SIWI PRAMATAMA MARS WIJAYANTI
Faculty of Health Science and Medicine, Department of Nutrition, The University of Jenderal Soedirman, Jalan Dr. Soeparno 63, Purwokerto 53123, Indonesia

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran Kesehatan Mental Ibu Saat COVID-19 Terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Anak: Systematic Literature Review Kirana, Meirany Sasitha; Maharani, Rizqi Putri Chyntia; Ulhaq, Syifa Dhia; Ilmi, Khalimah Nur; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2058

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak multidimensi, tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan psikologis masyarakat, terutama pada kalangan ibu dengan balita. Perubahan sosial dan situasi akibat pandemi, meningkatkan kecemasan ibu akan kekhawatiran terhadap proses pemberian imunisasi anak. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kesehatan mental ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak di masa pandemi COVID-19. Artikel dikumpulkan melalui database Scopus, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan kata kunci “imunisasi”, “kesehatan mental ibu” , dan “COVID-19”. Sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil tinjauan literatur menunjukkan adanya faktor langsung yaitu kesehatan mental ibu pada tingkat tertentu dan tidak langsung yang dapat mempengaruhi pemberian Imunisasi dasar anak. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi dari pemerintah untuk mendukung kesehatan mental dan memberikan edukasi bagi ibu agar cakupan imunisasi anak tetap optimal, terutama pada masa krisis kesehatan baik di masyarakat maupun global. Kata Kunci: Kesehatan Mental Ibu, Kecemasan, Imunisasi Dasar, Anak, COVID-19.
Analisis hubungan pelayanan antenatal care (ANC) terpadu dengan angka kematian ibu Aldila, Salsa Adi; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Nurmutia, Paramita Adi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.926

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is still a global health problem, including in Indonesia. One effort to reduce the risk of maternal death is through integrated antenatal care (ANC) health services according to standards. Purpose: To analyze the relationship between integrated antenatal care (ANC) services and maternal mortality rates. Method: Quantitative research with a correlational approach. The research sample was 40 health centers in Banyumas Regency which was implemented in April 2024. The data analysis used was the Spearman Rank Correlation test to test the relationship between integrated ANC service variables which include 10 integrated examinations with maternal mortality variables. Results: This study found that weight measurement (p value = 0.005), blood pressure measurement (p value = 0.005), upper arm circumference measurement (p value = 0.017), uterine fundus height measurement (p value = 0.012), iron tablet administration (p value = 0.012), pregnancy examination (p value = 0.005), hemoglobin examination (p value = 0.011), blood type examination (p value = 0.011), urine glycoprotein examination (p value = 0.016) and consultation/counseling (p value = 0.014) were significantly associated with maternal mortality. Conclusion: Integrated ANC services that are of high quality and meet standards are one of the efforts to reduce high maternal mortality rates. The quality of ANC services that do not meet standards are associated with maternal mortality. Suggestion: There needs to be periodic competency improvement for health workers who carry out integrated ANC services in health centers to strengthen service quality assurance.   Keywords: Health Services; Integrated Antenatal Care (ANC); Maternal Mortality Rate (MMR).   Pendahuluan: Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi isu masalah kesehatan di tingkat global, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya untuk mengurangi risiko kematian ibu adalah melalui pelayanan kesehatan maternal antenatal care (ANC) terpadu sesuai standar. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pelayanan antenatal care (ANC) terpadu dengan angka kematian ibu.  Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 40 puskesmas di Kabupaten Banyumas yang dilaksanakan pada bulan April 2024. Analisis data yang digunakan adalah uji Korelasi Rank Spearman untuk menguji hubungan antara variabel pelayanan ANC terpadu yang mencakup pemeriksaan 10 terpadu dengan variabel angka kematian ibu. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa pengukuran berat badan (p value = 0.005), pengukuran tekanan darah (p value = 0.005), pengukuran lingkar lengan atas (p value = 0.017), pengukuran tinggi fundus uterus (p value = 0.012), pemberian tablet tambah darah (p value = 0.012), tes kehamilan (p value = 0.005), pemeriksaan hemoglobin (p value = 0.011), pemeriksaan golongan darah (p value = 0.011), pemeriksaan glukoproterin urin (p value = 0.016) dan temu wicara/konseling (p value = 0.014) berhubungan secara signifikan dengan angka kematian ibu. Simpulan: Pelayanan ANC terpadu yang berkualitas dan sesuai standar merupakan salah satu upaya untuk menurunkan tingginya angka kematian ibu. Kualitas pelayanan ANC yang belum memenuhi standar memiliki hubungan dengan angka kematian ibu. Saran: Perlunya peningkatan kompetensi secara berkala bagi tenaga kesehatan yang melaksanakan pelayanan ANC terpadu di puskesmas untuk memperkuat jaminan mutu pelayanan.   Kata Kunci: Angka Kematian Ibu; Antenatal Care (ANC) Terpadu; Pelayanan Kesehatan.
Peran media powerpoint dan model gigi dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar Nisa, Fauzia Annafiun; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.966

Abstract

Background: The most common dental and oral problem found in children is dental caries. Behavioral factors play an important role in preventing caries. However, children's neglect of dental and oral health is generally caused by a lack of knowledge about the importance of maintaining dental and oral health. Purpose: To determine the effect of powerpoint presentations and dental models on improving knowledge about oral health among elementary school students. Method: A pre-experimental study with a one-group pre-test post-test design. The study subjects consisted of 22 students selected using total sampling. The educational media used were PowerPoint presentations and dental models. Bivariate analysis was performed using the Wilcoxon test. Results: There was an increase in knowledge about oral health after the educational session using PowerPoint presentations and dental models. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000, indicating that the use of both media significantly influenced the level of knowledge about oral health.  Conclusion: Powerpoint presentations and dental models are effective tools for promoting health education among children, as they capture attention and facilitate understanding.    Keywords: Dental Models; Elementary School; Knowledge; PowerPoint; Oral Health.   Pendahuluan: Masalah gigi dan mulut yang paling sering dijumpai pada anak-anak adalah karies gigi. Faktor perilaku memegang peran penting dalam upaya pencegahan karies tersebut. Namun, perilaku abai anak terhadap kesehatan gigi dan mulut umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh media powerpoint dan model gigi dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 22 siswa yang diperoleh dengan metode total sampling. Media penyuluhan yang digunakan adalah powerpoint dan model gigi. Analisis bivariat dilakukan dengan Uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut setelah diberikan penyuluhan dengan media powerpoint dan model gigi. Hasil Uji Wilcoxon didapatkan p-value sebesar 0.000, menunjukkan bahwa penggunaan kedua media tersebut berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Simpulan: Media powerpoint dan model gigi efektif digunakan dalam promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan anak karena keduanya mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman.   Kata Kunci: Kesehatan Gigi Dan Mulut; Model Gigi; Pengetahuan; Powerpoint; Sekolah Dasar.
Analisis spasial terhadap kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia: A systematic review Ho, Veronika Angellina Hiberto; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Rejeki, Dwi Sarwani Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.1180

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a major public health problem in Indonesia, with significant regional variations in incidence. Despite the government's implementation of various control programs, DHF cases continue to exhibit specific spatial clustering patterns influenced by environmental and demographic factors. Purpose: To analyze the spatial distribution of dengue fever cases in Indonesia and identify environmental and climatic factors associated with dengue fever incidence through a spatial analysis approach. Method: This study followed the PRISMA guidelines and included articles published between January 2020 and December 2024. A literature search was conducted through the PubMed and SINTA databases using the keywords "spatial analysis," "dengue hemorrhagic fever," "DHF," and "Indonesia." Articles meeting the inclusion criteria were analyzed narratively and grouped based on similar findings. Results: Six articles met the inclusion criteria. Most studies used spatial analysis tools such as ArcGIS, Moran's I, and LISA to map clustering and autocorrelation patterns of dengue cases. The results showed that dengue cases tended to be concentrated in areas with high population density. Environmental factors such as temperature (25°C–30°C) and humidity were strongly associated with mosquito behavior and dengue transmission risk, while rainfall showed a weaker relationship. One study demonstrated a dispersed pattern of cases. Conclusion: Spatial analysis methods have proven effective in identifying high-risk dengue clusters and understanding the influence of environmental variables on transmission dynamics. The results of this review emphasize the importance of geographically focused public health interventions and the need for continuous monitoring and mapping of dengue cases in endemic areas.   Keywords: Air Humidity; Dengue Hemorrhagic Fever; Spatial Analysis.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan variasi kejadian yang signifikan antar wilayah. Meskipun pemerintah telah menjalankan berbagai program pengendalian, kasus DBD tetap menunjukkan pola pengelompokan spasial tertentu yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan demografis. Tujuan: Untuk menganalisis pola distribusi spasial kasus demam berdarah di Indonesia dan mengidentifikasi faktor lingkungan dan iklim yang terkait dengan kejadian demam berdarah melalui pendekatan analisis spasial. Metode: Penelitian tinjauan pustaka menggunakan pedoman PRISMA dan mencakup artikel yang diterbitkan pada periode Januari 2020 hingga Desember 2024. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed dan SINTA dengan kata kunci "analisis spasial", "demam berdarah dengue", "DBD" dan “Indonesia”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif dan dikelompokkan berdasarkan kesamaan hasil. Hasil: 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan sebagian besar penelitian menggunakan alat analisis spasial, seperti ArcGIS, Moran's I, dan LISA untuk memetakan pola pengelompokan dan autokorelasi kasus demam berdarah. Kasus demam berdarah cenderung terkonsentrasi di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi. Faktor lingkungan seperti suhu (25–30°C) dan kelembaban udara memiliki hubungan yang kuat dengan perilaku nyamuk dan risiko penularan demam berdarah, sedangkan curah hujan menunjukkan hubungan yang lemah. Simpulan: Metode analisis spasial telah terbukti efektif dalam mengidentifikasi klaster demam berdarah berisiko tinggi dan memahami pengaruh variabel lingkungan terhadap dinamika penularan. Hasil tinjauan ini menekankan pentingnya intervensi kesehatan masyarakat yang berfokus secara geografis dan perlunya pemantauan dan pemetaan kasus demam berdarah secara berkelanjutan di daerah endemik.   Kata Kunci: Analisis Spasial; Demam Berdarah Dengue; Kelembaban Udara.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASMA DI WILAYAH PEDESAAN: LITERATURE REVIEW Putri, Suci Amalia; Rahayu, Prasepti Ageng; Suciwati, Alya Regina; Nabila, Adibah; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47426

Abstract

Asma merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan inflamasi dan penyempitan saluran napas, yang menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi. Prevalensi kejadian asma di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penduduk di wilayah pedesaan juga menghadapi risiko signifikan terhadap penyakit asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian asma di wilayah pedesaan secara global. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan PRISMA. Pencarian artikel melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, hingga diperoleh delapan artikel yang sudah sesuai kriteria penelitian. Berdasarkan hasil literature review ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kejadian asma di pedesaan, antara lain obesitas, polusi udara seperti paparan asap rokok, asap hasil pembakaran kayu bakar, dan asap dari penggunaan obat nyamuk bakar, udara dingin, riwayat genetik, serta alergi. Alergi merupakan penyebab yang paling umum ditemukan di lingkungan pedesaan.
Literature Review MULTI-FACTORIAL INFLUENCES ON MALARIA TRANSMISSION DYNAMICS IN INDONESIA: INSIGHTS FROM CLIMATE TO COMMUNITY INTERVENTIONS Ghozi, Muhammad Ali; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Kesmas Indonesia Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2025.17.2.13933

Abstract

Indonesia is a tropical climate country with one of its characteristics having high rainfall and lasting relatively long. High rainfall levels cause waterlogging which has the potential to increase the number of mosquito populations. The purpose of this literature review is to determine the effect of weather conditions, namely rainfall and air temperature on the possibility of a malaria outbreak. The method used is to review selected articles with a search engine via Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect by entering the keywords rainfall, climate and malaria. The search process to exclude articles used for this literature review uses the PRISMA method. And the results of the literature review show 11 articles discussing weather conditions that affect mosquito populations in Indonesia (Yogyakarta, Bengkulu and Ambon), India, Nigeria, Ethiopia, Mali, Uganda and South Africa. Research in Bengkulu City and Ambon City found a negative correlation between rainfall and temperature on malaria infections. In Limpopo Province, South Africa, data shows the seasonal dynamics of the role of rainfall identified where the December to February rainy season plays a major role in influencing malaria cases in the following year. In Oyam district, Uganda, a malaria outbreak was facilitated by aquatic habitats of Anopheles near houses created by human activities, following increased rainfall.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE PADA USIA PRODUKTIF : LITERATURE REVIEW Al fasih, Hana Mumtazah; Febrianti, Syaira Aisha; Rahman, Cahya Aulia; Witdodo, Pandu Suryonoto; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47084

Abstract

Stroke tidak hanya menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan pada usia lanjut, tetapi kini menunjukkan tren peningkatan pada kelompok usia produktif. Penulisan artikel ini dilakukan dengan tujuan untuk mereview faktor risiko dominan yang berkontribusi terhadap kejadian stroke pada usia produktif di masyarakat Indonesia berdasarkan kajian literatur ilmiah terkini. disusun dengan pendekatan Literature review, menggunakan referensi dari publikasi ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016 hingga 2025. Seluruh sumber diperoleh melalui pencarian pada basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Artikel dipilih melalui proses skrining, kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil terhadap sepuluh artikel menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling dominan mencakup faktor hipertensi, kurangnya aktivitas fisik, diabetes melitus, dan perilaku merokok. Faktor tambahan seperti stres, obesitas, konsumsi makanan berlemak, serta riwayat keluarga juga memiliki peran dalam kejadian stroke usia produktif. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa kejadian stroke pada usia produktif merupakan hasil dari kombinasi kompleks berbagai faktor risiko klasik dan khusus. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif yang personal dan berbasis karakter individu sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian stroke sejak usia muda.
LITERATURE REVIEW: DAMPAK NEGATIF PERILAKU SEDENTARY LIFESTYLE TERHADAP KESEHATAN FISIK REMAJA DI INDONESIA Sholihah, Fidyatus; Efiani, Lina Mai; Drajat, Pandu Satria; Marsaoly, Asti Fitria; Rezeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47108

Abstract

Perilaku sedentary lifestyle atau gaya hidup menetap menjadi perhatian utama dalam kesehatan remaja di Indonesia karena adanya peningkatan prevalensi penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes melitus. Gaya hidup ini ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik dan tingginya durasi duduk atau berbaring tanpa disertai pengeluaran energi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak negatif dari perilaku sedentary lifestyle terhadap kesehatan fisik remaja di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Kajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu membahas dampak sedentary lifestyle terhadap kesehatan fisik remaja Indonesia dan memiliki desain penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui pencarian di database PubMed, ResearchGate, dan Garuda, lalu dianalisis menggunakan metode anotasi bibliografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh artikel menyatakan adanya hubungan signifikan antara sedentary lifestyle dan peningkatan risiko gangguan kesehatan fisik seperti obesitas, status gizi lebih, sindrom metabolik, serta diabetes melitus. Aktivitas sedentari yang dominan meliputi penggunaan gawai, menonton televisi, dan minimnya olahraga. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perilaku sedentary lifestyle memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik remaja di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi serta intervensi gaya hidup aktif untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular sejak usia remaja.
Analisis kategori wilayah tempat tinggal dengan status calon pengantin wanita terhadap risiko melahirkan anak stunting Yustisia, Ananda Bela; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Nisa, Fauzia Annafiun; Aldila, Salsa Adi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.969

Abstract

Background: Stunting in Indonesia still has a high prevalence at 21.5% in 2023. Stunting is also caused by the mother's condition before marriage. Prospective brides still have low awareness about the importance of preventing stunting at a young age. Premarital health conditions can be influenced by various factors, including the type of ​​residence which may influence physical, social and economic environmental conditions. Purpose: To determine whether the regional category affects the status of prospective brides who run the risk of having children who are stunted. Method: A quantitative analytical study used a cross-sectional method and was conducted in June-July 2024 in Banyumas Regency, Central Java. The sampling technique used total sampling with a sample size of 3.399 respondents. The independent variables in this study were rural and urban areas of residence, while the dependent variable was stunting. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using chi-square. Results: The chi-square test results showed a p-value of 0.216 (>0.050). This means that there is no significant relationship between rural and urban areas and the risk of stunting in prospective brides. Conclusion: The status of prospective brides by category puts them at risk of giving birth to stunted children, and this risk does not differ between rural and urban areas. Pre-marital and pregnancy education should be provided evenly across all regions, and assistance should be provided to prospective brides at risk to delay pregnancy until conditions are more ideal.   Keywords: Premarital Health; Stunting; Town; Village.   Pendahuluan: Stunting di Indonesia masih memiliki prevalensi yang tinggi, yaitu 21,5% pada tahun 2023. Stunting ikut dipengaruhi oleh kondisi ibu sejak sebelum menikah. Namun, calon pengantin wanita cenderung memiliki kesadaran yang rendah akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Kondisi kesehatan pranikah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk wilayah tempat tinggal yang memungkinkan adanya kondisi lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah kategori wilayah tempat tinggal berhubungan dengan status calon pengantin wanita berisiko melahirkan anak stunting. Metode: Penelitian kuantitatif analitik menggunakan metode cross sectional, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 3399 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah wilayah tempat tinggal perdesaan dan perkotaan, sedangkan variable dependen adalah stunting. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan chi square. Hasil: Uji chi square menunjukkan p-value 0.216 (>0.050). Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara wilayah perdesaan dan perkotaan dengan risiko stunting pada calon pengantin wanita Simpulan: Status calon pengantin wanita oleh kategori berisiko melahirkan anak stunting, dan risiko tersebut tidak berbeda antara wilayah perdesaan maupun perkotaan. Edukasi pranikah dan kehamilan secara merata di seluruh wilayah, serta pendampingan bagi calon pengantin berisiko untuk menunda kehamilan hingga kondisinya lebih ideal.   Kata Kunci: Kesehatan Pranikah; Perdesaan; Perkotaan; Stunting.
Malaria Infection Among Pregnant Women of Abau District in Papua New Guinea Yatapya, Susina; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Radi, Radi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.10714

Abstract

Malaria is a communicable disease that poses a serious problem in Papua New Guinea, with the country recording the highest incidence of malaria in the Asia-Pacific region each year. However, research on the risk factors for malaria in Papua New Guinea is still minimal, especially among pregnant women. This study aims to investigate the correlation between malaria incidence in pregnant women in Papua New Guinea. This study is an observational study with a cross-sectional approach conducted on 200 pregnant women from January to March 2024 in Abou District, Papua New Guinea. Data collection used questionnaires and Rapid Diagnostic Tests (RDT) to diagnose malaria infection in pregnant women. The independent variables in this study are healthcare-seeking behavior, prevention of malaria, knowledge of malaria, maternal age, marital status, occupation, education level, and residential location. The dependent variable in this study is the incidence of malaria in pregnant women. In this study, the data analysis used included univariate analysis, bivariate analysis with chi-square, and multivariate analysis with logistic regression. The results showed that the risk factors for malaria incidence in pregnant women in Papua New Guinea are malaria prevention (p-value 0.014; OR= 4.426) and healthcare-seeking behavior (p-value 0.033; OR= 4.033), meaning that pregnant women with poor malaria prevention behavior and poor healthcare-seeking behavior are four times more likely to suffer from malaria. It is hoped that pregnant women will increase their awareness of malaria prevention during pregnancy and make full use of healthcare facilities during pregnancy.
Co-Authors Abiyanti, Tabitha Li-Ulinnuha Al fasih, Hana Mumtazah Aldila, Salsa Adi Amala, Qoshdan Amalina, Putri Nur Anandari, Dian ARIF KURNIAWAN Arrum Firda Ayu Maqfiroch, Arrum Firda Ayu Asmara, Dhiya Azizah Astuti, Sonia Dwi Azijah, Pipit Nur Budi Aji, Budi Chamchan, Chalermpol Devi Octaviana Dewi, Jasmine Palupi Drajat, Pandu Satria Dwi Rastuti, Bunga Dwi Sarwani Sri Rejeki Dwiana, Nungki Agnes Efiani, Lina Mai Elviera Gamelia Fadillah, Alfianti Nur Fadiyah, Azzah Farah Fajri, Azhar Kautsar Fani, Gresia Fatika, Zanna Rahma Febrianti, Syaira Aisha Ghozi, Muhammad Ali Gunawi, Cindy Juwita Sari Hartanti, Diah Tri Ho, Veronika Angellina Hiberto Ilmi, Khalimah Nur Kinasih, Annastya Kirana, Meirany Sasitha Kotale, Nichola Noelle Lantip Rujito Maharani, Rizqi Putri Chyntia Marsaoly, Asti Fitria Muthmainah, Suci Hilmia Nabila, Adibah Nareshwari, Himamayasuri Nashriati, Fatma Nisa, Fauzia Annafiun Nugroho, Amirah Nadia Putri Nugroho, Pramudya Dhiwang Nujaba, Dayan Rifqy Nurbaiti, Tias Tri Nurhalizah, Marsha Nurmalasari, Rizky Diana Paramita Adi Nurmutia Perdana, Clarissa Amorita Pradani, Ashifa Wulan Putra, Taradhiya Dhasta Putri, Suci Amalia Rachmawati, Farras Arlinda Radi Radi Rahayu, Prasepti Ageng Rahmah, Zayyinaa Aulia Rahman, Cahya Aulia Rahmatika, Nurmei Rezeki, Dwi Sarwani Sri Rizkiana, Cantika Sondra Rubai, Windri Lesmana Sani, Devinta Muthia Saputri, Hajrah Merdian Punky Sari, Arvita Kumala Sari, Arvita Kumala Saryono Saryono Sasmita, Mutiara Dea Sejati, Rafi Ashza Sholihah, Fidyatus Siti Masfiah Suciwati, Alya Regina Sudaryasa, Wayan Adi Sutini, Kristina Syaira, Hanifah Ulhaq, Syifa Dhia Wardhani, Resi Mukti Widyadhana, Fatiha Ardelia Wijayanti, Mars Witdodo, Pandu Suryonoto Yatapya, Susina Yustisia, Ananda Bela Zahidah, Adelina Najla