Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Developmental Status of Toddlers with Stunting Sulistiyo, Agung Rahmat; Hastuti, Apriyani; Fani, Rifatul; Kurniawan, Ardhiles Wahyu
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The development of children who experience stunting is slower than the development of normal toddlers. Developments in this case, include gross motor, fine motor, social independence and language. This study aims to determine the development of children under-five years who experience stunting in the Public Health Center in Malang Regency. Research method The research design in this research is a descriptive study with a cross-sectional design approach. This research was conducted on 72 children under-five years in the Tajinan Public Health Center, Malang Regency, which was carried out in June- July 2022. The research instrument was the developmental pra- screening questionnaire and growth assessment using HAZ compared with z-score table. Data analysis in this study is univariate analysis. Result The results of the study showed that most of 67% had a suspect developmental level of 48 toddlers, almost half of the toddlers 28% of the aberration development had deviations of 20 toddlers and a small proportion of toddlers 5% (4 toddlers) had a normal development. Based on the research results, it is hoped health workers and health cadres will provide health education to mothers of toddlers regarding the fulfillment of essential nutrients to support the growth and development of toddlers, besides that health workers are expected to be able to monitor and evaluate toddlers with stunting cases.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Aktivitas Fisik pada Lansia Penderita Hipertensi di Posyandu Cempaka Desa Pesanggrahan Kota Batu Arzeti Oktaviani, Devia; Roesardhyati, Ratna; Wahyu Kurniawan, Ardhiles
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2436

Abstract

Dukungan keluarga merupakan bentuk perhatian, motivasi, informasi, dan pendampingan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan lansia, khususnya pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan aktivitas fisik pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Cempaka, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling pada seluruh lansia penderita hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan aktivitas fisik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis untuk mengetahui hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan aktivitas fisik dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001, sehingga dukungan keluarga memiliki keterkaitan dengan tingkat aktivitas fisik pada lansia penderita hipertensi.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang Denanda Nur Rahma; Hanim Mufarokhah; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.548

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya. Kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah serta mencegah komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner  kepatuhan minum (Morisky Medication Adherence Scale/ MMAS-8), tingkat aktivitas fisik (International Physical Activity Questionnaire/ IPAQ) serta kualitas hidup (World Health Organization Quality of Life/ WHOQOL-BREF). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman`s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil Didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (p= 0,197) serta adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p = 0,018 r = 0,260).Simpulan Temuan ini menekankan pentingknya kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik teratur bagi penderita hipertensi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
THE ROLE OF FAMILY SUPPORT ON DIETARY ADHERENCE IN PEOPLE WITH DIABETES MELLITUS Vido Deriansyah; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Bayu Budi Laksono
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.22252

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by high blood sugar levels due to impaired insulin secretion or function, and it is one of the leading causes of morbidity and mortality worldwide. One of the important components in managing DM is adherence to a regular and recommended diet. This study aimed to determine the relationship between family support and dietary adherence in people with Diabetes Mellitus. The study used a correlational analytical design with a cross-sectional approach, involving 50 individuals with DM as respondents. Data collection was carried out using questionnaires, and the data were analyzed using the chi-square test. The results showed a relationship between family support and dietary adherence in patients with Diabetes Mellitus with a p-value of 0.002 (α = 0.05). These findings indicate that family support plays an important role in improving dietary adherence in people with Diabetes Mellitus and emphasize the need for family involvement in diet management education and interventions to optimize disease control.
Hubungan Kadar Kolesterol Dan Tekanan Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang Vika Apria Michelle Tadubun; Ratna Roesardhyati; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.562

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan global yang kompleks dan sering kali disertai dengan gangguan metabolisme lipid seperti hiperkolesterolemia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan melalui berbagai mekanisme fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar kolesterol dan tekanan darah dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik total sampling terhadap 54 responden lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar kolesterol total menggunakan alat tes digital EasyTouch, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40,7% responden memiliki kadar kolesterol risiko tinggi, 48,1% mengalami hipertensi stadium 1, dan 63,0% memiliki kualitas hidup rendah. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar kolesterol dengan kualitas hidup (p-value = 0,809), namun terdapat hubungan signifikan antara tekanan darah dengan kualitas hidup (p-value = 0,013). Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pengendalian tekanan darah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi, sehingga diperlukan penguatan program deteksi dini dan penatalaksanaan hipertensi yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Apgar Score Dan Respiratory Distress Syndrome (RDS): Relevansi Klinis Dalam Praktik Di Neonatus Intensive Care Unit (NICU) Nur Akmi Popa; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Bayu Budi Laksono Laksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.569

Abstract

Skor APGAR merupakan indikator klinis awal untuk menilai adaptasi neonatus segera setelah lahir dan sering dikaitkan dengan luaran pernapasan. Respiratory Distress Syndrome (RDS) masih menjadi penyebab utama morbiditas neonatal, khususnya pada bayi yang dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Namun, bukti mengenai hubungan antara skor APGAR dan kejadian RDS masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara skor APGAR dan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh bayi yang dirawat di ruang NICU RS Ir. Soekarno Kepulauan Morotai pada periode Oktober–November 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data sekunder dikumpulkan menggunakan case report form yang disusun oleh peneliti. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Contingency Coefficient. Sebagian besar bayi memiliki skor APGAR abnormal (<7) dan tidak mengalami RDS. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor APGAR dan kejadian RDS (p = 0,293), dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah (r = 0,120).  Skor APGAR tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Temuan ini menunjukkan bahwa skor APGAR bukan merupakan prediktor independen RDS, sehingga penilaian risiko RDS perlu mempertimbangkan faktor klinis lain secara komprehensif.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Sekarpuro Lista Kirana Putri; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Bayu Budi Laksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.588

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang mememrlukan pengobatan jangka panjang. Tingkat kepatuhan minum obat penderita hipertensi masih tergolong rendah dan menjadi salah satu penyebab tidak terkontrolnya tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di desa sekarpuro, kecamatan pakis, kabupaten malang. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 92 responden penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan Morisky Medication Adherence (MMAS-8). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukan nilai koefisien sebesar r = 0,214 dengan nilai p = 0,040 (P < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Semakin baik dukungan keluarga, semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat.
Correlation of Prior Experience and Self-Efficacy with the Action Awareness of Scabies Prevention Ardhiles Wahyu Kurniawan; Wiwit Dwi Nurbadriyah; Shinta Wahyusari; Apriyani Puji Hastuti
Journal of Ners and Midwifery Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk..v13i1.ART.p040-050

Abstract

Scabies prevention faces significant behavioral challenges, where self-efficacy and prior experiences play crucial roles in influencing individual awareness. This study aims to evaluate the relationship between prior experiences and self-efficacy with action awareness in scabies prevention within Islamic boarding schools (pesantren). The study employed a correlational cross-sectional design involving a population of 213 Islamic boarding administrators from eight pesantren in Malang Regency. A total of 140 respondents were selected using proportional random sampling to ensure proportional representation. Data analysis was conducted using Somers’d and Gamma statistical tests. The results revealed a significant relationship between prior experiences and action awareness (p = 0.002) with a moderate negative correlation (R = -0.459), indicating that negative experiences are associated with lower levels of action awareness. Furthermore, a highly significant relationship was found between self-efficacy and action awareness (p = 0.000) with a very strong positive correlation (R = 0.867), demonstrating that higher self-efficacy is associated with increased action awareness. These findings highlight the importance of positive experiences and enhancing self-efficacy in fostering better scabies prevention behaviors in Islamic Boarding School settings.
Faktor yang Berhubungan dengan Berat Badan Kurang pada Balita di Timor Leste Kurniawan, Ardhiles Wahyu; Maulina, Rifzul; Fernandes, Anggelina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69648

Abstract

Latar Belakang: Berat badan kurang adalah indikator status nutrisi dan kesehatan balita yang buruk di sebuah negara. Pada tahun 2013 angka kejadian Stunting di Timor Leste tergolong tinggi sekitar 50,2% dibandingkan angka rata-rata untuk wilayah Asia Timur Pasifik yaitu 11,3%. Diantara anak balita yang mengalami stunting terdapat 38% yang memiliki berat badan kurang.Tujuan:  Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dengan berat badan kurang balita di Timor Leste.Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional berdasarkan data sekunder Demographic and Health Survey (DHS) pada 13 Provinsi di Timor Leste tahun 2016.  Sampel pada penelitian ini sejumlah 3.723 balita.Hasil: Beberapa faktor yang berhubungan dengan berat badan rendah di Timor Leste adalah pendidikan Ibu (AOR = 0,50, 95% CI: 0,34-0,74), status gizi Ibu yang gemuk (AOR = 0,47, 95% CI:0,35-0,65) dan status gizi Ibu yang normal (AOR = 0,67, 95% CI: 0,55-0,81), jumlah kelahiran anak ≥ 7 (AOR = 1,67, 95% CI: 1,15-2,41), jenis kelamin anak perempuan (AOR 0,79, 95% CI: 0,67-0,94), kondisi ekonomi keluarga sangat kaya (AOR 0,66, 95% CI: 0,46-0,96), sumber air minum tidak higenis (AOR 1,37, 95% CI: 1,09-1,74)Kesimpulan: Upaya perbaikan status gizi balita dapat melalui peningkatan pendidikan dan nutrisi Ibu, ekonomi keluarga serta perbaikan kualitas air.