITA OBESITAS USIA 40 – 55 TAHUN Nabila, Rumaisha; Widyastuti, Nurmasari; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 2 (2018): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.88 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i2.20828

Abstract

Latar Belakang : Obesitas meningkatkan risiko terjadinya DM 2 pada seseorang. Meningkatnya usia seseorang juga berpengaruh terhadap peningkatan risiko DM 2. Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi DM 2 pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki. Lingkar pergelangan tangan merupakan salah satu antropometri yang digunakan sebagai prediktor DM 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar pergelangan tangan dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita obesitas usia 40 – 55 tahun.Metode : Studi cross sectional dengan metode consecutive sampling terhadap wanita dewasa sebanyak 69 subjek obesitas usia 40 – 55 tahun dilakukan di Kelurahan Kedungmundu Kota Semarang. Dilakukan pengambilan data berupa karakteristik subjek, lingkar pergelangan tangan, aktivitias fisik, asupan makan, dan kadar glukosa darah puasa. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman.Hasil : Sebagian besar (84,1%) subjek penelitian memiliki kadar glukosa darah normal, sedangkan lingkar pergelangan tangan terdapat 65,2% masuk kategori besar. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lingkar pergelangan tangan dengan kadar glukosa darah (r=0.16, p=0,182).Simpulan : Tidak terdapat hubungan lingkar pergelangan tangan dengan kadar glukosa darah wanita obesitas usia 40 – 55 tahun.
KELARUTAN VITAMIN D3 (Cholecalciferol) DALAM SISTEM KEFIR SUSU KAMBING Abyyudha, Dany; Widyastuti, Nurmasari; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.356 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25803

Abstract

Latar Belakang : Kefir susu kambing merupakan produk fermentasi yang mengandung banyak bakteri probiotik. Vitamin D3 merupakan fortifikan terbaik dan biasa digunakan pada produk olahan susu,. Info kelarutan diperlukan untuk mengetahui kadar vitamin D3 dari vitamin D3 enkapsulasi dan kefir susu kambing terfortifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimasi kelarutan vitamin D3 di dalam susu kambing dan kefir susu kambing.Metode : Penelitian ini termasuk dalam bidang food production dengan metode Quasi Eksperimental Research (Eksperimental Semu) dengan rancangan acak lengkap. Penelitian ini menggunakan fortifikasi vitamin D3 dengan penambahan fortifikan pada jam ke-0 dengan menggunakan metode pelarutan dengan air dan methanol.Hasil : Optimasi kelarutan vitamin D3 terbaca sebesar 600 IU dengan menggunakan metode pelarutan dengan air.Kesimpulan : Fortifikasi vitamin D3 pada sistem susu kambing menghasilkan nilai yang lebih signifikan kefir susu kambing tanpa fortifikasi. Metode pelarutan dengan air menghasilakan vitamin D3 lebih baik daripada metode pelarutan dengan methanol dilihat dari nilai optimasi vitamin D3 terbaca lebih tinggi.
STATUS HIDRASI SETELAH TES KETAHANAN FISIK MAHASISWA JURUSAN TARI USIA 19 – 22 TAHUN (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG) Utami, Anjarsari Retno; Widyastuti, Nurmasari
Journal of Nutrition College Vol 4, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.057 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i2.10063

Abstract

Latar Belakang : Menari termasuk dalam kategori aktivitas fisik yang berat . Penari harus mempunyai ketahanan fisik yang baik untuk menunjang performa dalam menari dan mengurangi kejadian cedera tari  Pada saat melakukan latihan tubuh membutuhkan cairan yang lebih banyak sebagai akibat dari pengeluaran cairan yang berlebihan melalui keringat dan pernafasan tidak diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup jika kekurangan akan berpotensi mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat mempengaruhi kelelahan pada penari.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status hidrasi setelah tes ketahanan fisik pada mahasisiwi jurusan tariMetode : Peneliti menggunakan deskriptif analitis yang melibatkan 53 mahasiswi jurusan tari (usia 19-22 tahun) di Universitas Negeri Semarang. Subjek dipilih dengan simple random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik subjek, konsumsi cairan, tes ketahanan fisik, data aktifitas fisik, status hidrasi setelah tes harvard. Konsumsi cairan diukur dengan menggunakan food recall, data aktivitas fisik didapatkan melalui formulir International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), tes ketahanan fisik diukur dengan nilai VO2max dan status hidrasi setelah tes harvard diketahui dengan pemeriksaan berat jenis urin. Hasil : Rerata konsumsi cairan pada sebelum, selama dan sesudah melakukan test harvard (4.2827±208.17 ml, 3.4454±157.1ml, dan 3.817±188.00 ml) masih kurang dari kebutuhan (400-2000 ml). Semua subjek mengalami dehidrasi, yang terdiri dari 56,6% mengalami minimal dehydration dan 43,4% mengalami significant dehydration. Subjek mempunyai nilai VO2max yang rendah (62.3%), dan baik (9.4%).Simpulan  Sebagian mahasisiwi jurusan tari mengalami dehidrasi dan mempunyai nilai vo2max yang rendah
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH (Psidium Guajava L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA ATLET SEPAKBOLA USIA 16-18 TAHUN Aristanti, Aprilia; Widyastuti, Nurmasari
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.959 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16462

Abstract

Latar belakang : Performa atlet salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan glukosa darah selama latihan. Minuman karbohidrat dapat menyuplai energi selama latihan maupun pertandingan. Pemberian minuman yang mengandung karbohidrat 6-8% sebelum latihan dapat membantu mempertahankan kadar glukosa darah dan menunda kelelahan pada atlet.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji 30 menit sebelum latihan terhadap kadar glukosa darah atlet.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre-post randomized controlled gorup design. Jumlah subjek 16 atlet sepak bola usia 16-18 tahun di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah yang berpartisipasi dalam penelitian. Subjek penelitian menerima intervensi pemberian jus jambu biji merah dan minuman sirup rendah kalori (kontrol) sebanyak 125 ml. Minuman diberikan 30 menit sebelum latihan. Kadar glukosa darah diukur sebelum dan setelah latihan.Hasil : Terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar glukosa darah antara kelompok jus jambu biji merah dan kelompok placebo (p=0.015). Rata-rata penurunan kadar glukosa darah pada kelompok jus jambu biji merah lebih kecil (3.0 ± 29.4 mg/dl) daripada kelompok placebo (18.3 ± 13.0 mg/dl).Simpulan : Pemberian jus jambu biji merah pada atlet sebelum latihan dapat memperkecil penurunan kadar glukosa darah selama latihan dibandingkan kelompok placebo,
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA TIKUS DIABETES Dewi, Arini Citra; Widyastuti, Nurmasari; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 9, No 1 (2020): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.969 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i1.24266

Abstract

Latar Belakang : Diabetes adalah kelainan endokrin yang ditandai dengan hiperglikemi akibat resistensi insulin. Tepung sorgum memiliki indeks glikemik yang tergolong rendah dan kandungan serat yang tinggi sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan sensitivitas insulin.Tujuan: Mengetahui perbedaan pemberian tepung sorgum terhadap kadar glukosa darah puasa pada tikus diabetes.Metode : Penelitian true experimental dengan desain pretest-posttest randomized control group. Sebanyak 18 ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 3 kelompok meliputi kelompok kontrol negatif (K -), kontrol positif (K +) dan perlakuan (P). Kelompok K – dan K + diberi pakan standar sebanyak 20 g/hari, sedangkan P diberi pakan yang terdiri dari tepung sorgum 5 g/hari dan pakan standar sebanyak 15 g/hari selama 28 hari. Kadar glukosa darah diukur dengan metode GOD – PAP menggunakan spektrofotometer. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan uji Paired t – Test, uji One Way Anova, dan uji Kruskal Wallis.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan kadar glukosa darah puasa antar kelompok sebelum (p=0,000) dan sesudah (p=0,000) pemberian perlakuan Selisih penurunan kadar glukosa darah puasa pada kelompok P sebanyak 150,63± 2,57 mg/dl (p=0,000).Simpulan : Tepung sorgum dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa tikus diabetes secara signifikan.
ASUPAN VITAMIN A DAN TINGKAT KECEMASAN MERUPAKAN FAKTOR RISIKO KECUKUPAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 0-5 BULAN Rahmadani, Prita Ady; Widyastuti, Nurmasari; Fitranti, Deny Yudi; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 9, No 1 (2020): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.921 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i1.26689

Abstract

Latar Belakang: Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tingkat kecemasan dan asupan zat gizi ibu. Salah satu asupan zat gizi yang dapat mempengaruhi produksi ASI yaitu asupan vitamin A.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan asupan vitamin A dan tingkat kecemasan dengan kecukupan produksi ASI.Metode: Desain penelitian cross sectional, dengan jumlah subjek 62 ibu yang menyusui bayi usia 0-5 bulan di wilayah puskesmas Halmahera Kota Semarang menggunakan metode consecutive sampling. Data yang diteliti yaitu asupan vitamin A menggunakan formulir semi quantitative food frequency questionnaire (SQ FFQ), tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), kecukupan produksi ASI menggunakan perubahan berat badan bayi dengan alat BabyScale dan data sekunder yaitu Kartu Menuju Sehat (KMS). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.Hasil: Terdapat 51,6% subyek tidak mengalami kecemasan, 56,5% asupan vitamin A subyek cukup, dan 53,2% subyek memiliki kecukupan produksi ASI yang baik. Sebanyak 63% subyek dengan asupan vitamin A yang kurang memiliki kecukupan produksi ASI yang kurang, dan sebanyak 66,7% subyek yang mengalami kecemasan memiliki kecukupan produksi ASI yang kurang. Subyek yang memiliki asupan vitamin A yang kurang berpeluang 1,8 kali memiliki kecukupan produksi ASI yang kurang, dan subyek yang mengalami kecemasan berpeluang 2,1 kali memiliki kecukupan produksi ASI yang kurang.Kesimpulan: Asupan vitamin A dan tingkat kecemasan merupakan faktor risiko kecukupan produksi ASI.
KARAKTERISTIK KELUARGA DAN TINGKAT KECUKUPAN ASUPAN ZAT GIZI SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA Siringoringo, Ester Theresia; Syauqy, Ahmad; Panunggal, Binar; Purwanti, Rachma; Widyastuti, Nurmasari
Journal of Nutrition College Vol 9, No 1 (2020): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i1.26693

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan indikator masalah gizi yang bersifat kronis. Stunting dapat berakibat pada penurunan produktivitas dan peningkatan risiko penyakit degeneratif. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stunting seperti karakteristik keluarga dan tingkat kecukupan asupan zat gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada baduta.Metode : Penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol. Sampel dipilih dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah 69 subjek untuk masing-masing kelompok. Data karakteristik keluarga diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah divalidasi sebelumnya. Pengukuran tingkat kecukupan asupan zat gizi menggunakan kuesioner semi-quantitative food frequency. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square dengan melihat Odds Ratio (OR) dan multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil : Hasil bivariat menunjukkan variabel usia baduta, panjang badan lahir, tingkat kecukupan protein, karbohidrat, vitamin A, kalsium, zinc dan zat besi berhubungan dengan kejadian stunting pada baduta. Uji multivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan protein (p<0,001) dengan kejadian stunting pada baduta. Anak dengan tingkat kecukupan protein yang rendah berisiko 6,495 kali mengalami stunting.Simpulan : Faktor utama yang berhubungan dengan kejadian stunting pada baduta adalah tingkat kecukupan protein.
Co-Authors A Fahmy Arif Tsani Abyyudha, Dany Adriyan Pramono Agita, Viony Vira Ahmad Syauqy Andani, Sofia Arum Andrew Johan Ani Margawati Anjani, Gemala Anjarsari Retno Utami, Anjarsari Retno Arifani, Rochanisa Sita Aristanti, Aprilia Aryu Candra Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi Atika Putri Widia Anggraeni Ayu Rahadiyanti Beti Dwi Suryandari, Beti Dwi Binar Panunggal Choirun Nissa Choirun Nissa Deny Yudi Fitranti Destikasari, Widya Dewi Kurnia Sandi Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi, Arini Citra Dhea Aghestya Enny Probosari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fauzia, Ria Fillah Fithra Dieny Hartanti Sandi Wijayanti Hermawan, Febriyanti Jauharany, Firdananda Fikri Keyasa, Magnalia Morena Ruth Kusumastuti, Evi Lestari, Rahma Wati Dwi Lilis Endang Wijayanti, Lilis Endang Manik, Rifial Ramadhan MARTHA ARDIARIA Masruroh, Zulfatul Monikasari, Monikasari Muhammad Sulchan Muhammad Sulchan Mursid Tri Susilo Nabila, Rumaisha Nidya Witosari Nissa, Choirun Nur Aini, Fadhilah Nurhidayati, Lisa Rosyida Pravita Dewi Suhada Purbosari, Enny Puspasari, Indah Rachma Purwanti Rahma Wati Dwi Lestari Rahmadani, Prita Ady Rani Pramesti Renata, Maria Dolorosa Sus Retno Tri Wulandari Rifial Ramadhan Manik Rika Purwani, Rika Rosha, Putri Tiara Rujiantina, Ahaddini Septian Sahara, Mailina Prima Sandi, Dewi Kurnia Septamarini, Risna Galuh Setiawan, Muhamad Irwan Siringoringo, Ester Theresia Suwito, Maria Rebecca Tantri, Ignas Fawwaz Teddy Wahyu Nugroho, Teddy Wahyu Triyanto, Bagaskara Putra Tsani, A Fahmy Arif Tzani, Niza Iana Wanty, Wanty Wardana, Ruliansyah Kusuma Widya Destikasari Widyanti, Alfreda Sabrina Zana Fitriana Octavia