SIWI PRAMATAMA MARS WIJAYANTI
Faculty of Health Science and Medicine, Department of Nutrition, The University of Jenderal Soedirman, Jalan Dr. Soeparno 63, Purwokerto 53123, Indonesia

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

APLIKASI TEHNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENINGKATKAN SISTEM SURVEILANS PENYAKIT MENULAR DI KABUPATEN BANYUMAS Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Octaviana, Devi; Anandari, Dian
Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Kemampuan analisis dan penyajian data dari petugas surveilans merupakan hal yang sangat penting untuk memaksimalkan tugasnya. Kebanyakan petugas surveilans masih menggunakan analisis data sederhana seperti excell untuk analisis data. Padahal dengan tehnologi sistem informasi geografis, petugas surveilans dapat menganalisis dan menyajikan data penyakit di lapangan dalam bentuk yang lebih menarik dan variatif seperti peta. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini, dilakukan pelatihan Geographic Information System (GIS) dengan software ArcGIS 10.2. Pelatihan diisi oleh trainer profesional selama 1 hari dengan 33 orang peserta yakni petugas surveilans se Kabupaten Banyumas. Materi yang diberikan seperti penggunaan software untuk membuat peta, pemanfaatan HP android untuk membuat titik koordinat. Peserta mempraktikan sendiri penggunaan software di laptop laptop masing masing dengan  harapan segera dapat diterapkan untuk pekerjaannya sebagai petugas surveilans. Saran ke depan, petugas surveilans harus memanfaatkan tehnologi seperti GIS untuk menambah kompetensinya untuk meningkatan kualitas sistem surveilans.   
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ATRAKTAN LARUTAN FERMENTASI GULA-RAGI DAN AIR RENDAMAN CABAI MERAH (Capsicum Annum) TERHADAP JUMLAH TELUR Aedes Sp. YANG TERPERANGKAP Sari, Arvita Kumala; Octaviana, Devi; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.176 KB)

Abstract

Oviposition trap (Ovitrap)  is one of the Aedes sp mosquito controlling method without insectide. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of attractant solution of yeast- sugar and water soaking red chilii to the number of trapped eggs of Aedes sp. Type of this research was experimental study. The subject of this research were all the eggs were trapped on ovitrap, while the research unit was a group of houses, building / construction in the research area which consisted of 15 houses. The study was conducted in kelurahan Mersi,Mersi District of Purwokerto. This research applies 3 treatment, so that the object consists of 15 houses with the total number of installed ovitrap 45 indoors and 45 outdoors. Total number of eggs of Aedes sp which trapped in ovitrap were 1021 grain. Number of trapped eggs in control (water wells), water of soaking red chili attractant and solution of yeast-sugart attractant were 929 grains (91%), 60 grains (5,9%) and 32 grains (3.1%) respectively. Number of eggs which trappped in ovitrap outdoor were 639 grains (62.6%) while in ovitrap indoor wwere 382 grains (37.4%). There was significant difference in the number of eggs that trapped in each type of attractant, however there was no significant difference in the number of eggs that are trapped on the basis of location.
STUDI DESKRIPTIF KEJADIAN MALARIA DI PUSKESMAS II SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2010-2011 Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Gamelia, Elviera
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.786 KB)

Abstract

ABSTRACT   Continuing the Malaria cases in Primary health Care II Sumpiuh rise a problem every year. The aims of this research was to find out the description of malaria cases based on people, place and time in primary helath care II Sumpiuh during 2010 and 2011. This research was descriptive, and sample was all of the population. Data obtained by took secondary data from primary helath care II Sumpiuh and then analysed by univariat. The result of this research showed that 106 people (33.44% from the sample identified), and in 2011 until April, 17 people (11.26% from sample identified) were infected by Malaria. Man more have a risk to get malaria, because from the result showed that the number of patient of Malaria is more in man that women. Group of age which showed the highest number of positive malaria is 30-45 yearsold in 2010 and between 45-60 yearsold in 2011. Banjarpanepen is the village which has a highest number of malaria cases comparing with other village in primary health care II Sumpiuh. Suggestion from this result is the need of complete data, regarding the location of patient, type of plasmodium which infected, and also the surveillance of Malaria must be regularly and active to decrese the number of malaria cases.   Kata Kunci : Malaria, Plasmodium, Epidemiology, Deskripsi Jurnal Kesmasindo  Volume 5( 1)  Januari 2012,  hlm. 75-87  
GAMBARAN KESIAPAN SISTEM SURVEILANS TUBERKULOSIS DALAM MENDUKUNG UPAYA PENGENDALIAN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT (TB-RO) DI KABUPATEN BANYUMAS Astuti, Sonia Dwi; Octaviana, Devi; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.196 KB) | DOI: 10.20884/1.ki.2018.10.2.1297

Abstract

Tingginya angka insidensi kasus TB setiap tahun dan angka kematian akibat TB masih menjadi beban di Indonesia. Beban tersebut kini telah bertambah dengan adanya TB Resisten Obat (TB-RO). TB-RO adalah penyakit tuberkulosis yang mengalami resistensi terhadap dua obat paling paten pada lini pertama seperti isoniazid dan rifampisin dan umumnya terjadi akibat pengobatan TB yang tidak tuntas (Asri, 2014). Pengobatan yang tidak tuntas tersebut menyebabkan berkurangnya efektifitas obat di dalam tubuh dalam membunuh bakteri tuberkulosis akibat mutasi pada gen dan RNA yang berujung pada resistensi (Soepandi, 2010). Peningkatan beban TB-RO terjadi karena belum optimalnya pelaksanaan program pengendalian TB yang ada, kurangnya keterlibatan lintas program dan lintas sektor dan kurangnya penatalaksanaan kasus TB di fasilitas pelayanan kesehatan seperti penemuan kasus; pencatatan dan pelaporan kasus. Beban TB-RO ini akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar jika tidak dapat ditanggulangi dengan baik, seperti meningkatnya pembiayaan TB, meningkatnya jumlah pengangguran dan meningkatkan risiko adanya kejadian TB-HIV. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi peningkatan beban TB-RO tersebut salah satunya dengan melakukan perubahan dalam penemuan kasus dan pencatatan kasus (Permenkes, 2016). Perubahan penemuan dan pencatatan kasus dari yang bersifat pasif kini menjadi aktif, intensif dan masif tanpa mengesampingkan kegiatan penemuan dan pencatatan kasus secara pasif. Penemuan dan pencatatan kasus tersebut akan dilaksanakan melalui kegiatan surveilans TB (Dinkes Banyumas, 2017).   Pada Tahun 2017 Triwulan II di Kabupaten Banyumas untuk kasus TB-RO terdapat 225 kasus terduga, 19 kasus terdiagnosis, 16 kasus diobati dan 2 kasus meninggal (Dinkes Banyumas, 2017). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan ditemukan bahwa 37 dari 39 Puskesmas yang ada di Kabupaten Banyumas memiliki kasus TB-RO. Hal ini berarti Puskesmas di Kabupaten Banyumas harus memiliki kesiapan sistem surveilans yang baik dalam menghadapi tantangan dari munculnya beban TB-RO tersebut. Kegiatan surveilans TB yang telah matang akan dilakukan dengan sistem yang baik dan akan menghasilkan informasi yang baik pula untuk mendukung keberlangsungan upaya pengendalian TB-RO. Kesiapan yang dimaksud bukan hanya pada sistem secara menyeluruh tetapi juga harus spesifik ke dalam subsistem surveilans seperti input, process dan output. Komponen yang termasuk dalam subsistem input seperti sumber daya manusia (SDM), dana, metode pencatatan dan pelaporan serta sarana, sedangkan untuk subsistem proses yaitu frekuensi pengumpulan data, pengolahan data dan analisa data. Komponen dari subsistem output berupa pelaporan ke instansi yang lebih tinggi, diseminasi informasi serta umpan balik yang dapat dilihat dari adanya buletin kasus serta mading informasi (Ersanti dkk, 2016). Penelitian yang dilakukan oleh Kant, et al (2013) menyebutkan bahwa perbaikan sistem surveilans mulai dari pengumpulan data secara lengkap hingga pengolahan data yang tepat dapat menunjung kegiatan penanggulangan tuberkulosis dan efektif menekan peningkatan kematian akibat penyakit tersebut di India. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendekripsikan kesiapan sistem surveilans TB di Puskesmas Wilayah Kerja Kabupaten Banyumas dalam mendukung upaya pengendalian TB-RO.  
Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Pedesaan Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Nurbaiti, Tias Tri; Maqfiroch, Arrum Firda Ayu
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 15, No. 1 Januari 2020
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.15.1.16-21

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a non-communicable disease that remains a significant health concern in Indonesia. The disease is more prevalent in urban areas due to lifestyles, socioeconomics level and lack of physical activity. Currently, DM has begun occured also in rural areas. The purpose of this study is to identify the risk factors associated with Type II DM incidence in rural areas.Method: This is analytical study with a case-control design, located in Community Health Centre 1, Wangon, Banyumas Regency. There are 65 people in case group and 65 people in control group involved in this study. Variables included personal characteristics, dietary habit, physical activity and exposure to cigarette smoke. Data was obtained by structured questionnaire and analyze using univariate, bivariate (chi-square test) and multivariate analysis (logistic regression test).Results: The results showed that the dietary habit (OR = 11,824; 95% CI = 4,988-28,032) and physical activity (OR = 2,608; 95% CI = 1,116–6,095) had influenced on the incidence of DM type II. Whilst the exposure of cigarette smoking did not influenced the incidence of DM type II. It is suggested that consume foods with balanced nutrition and doing physical activities should be conducted routinely in accordance with WHO recommendations.
EPIDEMIOLOGY OF DIPHTERIA IN PURWAKARTA REGENCY INDONESIA Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Fadillah, Alfianti Nur
Epidemiology and Society Health Review (ESHR) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/eshr.v1i1.935

Abstract

Background: Diphtheria is considered as a neglected disease since it was successfully eliminated in many countries. However, there were several sporadic re-emergence cases of Diphtheria and the peak was outbreak in Indonesia in 2017.  This research was a descriptive study aimed to explore epidemiology of diphtheria by person, time and place in one of diphtheria endemic area.Methods: This was a descriptive study with cross sectional design in Purwakarta Regency, West Java, Indonesia in 2018. Several data were collected in this study such as diphtheria cases by age, time of occurrence, gender, place and immunization status. The data was collected from Purwakarta Health Office. It was the data from the year of 2015-2017. The data was analysed by using descriptive analysis with percentages displayed in graphs and tables.Results: This study reveals that Purwakarta regency is an endemic area of diphtheria with fluctuated cases since 2015-2017. More cases of diphtheria occurred from September to December in rainy season. More cases suffered by children in 5-9 years old, however, this disease also infected adult population. The area with high diphtheria cases in this study also areas with high population densities which is conducive for C diphteriae transmission. Low coverage of immunization is highlighted in the result of this study, which could explain why diphtheria cases occurred continuously in this area.Conclusions: High number of diphtherias in this area should be an awareness for local health officer to do an effective preventive effort such as increasing the coverage of vaccination. Furthermore, optimizing the role of religious and community leader should be made to support diphtheria vaccination programs.
EKSPLORASI POTENSI EKSTRAK CAIR DAUN KECOMBRANG YANG MENGANDUNG ANTIOKSIDAN SEBAGAI PENETRALISIR RADIKAL BEBAS DALAM DARAH PETUGAS SPBU Fadiyah, Azzah Farah; Wardhani, Resi Mukti; Rahmatika, Nurmei; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 15 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.17 KB)

Abstract

ABSTRAK Pekerjaan sebagai petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memiliki risiko akibat paparan radikal bebas di lingkungan SPBU yang dapat menyebabkan modifikasi lipid, DNA, dan protein pada berbagai jaringan tubuh. Untuk menetralisir radikal bebas tersebut tubuh memiliki antioksidan alami yaitu Superoksida Dismutase (SOD). Daun kecombrang memiliki kandungan antioksidan terutama flavonoid yang mampu menetralisir radikal bebas. Oleh karena itu, bertujuan mengeksplorasi potensi ekstrak cair daun kecombrang sebagai penetralisir radikal bebas dalam darah. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang diujikan pada tikus. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain pembuatan ekstrak daun kecombrang, perlakuan terhadap hewan uji dan pemeriksaan kadar SOD serum darah hewan uji. Hewan uji berupa tikus jantan galur Wistar sebanyak 16 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif yang diinduksi CCL4 1mL/KgBB dan placebo berupa Na-CMC 1%, kelompok perlakuan 1 yang diinduksi CCL4 1mL/KgBB dan ekstrak daun kecombrang 100mg/KgBB, kelompok perlakuan 2 yang diinduksi CCL4 1mL/KgBB dan ekstrak daun kecombrang 150mg/KgBB, dan kelompok perlakuan 3 yang diinduksi CCL4 1mL/KgBB dan ekstrak daun kecombrang 200mg/KgBB. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Berdasarkan hasil eksperimen pengukuran kadar SOD didapati hasil bahwa ekstrak daun kecombrang dapat meningkatkan kadar SOD serum darah tikus yang diinduksikan CCL4 sebagai radikal bebas. Berdasarkan hasil eksperimen juga diketahui bahwa dosis optimal ekstrak cair daun kecombrang untuk meningkatkan kadar SOD serum darah pada subjek penelitian adalah 150mg/KgBB. Dari penelitian ini diketahui bahwa ada potensi untuk mengembangkan ekstrak cair daun kecombrang sebagai penetralisisr radikal bebas. Kata Kunci: Ekstrak cair daun kecombrang, Radikal bebas, Antioksidan, SOD, In Vivo
Utilization of Preventive Health Check-Ups Among Older People in Rural Indonesia Aji, Budi; Anandari, Dian; Masfiah, Siti; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Chamchan, Chalermpol
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.275 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.464

Abstract

The use of preventive health check-ups among older people was driven by health status and socioeconomic factors. This present study identified the determinants of preventive health check-up utilization among older people in rural Indonesia. This study had been conducted in rural areas in the district of Banyumas, Central Java, Indonesia. A cross-sectional survey had been carried out and a total of 412 older people were selected by using multistage sampling. Logistic regression determined the predictors of preventive health check-up utilization. The majority of the older people were female (75.5%) with low levels of educational attainments (56.3%). Factors including chronic illnesses and uneducated were associated with preventive health check-ups among older people. Older people with chronic illnesses (p less than 0.05, OR = 6.276) were more likely to use preventive health check-ups. Further, uneducated older people (p less than 0.05, OR = 12.562) were less likely to use preventive health check-ups in rural areas. Health status becomes a prominent factor that influences health care utilization among older people. Health interventions targeting identified at-risk subgroups are potential for fulfilling the demand for health care among older people who live in the community, particularly in rural areas. Health promotion for enhancing health literacy among older people would improve the utilization of preventive health check-ups among older adults. Abstrak: Pemanfaatan layanan pemeriksaan kesehatan untuk lansia ditentukan oleh kondisi kesehatan dan faktor sosialekonominya. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan pemanfaatan pemeriksaan kesehatan pada lansia di wilayah pedesaan. Kajian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Survei dilakukan dengan menggunakan pendekatan belah lintang dan multistage random sampling terhadap 412 lansia. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (75,5%) lansia adalah perempuan dengan tingkat pendidikan yang rendah (56,3). Status penyakit kronis dan tidak berpendidikan pada lansia berpengaruh signifikan secara statistik dengan pemanfaatan pemeriksaan kesehatan. Lansia yang memiliki penyakit kronis (p kurang dari 0,05, OR = 6,276) cenderung lebih memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, sedangkan lansia yang tidak berpendidikan (p kurang dari 0,05, OR = 12,562) cenderung kurang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut. KOndisi status kesehatan menjadi faktor utama yang mempengaruhi lansia untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Oleh karena itu intervensi kesehatan yang sesuai untuk kelompok usia berisiko tersebut pontensial untuk dapat memenuhi harapan bagi lansia yang tinggal di daerah pedesaan. Promosi kesehatan untuk meningkatan tingkat literasi terhadap pentingnya layanan kesehatan bagi lansia akan dapat meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan tersebut.
Exploring Perceptions of Marriage and Reproductive Health Among Thalassemia Patients in Banyumas Regency Kotale, Nichola Noelle; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Rujito, Lantip
Insights in Public Health Journal Vol 5 No 1 (2024): Insights in Public Health Journal
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2024.5.1.12880

Abstract

Abstract Background: Thalassemias are a large group of autosomal recessive disorders characterized by imbalanced globin chain production, resulting in and haemolytic anaemia. The complications of thalassemia arise due to iron overload in the bodily organs. Iron overload in the endocrine glands causes hypogonadism, which then affects the growth of reproductive organs. As a result, reproduction in thalassemia patients is not a normal procedure. Thalassemia patients considering marriage and having a family go through so many psychological problems in life, which are influenced by factors such as their socioeconomic status, adherence to treatment and complications. These factors play a role in shaping the perceptions towards marriage and reproduction of thalassemia patients. Method: This study was aimed at exploring the perceptions surrounding marriage and reproduction. This research was a descriptive study design conducted in Purwokerto, Central Java. Data was collected for 37 participants through interviews and questionnaires, for variables on sociodemographic, attitude to treatment, and perceptions surrounding marriage and reproduction. Data was analyzed using Microsoft excel and Minitab software version 22. Results: The results demonstrated that the average age of the participants was 26.41 with a standard deviation of 5.93. The youngest participant was 16 years and the oldest was 39 years old. 84% of the participants were female and 16% were male. 75% of the participants had an education level of high school or lower, 81% had economic support, and 56% had jobs with income. Most participants never abandoned blood transfusion therapy, iron chelation, and other necessary treatments. Many reported of experiencing negative impacts in their lives, despite the absence of complications. Married participants still report of experiencing infertility, while some have children. Many participants agree for prenatal diagnosis of thalassemia foetus but disagree on abortion of thalassemia foetus. Participants interviewed about their perception regarding male and female contraceptive methods, had little knowledge regarding the subject. Conclusion: More studies are needed to fully explore the perceptions on marriage and reproductive health of thalassemia patients. Thalassemia patients willing to start a family go through so many challenges, and need collective support from the society and caregivers, for them to live a normal life. Thalassemia patients should also understand reproductive health through counselling. Keywords: Marriage, Thalassemia, Reproductive Health, Fertility
Peran Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Ketrampilan dalam Peningkatan Kapasitas Kader POSBINDU Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 1 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.1.9942

Abstract

Edukasi kesehatan terutama tentang upaya pencegahan penyakit tidak menular dan pelatihan pemeriksaan kesehatan sangat dibutuhkan bagi para kader Posbindu.Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan ketrampilan pengecekan kesehatan bagi kader Posbindu. Kegiatan edukasi kesehatan dilakukan pada kader PKK dan kader Posbindu di Desa Kebanggan. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan berupa penyuluhan dengan pertemuan langsung dan media, serta pelatihan pengecekan menggunakan alat kesehatan bagi kader posbindu.Peserta sejumlah 60 orang untuk edukasi kesehatan dan 10 orang untuk pelatihan pengecekan kesehatan dengan sasaran kader Posbindu. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para kader yang harapannya dapat meningkatkan kualitas pelayanan kegiatan Posbindu yang rutin berjalan di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang.
Co-Authors Abiyanti, Tabitha Li-Ulinnuha Al fasih, Hana Mumtazah Aldila, Salsa Adi Amala, Qoshdan Amalina, Putri Nur Anandari, Dian ARIF KURNIAWAN Arrum Firda Ayu Maqfiroch, Arrum Firda Ayu Asmara, Dhiya Azizah Astuti, Sonia Dwi Azijah, Pipit Nur Budi Aji, Budi Chamchan, Chalermpol Devi Octaviana Dewi, Jasmine Palupi Drajat, Pandu Satria Dwi Rastuti, Bunga Dwi Sarwani Sri Rejeki Dwiana, Nungki Agnes Efiani, Lina Mai Elviera Gamelia Fadillah, Alfianti Nur Fadiyah, Azzah Farah Fajri, Azhar Kautsar Fani, Gresia Fatika, Zanna Rahma Febrianti, Syaira Aisha Ghozi, Muhammad Ali Gunawi, Cindy Juwita Sari Hartanti, Diah Tri Ho, Veronika Angellina Hiberto Ilmi, Khalimah Nur Kinasih, Annastya Kirana, Meirany Sasitha Kotale, Nichola Noelle Lantip Rujito Maharani, Rizqi Putri Chyntia Marsaoly, Asti Fitria Muthmainah, Suci Hilmia Nabila, Adibah Nareshwari, Himamayasuri Nashriati, Fatma Nisa, Fauzia Annafiun Nugroho, Amirah Nadia Putri Nugroho, Pramudya Dhiwang Nujaba, Dayan Rifqy Nurbaiti, Tias Tri Nurhalizah, Marsha Nurmalasari, Rizky Diana Paramita Adi Nurmutia Perdana, Clarissa Amorita Pradani, Ashifa Wulan Putra, Taradhiya Dhasta Putri, Suci Amalia Rachmawati, Farras Arlinda Radi Radi Rahayu, Prasepti Ageng Rahmah, Zayyinaa Aulia Rahman, Cahya Aulia Rahmatika, Nurmei Rezeki, Dwi Sarwani Sri Rizkiana, Cantika Sondra Rubai, Windri Lesmana Sani, Devinta Muthia Saputri, Hajrah Merdian Punky Sari, Arvita Kumala Sari, Arvita Kumala Saryono Saryono Sasmita, Mutiara Dea Sejati, Rafi Ashza Sholihah, Fidyatus Siti Masfiah Suciwati, Alya Regina Sudaryasa, Wayan Adi Sutini, Kristina Syaira, Hanifah Ulhaq, Syifa Dhia Wardhani, Resi Mukti Widyadhana, Fatiha Ardelia Wijayanti, Mars Witdodo, Pandu Suryonoto Yatapya, Susina Yustisia, Ananda Bela Zahidah, Adelina Najla