Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Strategi Kemandirian Masyarakat Miskin (Studi Kasus Pemberdayaan Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Desa Sidorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro) Utari, Sri; saptaningtyas, Haryani; winarno, Joko
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.253

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan utama di Indonesia. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin agar dapat mencapai kemandirian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemberdayaan PKH dalam meningkatkan kemandirian masyarakat miskin di Desa Sidorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni wawancara, observasi dan Focus Group Discussion. Analisis data dengan metode ini meliputi tahap data reduction, data dispaly dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan PKH sudah berjalan dengan baik sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Program pendampingan peserta PKH mengarahkan peserta PKH untuk dapat mandiri dan pendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dengan tidak menggantungkan pada bantuan pemerintah. Namun banyak kendala yang menghambat pelaksanaan PKH di Desa Sidrejo secara optimal. Situasi di lapangan menunjukkan  banyak KPM PKH di Desa Sidrejo yang belum sepenuhnya memahami tujuan PKH, sehingga tujuan dari program PKH untuk meminimalisir kemiskinan belum tercapai.
Peran Penyuluh Pertanian Pada Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Sayur Model Hidroponik Di Kabupaten Bogor Savitri, Meytania; Sugiharjo; Winarno, Joko
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agriculture is an important economic sector in Indonesia. The Central Bureau of Statistics states that this sector makes a significant contribution to the fulfillment of food needs as well as a source of income for the rural population. The agricultural sector still faces obstacles, such as low productivity and lack of access to adequate capital. One way to overcome these obstacles is to introduce modern agricultural technology, such as hydroponics. Hydroponics is a modern agricultural technology that can increase crop productivity up to two times compared to conventional farming. To overcome capital constraints, the government has launched the People's Business Credit (KUR) program. KUR aims to provide capital loans to micro, small and MSME businesses with low interest rates and long tenors. This study aims to analyze the role of extension workers in the People's Business Credit Program (KUR); analyze the factors that influence the increase in income of hydroponic model vegetable farmers; and analyze the income of hydroponic model vegetable farmers in Bogor Regency before and after the People's Business Credit Program (KUR). This method uses the basic method of quantitative research with survey techniques and sampling with Random Sampling (SRS). Bogor Regency, especially West Bogor, was chosen as the research location because West Bogor is a center for hydroponic vegetable farmers. The capital spent on hydroponic planting techniques is high compared to conventional planting techniques. In this study the sample used was 100 farmers. The analysis method used in this research is logistic regression, model feasibility, real level test, and wald test. The results showed 1) the role of extension workers in the People's Business Credit Program (KUR), 2) factors that influence the increase in income of hydroponic vegetable farmers, 3) the income of hydroponic vegetable farmers in Bogor Regency before and after the People's Business Credit Program (KUR).
PENGARUH PENAMBAHAN OCTANE BOOSTER AMSOIL TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PERTALITE DAN PERTAMAX PADA MOTOR NMAX Lukman, Oki; Machmud, Syahril; Winarno, Joko
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopling yaitu komponen mesin yang digunakan untuk menyalurkan tenaga dari pully ke roda belakang. Sepeda motor matik  menggunakan  transmisi  otomatis  (model  v-belt)  dengan  mengandalkan  kopling  sentrifugal.    Pada  motor  matik bagian kopling sentrifugal sering menjadi  permasalahan,  dimana motor terkadang getar pada awal motor mulai bergerak.  Sepeda motor honda vario 150 cc yang menggunakan jenis kopling standar, pada mangkok kampas ganda malah menjadi tempat dari kotoran berupa debu yang seharusnya dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh  modifikasi pada mangkok kopling dan kampas kopling terhadap kenerja  (torsi dan daya) pada sepeda motor vario 150 cc dengan berbagai kecepatan putar mesin (rpm).Pada penelitian ini dilakukan pecobaan dengan meletakkan lubang atau membuat lubang pada sisi pojok mangkok kopling  yang  diharapkan  tidak  berpengaruh  pada  keausan  kampas  kopling  namun  akan  berfokus  pada  pembuangan kotoran yang selama ini sering mengendap pada sisi mangkok kopling yang sering menjadi penyebab utama motor matik getar, sedangkan untuk memperkecil tingkat slip pada kopling akan diberi sayatan pada kampas kopling .Dari hasil penelitian diperoleh sayatan lubang dan pelubangan pada mangkok kopling dianggap paling baik untuk mengatasi masalah yang ada dikarnakan torsi  meningkat 13,48% dan daya meningkat 15,1% dan memiliki hasil pengujian terbaik diantara kedua jenis varian pada kampas kopling dan mangkok kopling.Kata kunci : Daya, Kopling, Sayatan, Torsi
Pengaruh Variasi Beban dan Bahan Bakar terhadap Performansi Genset Honda Wolf 2,5 Kw Haris, Alfian; Winarno, Joko
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kebutuhan listrik cadangan banyak dibutuhkan dan semakin banyak pula orang mencari genset. Namun tak banyak yang  mengetahui  seberapa  besar  kemampuan  mesin  genset  terhadap  kebutuhan  daya  yang  diperlukan  pada  setiap pekerjaan dan bahan bakar yang tepat digunakan pada mesin tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui variasi beban dan bahan bakar terhadap performansi genset honda wolf 2,5 KW. Pada penelitian ini beban yang diberikan pada genset yaitu lampu halogen sejumlah 5, dengan masing-masing daya 500 Watt.  Untuk bahan bakar yang digunakan yaitu pertalite dan pertamax. Pada pengujian yang pertama digunakan bahan bakar pertalite, kemudian genset diberi beban 1 lampu hingga 5 lampu. Pada pengujian kedua digunakan bahan bakar pertamax, kemudian genset diberi beban 1 lampu hingga 5 lampu. Hasil pengujian variasi beban dan bahan bakar pada mesin genset Honda Wolf 2,5 KW dapat disimpulkan bahwa  pertamax  dapat  menghasilkan  daya  yang  lebih  besar  dibanding  pertalite  dengan  selisih  1,8%,  dengan  daya maksimal 1629.6 Watt. Pertamax juga dapat menghasilkan torsi yang lebih tinggi dibanding pertalite dengan selisih 2,4%, torsi maksimal 7,02 Nm. Namun untuk laju bahan bakar pertamax lebih boros dibanding pertalite dengan selisih 22,2%. Nilai SFC terbaik dimiliki bahan bakar pertalite dengan nilai 0,446 kg/kWh, selisih 17,4% dengan pertamax. Kata kunci: Genset, lampu halogen, pertamax, pertalite 
ANALISIS OPTIMALISASI OVERHAUL MESIN KENDARAAN L300 Sudrajat, Panji Bagus; Winarno, Joko; Hutoomo, Sri Gati
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk dapat mengetahui proses overhaul kendaraan L300 secara optimal. Optimal dalam artian   se-efektif dan se-efisien  mungkin,  maka diperlukan  suatu pemeriksaan  dan kalkulasi.  Proses overhaul engine adalah  kegiatan  pembongkaran   mesin  dan  memeriksa  komponen  di dalam  mesin  untuk mengembalikan  performa mesin  atau  merekondisi  mesin,  overhaul  biasa  kita  kenal  dengan turun mesin. Kemudian  setelah  mobil  selesai  di  overhaul,    selanjutnya  dilakukan  pengujian  tekanan  oli  dan  tekanan kompresi  dengan  alat  tersebut,  Alat  dan bahan  yang  dilakukan  dalam  pengujian  ini  adalah  mobil  L300  setelah  di  overhaul,  mobil  L300  pembanding, Compression Taster (khusus untuk pengukuran  kompresi mesin diesel), Pressure Gauge, Toolbox, Tachometer, Gelas Ukur jangka sorong, ring piston, feeler gauge dan yang di beri selang.Berdasarkan   data  pemeriksaan  dan pengukuran maka dapat disimpulkan komponen mana yang dapat diperbaiki dan yang harus diganti.  Komponen yang harus diganti adalah gasket full set karena tidak bisa dipergunakan   lagi. Dan komponen yang harus diganti lainya  yaitu bantalan  main journal,  bantalan crank pin, piston.   Sedangkan  komponen  yang  harus  diperbaiki adalah lubang silinder, main journal porns engkol,  crank  pin  poros  engkol.  dan  didapat  hasil untuk  pengukuran tekanan kompresi tiap silinder di dapat dengan  rata-rata  410  PSI  dan  untuk  tekanan  oli  di   dapat 80,70  PSI  dan  sudah  sesuai  dengan standar mesin diesel.  Setelah  dilakukan  perbaikan  dan  penggantian  komponen mesin dapat berfungsi dengan baik. Gas buang yang keluar dari knalpot berwarna   ke abu- abuan sangat tipis ketika pedal gas di tekan perlahan.  Kata Kunci :  Overhaul, Pengukuran,  Tekanan Kompresi 
Analisis Pengaruh Model Alur Ban terhadap Efisiensi Pengereman Kendaraan Angkutan Barang Nugroho, Rian Adi; Winarno, Joko
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

erbagai model alur ban dipasaran saat ini sangat sangat bervariasi dan memudahkan konsumen untuk memilih sesuai keinginan  baik  untuk  kebutuhan  formal  maupun  estetika,  akan  tetapi  sering  kali  banyak  dijumpai  kasus  kecelakaan kendaraan angkutan barang dikarenakan faktor ban. Salah satunya adalah penggunaan model alur ban yang tidak sesuai dengan ketentuan dan tidak memperhatikan kondisi musim di Indonesia. Penelitian ini merujuk pada efisiensi pengereman yang dihasilkan dari model alur ban yang digunakan kendaraan angkutan barang dengan menggunakan alat Brake Tester merk Anzen Motor model SBT-307F No.4023R buatan Jepang tahun 1981 milik Unit Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Kabupaten Klaten. Hasil Penelitian didapatkan bahwa :1) Model alur ban kembang rib-lug pada pengujian kendaran truk memiliki efisiensi rata-rata pengereman terbaik yaitu 68.673% dengan memiliki kestabilan yang baik saat berjalan lurus  dan  berbelok  dengan  memperhatikan  fungsi  truk  sebagai  pengangkut  material  atau  muatan  dengan  berat  yang banyak. 2) Model alur ban kembang block pada pengujian kendaraan mobil bok memiliki efisiensi rata-rata pengereman terbaik yaitu 69.44% dengan tingkat kestabilan yang sangat baik terhadap perubahan cuaca sebagai mana fungsi dari mobil bok sebagai kendaraan angkutan ekspedisi antar daerah. 3) Model alur ban kembang cross pada pengujian kendaran pick- up memiliki efisiensi rata-rata pengereman terbaik yaitu 80.79 % dengan tingkat pendistribusian udara dan memecah air yang baik saat kondisi jalanan basah. Model alur ban ini dapat dipacu pada kecepatan tinggi dan kemampuan mengerem yang baik, sebagaimana berat kendaran dari pick-up yang dominan ringan dan kestabilan yang kurang yang berpotensi oleng saat dipacu pada kecepatan tinggi. Kata kunci: Efisiensi Pengereman, Model Alur Ban, Roller Brake Teste
Strengthening Social Capital in Increasing The Welfare of Members in The Gapoktan Tani Makmur, Ngawi Regency Khoiriyati, Roisatul; Winarno, Joko; Lestari, Eny
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 11 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v3i11.734

Abstract

The agricultural sector is an important sector as a provider of food for food tenacity. Food tenacity can be achieved by optimizing agricultural development by investing social capital, physical capital, human capital, and financial capital. Communities that have high social capital will tend to be more efficient and effective in carrying out various policies to prosper and advance the lives of their members. This research aims to identify social capital, factors that affect social capital, and provide strengthening of social capital. Qualitative descriptive method was applied by using primary and secondary data. Primary data obtained from interviews with 10 respondents who joined Gapoktan Tani Makmur while the secondary data taken from some literature and related agencies. The results showed that social capital in Kartoharjo Village can be seen from the trust between Gapoktan members as evidenced by the existence of RAT every year, reciprocity is shown by the collaboration between PT WPI and Gapoktan, values and norms can be found when facing problems, the resolution is through deliberation, the commitment of members trying to carry out their duties with full responsibility, and also the proactive attitude of Gapoktan shown in meeting the needs of farmers continues to be improved. External factors that affect social capital such as PT Wilmar Padi Indonesia, NGOs, and the government. Internal factors that affect social capital are high motivation, and the commitment of the management and members of Gapoktan. Strengthening Social Capital Gapoktan Tani Makmur can be done by strengthening self-capacity both in business effort and management regeneration.
Peran Gapoktan dalam Peningkatan Pendapatan Petani Tanaman Hias (Studi Kasus Gapoktan “Tani Makmur” Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar) Sasqia Putri, Ferlita Azadhea; Winarno, Joko; Setyowati, Retno; Padmaningrum, Dwiningtyas
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 47, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v47i2.90660

Abstract

Ornamental plants are cultivated or grown for their aesthetic value, including the beauty of their flowers, leaves, or the entire plant. These plants are commonly found in home gardens or yards. The development of ornamental plant farming requires the role of agricultural institutions. Agricultural institutions play crucial role in modernization of agriculture. This study aims to understand institutional system, the role of agricultural institutions, and the impact of the Tani Makmur Farmer Group Association on ornamental plant farmers in Nglurah Village. This research employs a qualitative method with a case study approach in Nglurah Village. Informants were selected using purposive and snowball sampling techniques. The study involved 14 informants, including farmers group association stakeholders, agricultural officers, and ornamental plant traders. Validity was ensured through source and method triangulation, and data were analyzed using the Miles and Huberman analysis method. The results showed that Nglurah Village has an institutional system that supports the sustainability of ornamental plant farming. Farmers group association in Nglurah Village has procedures, management, and roles. Farmers group association in Tawangmangu Sub-district plays various roles in developing ornamental plant farming, including acting as a liaison between farmer groups and the government, providing farming capital, offering information or facilitation to groups, and establishing partnerships with other business units. These roles have social impacts on farmers, such as improved relationships and harmony, as well as economic impacts, including easier access to capital. There is a need to enhance each institution to ensure that the management system operates more effectively and achieves the goals of the Tani Makmur Farmer Group Association.
Pertanian Terpadu dan Dukungan Lembaga Lokal dalam Upaya Konservasi DAS Hulu Desa Beruk Jatiyoso Karanganyar Fadhilah, Fika; Winarno, Joko; Widiyanti, Emi
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 47, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v47i2.90642

Abstract

The sustainable management of natural resources is crucial for maintaining ecosystem sustainability and ensuring long-term fulfillment of basic needs. Farmers in Beruk Village, residing in the upstream area of the Watershed (DAS), are able to meet their basic needs through farming on steep landslide-prone land, which should ideally be designated as conservation areas. The research aims to examine integrated farming practices, assess local institutional support in conservation activities, and identify the sustainability of conservation-based farming efforts. The study employs a qualitative method, conducted in Beruk Village, Jatiyoso Sub-district, Karanganyar Regency. Fifteen informants were selected using purposive and snowball sampling methods. Data analysis utilized the interactive inductive analysis approach by Miles and Huberman. The research findings indicate that farmers in Beruk Village practice integrated farming systems that combine food, feed, and fertilizer concepts. Local institutional support from Beruk Village includes active participation of members in various conservation activities. The study concludes that farmers in Beruk Village implement integrated farming systems combining food, feed, and fertilizer concepts, but not all farmers apply conservation principles in their farming practices. The study recommends enhancing education and intensive training for farmers on the benefits and techniques of implementing conservation practices. This could be achieved through collaboration with educational institutions, local governments, and non-governmental organizations.