Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Arsitektur Tata Ruang Rumah Tinggal Kolonial Belanda Pada Tata Ruang Rumah Tinggal Komunitas Cina di Kawasan Kranggan Yogyakarta Wihardyanto, Dimas; Usman, Moneyzar
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 6 No. 1 (2023): Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v6i1.528

Abstract

Kawasan Kranggan Yogyakarta merupakan sebuah kawasan permukiman komunitas Cina di Yogyakarta. Kawasan tersebut berbeda dengan kawasan permukiman Cina yang lain di Kota Yogyakarta, dimana rumah-rumah tinggal di Kawasan Kranggan ini terpengaruh arsitektur kolonial Belanda pada aspek tata ruangnya. Penelitian ini menggunakan metode historical interpretative research terhadap arsip dokumen denah bangunan rumah tinggal di Kawasan Kranggan pada tahun 1949 yang dikeluarkan oleh Badan Pengelola Harta Peninggalan Belanda. Dari penelitian ini, peneliti mendapati bahwasanya terdapat pengaruh arsitektur tata ruang rumah tinggal kolonial Belanda pada tata ruang bangunan rumah tinggal komunitas Cina di kawasan Kranggan. Hal tersebut tampak dari adanya pembedaan antara bangunan inti dan bangunan servis, orientasi bangunan menghadap jalan, serta lebih mengedepankan aspek fungsi daripada bentuk. Namun demikian adanya courtyard, organisasi ruang yang jelas, serta penggunnaan prinsip “Jian” merupakan prinsip arsitektur tata ruang Cina yang tetap dipertahankan pada arsitektur tata ruang rumah tinggal komunitas Cina di Kawasan Kranggan.
Peraturan Warisan Budaya dan Morfologi Sektoral Transformasi Perkotaan di Kawasan Kolonial Asia-Afrika Bandung Andiyan, Andiyan; Wihardyanto, Dimas
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 24, No 1 (2026): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v24i1.117483

Abstract

Cultural Heritage Regulations and Urban Transformation Sectoral Morphology in Bandung's Asian-African Colonial DistrictThe Asia-Africa district of Bandung must reconcile colonialism and modernity. The 2009–2025 cultural identity conservation measures of Bandung are criticized in worldwide urban heritage disputes. Qualitative-descriptive methods included field observations, photography, historical colonial maps, and morphological analysis using Homer Hoyt's sectoral model and Lefebvre's spatial theory Alun-Alun to inclusive social space sectoral growth is shown by layered maps (1826–1987). Results indicate regulatory movement from conservative to integrative, UNESCO Historic Urban Landscape compliance, legal consistency, and community participation difficulties. The Bandung urban heritage lab supports identity-driven, sustainable city development.